Sunday, November 13, 2016

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 42 Bahasa Indonesia

Arc 6 : Negara Demi-human, Misumido

Chapter 42 : Tanduk Naga dan Pengawal



            “A-Aku menyerah”

Aku melemparkan tubuhku ke tempat yang berumput dan tidur dengan lengan dan kakiku yang tergelatak. Matahari yang terbit di langit timur terlihat menyilaukan. Apakah sudah pagi? Seelah mengalahkan black dragon, kami berusaha untuk memperbaiki desa. Lindsey memadamkan api munggunakan sihir air, Elsie dan Yae mencari penduduk desa yang terluka, dan aku merawat orang yang terluka dengan sihir [Recovery].

(Ngomong-ngomong aku baru menyadari bahwa aku bisa melakukan semuanya sekaligus jika aku mencari “Orang terluka” di aplikasi peta dan menyembuhkan mereka semua sekaligus)

Untungnya tidak ada korban jiwa, namun desa itu hampir dimusnahkan. Kerusakannya sangat parah.....

            “Touya-dono, apa kau di sini?”

            “Aa, Lyon-san, terima kasih atas kerja kerasnya”

Lyon-san berjalan ke tempat di mana aku tidur. Dari suatu tempat bau enak dari nasi yang sudah matang tercium.

            “Tapi, untuk kalian yang telah membunuh naga.... Aku benar-benar terkejut.”

            “Itu tidak begitu kuat dan naga itu sepertinya masih muda. Mungkin karena itu?”

Aku menggelengkan kepalaku dengan apa yang aku dengar dari red dragon dan menanggapi pertanyaan Lyon-san. Kemudian Garun-san juga datang.

            “Oo, Touya-dono. Apa yang akan kau lakukan dengan naga?”

            “Apa maksudmu?”

            “Yah, karena ada beberapa banyak bahan. Jika kau ingin menjualnya, harganya cukup lumayan, tapi bagaimana kau akan membawanya....?”

            “Menjual? Mayat naga?”

Mulai dari sisik naga, cakar, tanduk, taring, bahkan tulangnya merupakan bahan yang bisa digunakan untuk membuat armor dan senjata. Dagingnya lezat, dan dianggap sebagai barang mewah yang tidak pernah dijual. Benar, mereka juga berhak untuk mendapatkannya, tapi mereka mempercayakan keputusannya kepadaku, itulah apa yang mereka katakan.

            “Mungkin aku akan memberikannya kepada penduduk desa ini. Aku harap ini bisa digunakan untuk memperbaiki desa.”

            “Naga!? Semuanya!?”

            “Touya-dono, kau benar-benar memahaminya, kan? Itu adalah bahan-bahan yang sangat berharga, kau tahu? Jika diuangkan, itu mungkin akan bernilai lebih dari 10 koin emas Raja!?”

10 koin emas Raja.... Tidak kurang dari 100 juta yen!? Itu mungkin benar-benar sayang, tapi saat aku berpikir tentang hal itu lagi, pikiranku mulai mencerminkan wajah para penduduk desa. Ah, itu  mungkin jadi seperti ini, mungkin juga......

            “..... Jika ini bisa bermanfaat untuk desa, maka aku tidak akan meminta apa-apa lagi. Silahkan untuk menggunakannya.”

Tanpa mengatakan apa-apa, hanya bercanda, setelah semuanya, aku menjawabnya dengan wajah yang picik.

            “..... Aku ingin mengucapkan terima kasih atas nama Misumido. Terima kasih, Touya-dono.”

            “Ha.... Seperti yang ayahku katakan, kau adalah orang yang mempunyai hati yang besar. Aku benar-benar menghormatimu.”

Menatapku dengan rasa terima kasih dan hormat, tapi..... itu hanya memperlihatkan kesombongan, ya..... Aku harap orang lain akan memaafkanku.... Dengan cermin transportasi palsu, Olga-san, Alma dan Yumina telah kembali. Olga-san menyampaikan rasa syukurnya. Naga telah dikalahkan, desa telah diselamatkan, dan tidak ada korban karena para prajurit telah mengawal orang-orang agar selamat. Mereka kelelahan dan tertidur sebentar di kereta kuda. Jujur, aku juga ingin segera tidur. Perasaan itu terganggu oleh demi-human yang sudah tua dengan tongkat, datang menuju ke arah kami.

