Sunday, September 25, 2016

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 06 Bahasa Indonesia



Arc 01: Dihidupkan Kembali ke Dunia yang Berbeda

Chapter 06 : Guild dan Toko Senjata



Setelah pagi datang, aku bangun dan segera mengenakan pakaian. Ketika aku menuruni tangga untuk pergi ke ruang makan, Lindsey dan Elsie sudah berada di sana dan sedang memakan makanannya. Ketika aku juga duduk di kursi, Mika-san menambahkan makanannya. Sarapan dengan roti yang di lapisi dengan daging dan telur, salad tomat dan sup. Memulai pagi dengan sarapan yang terlihat enak.
Ketika kami selesai makan, kami bertiga langsung pergi ke guild. Guild itu terletak di dekat pusat kota yang cukup ramai dengan orang-orang.

Lantai pertama dari guild adalah sebuah restoran. Suasananya lebih baik dari yang aku kira. Aku pikir itu akan terlihat seperti bar, penuh dengan orang-orang dan berisik. Meskipun aku membayangkan seperti itu, tampaknya aku terlalu khawatir. Saat aku pergi ke meja kasir, Onee-san yang berada di meja itu menunjukkan senyum yang berseri-seri.

            “Selamat pagi, kami ingin mendaftar menjadi anggota guild.”

            “Ya, tentu. Termasuk dengan kedua orang itu?”

            “Ya,  semuanya tiga orang.”

            “Apakah ini pertama kalinya anda mendaftar? Jika benar, saya akan menjelaskan rincian sederhana untuk pendaftarannya.”

            “Silahkan.”

Pada dasarnya mereka menununjukkan tugas dari klien dan kemudian mereka meminta biaya pengantaran. Karena pekerjaan dibagi berdasarkan tingkat kesulitan, seseorang yang memiliki peringkat rendah tidak dapat menerima pekerjaan dari peringkat yang lebih tinggi. Namun, jika setengah dari jumlah orang tersebut memiliki peringkat yang lebih tinggi, maka orang yang memiliki peringkat rendah tersebut bisa mengambil pekerjaan itu.

Jika kau berhasil menyelesaikan pekerjaanya, maka kau akan mendapatkan kompensasi, tapi jika kau gagal, kau harus membayar denda atas pelanggaran kontrak. Oke, mari kita memilih pekerjaan kita dengan hati-hati.

Selain itu, jika kau gagal beberapa kali dan kau dinilai merugikan mereka, maka sebagai hukuman, kau akan dikeluarkan dari anggota guild. Dan ketika itu terjadi, kau tidak akan bisa mendaftar lagi di setiap guild manapun.

Selain itu, kau tidak dapat menerima lebih dari satu pekerjaan, dan jika kau tidak mengambil satu pun pekerjaan selama lima tahun, pendaftaranmu akan dicabut. Jika kau berburu di tempat lain selain di daerah yang ditunjukan oleh pekerjaanmu, maka pekerjaan itu tidak akan diakui. Sebagai standar, guild akan menjaga kenetralannya dalam pertarungan antara para petualang. Namun, jika itu akan merugikan guild, maka itu adalah kasus yang berbeda. Berbagai hal lainnya juga dijelaskan.

            “Dengan semua hal itu, saya akan mengakhiri penjelasannya. Jika ada yang tidak dipahami, maka silahkan ditanyakan.”

            “Aku mengerti.”

            “Kalau begitu, silahkan anda mengisi formulir pendaftarannya.”

Onee-san itu memberi kami bertiga formulir untuk setiap masing-masing orang dan aku benar-benar tidak bisa mengerti apa yang tertulis pada kertas itu. Aku memberitahu mereka bahwa aku tidak bisa membaca dan menulis, dan aku meminta Lindsey untuk membaca dan menuliskannya untukku. Seperti yang aku pikir, itu benar-benar merepotkan.

Ketika Onee-san mengambil formulir pendaftaran, ia kemudian menempatkan kartu hitam di atasnya dan mengatakan sesuatu seperti mantra. Setelah itu, dia menyediakan pin kecil dan kami disuruh untuk meneteskan darah ke kartu masing-masing.

Aku menusuk jariku dengan pin itu. Saat aku menyentuh kartu dengan jari yang berdarah, tulisan putih perlahan-lahan muncul ke permukaan, tapi aku masih tidak tahu apa yang tertulis...

            “Untuk kartu guild ini, jika seseorang selain pemilik asli menyentuh kartu itu selama lebih dari 10 detik, maka kartu itu akan berubah menjadi warna abu-abu. Hal ini juga diperlukan untuk menghindari dari pemalsuan kartu. Juga, jika anda kebetulan kehilangan kartu, segera laporkan ke guild. Meskipun akan membutuhkan biaya, kami akan membuat ulang kartu yang baru.”

