Sunday, September 18, 2016

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 01 Bahasa Indonesia

Arc 01: Dihidupkan Kembali ke Dunia yang Berbeda

Chapter 01: Kematian dan Kebangkitan





Oleh karena itu, kau telah mati. Aku sungguh minta maaf.


“Jadi, begitukah.”


Orang tua itu kemudian membungkukkan badannya. Awan yang bersinar di bagian belakang mulai menyebar. Awan itu menyebar seperti sebuah karpet yang tanpa ujung. Tapi, aku sepertinya sedang duduk di atas sebuah tatami. Ini adalah ruangan sederhana dengan ukuran 4.5 tatami (meskipun tidak ada dinding atau langit-langit) yang mengapung di atas awan. Ada sebuah meja makan pendek bersama dengan lemari teh, televisi tua dan telepon model lama.


Dan di depan mataku adalah seorang Kami-sama atau setidaknya itulah yang dia katakan. Kami-sama bilang kalau aku mati karena kesalahannya, jadi aku tidak merasa seperti telah mati.

Jika aku ingat-ingat lagi, saat aku pulang dari sekolah, aku sedang berada dalam perjalanan pulang dan tiba-tiba turun hujan. Aku mencoba untuk mengambil jalan pintas yang berada didekat  taman, kemudian saat itu aku tersambar sebuah pancaran cahaya yang mengeluarkan suara gemuruh.

“Aku lupa untuk memeriksa ada tidaknya orang di sana sebelum aku menjatuhkan petir. Aku sungguh minta maaf. Sungguh wajar bagi manusia mati oleh sambaran petir, tapi kali ini benar-benar tidak sengaja.”

“Apakah saya tersambar langsung oleh petir dan mati... jadi begitu. Jadi ini adalah crusade (jihad), lalu apakah tempat ini adalah surga?”

 “Bukan, tempat ini berada di atas surga, tempat ini adalah tempat dimana Dewa berada.... tempat ini dinamakan Realm of Gods (dunia para dewa). Manusia tidak diperbolehkan datang ke sini, tapi kau secara khusus dipanggil olehku! Errrmm... Mo... Mochizuki.”

“Touya. Mocihuzki Touya.”

“Ya, Mochizuki Touya-kun

Kami-sama menuangkan air panas ke dalam teko sambil mengatakan itu dan menuangkan teh ke cangkir teh. Oh, tangkai tehnya berdiri tegak.

“Namun, sepertinya kau terlihat sedikit tenang? Kau telah mati, aku pikir kau akan terlihat kebingungan dan marah.”

“Karena ini terasa seperti tidak nyata? Rasanya saya seperti dalam mimpi. Untuk  mengatakan ini dan itu terjadi, rasanya itu tidak akan membantu.”

Namun, aku tidak berpikir aku akan mati pada usia 15 tahun. Suurrff (suara seruputan) Aku meminum teh. Rasanya enak

“Jadi, setelah ini, apa yang akan terjadi pada saya sekarang? Surga atau Neraka, yang mana?”

“Tidak, tidak, kau mati karena kesalahanku, jadi aku bisa menghidupkanmu kembali.”

Kami-sama mengatakannya dengan ragu-ragu. Apa itu? Aku ingin tahu apakah ada masalah.

“Tidak ada cara yang bisa menghidupkanmu kembali ke dunia asalmu. Maaf, tapi seperti itulah aturannya. Aku benar-benar minta maaf karena kejadian ini, jadi-“

“Ha...”

“Kau dapat dihidupkan kembali ke dunia yang berbeda. Untuk memulai kehidupan keduamu, aku bisa mengerti jika kau tidak setuju, tetapi...”

“Tidak apa-apa.”

“... Tidak apa-apa?”

Aku memotong pembicaraanya dengan segera membalasnya. Dan  Kami-sama menatapku dengan wajah yang penuh kebingungan.




 “Saya mengerti keadaan dan posisi anda saat ini. Dan saya tidak berniat untuk memaksakan kehendak saya. Saya berterimakasih karena bisa dihudupkan kembali. Itu saja sudah cukup.”

“... Sungguh, dengan kepribadianmun ini, Dunia benar-benar telah kehilangan orang yang hebat... sangat disayangkan.”

Kami-sama terlihat putus asa. Aku hanyalah seorang bocah, jadi aku merasa sedikit malu. Meskipun, aku tidak terlalu keberatan.

“Setidaknya biarkan aku untuk mengabulkan keinginanmu, walaupun terbatas, mungkin aku bisa mengabulkannya.”

“Yah, bahkan jika anda berkata seperti itu...”

