Wednesday, November 16, 2016

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 43 Bahasa Indonesia


Arc 6 : Negara Demi-human, Misumido

Chapter 43 : Ibukota Misumido dan Bertanding dengan Beast King


            “Haa—.... Jadi seperti ini—.......”

Kami telah sampai di ibukota Bellju, begitu aku melihat istana putih, aku secara tidak sadar berkata seperti itu. Sepertinya itu terlihat seperti Taj Mahal dari India. Itu adalah kuburan besar yang dibangun oleh kaisar yang benar-benar terbuat dari marmer. [Istana Mahkota] itulah maksud dari bangunan putih itu.

Yah, itu memang terasa sama, tapi ada beberapa bagian yang sangat berbeda. Dibandingkan dengan jalan dan benteng bebatuan, istana putih benar-benar terlihat memikat. Itu sesuatu seperti gabungan istana dari India dengan dunia Arabian Nights (Seperti Aladdin).

Bila dibandingkan dengan jalan di Belfast, jalan-jalan di sini tidak begitu dibuat untuk kereta kuda. Meski begitu, masih tidak kalah dengan kegiatan dari masyarakatnya. Berbagai ras terlihat datang dan pergi, melakukan kegiatan dengan semangat. Ada banyak budaya tercampur yang menunjukkan sebuah kemajuan. Ini bisa dianggap sebagai wajah dari ibukota.

Kami mengantri di depan sebuah bangunan yang tinggi dan menyebrangi jembatan yang menuju ke istana. Kami melaju di sepanjang jalur air dan dibuat berkeliling untuk memasuki istana. Kami turun dari kereta kuda, Olga-san, kami berlima, dan kemudian Garun-san dan Lyon-san, semuanya 8 orang, berjalan di taman istana. Burung kecil sedang bermain di taman yang begitu indah, ada pohon yang ditanam dengan jarak yang sama, dan ada tupai yang sedang menatap ke bawah dari atas, kepada kami.

Kami naik ke tangga dan memasuki istana. Sinar matahari yang cerah terlihat turun dari langit-langit, yang ditambah dengan marmer putih yang bersinar menyilaukan. Kami berjalan melalui pusat halaman, dan di sepanjang koridor berdiri sebuah tiang yang panjang, dan juga terlihat pintu besar yang di hiasi dengan mewah. *Gigigigigi*, pintu mengerang seperti telah dibuka secara paksa oleh para penjaga yang membukanya.

Karpet merah yang disebarkan, disambut oleh aliran cahaya pada waktu yang berbeda, dari kiri ke kanan. Ada berbagai orang yang sedang mengantri. Semua orang mengenakan pakaian yang bagus, negarawan tua dari negara itu memiliki tanduk dan sayap. Lebih lanjut ke dalam lagi, duduk di atas takhta, adalah Raja dari negeri ini. Beast King Jamka Bulau Misumido. Demi-human berjenis macan tutul salju (Snow Leoprad). Mungkin usianya sekitar 50 tahunan. Dia memiliki rambut dan janggut putih, memiliki kekuasaan yang sangat kuat sebagai Raja. Ada kekuatan yang tidak bisa dijelaskan datang dari sepasang matanya yang tajam. Kemudian kami semua berlutut dan menundukkan kepala kami.

            “Yang Mulia Raja.... Olga Strand telah kembali dari Kerajaan Belfast”

            “Umu, sepertinya sulit, bukan?”

Yang Mulia Raja mengangguk pelan. Melanjutkan ke Garun-san dan Lyon-san yang berada di belakang Olga-san.

            “Aku senang dengan Garun, serta para prajurit dari Belfast untuk keselamatannya dan telah menyelesaikan tugas mereka.”

            “”Ha-ha!””

Kemudian Beast King secara perlahan menatap ke arah kami, sambil menyipitkan matanya, dia menunjukkan senyuman kecil.

            “Kau adalah orang-orang yang dikirmkan oleh Raja Belfast? Diperjalanan, naga yang telah menyerang desa kami telah dikalahkan. Apakah itu benar?”

            “Ya. Persis seperti yang anda katakan. Saya, bersama dengan 4 orang yang lainnya telah mengalahkan black dragon yang menyerang desa.”

Setelah menjawab pertanyaan Beast King dengan sikap yang tegas, Yumina berdiri diam.

            “.... Dan kau?”

Tidak ada ketegangan pada pertemuan ini, dia menatap ke arah gadis itu, wajah Beast King merasakan kecurigaan.

            “Saya minta maaf karena belum memperkenalkan diri. Saya adalah putri dari Kerajaan Belfast, puteri dari Toristowin Elnes Belfast, Yumina Elnea Belfast.”

Itu menyebabkan kehebohan. Yah tentu saja, seorang putri dari sebuah negara tiba-tiba muncul. Olga-san dan Lyon-san mengetahuinya, di sisi lain Garun-san terkejut.

            “M-Mengapa putri dari Belfast bisa berada di sini?”

            “Untuk negaraku, aliansi dengan Misumido, membawakan sesuatu yang penting. Berikut ini adalah surat dari ayah saya. Silahkan untuk dipastikan.”

Saat berkata begitu, dia mengeluarkan surat dari saku dadanya. Kapan dia mendapatkan itu? Aa, mungkin ketika berlindung di hutan, di Belfast? Seorang pelayan datang dan dengan hormat menerima surat itu, dan menyerahkannya kepada Raja yang berada di atas takhta. Raja membuka segel dan melihat surat, lalu Raja Misumido melihat Yumina dan tersenyum.

            “Benar...... Baiklah, aku mengerti. Aku akan segera memberikan balasannya. Tolong untuk tetap di sini, bersama dengan rekan kalian, di istana.”

Sambil menyerahkan surat itu kepada ajudannya, Beast King berbicara pelan ke arah kami.

            “Dan, ada satu hal yang menarik perhatianku, bahwa aku ingin mengajukan satu permintaan, namun.....”

Beast King melihat Kohaku yang berada di sampingku. Yah, tentu saja kau akan tertarik.

            “Apakah yang mengikutimu itu adalah Byakko?”

            “Ya. Itu adakah pelayan Touya-dono.”

[Gao]

Kohaku memberikan gonggongan yang singkat sebagai penegasan. Byakko yang merupakan binatang suci bagi orang-orang di Misumido. Terlepas dari apa yang mereka pikir tentang bagian dari pelayan, tidak ada semacan rantai pada lehernya sehingga tidak ada yang mengatakan apa-apa tentang itu. Beast King dengan tenang melihat Kohaku dan kemudian dia menatapku.

            “.... Aku mengerti. Disertai dengan Byakko dan mengalahkan naga? Fufufu, sudah lama sejak darahku mendidih. Touya, kah? Bagaimana jika kau bertanding dengan ku?”

            “Ha?”

Aku mengeluarkan suara yang bodoh karena pertanyaan yang begitu tiba-tiba. Semua negarawan tua mendesah dengan serempak. Ada apa?

Dibalik Istana Kerajaan ada arena yang luas. Itu terlihat seperti Coliseum Romawi. Negara ini benar-benar multikultural. Aku dibawa ke sini untuk bertanding melawan Beast King. Apa sih yang sedang terjadi?

            “Maafkan kami, Touya-dono. Yang Mulia, tidak bisa berdiam diri ketika melihat seseorang yang kuat. Jujur saja, itu benar-benar merepotkan kami juga.”

Kata Graz-san yang meminta maaf, yang merupakan Perdana Menteri negara. Itu adalah orang yang memiliki sayap dengan warna abu-abu. Dia berusia sekitar 40 tahunan? Dengan jubahnya yang berwarna abu-abu yang sama dengan sayapnya dan berkumis.

            “Aku rasa dia perlu memilki pengalaman yang menyakitkan di sini. Tolong berikan semua yang kau punya.”

            “Tunggu, tunggu, tunggu. Dia Raja mu, bukan? Apakah tidak apa-apa seperti ini ?”

Aku menatap Graz-san dengan heran. Lalu Graz-san, sambil melihat orang-orang yang berada di dekatnya mulai membuat keluhan.

            “Tidak apa-apa, berikan saja semua yang kau punya. Dengan keadaan Raja sekarang? Dia secara teratur berpartisipasi dalam sesi pelatihan dengan para prajurit dan mengalahkan mereka semua!”

            “Di lain hari ‘aku memikirkan sebuah senjata baru!’ Katanya dan pergi ke blacksmith! Maka semua yang telah direncanakan harus ditunda, kau tahu apa yang sudah aku alami?”

            “ ‘Aku ingin mengadakan turnamen gladiator’ katanya. Hanya saja, di mana kau pikir kami akan mendapatkan anggaran untuk itu!? Nee!?”

..... Sepertinya negarawan tua Misumido itu mengalami waktu yang sulit juga. Dia seorang Raja yang aneh bukan? Ya,  aku rasa bahwa Raja Belfast juga cukup aneh.

