Friday, November 11, 2016

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 41 Bahasa Indonesia


Arc 6 : Negara Demi-human, Misumido

Chapter 41 : Desa Eldo dan Black Dragon

Desa itu terbakar. Orang-orang berlarian mencoba untuk melarikan diri. Ada black dragon di langit yang sedang membuat hujan bola api. Bagian tubuhnya yang terlihat kuat, ekor yang panjang dan sayap yang membentang dari belakang. Matanya yang menari-nari seperti lampu berwarna merah dari api dan kegelapan di malam hari, dan sepertinya naga itu terlihat menikmati situasi tersebut.

          “Menyelematkan penduduk adalah prioritas utama! Rawatlah terlebih dahulu orang yang tidak bisa bergerak!”

Garun-san berteriak. Para prajurit demi-human, langsung mulai membantu orang yang tertimpa tiang yang jatuh, atau membantu yang terluka yang tidak dapat berjalan.

         “Kami juga akan ikut membantu! Jangan biarkan siapapun yang membutuhkan bantuan tersisa.”

Lyon-san berteriak memberikan perintah, dan para prajurit Belfast juga ikut berpartisipasi dalam penyelamatan penduduk desa.

            “Sekarang, kita pertlu untuk membuat naga menjauh dari desa.”

Bahkan sampai saat ini, naga itu masih terlihat tenang dengan terbang menggantung di langit. Pada saat itu, Garun-san dan Lyon-san pergi dan membantu para penduduk desa. Sampai di sini, masih seperti yang direncanakan. Mereka juga memiliki tugas untuk menjaga Olga-san. Kita tidak bisa melawan naga di sini dan  menjatuhkannya. Juga naga itu masih terbang di langit. Senjata kami tidak akan mencapainya. Lindsey dan aku, yang bisa menggunakan sihir harus melakukan sesuatu.

[Keluarlah cahaya ~ Tombak suci yang bersinar ; Shining Javelin!]

Sebuah sambaran cahya meluncur melalui langit yang gelap. Namun, balck daragon dengan cepat menghidar di udara, dan kemudian menembakan bola api pada kami.

            “Ku [Boost] !”

Aku menggunakan sihir untuk memperkuat tubuhku, dan agar terlindung dari itu. ledakan itu terjadi pada saat itu juga dan percikan api berjatuhan di sekitarku. Ini gawat. Jika kita terus berarung di sini, kerusakan hanya akan bertambah parah.

            “Kohaku”

[Sesuai dengan permintaan anda]

Dia dengan cepat menanggapi permintaanku, Kohaku kembali ke wujud aslinya.

            “Lindsey! Naiklah!”

            “Y-Ya....!”

Aku duduk di punggung Kohaku dan menarik Lindsey untuk membuatnya duduk di belakangku. Dan kemudian kami berlari keluar dari desa, ke arah selatan.

Melihat kami yang sedang berlari, black dragon menembakan bola api ke arah kami. Aku yang sedang naik pada Kohaku, sambil berlari melalui hutan, menghindari ke kanan dan ke kiri dengan sangat baik. Bagus, terus ikuti aku.

Alasan aku membawa Lindsey adalah, karena naga itu terbang di udara, yang membuat Lindsey dan aku satu-satunya yang bisa melawannya. Kami entah bagaimana harus melakukan sesuatu dengan sayapnya. Semuanya dimulai dari sana. Hutan seperti melebar dan mulai terlihat area dengan padang rumput yang luas. Pandangannya terlihat bagus dan tidak ada yang menghalangi garis pandangan. Jika itu di sini, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang kerusakan. Meskipun akan menjadi jauh menyakitkan bagi tubuh kita......

Gaaaaaaaaaooooo!!

Naga mengaum. Kohaku menggeram dan mengancam ketika mendengar itu.

            “Brengsek...... Kau sudah menghina master......?! Kau hanyalah seekor kadal yang bisa terbang!”

            “Eh!? Kohaku kau dapat memahaminya!?”

Aku bertanya, terkejut, sambil turun dari punggung Kohaku, ia menterjemahkan kata-kata dari naga ‘Gaaaaaaaaaaooooo!!’

            “Kau ‘sudah mengganggu kesenanganku dengan para serangga. Aku akan memotong tubuhmu menjadi 8 bagian, dan memakannya’? Itulah apa yang dikatakan oleh si brengsek....! Oleh karena itulah aku benci dengan suku [Aoitei]”

TL Note : secara kasarnya artinya adalah “Kaisar Biru”

Kohaku mengarahkan kemarahannya kepada black dragon yang sedang menggantung di langit.