Onee-san mengambil kartuku dan tidak lama kemudian, kartu hitam itu berubah menjadi abu-abu. Saat aku menyentuh karutunya lagi, kartu itu langsung berubah menjadi hitam kembali. Itu sangat hebat. Aku ingin tahu bagaimana agar bisa seperti itu.

            “Itu adalah akhir dari pendaftarannya. Berbagai macam pekerjaan di tempel pada papan yang berada di sana. Setelah anda memutuskan untuk mengambil sebuah pekerjaan, silahkan untuk mendaftarkannya di meja resepsionis.”

Kami bertiga berdiri di depan papan yang di tempeli dengan berbagai macam pekerjaan. Kartu guild kami berwarna hitam, menunjukkan bahwa kami adalah pemula, warnanya tampaknya berubah jika peringkatmu naik, tapi untuk saat ini berarti kami hanya bisa menerima pekerjaan untuk pemula.

Elsie dan Lindsey tampaknya sedang berunding untuk memilih pekerjaan yang akan mereka ambil, dan aku...

            “Ini gawat... jika aku tidak melakukkan sesuatu tentang masalah bahasa ini...”

Akan sangat gawat jika aku tidak tahu isi dari pekerjaanku. Baiklah, aku akan memulai dengan belajar bahasa di malam hari.

            “Ne, ne, bagaimana kalau yang ini? Hadiahnya lumayan, tapi tidak baik untuk pemula?”

            “Umm, aku pikir ini bagus. Touya-san, bagaimana menurutmu?”

            “Maaf, aku bahkan tidak tahu apa yang tertulis di situ.”

Dengan semangat yang tinggi. Elsie melirik poster tertentu dan mengambinya.

            “... Mari kita lihat, Menaklukkan binatang monster di hutan sebelah timur. Lima ekor binatang monster atau dipanggil dengan serigala bertanduk. Mereka tidak begitu kuat... aku pikir kita bisa mengatasinya. Ah, hadiahnya adalah 18 perunggu.”

Bagiku yang tidak bisa membaca, Lindsey menjelaskannya dengan sedikit kesulitan. 18 perunggu... Jika kita membaginya untuk bertiga berarti masing-masing mendapatkan 6 perunggu. Itu cukup untuk menginap selama 3 hari. Lumayan.

            “Kalau begitu, ayo kita lakukan.”

            “Oke, kalau begitu aku kan mendaftarkannya ke meja resepsionis.”

Elsie merobek poster permintaannya itu dan pergi ke meja resepsionis untuk mengkonfirmasinya. Serigala bertanduk, ya? Dari namanya,  sepertinya tanduk dari serigala itu tumbuh dari kepalanya. Aku merasa sedikit khawatir, apakah aku benar-benar bisa mengalahkannya?

            “Sial... aku lupa sesuatu yang sangat penting.”

            “Ada apa?”

            “Aku..... masih belum punya senjata.”

Aku lupa.

Senjata tidak temasuk dalam permintaan. Pergi tanpa senjata sangat berbahaya. Oleh karena itu, setelah kami meninggalkan guild, kami menuju toko senjata.

Ketika aku berjalan di jalan untuk mencari sebuah senjata dan perisai ke arah utara, kami seperti biasa melihat logo pada papan toko. Dan seperti biasa, aku tidak bisa membaca nama toko yang berada di bawah logo. Ketika aku membuka pintu masuk. Bel kecil yang menempel di pintu membuat suara dentingan. Karena suara itu, seorang pria dengan jenggot yang besar muncul dari bagian dalam toko. Besar! Hampir seperti beruang.

            “S-selamat datang. Apa yang kalian butuhkan?”

Tampaknya pria tua yang seperti beruang itu adalah penjaga toko. Tapi, dia sangat tinggi! Mungkin tingginya sekitar 2 meter. Tubuhnya seperti pegulat profesional.

            “Kami ingin membeli senjata yang cocok untuk orang ini. Bisakah kami melihat-lihatnya?”

“Silahkan, pilih dan lihat-lihatlah.”

Bear-san menjawab pertanyan Elsie dengan tersenyum. Sungguh baik sekali beruang itu... eh, bukan, apakah dia orang yang baik?

Senjata ditampilkan dimana-mana ketika aku melihat di sekitar tokonya. Ada banyak variasi, mulai dari pedang, tombak, busur, kapak, cambuk, dan berbagai senjata lainnya.

            “Touya, apakah ada senjata yang bisa kau kuasai.”

          “Hmm... sepertinya tidak terlalu.... tapi jika harus aku bilang, aku pernah belajar pedang  untuk beberapa saat.”