Pertama, aku tidak bisa dihidupkan lagi ke dunia tempatku berasal. Nah, jika aku pergi ke dunia yang berbeda, akan lebih bagus jika aku memliki sesuatu yang berguna...

“Setelah ini, aku akan pergi ke dunia mana, dunia seperti apa itu?”

“Dibandingkan dengan duniamu sebelumnya, dunia itu tidaklah berkembang, kira-kira jika di duniamu sebelumnya, itu disebut dunia abad pertengahan. Yah, walaupun tidak semuanya terlihat sama.”

Hmmm, standar hidupku sepertinya telah jatuh begitu jauh. Aku khawatir apakah aku bisa bertahan hidup di tempat seperti itu. Apakah akan baik-baik saja jika aku pergi ke dunia itu, tanpa pengetahuan apapun?

“Ummm....  ada satu yang saya inginkan”

“Oh, apa itu? Apa itu?. Aku akan memberikan apapun.”

“Ini, dapatkah anda membuatnya sehingga bisa digunakan di dunia yang berbeda?”

Kataku sambil menariknya keluar dari saku seragamku. Sebuah ponsel, itu seperti sebuah papan logam yang berukuran kecil. Dan juga di sebut smartphone.

“Ini? Yah, mungkin... ini akan menjadi barang langka. Tapi itu masih tetap akan berguna”

“Contohnya?”

“Sebagian besar kau tidak bisa berkomunikasi secara langsung dengan siapapun melalui itu, atau harus aku katakan, kau tidak bisa menggunakannya untuk berinteraksi dengan duniamu yang sebelumnya. Tidak ada SMS, posting pada situs web, tidak ada panggilan telepon, dan semacamnya. Apa lagi ya.... oh, iya. Setidaknya aku akan mengaturnya agar kau bisa menghubungiku”

 “Itu sudah cukup!”

Jika aku bisa mengambil pengetahuan dari dunia asal-ku, itu mungkin akan menjadi senjata yang hebat. Aku tidak terlalu yakin, tapi pasti itu akan sangat berguna.

 “Kau dapat mengisi baterai dengan menggunakan kekuatan sihir. Jadi kau tidak perlu khwatir jika bateria-nya habis.”

“Sihir? Apakah ada kekuatan seperti itu di dunia yang akan saya tuju?”

“Ada. Dan kau seharusnya dapat menggunakannya nanti”

Aku dapat menggunakan sihir. Kedengarannya menarik.

“Itu tidak akan lama sebelum kau dihidupkan kembali.”

“Terima kasih banyak atas semua yang telah anda lakukan.”

“Tidak, lagi pula itu semua salahku. Oh, sekali lagi, aku benar-benar minta maaf.”

Ketika Kami-sama dengan perlahan mengangkat tangannya, cahaya yang hangat mulai menyelimutiku.

“Karena kau akan dihidupkan lagi, sepertinya tidak akan berguna jika kau sampai mati lagi, oleh karena itu, aku akan meningkatkan kemampuan dasar dan fisikmu, dan berbagai hal lainnya. Dengan begitu kau mungkin tidak akan mati dengan mudah. Selama Kami-sama yang bodoh ini tidak menjatuhkan petir padamu lagi, maka itu akan baik-baik saja.”

Ucapnya sambil tertawa pada dirinya sendiri. Aku pun jadi ikut tertawa juga.

“Setalah aku mengirimmu, aku tidak akan bisa ikut campur lagi, karena itu dilarang. Satu hadiah terakhir.”

“Terima kasih.”

“Ini mungkin bukan seperti ikut campur, tapi aku akan memberimu nasihat. Hubungi aku jika kau mempunyai masalah.”

Kami-sama menunjuk smartphone yang berada pada tanganku ketika ia mengatakannya. Aku tahu, aku tidak bisa dengan mudah menghubungi Kami-sama. Jadi, mungkin itu ketika aku benar-benar dalam masalah.

“Kalau begitu, sampai jumpa!”


Kami-sama tersenyum dan kemudian aku kehilangan kesadaran.





        Main          Next⟶

Related Posts

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 01 Bahasa Indonesia
4/ 5
Oleh

4 komentar

February 6, 2017 at 2:59 PM delete

kami-sama no bakaaaaa!!!! wkwkwk

Reply
avatar
May 2, 2017 at 11:22 PM delete

itu dewanya teralalu pure njiir xD

Reply
avatar
June 28, 2017 at 12:29 PM delete

awawkakkwkakwkwa.dewa gemblung

Reply
avatar
August 26, 2017 at 7:30 PM delete

Kalo aja ada pdf nya.. Jadinya lebih enak baca di hp

Reply
avatar