            “Kesenangan...? Naga itu berpikir bahwa menyerang desa hanyalah sebuah permainan? Dasar naga yang egois.

Jika itu untuk mendapatkan makanan untuk bertahan hidup, atau sebagai pembalasan dendam karena telah mengotori tempatnya yang suci, aku bisa memahaminya. Jika begitu, aku hanya akan memberinya pelajaran dan membuatnya pergi, tapi aku tidak berpikir akan bisa berakhir dengan itu. Namun, naga itu yang baru saja menyerang orang karena alasan yang sederhana, seperti untuk kesenangannya. Jika itu yang terjadi, maka aku tidak akan menahannya.

            “Lindsey, aku akan menghajar dan membuat naga itu turun. Lalu memotong sayapnya.”

            “Baiklah ~ desu”

Lindsey mengatakannya sambi mengangguk. Aku mengkonsentrasikan sihirku, dan mengaktifkan mantra non-atribut.

[Multiple!]

Sihir mulai memperbanyak di sekitarku, seperti sebuah menara peluncuran yang di arahkan kepada naga; Awalnya hanya 1, kemudian menjadi 2, menjadi 4, menjadi 8,  dan kemudian bertambah dua kali lipat satu demi satu, dan kemudian ketika mereka telah berjumlah lebih dari 1000, aku menggunakan mantra yang lainnya.

[Keluarlah cahaya ~ Tombak suci yang bersinar; Shining Javelin!]

Pada saat berikutnya, sejumlah 128 tombak cahaya telah diluncurkan secara berkelompok pada black dragon. Aku tidak dapat menggunakan mantra level tinggi, tapi jika itu menyangkut sihir, aku tidak akan kalah. Aku tidak dapat menggunakan bazoka, tapi aku bisa menggunakan machine gun.

Gyaoaaaaaaa!?

Meskipun black dragon mencoba untuk mendekat dan menghindari ledakan itu. Naga itu tidak dapat melarikan diri dari 128 tombak. Banyak dari mereka yang menghantam tubuhnya dan terjatuh di tanah dengan darah yang banyak.

Namun, naga itu dengan cepat memperbaiki sikapnya dan melebarkan sayapnya, dan mulai terbang lagi. Tapi Lindsey tidak membiarkannya.

[Keluarlah Air, Mata pisau katana yang cerah dan dingin; Aqua Cutter]

Black dragon mengabaikan pedang yang telah dilapisi dengan air yang menuju ke arahnya *Supa*! Sayap kanan dari black dragon telah terpotong.

Gyoaaaaaa!!

Sakit bukan? Naga itu mengeluarkan suara gemuruh yang sangat keras, naga itu mencoba untuk terbnag lagi. Namun, hanya bisa terbang sedikit dan kemudian jatuh kembali. Baik, sekarang sudah tidak bisa terbang lagi.

Mata merah dari black daragon memancarkan kemarahan, sambil membuka mulutnya. Itu adalah gerakan yang berbeda dari bola api yang dia gunakan beberapa saat yang lalu. Sepertinya ini gawat.
Aku melompat, menyeret Lindsey ke samping menunggunakan [Boost] dengan menendang tanah dengan kaki yang telah diperkuat.

Gooooooooooo! Dari mulut black dragon dia mengeluarkan semburan api, seketika area di sekitar sini telah berubah menjadi merah cerah.

Naga itu, dapat menggunakan napas api [Fire Breath]? Kita tidak bisa mendekati naga yang terus mengeluarkan api dengan begitu mudahnya.

Lindsey memang berusaha menggunakan [Aqua cutter] lagi, tapi kekuatannya berkurang karena dinding api yang terbuat dari napas naga itu, dan sihir Lindsey tidak membuatnya terluka. Dan sebuah bayangan jatuh dari atas kepala naga.

            “Yaa!!”

Apa yang jatuh adalah pedang Yae, yang jatuh tepat ke mata kanan naga.

[Boost!!]

Elsie menempatkan seluruh kekuatannya dan langusng terbang ke arah perut naga.

Gugyaooooooooo!!

            “Itu terlihat menyakitkan! Mereka terlalu berlebihan!”

            “Ini lebih buruk dari saat melawan crystal demon sebelumnya. Aku lebih suka untuk tidak mengulangi pertempuran yang seperti itu.”

Sementara Yae dan Elsie mengeluh, mereka membuat beberapa jarak dari naga. Kemarahan dapat dilihat dalam satu matanya yang masih tidak terluka, dan kemudian terus menyembur-nyemburkan api pada mereka berdua.

            “Tou!?”

            “Menghindar ~ de gozaru”

Kedua orang itu dengan panik menghindar. Dinding api membuat ledakan, dan api disekitarnya mulai bersinar terang. Sementara naga memperhatikan kedua gadis, aku mengeluarkan katanaku dan mendekat kepada naga, melompat dan menebas kepala naga.

Gakiiin!

Menggunakan [Boost] untuk memperkuat serangan, katana membuat suara logam berdenting dan pecah.

            “Ku!”

Betapa kerasnya! Aku seharusnya mengarahkan pada matanya yang masih tersisa, seperti Yae, kah? Black dragon menatapku dengan mata merahnya dan mengangkat lehernya dan membuka mulutnya, dan membuat sikap seperti akan mengeluarkan napas api.

Ah, itu gawat. Sambil berpikir seperti itu, sebuah pisau terbang keluar dari suatu tempat, menusuk dan terjebak ke dalam mata kiri naga.

Dengan kedua matanya yang telah hancur, lehernya melambai ke kanan dan ke kiri.

[Slip!]

Menggunakan kesempatan itu untuk membuat gesekan pada kakinya menjadi 0, tubuhnya kehilangan keseimbangan dan jatuh ke samping. Berbahaya, berbahaya! Sihir [Slip] benar-benar berguna. Meskipun tidak berguna jika naga itu masih ada di langit.

Tapi, jika pisau itu tidak diterbangkan, itu akan berbahaya. Apakah itu Yae? Itu benar-benar telah menyelamatkanku. Tapi Yae berada di sebelahku sekarang ini.... Pisau itu dilemparkan dari arah yang berlawanan?.... Yah, siapa yang peduli?

Naga mengeluarkan suara raungannya.... Katanaku sudah rusak. Seperti yang diharapkan dari naga. Apakah ada cara untuk bisa menembusnya? Kemudian......

            “Yae, Elsie! Cobalah untuk mengulur waktu! Lindsey buatlah dinding es ke arahku! Kohaku lindungi Lindsey!”

Lindsey berkonsentrasi dan menggunakan sihir seperti yang aku minta.

[Keluarlah Es ~ Dinding es yang abadi; Ice Wall]

Di depanku muncul sebuah dinding es yang besar. Es ini transparan dan terlihat indah. Ini sudah lebih dari cukup.

[Modeling]

Aku memegang dinding es itu dengan tanganku dan mengubahnya. Mengubah struktur pada barang tidak terlalu sulit. Sihir es berbeda dengan es yang biasa, karena sulit mencair, tapi tidak seolah-olah itu tidak bisa dibuat.

Setelah beberapa detik, ada lensa besar yang terbuat dari es. Itu dibuat dengan tepat, sehingga tidak akan jatuh.

[Modeling]

Lingkaran sihir kecil mulai muncul satu demi satu, dan diproyeksikan pada lensa. 1... 2... 4... 16... 32... 64... 128... 512!

[Keluarlah cahaya ~ Tombak suci yang bersinar; Shining Javelin!]

512 tombak cahaya yang tersedot pada lensa dan mulai memusatkan pada satu titik, kemudian menggunakan [Modeling] lagi untuk menyesuaikan panjangnya pada black daragon.

            “Rasakan ini!!!!”

Kemudian pada saat berikutnya, suara yang bahkan tidak dapat digambarkan dengan benar terdengar, dan sebuah lubang telah terbuka pada dada black dragon. Jatuh seperti itu dan menyebabkan tanah bergetar. Darah mulai menyembur dari luka yang terbuka pada naga, dan mulai mengucur dengan deras ke tanah.

            “Kita berhasil!”

            “Kau berhasil, Touya-dono!”

Elsie dan Yae berlari dengan penuh semangat, dan Lindsey datang kepadaku dengan menaiki Kohaku.

            “Itu sangat hebar!”

            “Seperti yang diharapkan dari master. Menghajarnya dengan serangan yang hebat.”

Pertempuran itu telah bereakhir, semuanya mendesah lega, dan kemudian lensa es tiba-tiba hancur *Uu* yang membuatku kaget.

Ada bayangan hitam yang jatuh di tanah. Kami semua melihat ke atas dan melihat naga kedua sedang terbang dengan bulan yang terlihat seperti latar belakanganya.

            “Na.....! Masih ada satu lagi.....!?”

