Saturday, October 8, 2016

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 18 Bahasa Indonesia


Arc 2 : Perjalanan bersama Rekan

Chapter 18: Belanja dan Produk yang tidak Sempurna


Karena kami datang ke ibukota dengan susah payah, jadi kami tidak bisa pulang dengan segera. Kami masih memiliki sedikit uang, jadi kami memutuskan untuk pergi belanja di sini. Mungkin harus aku katakan bahwa hal ini dilakukan tanpa diputuskan sebelumnya. Aku tidak akan bisa menang melawan keputusan dari kelompok para gadis.

Kami sementara mempercayakan kereta kuda ke penginapan (kami berencana untuk tidak tinggal di sini, jadi kami harus membayarnya) dan memutuskan bahwa kami akan berkumpul di sini lagi dalam 3 jam.

Nampaknya para gadis telah pergi secara bersamaan, tapi aku memutuskan untuk pergi ke tempat lain. Aku tidak ingin digunakan sebagai pembawa barang bawaan mereka. Selain itu, aku juga memiliki hal yang ingin aku beli.

Selanjutnya, aku memastikan tempat di peta.... ini luas... seperti yang diharapkan dari ibukota kerajaan. Apakah mungkin untuk mencarinya? Toko... armor... klik...

Beberapa pin terlihat di peta, ketika aku mencari dan menunjukkan lokasi dari toko-toko armor. Etto, yang terdekat adalah... di depan?

Ketika aku melihat ke atas, ada sebuah toko armor dengan perisai yang menutup pada papan toko. Aku bahkan tidak perlu menggunakan fungsi pencarian...

          “Selamat datang.”

Ketika aku masuk ke dalam, ada berbagai perisai dan baju besi, sarung tangan dan helm. Di belakang meja ada penjaga toko yang sedang tersenyum.

          “Permisi, boleh aku melihat-lihat barangnya?”

          “Silahkan, lihat-lihatlah. Silahkan ambil dan periksalah barangnya.”


Aku menerima tawaran dari pemilik toko itu dan melihat baju besi dengan hati-hati. Aku membeli pedang untuk pekerjaan guild pertamaku, tetapi karena suatu alasan aku menunda untuk membeli armor. Aku akan membelinya sekarang, karena itu adalah kesempatan yang baik. Karena aku sedang berada di ibukota kerajaan, jika bisa, aku ingin membeli sesuatu yang bagus.

Tapi, apa yang harus dilakukan... aku mempertimbangkan untuk mementingkan dari segi gerakannya. aku tidak berpikir bahwa aku akan cocok untuk armor besi. Ini akan sulit untuk bergerak dengan armor yang lengkap ini.

Jadi, itu harus semacam peralatan yang ringan seperti armor yang terbuat dari kulit...

          “Maaf, mana yang merupakan armormu yang terbaik di sini? Ah, semuanya selain logam.”

          “Apapun selain logam, kah? jika begitu, maka armor rhinoceros inilah yang terbaik.”

          ” Rhinoceros?”

          “Seperti namanya, itu adalah armor dengan desain badak. Armor ini terbuat dari kulit itu, lebih kuat dan tahan lama dari pada armor kulit yang normal.”

Aku mencoba untuk memukul armor kulit itu berulang kali dan itu keras.

          “Tapi, ini masih kurang jika dibandingkan dengan armor logam.”

          “Oh, begitu... jika tidak di enchant dengan kekuatan sihir, maka itu hanya akan seperti armor yang biasa.”

Sihir enchant. Kalau tidak salah, itu menambahkan kekutan sihir pada sebuah alat atau barang. Ada beberapa jumlah yang hebat, seperti yang ditemukan di reruntuhan kuno atau benda pusaka yang dibebaskan dari seorang bangsawan yang jatuh. Sepertinya hanya itulah satu-satunya cara yang bisa mereka lakukan.

          “Apakah ada armor yang telah di enchant di sini?”

          “Kami tidak menjualnya di sini. Karena armor jenis seperti itu sangat mahal. Aku pikir toko armor [Belkut] yang berada di jalan sebelah timur memilikinya, tetapi hanya bangsawan yang dapat membelinya.”

