Thursday, November 17, 2016

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 44 Bahasa Indonesia


Arc 6 : Negara Demi-human, Misumido

Chapter 44 : Sihir Akselerasi dan Pesta



Secara langsung pertandingan dimulai, Beast King menyeruduk ke arahku. Agar tidak tertangkap, aku harus memutar tubuhku dan melemparkannya ke sisi. Aku sesaat melompat ke belakang dan kemudian adalah giliranku.

[Keluarlah cahaya ~ Tombak suci yang bersinar—..]

            “Lambat”

Beast King maju ke depan seperti peluru dengan perisainya dan menghancurkan sikap ku. Ku, pelafalan telah dihentikan? Aku memukul pedang kayu tanpa menahan diri dan meningkatkan jarak sekali lagi. 






Namun, langkah ku telah terbaca dan dia mlanjutkannya dengan sebuah pukulan yang menusuk. Baru saja aku berpikir bahwa aku telah menghindari pukulan ke arah dada, dan serangan berikutnya datang ke leher ku. Serangan dua-tahap!? Aku memutar leherku untuk menghindar, ujung pedang kayu mengenai telingaku. Berbahaya! Ini tidak bagus jika aku kalah, aku harus menyerang!

[Multiple]

Lingkaran sihir kecil muncul di tanah, di bahwa kakiku, satu demi satu.

            “Mu!?”

Karena lingkaran sihir muncul tiba-tiba, Beast King terhenti. Ya, tentu saja dia akan berhenti. Tapi ini hanya gertakan untuk memperlambat seseorang, tipuan.

[Boost!]

Menggunakan sihir untuk memperkuat tubuh, aku mendekati Beast King dengan lompatan ledakan dari kaki ku! Baiklah, aku mendapatkannya! Aku bisa memenangkannya.

[Accel]

Sesaat setelah Beast King bergumam kata tersebut, dia menghilang dari pandanganku, dan pedang hanya memotong ruang kosong di mana dia berdiri.

            “Na...........!?”

Aku dengan cepat merasa sebuah kehadiran di belakangku, dan secara refleks aku jongkok, kemdian Beast King mengayunkan pedang kayu ke arah di mana kepalaku berada. Aku berguling dari tempat itu, lalu beridiri lagi dengan tegak. Apa itu barusan!?

            “Kau menghindarinya!? Kau hebat juga, Toya-toyara”

            “Yang barusan..... Apakah itu adalah sihir non-atribut?”

            “Benar. Itu adalah sihir non-atribut ku [Accel]”

Aku rasa begitu. Sihir akselerasi, ya? Tiba-tiba aku kehilangan dia. Itu terjadi sangat cepat sehingga untuk sesat, aku tidak mengerti apa yang telah terjadi.

            “Sihir jenis apa itu?”

            “Oh, itu hanya meningkatkan kecepatan pada tubuh, semuanya. Ketika kau menggerakan tubuh mu, kau bergerak melalui penghalang sihir, tapi menggunakan jumlah yang bodoh pada sihir sehingga tidak dapat digunakan berkali-kali. Kecepatan itu adalah sesuatu yang manusia normal tidak bisa ikuti, kau melakukannya dengan baik dalam menghindarinya.”

Sepertinya itu adalah murni sihir akselerasi. Aku ingin tahu apakah itu menciptakan penghalang sihir untuk melindungi tubuh dari efek peningkatan kecepatan secera tiba-tiba.

            “Saya mengerti, Saya mengerti. Itu adalah sihir yang bagus”

            “Tidak juga?”

            “Jadi, dengan senang hati saya akan menggunakannya juga [Accel]”

Sihir akselerasi diaktifkan. Pada saat berikutnya, aku pindah ke samping Beast King dan mengayunkan pedang kayu ke sampingnya, tapi aku terkejut bahwa aku meleset mengenai sasaran pada target yang aku maksudkan.

Huh? Apakah aku meleset? Aku berniat untuk menyerang tubuhnya, tapi akhirnya memukul bagian samping Beast King. Ini cukup sulit untuk menanganinya jika kau tidak menggunakan dengan baik. meskipun aku telah bertujuan untuk bergerak, tapi sebenarnya itu hanya bergerak sedikit.

            “Na.....! Kau, barusan...!”

            “Itu sulit dipercaya. Tapi selanjutnya saya akan memukul anda.”

Aku mendekati Beast King dengan kecepatan yang tinggi. Dia juga menggunakan [Accel] dan kami dengan kuat bertukar pukulan sambil mempercepat, menghindari, melompat ke belakang dan membentur satu sama lain lagi. Pertukaran pukulan yang secepat kilat, pedang memukul satu sama lain berulang kali. Aku secara bertahap menyesuaikan kecepatannya. Apakah proses berpikir juga meningkat.

Untuk para petarung  bergerak pada kecepatan yang sama, itu sama dengan pertarungan yang normal, untuk orang normal akan sulit untuk melihatnya. Selain itu, aku memiliki cara yang dapat menggandakan kecepatan lebih jau lagi. dari [Accel] ke....

[Boost!!]

Don! Dan kecepatan meningkat satu langkah lebih jauh. Dengan sihir akselerasi, kaki diperkuat. Kecepatannya sangat cepat yang mungkin tidak bisa dilihat oleh mata normal. Namun dengan seketika [Accel] kecepatannya jauh melebihi dari [Accel] yang normal.

            “Na!?”

Pada saat berikutnya, aku bergerak ke belakang Beast King dan menekankan pedang kayu dekat dengan lehernya.

            “Checkmate”

            “..... Aku tidak tahu arti kata itu, tapi sepertunya aku kalah.”

Dengan kedua lengannya yang diangkat, dan Beast King mengakui kekalahannya. Setelah wasit melihatnya, wasit mengangkat tangan kanannya.

            “Pemenangnya, Mochizuki Touya-dono!”

Pada suara wasit, tepuk tangan meledak dari arena secara serempak. Jujur, aku piki akan ada ejek dengan kalahnya raja negeri ini, tapi sepertinya itu hanya ketakutan dari khayalan ku saja.

            “Bagimu untuk bisa menggunakan [Accel] juga. Entah bagaimana aku memiliki kepercayaan yang penuh dalam kemampuan sihir ku sendiri dan menjadi sombong. Itu sangat penting untuk diingat.”

            “Tidak, ya, hahaha.”

Aku menipunya dengan tertawa. Sihir non-atribut adalah sihir individu. Sehingga hampir tidak bisa dibayangkan bahwa Beast King akan datang melawan seseorang dengan kemampuan yang sama. Itu tidak dapat membantu bahwa Beast King agak waspada. Bahkan saat ini itu bisa dianggap melanggar peraturan.

Tapi aku tida bisa memanfaatkan ke-enam sihir atribut lainnya. Dia terus mengganggu saat aku melafalkan mantra, jadi aku tidak dapat menggunakan salah satu dari mereka. Biasanya penyihir berada di belakang prajurit, sehingga tidak ada yang mengganggu saat mengaktifkan mantra.


Malam itu Istana Kerajaan mengadakan pesta. Ada orang-orang seperti negarawan Misumido, para bangsawan, para pedagang, dan orang-orang yang lainnya yang datang untuk mengucapkan selamat atas kembalinya Olga-san dan sebagai ucapan selamat datang kepada Putri Belfast. Itu tidak seperti pesta yang benar, tidak perlu untuk memakai pakaian yang formal, tapi karena itu adalah acara yang khusus, mereka memakai pakaian yang bagus.

Rompi hitam dengan bagian bawahnya yang putih. Aku punya jubah putih panjang dan sabuk biru tua yang mengikat tubuhku. Aku bahkan mengenakan serban, bayangkan saja penampilan seperti dalam cerita aladdin. Aula di penuhi dengan berbagai jenis orang, dan aku menikmati berbicara dengan semua orang, dan juga makanannya sangat enak.

            “Hei, Touya-dono. Pakaiaan itu cocok dengan mu.”

Dengan sampanye di tangannya, Lyon-san mendekatiku. Karena bebearapa baron (gelar bangsawan) pada umumnya berada di rumah ku, aku kira aku sudah menjadi terbiasa dengan ini.

            “Maksudku, lebih baik jika aku mengenakan sesuatu seperti Lyon-san?”

Apakah pakaian itu cocok atau tidak dengan ku, itu adalah hal yang berbeda. Yah, jika aku mengenakan baju yang sama seperti Lyon-san maka itu akan membuatku merasa sederhana, Untuk dibandingkan dengan orang tampan, itu akan melukai hati ku.

            “Dan, umm, di mana Olga-dono?”

            “Aku belum melihatnya.....”

Lyon-san berpura-pura bersikap biasa. Ngomong-ngomong, dia menjadi tamu kehormatan, tapi masih belum muncul. Apakah kau masih belum datang? Aku memberikan kestaria kegelisahan, yang sedang mencari ke sekitar aula, tersenyum kecut.

            “Touya-san.”

Bersamaan dengan sebuah suara, rubah kecil tiba-tiba muncul dan memegang pinggangku dengan telinganya yang berkedut.

            “Apakah kau Alma?”

Aku mengelus kepala gadis rubah yang mengenakan gaun yang indah. Tepat di belakang Alma berdiri seseorang, pria yang berseri-seri dengan kumis putih. Telinga yang berdiri di atas kepalanya dan memiliki beberapa campuran abu-abu serta memiliki ekor besar yang panjang. Ah, mungkinkah itu....

            “Senang bertemu dengan mu, aku ayah Alma, Alba.”

Seperti yang ku duga. Ayah Alama mengulurkan tangannya dan meraih tanganku sambil melihat anaknya. Hal yang menunjukkan umurnya adalah telinga dan usianya, ya?

            “Senang bertemu denganmu, aku Mochizuki Touya. Touya adalah nama pertama ku dan Mozhizuki adalah nama keluarga ku”

            “Kau lahir dari Ishen?”

Sudah lama sejak aku mendengar kata-kata itu.

            “S-Saya Lyon Brits dari sqhuad pertama kesatria Belfast”

Dia menggigit lidahnya. Sementara terlihat sedikit tegang, dia berjabat tangan dengan Alba-san. Yah, melihat bahwa itu adalah ayah Alma, itu berarti ayah Olga-san juga, tidak sulit untuk memahimnya.

            “Terima kasih karena telah menjaga putri ku”

            “T-Tidak, itu memang sudah menjadi tughas saya!”

Dia menggigit lidahnya lagi. Sepertinya dia terlalu tegang, bukan? Aku mungkin akan mengirimkan dia life raft, tapi aku akan berbicara pada Alba-san?

TL Note : Life Raft adalah perlengkanapan keselamatan pada kapal laut

            “Apa yang Alba-san lakukan?”

            “Aku bekerja sebagai pedagang. Aku mengisi persiediaan berbagai barang yang bagus dari Belfast.”

Seorang pedagang? Sepertinya dia menerima perlakuan yang baik.

            “Baru saja aku berhasil mendapatkan sesuatu yang disebut [Shogi] dan aku pikir itu akan terjual dengan baik di sini. Bahkan dikatakan bahwa Yang Mulia Raja Belfast sangat menyukainya.”

Sejak kapan menjadi seperti ini? Sepertinya Olga-san telah menulis tentang hal itu dalam surat dan mengakibatkan ketertarikan yang besar.

            “Jika itu Shogi, maka aku memiliki satu set lagi yang bisa aku berikan”

            “Oh benarkah!? Aku akan sangat menerimanya, aku ingin melihat yang nyata setidaknya sekali.”

Kalau tidak salah, aku meninggalkannya di kereta kuda.

            “Baiklah, aku akan mengirimkannya besok. Tapi aku punya beberapa urusan yang harus dihadiri, Lyon-san, bisakah kau mengirimkannya ke rumah Alba-san? Olga-san tahu aturan mainnya jadi kau dapat belajar darinya.”

            “Eh!? Aku!?”

Lyon-san tiba-tiba mulai gemetaran dan menjadi bingung.

            “Ayah Lyon-san adalah Jenderal yang sangat dipercaya oleh Yang Mulia Raja. Dia akan menjadi lawan Shogi yang baik.”

            “Hou, Jenderal Lyon!? Yah, silahkan datanglah ke rumah kami dan mari mengobrol dengan kami.”

Alba-san menunjukkan senyum yang berseri-seri saat dia berbicara kepada Lyon-san. Mungkin sebagai calon suami bagi putrinya tidak boleh ada masalah dengan hubungan keluarganya. Akan lebih baik jika Alba-san melihat dia sebagai pemuda yang menguntungkan. Yah, meskipun pernikahan itu sebenarnya tergantung pada perasaan ke dua orang, itu mungkin hanya dilihat sebagai campur tangan yang tidak diinginkan.

            “Ha! Kalau begitu, saya sangat menantikannya!”


Lyon-san berdiri dengan tegak. Dia kaku seperti biasa. Tidak akan apa-apa, bukan? Sementara khawatir tentang kesatria yang berdiri di samping ku, tiba-tiba ada sebuah keributan di aula. Apa sesuatu telah terjadi?




Kembali ke Chapter 43                                                Menuju Chapter 45


Related Posts

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 44 Bahasa Indonesia
4/ 5
Oleh

3 komentar

November 17, 2016 at 10:08 PM delete

mksh min... lgi mood bgs ya tumben gag jum'at

Reply
avatar