Selain itu, yang satu lagi lebih besar dari black dragon yang baru saja kami kalahkan. Naga yang satu itu mempunyai rambut putih yang tumbuh dari sisik merahnya pada bagian belakang kepala hingga ujung ekornya. Itu sangat panjanng dan besar. Ekornya juga panjang. Baru saja kami berhasil mengalahkannya, serangan kedua telah dimulai, kami bingung ketika naga yang satunya lagi mulai berbicara.

            “Aku tidak punya niat untuk bertarung. Adikku sepertinya telah membuat masalah pada kalian. Aku minta maaf.”

            “Kau bisa bicara!?”

            “Aku adalah red dragon yang mengawasi sanctuary. Aku datang untuk membawa salah satu yang berlari secara liar kembali. Sepertinya aku terlambat”

Kesedihan melayang dari suatu tempat dalam mata emasnya red dragon yang menutup secara tenang. Jadi begitu, dia datang untuk membawanya kembali.... Jika dia sedikit lebih cepat, kami mungkin akan mendapatkan bantuan darinya....... Itu adalah situasi yang sulit untuk dijelaskan, Kohaku mendekat pada red dragon.

            “Red dragon. Atau harus aku panggil [Aoitei]. Kau setidaknya harus mendidik dirimu sendiri dengan benar”

            “Apa.......? Hawa keberadaan ini..... Mungkinkah itu..... ‘Byakko-sama’!? Kenapa anda bisa ada......!?”

Red dragon berkata sambil terkejut. Aku tidak mengerti dan menatap Kohaku. Apakah dia adalah orang yang sangat penting, yang satu ini?

            “Aku mengerti..... Yang telah mengalahkan black dragon adalah ‘Byakko-sama’ ? kalau begitu, jika black dragon telah dikalahkan......”

            “Jangan salah sangka dulu. Master-ku lah yang telah mengalahkannya, Touya-sama. Ini terjadi karena anak nakal itu menghina master-ku. Tentu saja, itulah yang dia dapatkan.”

            “Apa....!? Master ‘Byakko-sama’!? Manusia ini!?”

Sekali lagi, dia mengeluarkan suara terkejutnya, mata emasnya menatapku. Setelah beberapa saat, red dragon dengan tenang mulai menundukkan kepalanya.

            “Maaf atas ketidak sopanannya, saya mohon maaf.... Atas apa yang telah dilakukan oleh black dragon. Dengan rendah hati, sekali lagi saya meminta maaf.....”

            “A-Aku mengerti alasannya, jadi itu tidak apa-apa. Tapi jelaskanlah kepada yang lainnya agar hal ini tidak akan pernah terjadi lagi.”

            “Baik. Saya akan kembali ke sanctuary dengen segera, dan mengatakan kepada yang lainnya. Kalau begitu, saya akan pergi.”

Red dragon berdiri, sekali lagi menundukkan kepalanya, mengepakkan sayapnya, dan perlahan-lahan naik ke udara, melewati bagian atas kepala kami dan kemudian terbang ke arah selatan.

            “Dasar, sungguh mengganggu. Karena itulah [Aoitei] ......”

Sambil menggerutu, Kohaku kembali ke wujudnya yang kecil dengan *pon*. Dia benar-benar tidak menyukai [Aoitei]. Yah, seperti “Berlian memotong berlian”. Itu benar-benar tidak bisa membantu, kah?

TL Note : Idiom yang maksudnya “memiliki kekuatan dan ketangguhan yang sama”

Ketika aku melihat ke sekitarku, ketiga gadis sedang duduk di tanah.

            “Ada apa dengan kalian?”

            “Apa maksudmu dengan ‘ada pa’..... aku tidak bisa bergerak.....”

Elsie berkata dengan suara yang serak. Aa, itu sama seperti saat Yumina melakukan pemanggilan pada Kohaku, kah? Red dragon mungkin adalah naga yang mempunyai level yang cukup tinggi. Mata emasnya itu mungkin adalah mata demon.

            “Touya-san.... Kau baik-baik saja?”

            “Ya, aku sama sekali tidak apa-apa”

            “Ini serasa tidak adil ~ de gozaru yo....”

Meskipun jika kau berkata begitu, ini mungkin efek dari Kami-sama. Itu mengingatkanku, pasti ada perasaan takut, tapi tidak begitu banyak yang bisa membuat lututku sampai lemah. Sementara berpikir tentang hal itu, aku menggunakan sihir [Recovery] pada semuanya.






Kembali ke Chapter 40                                                Menuju Chapter 42


Related Posts

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 41 Bahasa Indonesia
4/ 5
Oleh

1 komentar:

November 11, 2016 at 9:14 PM delete

Sankyu min, langsung dobel lagi..
:)

Reply
avatar