Wednesday, October 5, 2016

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 16 Bahasa Indonesia


Arc 2 : Perjalanan bersama Rekan

Chapter 16 : Medali dan Kediaman Viscount


          “Kami benar-benar berterima kasih padamu. Bahkan ucapan terima kasih saja tidak cukup. Tidak hanya telah menyelamatkan anakku tetapi bahkan istriku juga... benar-benar terima kasih.”

Duke menundukkan kepalanya di ruang tamu. Entah bagaimana aku benar-benar lemah dengan hal semacam ini. Berapa kali dia akan menundukkan kepalanya?

Kita berada di ruangan Sue, kami diantar ke ruangan ini dan duduk menghadap Duke di kursi yang terlihat mahal.

          “Tolong untuk tidak terlalu banyak memikirkannya. Sue sudah tidak apa-apa dan istri anda juga sudah sembuh. Bukankah itu sudah cukup?”

          “Tidak, tetap saja tidak bisa seperti itu. Aku ingin membalas kebaikanmu dengan benar. Reim, tolong bawakan itu!”

          “Baik, tuan!”

Reim-san membawa sebuah nampan perak dengan berbagai macam hal yang ada di atasnya.

          “Pertama, ini. Karena telah melindungi anakku dan para penjaga dari penyerang saat berpergian. Aku ingin kau untuk menerima ini.”

‘Jaraa’ sebuah kantong yang mungkin memliki uang di dalamnya telah diberikan kepadaku.

          “Ada 40 keping emas putih di dalamnya.”

          “””” !? “””

Semuanya memahami ini, tapi aku tidak mengerti. Aku tahu ini emas, tapi yang ini berwarna putih?

Aku memanggil Elsie yang sedang terperangah di sampingku.

          “Nee Elsie, apa maksudnya dengan emas putih ini?”

          “... Ini adalah mata uang di atas emas... yang setara dengan 10 keping koin emas.”

          “Sepuluh!?”

Sampai saat ini, sejak aku datang untuk hidup di dunia yang berbeda, aku mengerti dari awal bahwa salah satu bagian dari koin emas adalah sekitar 100.000 yen. Umm, kalau sudah seperti itu, karena satu koin emas putih adalah 1 juta yen..... 40 juta yen... Ueeee!? (sekitar 5 Milyar Rupiah)

          “Iyaa, ini terlalu banyak desuyo! Kita tidak bisa menerima ini!”

Aku menolak dengan panik ketika aku akhirnya menyadari masalah yang serius ini. Tidak peduli bagaimana kau melihatnya, sejumlah uang yang banyak ini adalah hal yang tidak bisa kami tangani!

          “Jangan katakan hal-hal seperti itu lagi, aku ingin kau untuk menerimanya. Kimi-tachi, uang itu pasti akan menjadi penting jika kalian akan terus berpetualang mulai dari sekarang. Kau harus menganggapnya sebagai dana.”

          “Ya...”

Tentu saja, itu memang benar akan emmbantu salah satu masalah. Aku tidak mau mengakuinya, tapi ada juga masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan uang. Selain itu, dilihat dari kepribadian Duke, dia mungkin tidak akan pernah menerimanya jika aku mengembalikannya lagi.

          “Dan aku akan memberikan ini untukmu.”

Duke menampilkan empat medali yang berbaris di atas meja. Diameternya mungkin sekitar satu senti meter. Sebuah gambar singa yang mengadap berlawanan pada perisai yang berada di tengah telah terukir di medali itu, kah? Lambang itu...

          “Ini medali keluarga Duke. Jika kau memliki ini, kau dapat melewati pos pemeriksaan apapun, dan fasilitas yang hanya tersedia bagi bangsawan akan menjadi bisa kau gunakan. Ini akan menjadi bukti dari statusmu.”

Awalnya, tampaknya ini adalah sesuatu yang diberikan kepada pedagang dari kelarga Duke. Satu per satu, huruf dari nama kami terukir ke medali, dikatakan bahwa ini adalah untuk memastikan bahwa tidak ada yang akan meniru. Tampaknya ini adalah untuk mencegah penyalahgunaan jika hilang.

Medali yang aku terima diukir dengan sebuah huruf [kedamaian], Elsie adalah [Semangat], Lindsey [Kebajikan] dan Yae adalah [Ketulusan]. [Kedamaian] kah... Baiklah, damai dan tenang memang yang terbaik.


Hal ini tentu mungkin berguna. Ini akan sangat membantu ketika kita datang untuk bertemu Sue lagi. ini juga akan sulit untuk dihentikan jika bertemu dengan pos pemeriksaan lagi. atau lebih tepatnya, aku tidak harus kembali lagi ke sini melalui sihir [Gate]?

Kami membagi uang menjadi empat bagian yang sama. Tapi, dengan ini masing-masing mendapatkan 10 koin emas putih, satu juta yen, kah... ini tidak akan lucu jika kita menghilangkannya.

Seperti yang aku pikirkan, membawa uang sebanyak ini saat berjalan benar-benar menakutkan, jadi kami memutuskan untuk hanya membawa satu untuk setiap orang dan mempercayakan sisanya ke guild melalui Duke. Dengan melakukan ini, memungkinkan kita untuk mengambil uang di guild yang berada di setiap kota. Jadi itu sesuatu seperti bank.
Ketika kita mulai pergi, Sue dan Ellen keluar untuk mengantar kami menuju pintu masuk.

          “Kembalilah dan beramain lagi! janji, yah!”

Saat menerima perpisahan dengan keluarga Duke, kita langusng pergi ke kediaman Viscount Sordric dengan kereta kuda.