Pemilik toko menjawab dengan wajah yang terlihat gelisah. Sebuah pemasok untuk bangsawan, ya. Ini sepertinya tidak mungkin. Tunggu sebentar?

          “Apakah mungkin toko itu akan menerima ini?”

          “Apa ini...? I... ini adalah lambang keluarga Duke!? Tamu kehermotan yang mempunyai hubungan dengan keluarga Duke!?”

Ekspresi pemilik toko berubah ketika aku menunjukkan medali yang baru saja aku dapatkan dari Duke.

          “Jika itu yang terjadi, aku berpikir bahwa itu akan baik-baik saja, dengan menjamin status sosial keluarga Duke, maka tidak akan ada masalah.”

Aku membayar tip dengan koin perak untuk meminta maaf, karena telah meluangkan waktu dan meninggalkan toko. Aku pergi menuju toko [Belkut] sambil melihat peta.

Meskipun aku mulai memahami sambil berjalan di ibukota kerajaan. Tapi, aku sekali lagi terkejut bahwa ada berbagai ras lainnya selain manusia. Mereka di sebut demi-humans dan mereka mempunyai berbagai sifat-sifat tertentu pada ras mereka, tetapi apa yang membuatku terkejut di atas semua itu adalah adanya beastmen.

Aku tidak melihat mereka sama sekali di Rifflet, tapi di sini beastmen terlihat di mana-mana. Meskipun aku mengatakan beastmen, mereka orang-orang dengan tubuh manusia dan kepala binatang, bukan sesuatu seperti Minotaur.

Misalnya gadis rubah binatang yang berada di depanku. Semuanya sama seperti manusia lainnya dengan pengecualian dari telinga dan ekor. Telinga menempel di atas kepalanya dengan warna rambut pirang panjang dengan warna hitam di ujungnya, sebaliknya ujung ekor yang tumbuh berwarna putih.

Selain telinga di atas kepala mereka, mereka juga memiliki telinga di posisi yang sama seperti manusia, aku yakin Lindsey mengatakan bahwa kau dapat menggunakan ini untuk membedakan antara yang asli dan palsu, tapi aku tidak tahu detailnya.

Oh? Bukankah itu seorang anak rubah, tampaknya dia seperti sedang mengalami masalah... apakah dia tersesat? wajahnya terlihat seperti dalam masalah. Meskipun begitu, tidak ada orang yang membantunya? Orang-orang di kota ini hatinya benar-benar dingin...

... Baiklah, aku akan memanggilnya.

          “Umm... apa ada masalah.”

          “Hiya, hiya! Apa engan itu!”

Ah, lidahnya tergigit. Dia membuka matanya dengan lebar dan melihat ke arahku. Tolong tenang, aku bukan orang yang mencurigakan... aku tidak mencurigakan, kan? Mungkin. Sekarang bukan waktunya untuk tidak percaya diri dan merasa takut.

          “Ya, sepertinya kau kelihatan sedang dalam masalah. Aku ingin tahu, ada apa?”

          “Ah, um, um, aku terpisah dari temanku...”

Seperti yang aku duga, dia tersesat.

          “K, ketika aku tersesat, kami  memutuskan tempat untuk berkumpul, tapi aku tidak tahu di mana tempatnya...”

Fox-san mulai merasa sedih dan menurunkan suaranya. Telinga dan ekornya tampaknya lemah dan menggantung ke bawah.

          “Di mana tempat pertemuannya?”

          “Etto... aku yakin itu adalah toko sihir yang bernama [Luca] desu.”

Toko sihir [Luca], ya? Aku mengambil smartphone dan menggunakan pencarian pada peta. Ada di sini, itu di sini. Ini adalah toko yang sama menuju ke arah toko [Belkut].

          “Aku akan mengantarmu jika memang itu tokonya. Aku juga akan pergi ke arah sana.”

          “Benarkah!? Terima kas!”

Ah, lidahnya tergigit lagi. entah bagaimana anak ini tidak bisa tenang. Aku ingin tahu apakah dia lebih muda dari Elsie. Aku pikir, dia mungkin berusia 12 sampai 13 tahunan.

Mengikuti arah peta, kami berjalan menelusuri jalan ini. Tampaknya gadis rubah itu namanya adalah Alma.

          “Apakah Touya-san sedang jalan-jalan di ibukota?”

          “Tidak, ini pekerjaan. Tapi itu sudah selesai. Bagaimana dengan kau?”

          “Aku datang karena pekerjaan onee-chan juga. Aku ingin melihat ibukota.”

Alma tertawa sambil tersenyum. Memiliki ekspresi yang membuat sebelumnya terlihat tampak seperti sebuah kebohongan.

Aku melihat toko sihir beberapa waktu kemudian, sambil melakukan perbincangan yang kekanak-kanakan, dan yang berdiri di depan toko adalah seorang wanita yang merupakan binatang. Dia datang berjalan ketika dia melihat kami.

          “Alma!”

          “Ah, Onee-chan!”

Tatataa, Alma berlari dan melompat ke dada orang yang tampaknya adalah kakaknya. Wanita itu juga memeluknya dengan erat. Tak perlu dikatakan, kakaknya juga merupakan beastman fox. Tapi dia sedikit lebih tua dari Alma dan terlihat dewasa. Suasananya yang anggun memberikan kesan yang membuat dia tampak seperti seorang prajurit.

          “Kau telah membuatku khawatir! Kau tiba-tiba saja terpisah.”

          “Maaf... tapi itu semua berkat Touya-san yang mengantarkanku ke sini.”

Pada saat dia melihat keberadaanku, dia menunduk dalam-dalam.

          “Terima kasih karena sudah menjaga adikku. Aku berhutang padamu.”

“Tidak, itu hanya kebetulan saja kami bertemu dan itu juga menyenangkan.”

Mereka ingin membayar rasa terima kasihnya, tapi aku menolak ketika aku mengatakan kepada mereka bahwa aku punya pekerjaan yang harus dilakukan. ini sudah tidak terlalu jauh, sedikit lagi mungkin akan sampai. Aku meninggalkan tempat itu dengan segera setelah menyapa mereka. Alma melambaikan tangannya secara terus menerus.

Aku mengucapkan selamat tinggal kepada mereka berdua. Saat aku sudah dekat dengan toko [Belkut], bangunan disektar tampaknya secara bertahap terasa seperti terbuat dengan penuh gaya. Beberapa saat kemudian aku melihat toko.

          “Uwaa, tingginya...”

Toko itu memiliki penampilan batu bata yang benar-benar terlihat formal, aku merasa sedikit gugup. Memang, rasanya seperti toko yang sudah terkenal.

Seperti yang diharapkan, aku merasa ingin segera pergi dari tempat ini. mereka semua melihatku yang berada di pintu gerbang. Yah, itu tidak ada sesuatu seperti pengjaga di sini. Apa boleh buat, aku tidak bisa tetap di sini selamanya. Pokoknya, mari kita coba masuk.

Saat aku membuka pintu yang terbuat dengan mewah dan masuk ke dalam. Seorang asisten toko, yaitu perempuan muda datang untuk menyambutku.

        “Irasshaimase! Selamat datang di Belkut. Apakah ini pertama kalinya anda datang ke toko ini?”

          “Ah iya, ini pertama kalinya.”

          “kalau begitu, apakah anda punya sesuatu untuk membuktikan status sosial anda, atau sesuatu seperti surat pengantar dari seseorang?”

Aku mengerti, ini adalah bagaimana pelanggan pertama kalinya ditolak. Jadi mereka harus memiliki rujukan dari seseorang. Aku mengambil keluar medali Duke dari saku dan menunjukkan kepada asisten toko itu. Onne-san juga gemetaran seperti pemilik toko armor yang sebelumnya dan menundukkan kepalanya dalam-dalam.

          “Saya telah memeriksanya. Terima kasih banyak. Dan, apa ada yang bisa saya bantu?”

          “Aku ingin kau menunjukkan armor enchant yang kau miliki.”

          “Tentu saja, silahkan lewat sini.”

Ketika aku dipandu oleh Onee-san, dan tiba di sudut belakang toko, ada berbagai macam barang yang dipajang, mulai dari armor yang mengeluarkan cahaya yang indah sampai hal-hal biasa seperti sarung tangan kulit yang tampaknya murah.

          “Apakah semua ini adalah armor yang di enchant?”

          “Ya, misalnya yang ini [Perisai cermin] yang telah di enchant dengan kekuatan sihir reflection, yang ini [Gauntlet Hercules] yang di enchant dengan sihir penguatan kekuatan fisik."

... Tentu saja, aku bisa merasakan semacam kekuatan sihir. Dan sepertinya aku sudah mencapai titik di mana aku bisa merasakan kekuatan sihir. Hmm... sepertinya ini juga berkat efek yang diberikan oleh kami-sama.

          “Lalu, jenis seperti apa yang anda cari?”

          “Ah, bukan yang terbuat dari logam... atau lebih tepatnya, aku ingin sesuatu yang tidak berat, tapi masih tahan lama.”

          “Coba lihat... lalu, bagaimana dengan jaket kulit ini. ini telah di enchant dengan ketahanan pada pisau, tahan api dan tahan petir.”

Hmm... ini tidak buruk, tapi... desainnya... aku rasa lame yang terpasang pada jaketnya sedikit mencolok. Adapun naga yang dibordir pada bagian belakang, terus terang saja, itu memalukan.

Tiba-tiba, aku melihat jubah putih tergantung di sudut toko. Itu adalah jubah yang panjang dengan bulu di kerah dan lengannya.

          “ini?”

          “yang satu ini mempunyai efek yang tahan pada pisau, panas, dingin, dan tahan terhadap senjata. Selain itu, daya tahan terhadap serangan sihir yang sangat tinggi telah diterapkan, tetapi itu memiliki sedikit masalah.”

          “Masalah?”

          “Daya tahan pada efek sihir hanya berlaku untuk pemilik atribut yang mereka gunakan. Setidaknya, kerusakan tidak akan menjadi dua kali lipat.”

Dengan kata lain, jika orang tersebut memiliki bakat dalam api, dia akan menerima ketahanan yang unggul pada api. Tapi, jika orang yang tidak memiliki bakat dalam angin, mereka tidak hanya akan lemah pada petir, tapi kerusakannya juga akan sangat besar... mungkin seperti itulah masalahnya.

TL Note : Sepertinya petir merupakan bagian dari atribut angin.... aku juga tidak tahu penyebabnya :3.

Jadi seperti pedang bermata dua. Sebagai contoh, akan menguntungkan kalau musuhmu adalah monster dengan atribut api, tapi risiko akan lebih besar jika musuhmu mempunyai berbagai atribut.

Ya, meskipun tidak ada hubungannya dengan aku juga sih! Karena aku memliki semuat atribut.

          “Bisakah aku mencobanya?”

          “Silahkan!”

Aku mengambil jubah itu, sambil merasakan sensasinya dengan tanganku. Untuk saat ini, aku akan mencoba untuk memakainya. Yap, ukurannya tidak masalah. Aku mencoba bergerak sedikit, dan tidak ada masalah saat aku bergerak, ada juga rasa ketidak nyamanan. Aku suka dengan Jubah ini.

          “Berapa harganya?”

          “Karena ini sedikit murah, jadi harganya adalah 8 koin emas.”

Itu 800.000 yen. Itu murah? Itu mahal. Tapi jumlah ini dapat diterima jika kau berpikir tentang efeknya. Aku rasa penilaianku terhadap uang menjadi semakin aneh.

          “kalau begitu, ini dia uangnya.”

          “Satu koin emas putih. Silahkan tunggu sebentar.”

Onee-san kembali ke meja dan datang dengan 2 keping koin emas pada nampan perak. Aku membawanya dan menempatkannya dalam dompetku dan kemudian pergi menuju pintu keluar toko.

          “Terima kasih banyak. kami berharap anda datang lagi.”

Saat aku pergi, onee-san menundukkan kepalanya, aku meninggalkan [Belkut]. Aku bisa mendapatkan armor yang bagus. Meskipun sedikit mahal...




Kembali ke Chapter 17                                                Menuju Chapter 19


Related Posts

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 18 Bahasa Indonesia
4/ 5
Oleh