Saturday, October 1, 2016

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 11 Bahasa Indonesia

Arc 2 : Perjalanan bersama Rekan

Chapter 11 : Perjalanan Pertama dan Samurai



Ada berbagai macam pekerjaan dari guild, mulai dari menaklukan binatang monster, mengkoleksi, investigasi dan bahkan ada yang tidak biasa seperti merawat bayi.

Kami menyelesaikan beberapa pekerjaan dari guild kemarin, jadi level guild kami naik. Kami telah lulus dari tingkat pemula dan kartu kami sekarang berubah menjadi ungu.

Kami sekarang bisa mendaftarkan pekerjaan yang berwarna hitam dan ungu yang menempel pada papan permintaan dan semua itu sekarang bisa kami ambil.

Yah, kami masih akan gagal jika kami ceroboh, dan jika sulit akan ada beberapa yang bisa membahayakan hidup kami. Jadi kami perlu hati-hati.

            “Utara..... reruntuhan.....  membunuh..... memotong...  mega...  slime.”

Aku mencoba untuk membaca salah satu permintaan yang berwarna ungu. Aku entah bagaimana dapat membacanya jika ada kata-kata sederhana berkat Lindsey. Hadiahnya adalah...... 8 perak. Aku ingin tahu apakah itu bagus.

            “Hei, ini......”

            ““TIDAK.””

Penolakan serempak, ya? Sungguh? Mereka berdua menunjukkan wajah yang tidak menyenangkan, tapi bukankah mereka tidak perlu bertingkah sampai sejauh itu?

Tampaknya sesuatu yang berlendir dan lembek atau benda yang lengket, tidak baik untuk mereka.

            “Selain itu, hal-hal yang bisa melelehkan atau mencairkan pakaian? Ditolak."

            “Yang ini mengirimkan surat ke ibukota kerajaan. Biaya transportasi juga diberi. Dan hadiahnya 7 koin perak. Bagaimana ?”

            “7 koin perak..... kita tidak bisa membaginya menjadi 3.”

            “Tidak ada salahnya bagi kita untuk menghabiskan sekeping koinnya”

Elsie mencoba untuk mengkonfirmasi rincian dari pekerjaan itu. Kliennya adalah Zanakku Zenfield..... ya? apakah itu Zanakku-san?

Aku melihatnya untuk mengkonfirmasi alamatnya. Seperti yang aku duga, itu adalah Zanakku-san yang dari [Fashion King Zanuck]. Tidak salah lagi.

            “Berapa lama kita akan sampai ke ibukota kerajaan dari sini?”

            “Hmm... sekitar 5 hari dengan kereta kuda.”

Tentu saja itu sangat lama. Ini mungkin akan menjadi perjalanan pertama yang panjang. Namun, kita akan kembali dengan mudah, karena kita bisa kembali langsung jika aku menggunakan sihir [Gate]. Juga, dengan itu, kita bisa pergi ke sana langsung dengan sihir [Gate] jika kita sudah pernah ke ibukota kerajaan walaupun cuma sekali. Sihir ini aka sangat berguna nantinya.

            “Umm... kalau begitu mari kita ambil pekerjaan ini.”

            “Aku mengerti. Kalau begitu sudah diputuskan.”

Elsie merobek formulir permintaannya dan membawanya ke meja resepsionis. Setelah Elsie selesai mendaftarkannya dan bilang bahwa kami harus mendengarkan beberapa rincian pekerjaannya langsung dari klien.

Kalau begitu, mari kita pergi untuk menemuinya.

            “Yaah, sudah lama tidak bertemu. Apa kau baik-baik saja.”

            “Aku sangat berterimakasih untuk saat itu.”

Zanakku-san mengenaliku sesaat setelah aku memasuki toko dan memanggilku. Kami pergi ke ruang belakang ketika kami bilang bahwa kami berada di sini karena pekerjaan dari guild.

            “Isi permintaan ini adalah untuk memberikan surat kepada Viscount Sordric di ibukota kerajaan. Mereka harus tahu kalau kalian adalah suruhanku. Aku juga ingin kau untuk meminta balasan dari Viscount.”

            “Apakah surat ini darurat?”

            “Mekipun tidak darurat, aku ingin tahu apakah akan ada masalah jika sedikit terlambat.”

Zanakku-san menempatkan huruf dalam silinder pendek di atas meja sambil tertawa. Itu ditutup dengan lilin atau sesuatu yang seperti itu dan di tekan dengan segel.

