Wednesday, November 9, 2016

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 39 Bahasa Indonesia


Arc 6 : Negara Demi-human, Misumido


Chapter 39 : Sungai Besar Gau dan Aksesoris

            “Ini bohongkan...... Itu adalah Sungai? Itu terlihat seperti laut.......”

Sejauh mata memandang, yang dapat dilihat hanyalah air, air, dan air. Tanah dapat dilihat walaupun agak samar-samar di balik cakrawala. Ini menyerupai perasaan ketika aku melihat Hokkaido dari Aomori, saat aku pergi ke sana waktu masih kecil. Jika kita asumsikan begitu, maka sepertinya ada daerah yang setidaknya sama dengan Selat Tsugaru....?

Enam hari setelah kami berangkat, kami akhirnya tiba di Canaan, kota paling selatan di Kerajaan Belfast. Dari sini, kami harus naik kapal dan menuju kota Langley pada Kerajaan Misumido yang berada di seberang sungai.

Namun, seperti yang diharapkan dari kota yang menghubungkan Belfast dengan Misumido, ada banyak demi-human di tengah-tengah kota. Dimulai dengan demi-human berjenis anjing dan kucing, ada yang mempunyai sayap burung di belakang tubuhnya, ada yang mempunyai tanduk di dahinya, ada yang mempunyai sisik pada bagian tubuhnya, ada juga yang berjenis demi-dragon dengan ekornya yang tebal.

Tampaknya demi-human dan manusia sepertinya dapat hidup dengan damai di kota ini.

Ketika kami tiba di tepi sungai, ada berbagai macam kapal di sana. Namun, kebanyakan dari mereka adalah kapal yang berukuran kecil, di antara mereka juga ada kapal-kapal yang berukuran sedang dan sepertinya tidak ada kapal yang berukuran besar. Ini terlihat seperti kapal layar, tapi sebagian besar yang berada di sana tidak terlihat seperti kapal layar, memberikan gambaran seperti perahu layar yang sederhana. Karena orang yang dapat menggunakan sihir atribut angin bisa mengendalikan kapal apapun, jika kau ingin tiba di seberang sungai dalam waktu dua jam, sepertinya kapal yang seperti ini sudah cukup.

Kami akan menitipkan kereta kuda di sini dan menggunakan kapal untuk menyeberang ke Misumido. Dan juga, sepertinya kereta kuda telah dipersiapkan di seberang sana.

Aku meninggalkan orang-orang Misumido, Olga-san dan Garun-san, tidak jauh dari kapal kita, telah naik. Aku melihat sebuah toko yang sedang buka di jalanan.

            “Ah, mereka menjual kerajinan tangan di sana.”

            “Yang satu ini.... Mempunyai berbagai macam sutra yang bagus dijual di sini.”

Alma dan Yumina yang berada di sampingku bergumam sambil melihat barang yang dijual. Itu karena ini adalah kota terakhir dari Belfast. Ini tidak dapat membantu, karena ada banyak toko-toko souvenir di sini.

            “Oh? Touya-san, itu.......”

            “Nn?”

Untuk Yumina, dia sedang melihat toko yang menjual aksesoris seperti bros, cincin dan kalung, di depannya adalah Lyon-san yang terlihat khawatir dengan wajahnya yang terlihat bermasalah. Dia harus mengirimkan surat ke istana kerajaan, kalau aku tidak salah. Lyon-san tampaknya ragu-ragu untuk membeli aksesoris. Tapi, itu adalah barang yang tepat untuk wanita?,,,, Ah, aku mengerti. Jadi seperti itu.

            “Lyon-san, apakah itu sebuah souvenir untuk keluargamu?”

            “Eh? uh, Touya-dono!? Tidak, ini, apa, eh ~ mo, ini untuk ibuku.... Itu benar! Ini untuk ibu, aku sedang memikirkan apa yang harus aku belikan untuknya.....”

            “Hee ~”

Ini tidak terlihat seperti dia kebingungan untuk memberikannya kepada ibunya. Yah, kita biarkan saja, dan tidak terlalu untuk mengurusinya terlalu dalam.

            “Ada banyak aksesoris yang dijual, kah? Benar, Alma pilihlah salah satu yang kau inginkan, itu akan menjadi hadiah untuk mengingat Belfast.”

            “Apakah itu tidak apa-apa”

Alma dengan senang hati mengambil satu bros dari tengah aksesoris yang berbaris. Ini bros yang terbentuk dari tanaman anggur dan cocok ditempatkan pada buah amethysts. Rubah dan anggur..... Itu mengigatkanku pada seekor peri.

            “Itu sangat cocok denganmu, Alma”

            “Ehehe, terima kasih banyak.”

Aku membayar uang kepada penjual sambil melihat Alma yang tertawa gembira. Dan dari sini, aku mungkin akan menanyakan informasi yang perlu diketahui oleh Lyon-san.

            “Aku ingin tahu, apakah Olga-san akan menyukai bros yang seperti ini?”