            “Aku kepala desa, Solumu. Untuk usaha kalian yang telah mengalahkan naga yang menyerang desa, di tambah telah sangat membantu memperbaiki desa..... Terima kasih banyak.”

Aku ingin tahu sisa-sisa naga itu akan menjadi apa? Ini benar-benar sangat disayangkan.... Tapi desa telah menjadi seperti ini, orang-orang ini akan mempunyai waktu yang sulit sekarang. Kepala desa membawakan sesuatu yang diberikan oleh penduduk desa. Itu berbentuk kerucut yang hitam dan panjangnya sekitar 1 meter... Ini?

            “Ini adalah salah satu tanduk naga. Tolong setidaknya terimalah ini.”

            “Eh, tapi.....”

        “Beberapa senjata anda rusak, bukan? Dengan tanduk ini, itu akan bisa menjadi bahan untuk senjata baru, atau anda bisa menjualnya dan membeli senjata baru.”

Memang benar. Untuk berterima kasih akankah kita menerimanya? Aku mengambil tanduk dari kepala desa dan terkejut melihat itu yang bercahaya. Ini memiliki kekerasan yang jauh lebih besar dari baja besi yang mereka katakan. Aku akhirnya mengerti bagaimana naga besar itu bisa menghancurkan senjataku. Satu-satunya hal yang lebih keras dari ini adalah Crimson Ore, Mythril, atau Orichalcum.

Aku mengambil tanduk itu untuk saat ini dan meninggalkan kepala desa. Sejujurnya aku sangat lelah, aku hampir tidak bisa bertahan lagi. Aku akhirnya sampai di kereta kuda, di dalam ada Elsie, Lindsey, dan Yae yang sedang tidur. Aku tidak mungkin tidur bersama dengan mereka, aku berbaring di rumput di samping kereta kuda.

            “Touya-san, ini selimutnya.”

Yumina ada di sana membawakan sebuah selimut. Waktu yang bagus. Selama bertarung dengan mataku yang akan tertutup, aku mengucapkan terima kasih dan memakai selimutnya. Ini hangat. Lalu aku menutup mataku dan tertidur

Ketika aku terbangun, aku melihat langit yang sebagai latar belakang dari wajah Yumina. Aku masih setengah sadar.

Aku menatap wajah Yumina.

          “Apakah kamu sudah bangun?”

Ada sensasi lembut di bagian bawah kepalaku. Hah? Um ini adalah bantal paha.... Bukan? Aku berguling di tanah dan melarikan diri dari itu. Tung—kapan itu telah terjadi? Aku berdiri dengan terburu-buru dan tiba-tiba penduduk desa dan pengawal yang sudah bangun melihatku sambil menyeringai. Uwaa..... ! Itu memalukan. Untuk mengistirahatkan kepalaku di pangkuan seorang gadis di depan umum. Ini akan menjadi kebohongan jika aku mengatakan bahwa aku tidak menyukainya, namun itu masih sangat memalukan!




          “Ara, kamu sudah bangun”

          “.... Kamu pasti tidur dengan nyenyak”

          “Terlihat seperti merasa nyaman.”

*Dingin*  ada perasaan dingin di belakangku, aku berbalik secara perlahan. Ketiga gadis tersenyum berseri-seri dan berdiri di sana dengan tenang. Meskipun wajah mereka terlihat baik dan mereka tersenyum, mata mereka tidak tertawa. Ah, ara......? Bukankah mereka terlihat marah....?

          “Um ~ .... Apa telah terjadi sesuatu....?”

          “””Tidak juga?”””

Tidak, itu bohong bukan? Jadi mengapa kalian terlihat cemberut begitu?

          “Sudah, sudah. Cukup sampai disitu. Mari kita bermain kertas-gunting-batu saja. Tidak ada yang keberatan, kan?”

          “Aku tahu....”

          “....Muu....”

          “Ini sangat mengecewakan”

Yumina menepuk tangannya dan ketiga orang itu melihat ke arahnya, mereka telah menjadi patuh.... Apakah kalian akan melakukan pertandingan?

          “Touya-dono, tolong persiapkan untuk segera berangkat. Ini diperlukan untuk melaporkan tentang desa ke ibukota.”

Olga-san dan Garun-san datang memberi tahu kami bahwa kita harus segera berangkat. Karena suasana yang aneh, aku beruntung bahwa aku harus pergi ke kereta kuda. Tatapan dari belakang membuatku khawatir, tapi aku pura-pura untuk tidak menyadarinya.