Aku menjawab pertanyaan Elsie sambil berpikir. Kau mungkin bisa mangatakannya itu dari kelas kendo yang diajarkan dari sekolah. Bukan berarti aku benar-benar diajarkan dengan baik. Itu sesuatu seperti dasar-dasar dari permainan pedang,  aku kira itu seperti orang yang amatir.

            “Kalau begitu... aku pikir pedang lebih baik... dalam kasus Touya, bukan adu kekuatan... aku rasa dia akan mengalami kesulitan dalam hal kecepatan, bagaimana kalau pedang satu-tangan.”

Lindsey menunjuk ke sudut di mana pedang satu-tangan berjejer. Di dinding, aku mengambil pedang bersamaan dengan sarungnya. Aku kemudian menggenggamnya. Ini ringan. Aku pikir, sedikit lebih berat akan lebih baik.

Tiba-tiba, salah satu pedang yang tergantung di dinding menarik perhatianku. Tidak, bukan pedang, itu adalah katana. Sebuah mata pisau tipis yang mempunyai lekukan pada bagian tengahnya dan sebuah pegangannya yang terlihat dibuat dengan baik. Sebuah sabuk yang terlihat seperti tali terpasang pada sarung pedang yang berwarna hitam. Ketika aku melihatnya dengan teliti, ada beberapa bagian yang berbeda dari katana Jepang yang aku tahu. Apakah itu masih bisa disebut katana?

            “... Ada apa?”

            “Ah..., ini adalah pedang dari Ishen, ‘kan? Seperti yang kuduga, apa kau berpikir kalau pedang ini berasal dari kampung halamanmu?”

Saat mereka melihatku menatap katana itu, Elsie dan Lindsey memanggilku. Aku mengerti, jadi ini adalah pedang dari Ishen? Sebaliknya itu bahkan bukan kampung halamanku. Tampaknya Ishen mempunya berbagai hal yang sama dengan Jepang. Aku jadi semakin tertarik pada Ishen.

Aku mengambil katana yang tergantung di dinding dan menarik perlahan katana itu dari sarungnya. Pola yang indah pada mata pisau itu bersinar, sangat menawan untuk sebuah mata pisau. Mata pisaunya lebih tebal dari yang kupikir. Dan pedang ini juga lebih berat.

            “Berapa harganya ini?”

Bear-san yang berada di belakang toko mendengar suaraku dan berbicara.

            “Aah, itu...? Harganya 2 koin emas. Namun, sangat sulit untuk menguasainya, karena itulah aku tidak menyarankanmu yang merupakan pemula untuk membelinya.”

            “Dua koin emas? Apakah tidak mahal?”

            “Itu adalah barang yang langka dan jumlah penggunanya juga sedikit.”

Meskipun Elsie cemberut merasa tidak puas, Bear-san mengatakan itu dengan tenang. Aku ingin tahu apakah itu harga yang wajar. Aku mengakui bahwa itu bernilai banyak.

            “Aku akan membelinya. Dua koin emas, ‘kan?”

Aku memasukkan kembali katana ke dalam sarungnya, aku mengambil dua koin emas dari dompetku dan meletakkannya di meja.

            “Terima kasih atas pembeliannya. Lalu apa yang akan kau lakukkan dengan pelindung?”

“Kami akan menundanya untuk saat ini, aku akan datang lagi ketika aku sudah mendapatkan uang.”

            “Begitukah, semoga kau berhasil dengan katana itu.”

Setelah mengatakan itu, Bear-san tertawa terbahak-bahak.

Meski pembelianku berakhir dengan ini, Elsie dengan pelindung kakinya dan Lindsey yang membeli tongkat perak. Gaya bertarung mereka adalah, Elsie bertarung di depan sebagai barisan depan dan tampaknya Lindsey menggunakan sihir sebagai barisan belakang.

Kami meninggalkan toko senjata dan pergi menuju ke toko barang bekas. Sepanjang jalan, aku berpikir untuk mengkonfirmasi toko senjata sebelumnya pada peta.

[Toko Senjata Beruang Delapan]

... Penamaan di kota ini benar-benar aneh.

Di toko barang bekas, aku membeli sebuah kantong kecil, botol air, kain ikan dengan jaringnya, gunting, pisau, tanaman obat, dan sesuatu seperti rumput penawar racun. Karena Elsie dan Lindsey sudah memilikinya, maka hanya aku yang berbelanja di toko itu.

Oke, semuanya sudah siap. Sekarang, kami berangkat ke hutan sebelah timur untuk mengalahkan serigala bertanduk. 


⟵Back         Main          Next⟶




Related Posts

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 06 Bahasa Indonesia
4/ 5
Oleh

1 komentar: