Wednesday, November 23, 2016

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 46 Bahasa Indonesia





Arc 6 : Negara Demi-human, Misumido


Chapter 46 : Pembuatan Pistol dan Senjata Jenis Baru




Kemarin aku dengan sopan menolak Kepala Klan Fariy, Rin, yang memerintahkan “Jadilah murid ku”. Siapa yang ingin belajar kepada seorang guru iblis seperti mu? Aku tidak memiliki kecenderungan yang aneh. Dan dia terkejut untuk sementara waktu.

Pesta berakhir dengan baik dan kami kembali ke kamar kami, dan tidur di tempat tidur yang empuk. Meskipun tidak bisa tidur untuk beberapa saat, kami tertidur tanpa menyadarinya, dan pagi pun datang.

Sekarang, aku memiliki sesuatu yang ingin aku coba. Aku melihat beberapa situs dengan smartphone ku, tujuannya adalah untuk menggambar sesuatu dengan [Drawing] dan menyalinnya.

Setelah sarapan, aku pergi dengan membawa beberapa kertas bersama Kohaku dan pergi ke tempat Perdama Menteri, Graz-san.

Ketika menyatakan ingin pergi keluar, aku dipinjamkan medali untuk melewati gerbang istana. Pada saat itu, aku telah diminta untuk membuat beberapa salinan menggunakan [Drawing]. Rupanya Graz-san menginginkannya juga.

Dan kemudian aku pergi ke tempat Lyon-san dan menyerahkan Shougi. Ngomong-ngomong kota Leaflet sedang direvitalisasi oleh Shougi, aku harus bertanya padanya untuk memperlihatkan kebenarannya pada Alba-san.

            “Ara, apakah kamu akan pergi keluar?”

Kami telah menyelesaikan urusan kami di istana, lalu saat kami menuju gerbang istana, tiba-tiba kami bertemu dengan Yumina dan Lindsey, yang telah sarapan. Sepertinya mereka keluar untuk berjalan-jalan pagi di halaman.

            “Kami akan berbelanja di sekitar istana. Mau ikut?”

            “Tentu.”

            “.... Aku juga.”

Meskipun aku berpikir untuk mengajak Elsie dan Yae juga, tapi menurut Lindsey, mereka berdua sedang berlatih bersama kapten prajurit Misumido di arena..... Dan sepertinya tidak mungkin jika Beast King juga ikut berpartisipasi, kan?

Kami melewati gerbang dan masuk ke daerah di sekitar istana, mari kita lihat, e-to, hah?

            “.... Di mana mereka menjual logam?”

            “Logam, itu?”

            “Un, barang-barang seperti tembaga atau besi, dan akan bagus juga jika mereka menjual batang logam.”

            “Aku tidak yakin apa itu batang logam, tapi jika kau pergi ke blacksmith, mereka mungkin akan menjualnya.”

Aku mengerti. Aku mencari blacksmith pada smartphone. Hanya ada beberapa? Mari kita pergi ke arah yang paling dekat. Pergi ke sebelah timur seperti yang ditunjukan pada peta, blacksmith ada di persimpangan jalan. *Kan kan*, suara pukulan palu dapat didengar dari dalam toko.

            “Yo, selamat datang. Ingin menempa atau mempertajam?”

Aku berbicara dengan pegawai toko yang ada di hadapanku. Kami bertukar beberapa barang, aku menukarkan beberapa buku yang bersampul tipis untuk besi dan batang logam. Aku pergi ke toko perabotan dan membeli papan karet sol sepatu.

            “Sekarang, tinggal bubuk mesiu......?”

Aku ragu-ragu untuk mencari “Bubuk mesiu”. Dan ternyata muncul. Toko perlatan alat sihir.... Ya, itu tidak seperti perlatan sihir. pokoknya, aku membeli 3 botol bubuk mesiu. Dengan ini aku telah selesai mengumpulkan semua bahan?

            “.... Apa yang ingin kamu buat.....?”

Lindsey melihat barang-barang yang aku beli dan bertanya dengan wajahnya yang bingung.

            “Sebuah senjata, aku akan mencoba dan membuatnya satu.”

            “Sebuah senjata?”

Saat kedua gadis itu memiringkan kepalanya dengan bingung, aku membawa mereka ke sebuah gang, dan aku menggunakan [Gate] untuk kembali ke ruangan di istana. Aku membawa tanduk naga, dan menggunakan [Gate] lagi untuk pergi ke hutan dekat Ibukota Misumido. Jika di sini, maka orang-orang tidak akan menyadarinya. Aku menempatkan beberapa kertas dan mengatur batang logam pada kertas, sehingga kertas itu tidak akan terbang jauh.