            “Dan ini adalah biaya transportasinya. Karena aku memberinya sedikit lebih, kau tidak perlu mengembalikannya jika masih ada yang tersisa. Pergilah bertamasya ke ibukota kerajaan.”

            “Terima kasih banyak.”

Saat kami menerima surat, biaya transportasi, dan meniggalkan toko, kami mulai bersiap-siap untuk melakukan perjalanan. Telah diputuskan bahwa aku yang akan mengatur tentang kereta kudanya, Lindsey akan membeli makanan untuk bekal di perjalanan dan Elsie kembali ke penginapan untuk mengambil beberapa alat yang diperlukan.

Dalam waktu sekitar satu jam, kami menyelesaikan semua persiapan dan pergi ke ibukota kerajaan.

Aku menyewa kereta kuda. Tidak ada penutupnya dan dikatakan bahwa mereka hanya akan memberi gerobaknya saja. Meskipun kereta kuda ini lusuh, kereta kuda ini masih beberapa kali lebih baik daripada kita harus berjalan kaki dengan susah payah.

Aku tidak bisa menangani kuda, tapi mereka berdua bisa menanganinya dengan baik. Aku dengar bahwa setiap kerabat dari mereka mengelola perternakan, jadi mereka telah terbiasa menangani kuda sejak kecil.

Dan itu menyebabkan mereka berdua secara bergantian duduk di kursi pengemudi sementara aku terguncang di gerobak. Aku agak menyesal.

Kereta kuda maju dengan lancar di jalan. Meskipun kadang-kadang kami bertemu dengan kereta kuda lainnya, kami pergi ke arah utara.

Kami telah keluar dari kota Rifflet dan melewati kota berikutnya, Noran. Matahari terbenam tepat ketika kami tiba di kota Amanesk.

Mari kita cari sebuah penginapan di kota ini untuk hari ini..... ya? Tunggu sebentar.

Memikirkan tentang hal itu dengan hati-hati, karena aku bisa menggunakan sihir [Gate], tidak bisakah kita untuk sementara kembali dan tinggal di [Silver Moon] dan kembali lagi ke sini besok?

Dengan segera usulan itu ditolak ketika aku memberitahu mereka berdua apa yang kupikirkan. Eeh.........

Mereka berdua bilang kalau itu hanya akan membuang kesenangan dalam perjalanan kita.

            “Bukankah bagus untuk berada di sebuah kota yang tak diketahui, mengujungi toko-toko yang tak diketahui, tinggal di tempat yang tak diketahu. Kau pasti tidak mengerti, ‘kan?”

Dan, aku terkejut oleh Elsie. Kita tidak bisa hanya meniru orang kasar yang tidak tahu apa rasanya tidak memiliki uang hanya karena biaya tranportasi yang disediakan. Seperti hidup, kukira.

Kami memutuskan untuk menginap disebuah penginapan sebelum matahari terbenam sepenuhnya. Kamim mengambil sebuah penginapan dengan kamar yang sedikit lebih baik dari [Silver Moon]. Mereka berdua dan aku menyewa untuk dua kamar. Meskipun aku mendapatkan kamar yang berukuran normal, mereka memiliki ruangan yang dua kali sedikit lebih besar.

Kami telah menetap di penginapan sehingga kami mempercayakan kereta kuda pada mereka. Orang tua di penginapan bilang kalau mie di sini sangat lezat. Aku ingin tahu apakah ada sesuatu seperti ramen.

Ketika kami memasuki sebuah toko di suatu tempat sambil berjalan-jalan di dalam kota, kami mendengar suara perselisihan di pinggir jalan. Orang-orang yang penasaran berkumpul di sana yang tampaknya menjadi tempat keributan berasal.

Kami melihat orang yang menarik perhatian itu, mencoba untuk mendorong melalui kerumunan orang dan hampir tidak berhasil untuk mencapai pusat keributan. Ada seorang gadis yang dikelilingi oleh beberapa pria      

            “Anak itu... memiliki penampilan yang aneh...”

            “... Samurai.”




Aku memberikan jawaban singkat untuk pertanyaan Lindsey ini.

Sebuah kimono merah terang dengan hakama biru tua, sandal tabi putih dengan tali hitam, dan sepasang katana panjang dan pendek pada bagian pinggangnya. Rambut hitam lurus yang terpotong pada bagian atas alisnya. Bagian belakang diikat seakan terlihat seperti ekor kuda. Dan selain itu, dipotong lurus di atas bahu serasi dengan jepit rambut yang sederhana.

Aku mengatakan samurai, tetapi aku membayangkan lebih seperti Haikara-san. Itulah kesan pertama yang aku dapatkan. Namun, penampilannya seperti samurai.

Para pria itu berjumlah hampir sepuluh orang dan mengelilingi gadis samurai yang terlihat seperti sedang dalam keadaan bahaya. Ada orang yang sudah menarik pisau dan pedang mereka.

            “Kau telah mengambil perhatian besar dariku hari ini, nee-chan. Aku datang untuk memberikan rasa terima kasih.”

            “... Yah, aku (sessha) tidak ingat telah membantumu ~ de gozaru ga.”

Wow, sessha katanya! Gozaru juga! Ini adalah pertama kalinya aku mendengar kata-kata itu dalam hidupku.

          “Berhenti bertingkah bodoh...! jangan pikir kau dapat kembali dengan selamat setelah memukuli teman kami.”

            “Oh, orang yang aku serahkan kepada penjaga siang hari? Itu karena dia jahat. Dia mabuk karena sake dan mulai melakukan kekerasan pada siang hari.”

            “Berisik! Lakukan!”

Semua pria itu melakukan serangan pada waktu yang sama. Gadis samurai itu menghindar dengan gesit dan lembut, meraih lengan salah satu pria dan membalikanya seolah-olah itu ringan, dan melemparkannya. Pria yang terlempar itu kesakitan dan berhenti bergerak.

Menetralisir kekuatan lawan,  dan melempar. Akido... itu Juijutsu? Sama seperti itu, gadis samurai menerbangkan 2-3 orang, tapi untuk beberapa alasan, tiba-tiba dia terhuyung dan gerakannya melemah.

Memanfaatkan kesempatan ini, seorang pria bersiap untuk menusuknya dari belakang dengan pedang. Awas!

[Pasir keluarlah. Melayang dan butakanlah dia!]

Aku mendadak membacakan mantra dan memakai sihir.

            “Guwaaa, mataku.....!”

Itu adalah sihir untuk membutakan dengan menggunakan pasir. Itu tidak memiliki banyak efek, tapi cukup untuk melewati situasi darurat.

Sementara itu, aku melancarkan dropkick kepada seorang pria yang memegang pedang. Meskipun gadis samurai tiba-tiba terkejut dengan gangguan tiba-tiba ini, ketika dia menganggap bahwa kami bukanlah musuhnya, dia mengembalikan perhatiannya kepada musuh yang berada di depannya.

            “Aah, mou, kami selalu saja ikut terlibat dalam masalah!”

Elsie yang melompat ke dalam lingkaran pertrempuran memberikan pukulan dengan gauntletnya sambil mengeluh, atau lebih tepatnya dia agak tersenyum?

Beberapa waktu kemudian, semua pria itu terbaring di tanah. Elsie telah mengalahkan lebih dari setengahnya. Mengerikan!

Para penjaga kota telah tiba, jadi kami meninggalkan sisanya kepada mereka dan meniggalkan tempat kejadian.

            “Aku berterima kasih atas bantuannya. Aku Kokonoe Yae ~ to mouso. Ah, Yae adalah namaku dan Kokonoe adalah nama keluargaku ~ de gozaru.”

Gadis samurai Kokonoe Yae mengatakannya sambil menundukkan kepalanya. Aku punya perasaan deja vu dengan penganalan diri ini.

            “Kebetulan, apa kau berasal dari Ishen?”

            “Benar, aku datang dari Edo dari Ishen ~ de gozaru.”

Edo katanya. Bukankah itu mirip juga?

            “Aku Mochizuki Touya. Touya adalah namaku dan Mochizuki adalah nama keluargaku.”

            “Ooh, Touya-dono, kamu lahir dari Ishen juga ~ de gozaru ka!?”

            “”EHH?””

Saudara kembar yang berada di belakangku meninggikan suara mereka karena terkejut. Ah, itu mengingatkanku, aku telah memutuskannya untuk berasal dari Ishen karena sulit untuk menjelaskannya.

            “Selain itu....di tengah-tengah pertempuran tadi, kau tampak seperti terhuyung-huyung. Apakah ada masalah pada tubuhmu?”

            “Tidak, tidak ada masalah dengan tubuhku ~ de gozaru ga, sebenarnya... aku malu untuk mengatakannya bahwa aku menjatuhkan uang perjalananku sebelum aku ke sini, jadi...”

*GuUuuUuU*

Perut Yae berbunyi dengan keras. Wajahnya berubah menjadi merah dan bahunya merosot ke bawah.
Panggilan lapar dari samurai ~ de aru.


⟵Back         Main          Next⟶

Related Posts

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 11 Bahasa Indonesia
4/ 5
Oleh