          “Eh, orang yang akan diberikan surat dari permintaan itu, adalah Viscount Sordric de gozaru ka?”

Ah, apakah kita belum menjelaskan hal ini pada Yae? Sementara terguncang di kereta kuda, aku melihat wajah Yae yang terkejut.

          “Apakah kau mengenalnya?”

          “Mungkin lebih tepatnya sangat kenal... aku berbicara tentang ini sebelumnya, orang yang merawat ayahku adalah Viscount-dono de gozaru yo.”

Jadi dia orangnya. Dunia ini benar-benar kecil, yah.

Saat terguncang dan begetar, Elsie mengendarai kereta kuda melauli jalan yang mewah dan tak lama kemudian kami berhenti, di depan rumah Viscount bahwa Duke memberitahu kami tentangnya.

Meskipun mengatakan ini, sebelumnya setelah melihat rumah Duke, rumah Viscount memberiku kesan yang nyaman. Nah, tidak ada kesalahan bahwa ini adalah mansionya. Kemewahan dan keantikannya membuat kau merasakan bangunan yang bersejarah.

Untuk para bangsawan yang tinggal di ibukota kerajaan, mereka memiliki tempat tinggal sendiri di wilayah mereka sendiri selain di sini, mungkin saja yang satu ini adalah villa?

Aku menyebutkan nama Zanuck-san pada penjaga gerbang dan meminta kita untuk bertemu dengan Viscount. Beberapa waktu kemudian, kami pergi ke dalam rumah dan orang yang tampaknya menjadi kepala pelayan membawa kita ke ruang tamu.

Meskipun aku mengatakan ini, juga membandingkan ruangan ini dengan rumah Duke... ‘munya-munya’ (Suara gumaman).

Sementara aku berpikir tidak sopan di dalam ruangan, tidak lama kemudian munculah orang besar dengan rambut merah.

Orang ini... kuat. Aku bisa mengerti dari melihat tubuhnya, apakah dia baik-pemarah. Matanya juga tajam seperti elang yang sedang akan memangsa mangsanya.

          “Aku Karollus Gallun Sordric. Apakah kalian ini utusan dari Zannuck?”

TL Note : dia menggunakan kata ‘watashi’ dan penggunaan ‘omae’ untuk menyapa mereka.

          “Benar. Kami menerima permintaan untuk meyerahkan surat ini. Kami juga dipercayakan untuk menerima balasan dari Viscount.”

Aku menyerahkan surat dari Zannuck-san. Ketika Viscount menerima surat itu, dia membuka segel dengan pisau, mengeluarkan isinya dan membacanya.

          “Tunggu sebentar. Aku akan menulis balasannya.”

Setelah mengatakan itu, Viscount meninggalkan ruangan. Seorang pelayan memasuki ruangan untuk menggantikan dia dan memberi kami teh. Juga membandingkan teh ini dengan rumah Duke, itu agak... tidak baik, tidak baik. Ini tidak sopan. Membandingkan dengan rumah Duke sendiri adalah sebuah kesalahan.

          “Maaf telah membuatmu menunggu.”

Viscount kembali dengan surat yang tertutup di tangannya.

          “Kalau begitu, tolong berikan ini pada Zannuck. Aku mempercayakan ini. Lalu...”

Sambil memberikan surat kepadaku, Viscount merubah padangannya kepada Yae.

          “Aku ingin tahu tentang ini, kau yang di sana, di mana... tidak, aku tidak berpikir bahwa kita pernah bertemu.”

Viscount mencoba untuk mengingat sesuatu sambil memeringkan kepalanya.  Yae maju ke depan dan memperkenalkan dirinya.

          “Nama saya Kokonoe Yae. Putri dari Kokonoe Shigeru Hyoue gozaru.”

TL Note : Hyou adalah posisi penjaga

          “... Ko... Konoe... Kokonoe! Kau adalah putri dari kepala Hyoue ini!”

Viscount tersenyum lebar dan menampar lutunya, ia mulai menatap tajam pada wajah Yae karena kesenangan.

          “Tidak salah lagi, kau sama seperti Nanae-dono yang masih muda. Kau benar-benar mirip dengan ibumu!”

Yae kembali tersenyum yang tidak bisa mengatakan apa-apa, ketika Viscount dengan senang tertawa.

          “Umm... Bagaimana Yae...?”

          “Nh?, Aah, ayahnya adalah pemimpin Hyoue, dia adalah instruktur pedang keluarga Sordric. Ketika aku masih anak nakal yang ingusan, aku dilatih dengan sangat keras. Iyaa, itu pelatihan yang sangat sulit. Apakah itu sudah 20 tahun?

          “Ayah dibesarkan sebagai seorang ahli pedang, dan mengatakan bahwa belum ada orang yang berbakat seperti Viscount.”

          “Hohou? Bujukan yang indah dari dirinya sendiri, bisa dipuji oleh guru itu.”

Tampaknya itu sama sekali tidak buruk, senyum terlihat di wajah Viscount. Yae terus melanjutkan pembicaraannya sambil menghadap Viscount dengan tatapan yang serius.

          “Ayah berkata jika kita bertemu, saya harus menerima instruksi tanpa gagal de goaru yo.”

          “Hou.... ?”

Mendengarkan pembicaraan Yae, Viscount menyipitkan mata keterkarikannya.

Eeh, apa, suasana apa ini....




Kembali ke Chapter 15                                                Menuju Chapter 17


Related Posts

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 16 Bahasa Indonesia
4/ 5
Oleh