            “Baiklah, sekarang giliran tanduk naga.....Ah”

Sial. Aku tidak bisa menggunakannya seperti ini. Itu seharusnya dipotong agar ukurannya menjadi lebih kecil. Aku ingin tahu apakah ada sesuatu untuk memotngnya..... Maksduku tidak ada alat yang dapat memotongnya di sini?

            “Lindsey, maaf, tapi bisakah kau memotong ini dengan sihir?”

            “Tentu”

Aku menentukan ukurannya agar sesuai dengan yang aku inginkan.

[Keluarlah Air, Mata pisau katana yang cerah dan dingin; Aqua Cutter]

Sebuah suara tiba-tiba bergema dengan sebuah cahaya dan tanduk naga pun terpotong. Ya, dengan adanya Lindsey di sini benar-benar sangat membantu. Bagian yang dipotong terlihat lebih ringan. Meskipun ringan, kekuatannya masih tidak diragukan, karena jauh lebih kuat dari besi.

Otto, tidak ada waktu untuk merasa kagum. Ayo kita mulai? Saat memainkan beberapa kumpulan kertas, setiap bagian dicatat satu per satu. Ini mungkin terlihat sedikit aneh, tapi semua bagian secara perlahan datang bersama-sama. Baiklah, mari kita lakukan.

[Modeling]

Secara perlahan tanduk mulai terbentuk. Laras, silinder, pegangan pemicu.... sedang dibuat, pada saat yang sama pegangan muncul, kemudian semuanya terakit sekaligus.

Setelah 10 menit, di tangan ku terdapat sebuah senjata dengan kilauan hitam, itu adalah sebuah revolver. Aku sementara menggunakan model Remington sebagai referensi.

Karena aku ingin membuat yang semi-otomatis, aku mengubahnya dan membuatnya menjadi doble action. Aku juga mengubah silinder dan akhirnya menjadi sesuatu yang sama sekali berbeda. Desainnya terlihat keren, jadi aku menggunakannya sebagai referensi. Menggenggam pistol, aku memastikan sensasinya. Un, tidak buruk. Rasanya sedikit ringan, tapi aku rasa tidak terlalu buruk.

TL Note :

Kali aja ada yang masih bingung, mungkin bisa baca ini !

Revolver : Adalah sejenis senjata api, di mana peluru dimasukkan ke sebuah tabung yang berputar. Terbagi menjadi dua jenis, yaitu :

Single-Action : revolver dengan pelatuk (pelatuk yang memukul peluru sehingga meledak dan mendorong peluru keluar) yang harus ditarik ke arah belakang dengan ibu jari sebelum menembak, seperti revolver jenis colt. Silindernya pun harus diputar secara manual.

Double-Action : revolver dengan pelatuk yang bergerak secara otomatus bersamaan dengan ditekannya pelatuk (dan silindernya bergerak ke arah peluru selanjutnya secara otomatis sesudah peluru keluar).

Aku mengambilnya langsung dari wiki, jadi maaf kalau ada kesalahan dan jika kalian mengetahuinya tolong beri tahu. 

            “Selanjutnya adalah peluru.”

Aku menggunakan batang logam dan mesiu, dan membuat 50 peluru. Untuk saat ini, ini seharusnya cukup. Memuat 6 peluru ke dalam silinder...... Tapi sebelum itu.

[Enchant : Aport]

Aku memberikan sihir [Aport] pada pistol. Selanjutnya.....

[Program dimulai

/Gerakan : Pemiliki mengatakan [Reload]

/Aktivasi : Ketika menembakkan peluru dengan kecepatan tinggi.... [Aport] dalam radius satu meter peluru kosong yang keluar dari silinder, dan isi kembali dengan peluru yang baru

/Program berakhir]

Ok, ini bagus. Memuat setiap kali rasanya menyedihkan. Orang lain biasanya mengatakan akan lebih baik untuk membuatnya otomatis, tapi aku lebih suka seperti ini. Aku sekali lagi memuat peluru, mengarahkan pistol ke arah pohon yang berada di hadapan ku, dan menarik pelatuknya.

*Bang!* Suara meledak dan peluru diluncurkan. Oou, itu memiliki dampak yang lebih besar dari yang aku bayangkan. Peluru... terlihat seperti menghilang. Aku melanjutkan dengan peluru kedua dan ketiga, aku mulai berpikir bahwa akurasinya tidak terlalu tinggi. Bahkan tidak terbang lurus... Aku mengerti, aku tidak membuat sebuah rifling. Dalam laras ada sebuah alur spiral. Dengan ini akan memberikan peluru akurasi dan kestablian yang tepat, yang akan membuat peluru terbang lurus. Aku menggunakan [Modeling] dan membuat riffling tersebut. Setelah itu, mencobanya dan menembakan peluru lagi, kali ini terbang lurus. Setelah menembakan semua peluru, aku mengisinya kemabali

TL Note : Rifling = alur spiral pada bagian laras dam senjata api, berfungsi untuk meningkatkan akurasi dan kestabilan pada peluru.

[Reload]

Dengan kata-kata ku, 6 peluru kosong jatuh ke tanah, dan kemudian 6 peluru menghilang dan dimuat ke dalam silinder lagi. aku menarik pelatuk dan peluru diluncurkan. Un, tidak ada masalah.

            “Apakah kamu menyelesaikannya?”

            “Un, ya. Ini disebut [Pistol]. Ini digunakan untuk pertempuran jarak jauh. Ini dapat digunakan dengan satu tangan dan lebih kuat dari busur dan anak panah.

            “.... Itu sangat hebat. Ini seperti meriam mini....”

Lindsey bergumam sambil melihat pistol yang aku genggam pada tangan ku. Yah, itu mungkin terlihat seperti meriam dari dunia ini. jujur, seorang penyihir yang menggunakan [Explosion] cukup banyak dalam kelompok, jadi itu tidak akan terlalu digunakan.

            “Pistol telah selesai, tapi aku masih memiliki sesuatu yang ingin aku coba”

Sementara berkata begitu, aku melepaskan semua peluru dari silinder dan meninggalkannya satu di tangan ku.

[Enchant : Explosion]

Aku membarikan peluru sihir [Explosion]

[Program dimulai

/Gerakan : Saat bagian ujung dari peluru yang diluncrukan bertubrukan

/Aktivasi : [Explosion] diaktifkan pada pusat peluru

/Program berakhir]

Aku memuat peluru yang telah diberi sihir itu ke silinder, dan mengarahkannya pada pohon yang telah digunakan untuk latihan. *Dogooon!* ledakan berderu, dan pohon yang telah ditembak hancur. [Explosion] sepertinya bekerja dengan baik.

            “Na.....!”

            “Hawawa......”

Lindsey dan Yumina lutunya melemah dan jatuh ke bawah. Baiklah, dengan ini aku bisa menggunakan sihir serangan tak terbatas. Menggunakan [Enchat] dan [Program] pada setiap peluru sepertinya menyedihkan. Ya, itu mungkin untuk melakukan semuanya sekaligus, jadi aku benar-benar tidak terlalu mengkhawatirkannya.

Menggunakan peluru berlapis karet dengan [Paralyze] untuk menyerang musuh tanpa membunuh mereka. Tidak ada senjata lain yang lebih nyaman daripada ini. (yah jika pihak lain memiliki [Paralysis], maka itu sepertinya tidak akan bekerja)

Mengabaikan persyaratan atribut dan dapat menggunakan sihir apapun adalah kekuatan utama. Bahkan Yumina yang tidak memiliki atribut api bisa menggunakan [Explosion].

            “Touya-san bisakah kamu membuatkan ku salah satu yang seperti itu juga?”

            “.... Aku juga ingin satu ~ desu”

            “Eh?”

Ketika Yumina dan Lindsey meminta, aku memikirkannya. Untuk mereka berdua yang telah melihat senjata itu, bisa dimengerti bahwa mereka ingin senjata semacam ini, tapi aku khawatir tentang itu, karena terlalu berbahaya. Untuk pemula, Yumina mengatasi bahaya menggunakan sesuatu seperti busur dan Lindsey dapat memotong sayap naga, itu semua memang kenyatannya. Ya, untuk saat ini aku hanya akan memberi mereka peluru berlapis karet dengan [Paralyze].

            “Baiklah, untuk saat ini pilihlah desain yang kalian inginkan”

Memikirkan gambaran dari berbagai jenis senjata, dan aku menggunakan [Drawing] untuk memperlihatkannya. Mereka berdua melihatnya, dan tak lama kemudian, Yumina memilih M1860 colt-army, dan Lindsey memilih S7W M36, itu adalah laras berjenis S&W.

Dibandingkan dengan Lindsey, untuk Yumina mungkin itu agak terlalu besar untuk tangan seorang gadis, pikirku. Tapi aku akan melakukan sesuatu dengan desainnya. Bagian dalamnya tidak berbeda dengan ku. Seperti kaliber. Itu secara relatif dibuat seperti itu..... Hanya untuk membuat peluru terbang, kau juga bisa memiliki peluru pistol perak.... Yah, tidak ada lasan untuk menjadi begitu terobsesi, kan? Mereka hanya ingin menembakan pistol.

Selanjutnya tanduk naga dipotong mejadi senjata untuk mereka berdua, dan kemudian menyerahkannya kepada mereka. Sementara itu, aku melakukan [Program] agar mereka dapat menggunakannya. Aku membuat sekitar 100 peluru berlapis karet yang tidak di berikan sihir, dan menyerahkan peluru kepada masing-masing dari mereka, dan kemudian mereka segera mulai menembaknya untuk merasakan sensasinya.

Karena tanduk naga itu lebih ringan dari pistol pada normalnya, jadi itu akan mudah digunakan oleh mereka. Sekarang, inilah yang sebenarnya. Pistol hanyalah bagian dasar dari senjata utama ku.

[Modeling]

Bagian dari tanduk naga dipotong sekali lagi, dan berubah menjadi bentuk pistol. Namun, meskipun terlihat sama, yang satu ini digunakan untuk tujuan yang berbeda. Ada sebuah pisau yang memanjang dari bawah moncong pistol dan di depan pemicunya. Genggamannya sedikit membentuk sebuah lengkungan. Ini lebih terlihat seperti dagger dibandingkan dengan pistol. Pistol dan pisau yang digabungkan. Pisau sekitar 30 cm dan terlihat agak tebal. Itu dibuat agar menjadi cukup berat.

[Program dimulai

/Gerakan : Pemilik menyatakan kondisi [Blade Mode] - [Gun Mode]

/Aktivasi : Menggunakan [Modeling], bagian pisau berubah antara dagger dan long-sword dengan perubahan bentuk yang sangat cepat

/Program berakhir]

Selain itu, aku menggunakan [Program] untuk menambahkan fungsi isi ulang peluru seperti sebelumnya. Aku mengisi peluru dan menarik pelatuknya. Peluru menghancurkan cabang pohon diikuti dengan letusan dari pistol. Bagus, sepertinya tidak ada masalah pada fungsi pistolnya.

[Blade Mode]

Bereaksi terhadap perintah ku, pisau yang berukuran 30 cm secara langsung berubah menjadi sebuah pedang yang berukuran 80 cm. Pisau itu menipis sekitar 2/3, pisau itu menebal untuk memungkinkan perluasan, dan itu sama sekali tidak terasa berat.

[Gun Mode]

Pisau kembali ke bentuk pendeknya. Bagus, fungsi transformasinya sepertinya bekerja dengan baik.

            “Itu sangat hebat, pedangnya bisa menjadi senjata juga?”

            “Berbeda dengan Elsie dan Yae yang merupakan penyerang bagian depan, dan kau yang menjadi bagian belakang, aku pikir lebih baik jika aku bisa melakukan keduanya.”

Aku menjawab pertanyaan dari Yumina. Selain itu, selama pertarungan dengan Beast King, ada waktu di mana aku tidak bisa menggunakan sihir, jadi aku pikir aku harus menemukan cara untuk mengatasinya, dan itulah yang aku pikirkan.

            “.... Dan, apa nama dari senjata itu?”

            “Itu benar...... Bagaimana kalau [Byrnhild] ?”


Aku menjawab sambil terseyum kecut mendengar pertanyaan Lindsey. Dibandingkan dengan senjata lengendaris seperti [Excalibur] atau [Barumunk], aku lebih suka nama senjata terkuat dari game retro kesukaanku. Game itu benar-benar menyenangkan.

Dengan senjata baru yang telah aku dapatkan, Brynhild, mengingatkan ku pada dunia fantasi yang aku damabakan saat masih kecil, aku sekarang menggunakan pedang itu dan merasakan perasaan yang baru dalam hidupku yang bermasalah ini.





Kembali ke Chapter 45                                                Menuju Chapter 47


Related Posts

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 46 Bahasa Indonesia
4/ 5
Oleh

4 komentar