Untuk saat ini, aku mengambil pedang kayu dan menuju ke pusat arena. Rekan-rekanku dan negarawan tua Misumido berada di auditorium bersama dengan para prajurit Misumido lainnya.

Yang Mulia, Beast King, memegang pedang kayu di satu tangan dan persai kayu di tangan yang satunya. Ini menghambat gerakanku, jadi aku menolak untuk menggunakan perisai.

            “Pertandingan akan berlanjut sampai serangan yang fatal atau sampai salah satu di antara kalian mengakui kalah. Boleh menggunakan sihir, tapi sihir langsung yang ditujukan pada tubuh dilarang. Apakah kau bisa memahaminya?”

Ada orang yang berkulit gelap di sudut yang berperan sebagai wasit untuk pertandingan ini, dan menjelaskan kepada kami berdua peraturannya. Tidak ada sihir serangan langusung, ya? Apa yang harus aku lakukan? Sekelompok negarawan tua berkata, jangan terlalu santai.

            “Umm. Apakah kita benar-benar akan melakukan ini?”

            “Fufufu,  pikirkan saja ini sebagai pertarungan yang sebenarnya dan lakukanlah trik-trik apapun yang kau punya, lakukanlah yang terbaik untuk mengalahkanku!”

Beast King tertawa gembira. Ini gawat, dia serius. Dia memiliki otot-otot yang akan membuatmu berpikir bahwa dia tidak seperti berusia 50 tahun, dia mungkin telah melatih dirinya. Ini tidak dapat membantu. Berkata pada dirinya sendiri. Mari kita lakukan dengan maksud pertarungan yang sebenarnya?

Setelah itu wasit mengangkat tangan kanannya, melihat ke arahku, lalu ke Beast King, dan kemudian menjatuhkan tangannya.

`”Baiklah, mulai”

[Slip]

            “Nuo!?”

Beast King melompat dengan hebat. Pada saat itu aku maju untuk menutup jarak dan mengarahkan pedang kayu pada leher Yang Mulia.

            “Ya, itu adalah keputusan yang benar?”

            “Tu-Tu-Tunggu sebentar! Itu tida dihitung!? Apa itu barusan!?”

            “Itu sihir non-atribut saya [Slip]. Semua sihir selain sihir serangan diizinkan.”

            “Tidak, tidak, tidak! Itu tidak bagus! Ada apa dengan semangat pertandingan yang sebelumnya!”

Beast King itu bicara dengan semangat bahwa dia tidak bisa menerimanya. Ya, itu tidak seperti bahwa aku tidak mengerti perasaanmu. Namun pada kenyataannya, jika ini adalah pertarungan yang sebenarnya, itu adalah yang paling efektif. Meskipun bukan untuk membuat mereka terbang ke langit.

            “Sekali lagi! kali ini tidak ada sihir!”

            “E-.... Apa yang harus kita lakukan? Perdana menteri—?”

Aku memanggil Perdana Menteri Graz-san. Untuk sesaat dia tidak mengerti dan kemudian “ah” senyuman yang dia tunjukkan pada wajahnya menandakan dia memahaminya.

            “Ya, aku mengerti. Dan sepertinya itu akan menyebabkan masalah karena itu akan mulai mempengaruhi urusan negara.”

            “Gu-Graz! Jagan bilang begitu, hanya sebentar saja, hanya sebentar!?”

            “Bahkan jika anda berkata begitu”

Beast King berlari menuju Perdana Menteri dan mulai berdebat. Mengatakan hal-hal seperti “Aku akan melakukannya dengan benar!” dan “Aku tidak akan bermalas-malasan lagi”. Bahkan para negarawan tua memberi kententuan masing-masing dan taka lama kemudian bahu Yang Mulia mulai merosot. Raja telah menerima kondisi yang telah ditentukan oleh para Perdana Menteri, apakah aku melakukan sesuatu yang salah.....?

            “Touya-dono, maafkan kami, tapi Yang Mulai ingin bertanding sekali lagi!”

Dengah suara Grazs-an yang terlihat senang, Beast King berdiri di hadapanku sekali lagi. Ah, dia sedikit marah?

            “Sihir itu dilarang untuk saat ini, ok!?”

            “Baiklah”

Mulai sekali lagi. Wasit menjatuhkan tangan kanannya.


            “Mulai!” 




Kembali ke Chapter 42                                                Menuju Chapter 44


Related Posts

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 43 Bahasa Indonesia
4/ 5
Oleh

1 komentar: