Tuesday, October 11, 2016

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 22 Bahasa Indonesia


Arc 3 – Crystal Monster

Chapter 22 : Ksatria tanpa Kepala dan Reruntuhan


          “Yae, lakukan dengan cara itu!!”

          “Baik!”

Menggunakan benteng yang ambruk sebagai perisai, orang itu menghilang dari pandanganku. Suara logam bergema pada dinding. Aku berbalik dan pergi ke sekitar benteng, dan orang itu sedang bertarung dengan Yae.

Seorang Ksatria dengan armor hitam dan pedang besar yang menakutkan. Hanya dari tubuh yang sangat besarnya saja sudah dapat mengeluarkan kekuatan. Kedua kakinya tertanam kuat di tanah, dan mengayunkan kedua lengan saat mereka berlari maju dengan sebuah pedang. Benar-benar tidak ada perasaan belas kasih. Ksatria kegelapan tanpa kepala.

Dullahan. Ksatria yang mati menyedihkan dengan alat pemenggal kepala, berkeliaran tanpa tujuan, mencari kepala yang cocok untuk dirinya sendiri. Dunia nyata dan legenda yang berbeda, tapi itu adalah target dari penaklukan.

Yae dan aku membuat formasi untuk mengepung Dullahan. Yae melihat tanda dariku, memastikan cahaya di antara jari telunjukku, dia dengan cepat pergi dari tempat itu.

[Cahaya yang menembus, Tombak suci yang bersinar, Bersinarlah Javelin.]

Ujung jariku menembakan tombak cahaya yang menyilaukan dan langsung mengenai Dullahan. Tombak itu mengenai bahu kirinya dan lengannya hancur.

Namun, darah yang keluar tidak seperti darah pada manusia. Itu bukan darah, melainkan racun hitam yang melayang keluar. Lengan kanan yang tersisa menunjuk padaku dan kembali menurunkannya.

Pada saat itu,  ada sesosok yang melompat dari  sebuah bayangan dan dengan langsung menuju ksatria tanpa kepala dengan sebuah tinjuan terbangnya. Tanpa ragu-ragu sesosok bayangan itu memberikan tendangan yang tajam yang membuatnya terjatuh.

          “Elsie! Bagaimana dengan serigalanya!?”

          “Aku sudah menyelesaikannya! Ada hampir 20 dari mereka ~ mou!”

Dari jarak jauh Lindsey datang berlari. Ok, dari sini, pertarungan sebenarnya baru dimulai. Elsie, tahan seranganmu, Dullahan mengincar kepala dengan pedang besar dalam sekejap dan akan mengayunkannya ke bawah. Elsie berjongkok, menghindar dan berguling berulang kali ke arahku.

[Ayo keluarlah api, Bola api yang suci, Fireball.]

Bola api ditembakan oleh Lindsey dan menghantam Dullahan. Yae mengayunkan pedangnya dan menghalangi pedang yang diarahkan padanya.

          “Dasar keras kepala! ini akan menjadi buruk, jika ini menjadi pertarungan yang panjang.”

Tidak seperti mereka, jika kita terkena serangan pedang besar itu walau Cuma sekali, itu mungkin akan menjadi kematian langsung.

Dullahan sudah kehilangan nyawanya, mayat, dengan kata lain, sebuah mayat hidup. Mayat hidup yang lemah terhadap atribut cahaya. Lindsey dapat menggunakan atribut cahaya, tetapi tidak pada tingkat yang kuat. Aku kira, aku harus melakukannya... aku akan pergi.

          “Lindsey! Gunakan sihir es dan hentikan pergerakan kakinya untuk beberapa detik saja.”

          “Eh? A-Aku mengerti!”

Mendengar itu, Yae dan Elsie mulai bergerak., untuk menarik perhatian Dullahan, Lindsey dan aku bekerja sama. Kita harus saling memahami, karena kerja sama tim adalah sesuatu yang berbeda.

[Ice menjeratlah, mantra pembekuan, Ice Bind]

Lindsey mengaktifkan sihirnya, kaki Dullahan membeku dalam waktu yang singkat. Mencoba untuk melarikan diri, mantra ice mulai retak saat ksatria tanpa kepala menggerakan kakinya untuk keluar dari sihir ice, sedikit demi sedikit mulai melepaskan diri. Seperti aku akan membiarkannya saja.

[Multiply!]

Aku mengaktifkan sihir non-atribut. Di sektarku, di udara, empat formasi sihir muncul. Selanjutnya aku membaca atribut mantra cahaya.

[Cahaya yang menembus, Tombak suci yang bersinar, Bersinarlah Javelin.]

Dengan segera, empat tombak cahaya muncul dari formasi sihir dan dengan cepat keluar. Semua tombak terbang langsung menuju Dullahan. Sebuah sihir non-atribut yang memungkinkan untuk menyalin beberapa sihir dari mantra yang sama untuk mengaktifkannya secara bersamaan. Itu adalah [Multiply].

Ksatria tanpa kepala tidak memiliki kesempatan untuk melarikan diri dan menerima semua serangan dari tombak cahaya; sihir ice Lindsey yang membuatnya tidak bisa bergerak.

Dullahan kehilangan lengan kanannya, tubuh, dan kaki kirinya. Kemudian dia kehilangan dadanya dan jatuh dengan perlahan. Racun hitam mengalir keluar dari armor yang compang-camping, dan terhempas oleh angin.

Ksatria tanpa kepala sudah tidak bisa bergerak lagi.

          “Ini berakhir, kan.”

          “Aku lelah ~ de gozaru.”

Elsie bergumam lega, Yae berjongkok di tanah. Hal ini tidak mengherankan. Mereka harus menghindari sebagian besar serangan terus menerus, gadis-gadis yang terus melawan Dullahan ini.

          “Kelompok besar serigala merupakan kesalahan perhitungan. Itu berbahaya...”

Lindsey menepuk dadanya saat daia menurunkan dirinya ke tanah.

Setelah beberapa bulan, kami telah meningkatkan level guild ke warna hijau.

Hitam > Ungu > Hijau > Biru > Merah > Perak > Emas

Level kita adalah ketiga dari bawah. Dengan ini, kami telah resmi menjadi petualang yang bebas.

Karena telah mengingkat ke level hijau, sekali-kali kita harus mengambil permintaan di kota yang berbeda, usulan dari Elsie.

Setelah pergi ke Guild pusat yang berada di ibukota, kami mengambil permintaan berwarna hijau, di antara permintaan itu, ada permintaan untuk menaklukan demon. dan itu adalah yang sedang kami lakukan sekarang ini.

Reruntuhan ini awalnya adalah ibukota dari 1000 tahun yang lalu. Raja pada saat itu sepertinya telah membuang jauh tempat ini. Raja sebelumnya telah memutuskan untuk pindah ke daerah baru dan itu adalah di mana ibukota saat ini. seolah-olah seperti mentransfer ibukota.

Meskipun tidak diketahui alasannya, sekarang benteng itu penuh dengan lubang, batu bata dan bangunan yang nyaris tidak terlihat, benteng itu sendiri benar-benar sudah rusak, yang tersisa hanyalah beberapa tiang. Itu sekarang dikenal dengan reruntuhan.

Demon dan demon beast datang dan mencoba untuk menetap di reruntuhan, kemudian seseorang membuat permintaan untuk menaklukannya. Namun, setelah itu kembali terulang lagi. tampaknya ini menjadi sebuah siklus yang tidak terselesaikan. Jika demon datang untuk menetap satu demi satu, maka tidak lama akan ada banyak dari mereka. Penaklukan yang biasa ini sangat diperlukan.

          “Tapi, bahkan jika ini adalah bekas ibukota, tidak ada apapun di sini...”

Melihat-lihat di sekitar ada reruntuhan dinding, dinding, dinding. Di atas sini, yang di mana itu adalah posisi yang baik untuk memberikan perintah saat bertarung, benteng dibangun di sini. Apakah nenek moyang Duke dan Sue juga tinggal di sini?

Namun, setelah ibukota dipindahkan, mengapa tempat ini ditinggalkan? Apakah seperti cerita dari ‘Romance of Three Kingdoms’ di mana ibukota secara paksa dipindahkan, kastil dan rumah-rumah pribadi juga dibakar?

          “Mungkin menarik, jika harta karun Raja ada di sini.”

          “Tidak, itu tidak akan terjadi. Ini berbeda dengan negara yang telah hancur, tapi karena ibukota hanya dipindahkan, semua harta juga pastinya telah dipindahkan ~ de gozaru.”

          “Aku tahu, aku tahu. Aku hanya ingin mengatakan kata-kata itu.”

Yae menolak apa yang dikatakan Elsie dengan suara yang keras. Harta, kah?

Dalam duniaku ada hal-hal seperti penguburan uang Tokugawa dan penguburan uang Takeda, tapi mungkin ada sesuatu seperti itu juga di sini. Ini bukan sesuatu yang tidak aku suka. Berburu harta karun adalah romansa dari seorang pria. Tiba-tiba, aku teringat sesuatu. aku bisa mencoba sihir itu di sini.

[Search : Harta Karun]

Mungkin bisa, jika menggunakan sihir [Search]. Mungkin ada sesuatu yang aku kenali sebagai harta karun di sini... Ya, tidak ada. Sepertinya memang, benar?

          “Apakah kau menggunakan [Seacrh] !? K-Kau, apakah kau menemukan sesuatu?”
          “Setidaknya tidak ada harta karun di sini.”

Elsie bertanya dengan penuh semangat.

          “Begitu, kah... sayang sekali.”

          “T-Tapi, Touya. Itu hanya harta yang kau kenali, kan? Mungkin masih ada sesuatu yang bernilai di sekitar sini.”

Ah, si adik juga tampkanya memahami romansa berburu harta karun. Seperti yang diharapkan dari si kembar.

Tentu saja, seperti yang Lindsey katakan, misalnya, mungkin ada sebuah lukisan yang bernilai tinggi. Tapi, bagiku itu mungkin hanya terlihat seperti ‘sesuatu dengan sebuah coretan’ yang menjadi ‘sesuatu yang bernilai’. Bahkan, jika ada sesuatu yang didapatkan itu tidak ditunjukan. Hal-hal ini tergantung pada nilai-nilai pengguna. Jika aku harus  tahu nilai sebuah lukisan, maka sesuatu mungkin akan bereaksi. Itu tentu argumen yang dapat diterima. [Kekayaan] yang berarti permata, emas. Mahkota, koin besar atau kecil, mungkin hala-hal semacam itu. un, itu berarti...

[Search : Peninggalan Bersejarah]

          “Sesuatu seperti nilai sejarah, mungkin kita bisa mendapatkannya? Ah, tapi kalau aku tidak tahu tentang sesuatu seperti itu, maka itu hanya akan menjadi sia-sia...kah?”

          “... Aku menemukan sesuatu!”

Itu ada, sesuatu yang bernilai sejarah. Reruntuhan itu sendiri menanggapi, tapi ada sesuatu yang lain di luar itu. mempertajam indraku. Ya, aku yakin pasti itu.

          “D-Dimana itu ~ de gozaru!?”

          “... Sebelah sini. Rasanya seperti di sekitar sini. Besar. Apa ini?”

Dari dalam reruntuhan mengalir sebuah perasaan. Aku mempin sementara yang lain mengikuti dari belakang, tidak lama kemudian, ada sebuah tumpukan dari puing-puing. Oh?

          “Di bawah? Di bawah tumpukan puing-puing itu?”

Bagaimana caranya untuk memindahkannya, kira-kira berapa ton semua tumpukan itu? saat aku bingung, Lindsey maju ke depan.

[Api meledaklah, ledakan dari sang merah tua, Explosion.]

Dengan suara ledakan yang besar,  tumpukan dari puing-puing itu hancur berkeping-keping. Tungg- tidakkah kau berlebihan, Lindsey!?

          “... Beres, kan?”

Aku yang tampak kagum, melihat Lindsey yang menghancurkan puing-puing itu. apa ini sebuah antusias?

Berdiri di tempat di mana tumpukan puing-puing itu telah hancur, perasaan yang kuat telah mengalir dan semangatpun bertambah. Di bawah...?

Di bawah kakiku ada sebuah batu bata...? Apa ini? aku memindahkan batu itu dengan kakiku dan melihat sesuatu di bawahnya. Aku memanggil yang lainnya untuk menyingkirkan batu itu. Apa yang berada di bawahnya itu terlihat seperti 2 buah tatami besi yang lebar. Di tempat ini...

Menggabungkan kekuatan kita untuk membukanya. Aku tidak tahu mengapa, tapi itu tampaknya tidak akan berkarat, dan terbuka dengan cukup mudah. Mungkinkah itu tidak berat sama sekali? Dan di bawah itu, ada sebuah tangga yang mengarah ke bawah tanah , kami seperti diundang oleh sesuatu yang mengerikan....




Kembali ke Chapter 21                                                Menuju Chapter 23

Related Posts

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 22 Bahasa Indonesia
4/ 5
Oleh

1 komentar:

October 11, 2016 at 8:11 PM delete

dungeon bawah tanah :3
thanks kak

Reply
avatar