Saturday, October 8, 2016

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 20 Bahasa Indonesia



Arc 2 : Perjalanan bersama Rekan

Chapter 20 : Kepercayaan dan Menyelesaikan Permintaan

Hari berikutnya, kami kembali ke toko Zanakku-san untuk menyelesaikan permintaan. Kami kembali sangat cepat sehingga Zanakku-san terkejut, tapi setelah menjelaskan tentang sihir [Gate] padanya, dia dengan cepat mengerti.

          “Ini adalah balasan dari Viscount Sordric.”

Setelah Zanakku-san mengambli surat itu dari kami, dia memastikan segel itu, lalu membukanya, dan mengambil isi dari surat itu, lalu membacanya dengan sepintas.

          “Begitukah. Terima kasih atas kerja kerasnya.”

          “Oh dan ini juga. Setengah dari biaya transportasi. Kami sepertinya tidak memerlukannya, jadi kami akan mengembalikannya.”

Aku memberikan kantong yang berisi uang itu.

          “Kau sangat jujur, ya? Jika kau tidak memberitahu tentang sihir [Gate] itu padaku, maka kau tidak harus mengembalikannya.”

          “Kepercayaan adalah mata uang yang terbaik dalam bisnis. Sebagai pedagang anda pasti memahaminya, benarkan Zanakku-san?”

          “Itu benar. Kepercayaan adalah keberuntungan pedagang. Jika itu hilang, maka tidak akan ada bisnis. Jika ada orang yang menghianati, maka mereka akan datang kembali untuk menghancurkan mereka.”

Sambil berkata begitu, Zanakku-san mengambil kantong uangnya.

Dan untuk bukti bahwa permintaan telah selesai, kartu dengan jumlah permintaan telah dicap dan dikembalikan kepada kami. Setelah itu, kami hanya perlu untuk pergi ke guild untuk menyerahkannya dan menerima hadiah.

Setelah Zanakku-san mengucapkan rasa terima kasihnya, kami pergi meninggalkan toko. Kemudian langusng menuju ke guild.

Setelah memasuki guild, ada sekelompok orang yang sedang menatap papan permintaan. Yae, untuknya ini adalah yang pertama kalinya dia datang ke sini, melihat sekeliling dengan gelisah, dan kami menuju ke meja konter pengajuan bersama-sama. Kemudian petugas menerima kartu yang telah dicap oleh Zanakku-san, dan permintaan itu telah selesai.

          “Tolong tunjukan kartu guild kalian.”

Tiga dari kami menunjukkan kartu guild kami, dan petugas mengecapnya untuk setiap masing-masing dari kartu guild kami dengan sihir *pon pon pon*

          “Ini dia hadiahnya, 7 koin perak. Terima kasih karena telah menyelesaikan permintaan ini, kerja yang bagus.”

Sambil mengambil hadiahnya dari meja, aku memanggil Yae yang berada di belakang.

          “Permisi, aku ingin mendaftarkan gadis ini.”

          “Pendaftaran? Baiklah.”

Sambil menjelaskan proses pendaftaran untuk Yae, aku membagi tiga hadiah kami, dan yang sisanya akan digunakan untuk biaya makan nanti.

          “Tapi, kau tahu... Rasanya aneh kalau hadiahnya hanya 2 koin perak, seperti sedikit.”

          “Aku tahu. Setelah menerima koin emas putih sebagai hadiah, penilaianku terhadap uang jadi berubah.”

Elsie bergumam dengan bingung dan aku menjawab sambil tersenyum kecut. Uang yang kita dapatkan dari Duke adalah uang yang tidak terduga. Kita tidak harus selalu bergantung pada itu untuk bisa bertahan hidup selama mungkin.

          “Aku telah mendaftar de gozaru?”

Yae dengan senang menunjukkan pada kita kartu barunya. Meskipun itu kartu pemula yang berwarna hitam, tidak seprerti kita.

Ketika melihat bahwa orang lain memiliki warna yang berbeda, senyuman di wajanya mulai sedikit turun. Meskipun levelnya tidak jauh berbeda, dan permintaan itu akan melupakannya cepat atau lambat.

Yae ingin segera mengambil pekerjaan, jadi kami pergi ke papan permintaan. Ketika anggota memiliki warna kartu yang berbeda membentuk party, jumlah kartu terbanyak yang sama akan diberikan prioritas. Jadi, meskipun Yae memiliki kartu hitam, mengambil permintaan yang berwarna ungu tidak akan menjadi masalah. Semuanya sedang membaca permintaan di papan permintaan.

          “Reruntuhan di utara... penaklukan... Mega... Slime? Permintaan ini masih ada. He ini...”

          “””TIDAK”””

Semuanya sangat menolak dengan serempak, kah? Jumlah suara bertambah satu. Rupanya Yae tidak menyukai hal-hal yang berlendir juga. Sayang sekali...

Pada akhirnya, kami memlih Tiger-bear, apakah itu beruang atau harimau, kami tidak tahu, permintaan penaklukan. Meskipun itu tempat yang belum pernah aku datangi sebelumnya, aku tidak bisa menggunakan sihir [Gate], itu masih cukup dekat dengan berjalan kaki. Nah, kalau begitu kita pergi ke sana.

Sepertinya, Tiger-bear adalah seekor monster beruang harimau yang memiliki corak bergaris. Ah, itu juga memiliki sebuah taring harimau. Mereka tinggal di Gunung Iwa, dan itu sangat mengejutkan ketika diserang secara tiba-tiba, tapi Yae berhasil mengalahkannya seorang diri.

Kami mematahkan taring Tiger-bear itu sebagai bukti, dan kembali ke guild. Kemudian kami menyerahkan taringnya, dan permintaan selesai. Kami menyelesaikan permintaan hanya dalam waktu kurang dari dua jam dari awal sampai akhir. Kami punya 12 koin perak.

Karena masih ada waktu, kami memutuskan untuk mengambil satu pekerjaan lagi, terutama untuk menenangkan Yae, dan kemudian pergi untuk makan malam.

Kami pergi ke [Parent] untuk merayakannya karena telah menyelesaikan pekerjaan, Yae telah mendaftar di guild, dan untuk penaklukan pertama Yae.

Kami memutuskan untuk memesan makanan dan minuman yang ringan, lalu semuanya memesan beberapa es krim vanila. Yae yang tidak pernah memakannya terkejut dan mulai memakannya dengan rakus.

Saat kita pulang, Aeru-san menanyakan beberapa menu baru. Aku pikir bagaimana kalau nanti saja? Karena, aku pikir aku akan melakukan beberapa penelitian tentang itu.




Kembali ke Chapter 19                                                Menuju Chapter 21


Related Posts

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 20 Bahasa Indonesia
4/ 5
Oleh

2 komentar

October 8, 2016 at 4:27 PM delete

Thx atas 3 chapternya, keren,, hehe
Semangat, dan terus tingkatkan min,,

Reply
avatar
October 9, 2016 at 11:09 AM delete

Ntaps min ceritanya...semoga lanjut terus :v

Reply
avatar