[Kohaku, apakah terjadi sesuatu saat aku sedang tidur]

Kohaku telah berada di kereta kuda rupanya, dan aku bertanya melalui telepati apa yang telah terjadi. Mungkin dia tahu sesuatu.

[Haa, yah.... Apa yang bisa saya katakan..... Um..... Itu adalah pertarungan para gadis....”

Aku tidak benar-benar mengerti, tapi semuanya kecuali Yumina terlihat tidak senang. Aku perlu melakukan sesuatu...... Aku teringat sesuatu dan menuju ke rumah kepala desa, dan menegoisasikan sesuatu dan menerima “Itu”.

Aku merasa lega ketika hati dari ketiga gadis akhirnya telah menjadi lebih baik selama kereta kuda sedang terguncang. Untuk Elsie, Lindsey, Yae dan Yumina ada sebuah gelang perak yang bersinar. Aku mendapatkannya dari rumah kepala desa (aku membayarnya) beberapa item yang dibuat dengan [Modeling] dari barang-barang perak. Dan aku memberikan kepada mereka semua sebagai hadiah dan ucapakan terima kasih. Meskipun mereka terkejut pada awalnya, mereka menerimanya dengan senang hati. Gelang itu meluncur pada lengan saat mereka memakainya. Sepertinya mereka senang dengan gelang itu. Namun senyuman mereka terkadang terlihat memuakkan.

            “Olga-san berapa lama lagi untuk sampai di ibukota?”

            “Sekitar lebih dari 2 hari lagi untuk sampai di ibukota. Ada desa di sepanjang jalan, mungkin di sana Touya-san bisa mendapatkan beberapa senjata.”

Ya, aku mengerti. Menurut Garun-san, jika aku ingin senjata yang terbuat dari tanduk naga, ibukota sepertinya adalah tempat terbaik. Tapi itu berarti aku tidak akan mempunyai pedang sampai saat itu. Aku bisa hanya dengan menggunakan sihir saja dalam pertarungan, tapi sepertinya itu agak menakutkan. T-Tungu sebentar, bukankah dengan [Modeling] aku bisa membuatnya sendiri? Yah, tapi itu akan menjadi kerugian yang besar jika aku gagal......

            “Untuk saat ini, hanya dua hari tanpa sebuah senjata aku mungkin dapat mengatasinya dengan sihir.”

Untuk membeli senjata darurat hanya untuk dua hari, terdengar konyol. Akan ada senjata yang lebih baik di ibukota. Jadi aku menjawab seperti itu dan Olga-san teringat sesuatu, menarik sesuatu, terbungkus dalam kain, di keluarkan dari kantongnya.

            “Ah, itu mengingatkanku, kepala desa memberikan ini kepadaku.”

Apa yang telah diberikan pada Olga-san adalah sebuah pisau. Pisau itu sekitar 20 cm, bermata pisau satu dengan sebuah lengkungan.

            “Ini ?”

            “? Itu menempel pada mata naga..... Apakah ini bukan miliki Touya-san?”

Eh? Lalu Elsie.... Bukan? Tidak mungki itu milik Lindsey. Eh, jadi pisau ini milik siapa? Maksudku, apakah ada seseorang saat itu? Seseorang yang telah membantu kita? Yah, untuk sementara mereka telah membantuku, sehingga mereka mungkin bukanlah musuh.....

[Kohaku. Pada saat itu, apakah ada orang lain selain kami di sana?]

[Ya, saya merasakan hawa keberadaan di atas pepohonan. Dua orang mungkin..... Mereka tidak menunjukkan kemarahan terhadap kita jadi saya pikir mereka penduduk desa]

Aku memastikan melalui telepati dengan Kohaku. Sepertinya seseorang telah mengamati pertarungan kita dengan naga. Hanya saja mengapa mereka melakukan itu? Itu mengingatkanku saat di kota Langley bahwa aku merasakan seseorang yang sedang mengawasi Yumina.

Bahkan jika aku berpikir tentang hal itu, aku tidak tahu. Aku memeriksa pisau itu, tapi tidak ada sesuatu yang dapat dijadikan sebagai petunjuk. Aku akan menyimpannya untuk sementara waktu. Itu merepotkan karena tidak ada sarungnya. 






Kembali ke Chapter 41                                                Menuju Chapter 43

Related Posts

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 42 Bahasa Indonesia
4/ 5
Oleh

2 komentar