            “Nn—, Onee-chan suka dengan desain yang ada bunganya. Terutama yang ini, dia sangat suka bunga, seperti bunga Eriusu ini, dia sering membelinya.”

Dan sambil berkata begitu, Alma menunjuk pada salah satu hiasan rambut. Itu diwanai dengan bunga yang seperti bunga sakura, itu terlihat sederhana, tapi itu adalah hiasan rambut yang indah.

Ekspresi Lyon-san menjadi gembira setelah mendengar kata-kata itu.

            “Kalau begitu, aku akan membeli yang ini. Lyon-san harus segera kembali ke kapal juga. Kita akan segera pergi.”

            “Ah, ya. Aku akan segera kembali.”

Kami meninggalkan tempat itu dan ketika aku melihat kembali setelah beberapa saat, Lyon-san membeli hiasan rambut Eriusu itu, aku bisa melihatnya dari kejauhan bahwa ia telah membeli dan membungkusnya.

            “Itu bagus bukan, Touya-san”

Aku menerima pujian dari Yumina. Apakah kau menyadarinya? Meskipun Alma tidak menyadarinya.
            “Hanya saja, aku juga ingin sebuah hadiah.”

            “... Maaf”

            “Yah, jika aku menerima sebuah cincin untuk jari ke-4 pada tangan kiriku, aku sudah puas dengan itu.”

Dengan wajah yang penuh dengan senyuman, Yumina mendekat dan menempel pada lenganku. Haruskah aku membelikannya aksesoris....? Hukuman yang terlalu besar. Sambil berpikir tentang itu, kami kembali ke kapal kami.


——

———

            “Sepertinya kita telah sampai dengan cepat”

            “Itu karena hanya membutuhkan waktu sekitar 2 jam ~ de gozaru na”

Sementara Elsie dan Yae berkata begitu, mereka membawa sebuah kotak dari kapal yang berisi cermin-panjang, yang akan diberikan pada Raja. Juga diikuti dengan Alma dan Yumina yang membawa barang bawaannya bersama dengan Kohaku, terakhir adalah aku yang juga turun dari kapal dengan menggendong Lindsey.

            “.... Maaf, Touya-san.....”

            “Tidak apa-apa, jangan pikirkan.”

Lindsey mabuk laut selama sekitar 1 jam setelah naik kapal. Aku berusaha untuk menyembuhkannya dengan [Recovery] tapi tampaknya tidak terlalu berpengaruh. Aku pikir ini juga merupakan keadaan yang tidak normal. Mengapa tidak bekerja, yah?

Dia baik-baik saja meskipun tergoncang saat menaiki kereta kuda, tapi tidak bagus dengan kapal yang bergoyang. Yah, aku juga tahu seseorang yang tidak sakit saat naik mobil, tapi akan sakit saat menaiki kapal, itu mirip dengan sesuatu yang seperti ini?

Kami memandang ke sekeliling kota Langley setelah kami sampai. Ini sudah berada di negara demi-human, Kerajaan Misumido. Hanya butuh sekitar 2 jam untuk menyeberang dengan kapal, meskipun tidak ada yang terlalu berbeda, tapi ada banyak demi-humani di sini jika dibandingkan dengan kota Canaan yang sebelumnya.

            “Kota ini lebih besar dari yang aku pikirkan.”

            “.... Apakah karena tempat ini masih dekat dengan Belfast?”

Lindsey memberikan balasan kecil atas gumamanku. Ketika kami maju mengikuti arahan Olga-san sambil mengamati kota, di kota Canaan, kami telah meninggalkan tiga kereta kuda di sana.

            “Apa yang akan kita lakukan, Touya-san. Jika kondisi Lindsey-san memburuk, apakah kita harus beristirahat dulu untuk hari ini, dan kemudian berangkat besok?”

Olga bertanya dengan cemas.

            “Aaah, mou, aku baik-baik saja ~ desu. Aku sudah menjadi sedikit lebih baik ketika aku sudah turun dari kapal.”

Lindsey turun dari punggungku. Dan Elsie tertawa *susususu*...... mendekatinya, dan kemudian berkata kepada adiknya.

            “Tidak apa-apa, jika kau masih ingin mendapatkan gendongan lebih kama lagi, Lindsey ~”

            “Onee-chan, Ap-apa yang kamu katakan!? Apa yang kamu katakan.”

Lindsey meninggikan suaranya. Meskipun aku tidak tahu bahkan jika dia tidak mengubah caranya, telinganya memerah. Yah, sepertinya jika digendong terus mungkin akan terlihat memalukan.

            “Baiklah, mari kita berangkat satu jam lagi. Sementara itu, aku akan mengirm surat kepada Raja Misumido.”

            “Ah, ka-kalau begitu aku juga akan ikut. Karena aku tidak tahu tempat ini!”

            “Ya, kalau begitu Lyon-san juga ikut.”

Mereka berdua berjalan bersama-sama sambil tertawa. Entah bagaimana ini membuatmu seperti merasakan perasaan yang menyenangkan. Aku sepertinya sedikit mengerti tentang perasaan seseorang yang hidup saat menjadi mak comblang untuk wawancara pernikahan.

            “Touya-dono, sebentar lagi tidak akan ada kota-kota besar, jadi aku pikir kamu harus membeli hal-hal yang diperlukan sekarang.”

Kata kapten Guran-san yang merupakan demi-human berjenis serigala, jadi kita masing-masing memutuskan untuk pergi berbelanja dan bertemu di sini satu jam lagi. Sambil bersama Kohaku, aku membeli persediaan dan hal-hal kecil termasuk teh bersama dengan Yumina dari toko yang berada di pinggir jalan.....Nn?

Aku mempertajam inderaku sambil melihat ke sekeliling..... Apakah itu hanya perasaanku?

            “Apakah ada sesuatu yang terjadi?”

Yumina memanggilku yang bertingkah agak aneh.

            “Tidak....Hanya saja seperti ada seseorang yang sedang mengawasi kita..... Sepertinya itu hanya perasaanku saja.”

            “Bukanakah karena mereka melihat sesuatu yang tidak biasa seperti Kohaku-chan?”

Harimau putih di Kerajaan Misumido dianggap sebagai makhluk suci. Kau tidak boleh membunuh mereka dan kau juga tidak boleh menangkapnya. Seandainya ada yang mengambil Kohaku dan memasangkan rantai pada lehernya, aku akan mengecamnya. Pada akhirnya, Kohaku mengikuti kita karena kehendaknya sendiri.

[Tidak, master. Seseorang pasti telah mengawasi tindakan kita. Bukan aku, tapi master dan semuanya. Tapi sekarang hawa keberadaan mereka telah menghilang.]

Aku melihat-lihat ke sekitar sekali lagi sambil berkomunikasi dengan Kohaku. Aku ingin tahu siapa mereka? Sepertinya kita harus lebih berhati-hati.

Setelah itu, aku membeli sepuluh buah (Penampilannya seperti buah pir, dan baunya seperti apel) yang belum pernah aku lihat sebelumnya, dan kembali ke tempat semuanya.

Semuanya sudah berada di kereta kuda, sepertinya aku adalah yang terakhir.

            “Sekarang semuanya sudah ada di sini, kalau begitu, sekarang kita berangkat.”

Ketika Olga-san berkta begitu, para prajurit yang mengawal mulai menaiki kereta kuda di bagian depan dan belakang. Dengan kami yang berada di kerta kuda yang ada dibagian tengah. Elsie dan Yae duduk di kursi pengendara, dan ketika yang lainnya sudah naik, aku melihat hiasan rambut yang dihiasi dengan bunga yang terlihat seperti bunga sakura pada rambut Olga-san.

            “Ara, hiasan rambut yang indah. Itu sangat cocok denganmu”

            “Eh? aku, aku mengerti, terimakasih banyak.”

Yumina juga dengan cepat melihat hiasan rambut dan memujinya, Olga-san tertawa dengan sedikit malu-malu. Lyon-san pasti telah memberikannya ketika mereka sendirian. Kau telah melakukannya.

            “Aku juga ingin menerima hiasan rambut seperti itu dari seseorang yang aku suka. Aku pikir bahwa itu sangat mengagumkan untuk pria memberikan sebuah hadiah, seperti telah menunjukkan perasaanya. Tentu, jika itu diungkapkan dengan sikap, maka itu mungkin seperti memberikan sebuah pelukan........”

            “Entahlah, mari kita pergi!”

Semenjak percakapan telah berubah menjadi aneh, aku pindah ke kursi penumpang dengan cepat. Dia mungkin tiba-tiba menjadi pendendam. Alma adalah satu-satunya yang aku berikan hadiah, itu mungkin tidak baik bahwa aku tidak memberikan apa-apa untuk Yumina—

TL Note : Hmmm Yandere, kah :v

 Berkata seperti itu, mungkin aku bisa memberikannya sebuah pelukan sebagai penggantinya. Aku harus memikirkan sesuatu..... Tunggu, kali ini mungkin akan berubah menjadi buruk jika aku hanya memberikan hadiah untuk Yumina.

Mungkin itu tidak akan baik, jika itu dikira sebagia hadiah untuk seorang kekasih. Jika aku juga memberikannya kepada ketiga gadis yang lainnya, aku ingin tahu apakah itu akan baik-baik saja, jika aku memberikannya kepada mereka sebagai bentuk apresiasi.

Aku menggunakan [Modeling] untuk membuat hadiah yang akan diberikan kepada mereka ber-empat, aku mulai memeriksa aksesoris terbaru dengan pencarian gambar pada smartphone ketika aku sedang duduk di kereta kuda.






Kembali ke Chapter 38                                                Menuju Chapter 40


Related Posts

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 39 Bahasa Indonesia
4/ 5
Oleh

2 komentar