Tuesday, November 8, 2016

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 38 Bahasa Indonesia



Arc 6 : Negara Demi-human, Misumido

Chapter 38  : Menuju Negara Beastmen dan Serangan Kejutan

Kereta kuda terguncang selama perjalanan. Ada tiga jenis kereta kuda dengan atap yang lebar dan saling terhubung ditarik oleh dua kuda, sedang maju di jalan. Yang pertama adalah milik Belfast, yang ketiga milik kelima prajurit yang mengawal ke Misumido. Dan yang satunya lagi berada di tengah, yang membawa kita dan duta besar Misumido, Olga-san dan adiknya, Alma.

Di kursi pengendara kuda, ada Lindsey dan Elsie, dan kami semua sedang melakukan pertandingan yang panas.

            “Ununu.... Yang ini ~ de gozaru!”

Yae menurunkan wajahnya ke bawah kartu. Namun, nomor kartu yang berada di atas meja salah satunya berbeda.

            “Sayang sekali, yang benar adalah yang ini ~ desu”

Yumina mengubahnya menjadi dua kartu secara berurutan. 2 sekop dan 2 hati. Dia mendapatkan kartu yang benar. Aku dan Olga sedang bermain shougi, saat aku melihat Yumina, Yae dan Alma yang sedang bermain Shinkei-suijaku (memasangkan kartu yang sama) menggunakan kartu.

Kami memiliki banyak waktu luang di kereta kuda yang sedang terguncang, jadi aku membuat shougi dan kartu dengan kertas yang digambar dengan [Drawing] dan papan kayu tipis yang dibuat dengan [Modeling].

Karena aku tidak ingat permainan seperti poker, maka aku tidak memainkannya. Jadi aku mencoba untuk mengajarkan mereka bertiga sebuah permainan sederhana yang memasangkan kartu yang sama. Namun, entah bagaimana, ternyata Yae lemah saat melakukan permainan semacam itu, yang membuatnya kalah secara berturut-turut.

            “Aku kalah lagi ~ de gozaru.....”

            “Yae sepertinya tidak cocok dengan permainan Shinkei-suijaku

Aku memindahkan salah satu bidak ke depan sambil tersenyum masam.

            “Ya, checkmate!”

            “Aah...!”

Olga-san melihat papan dengan serius. Percuma saja, itu sudah checkmate.

            “Aku juga kalah..... Perbedaan kemampuan dengan Touya-dono terlalu besar.”

Olga-san cemberut dan mengungkanpkan rasa ketidakpuasannya. Olga-san baru saja mempelajarinya, jadi tentu saja aku akan menang. Namun, ini membuktikan bahwa dia akan lebih kuat dariku setelah beberapa kali bermain.

            “Yae, bertukar tempat denganku. Mengapa kau tidak mencoba untuk melawan Olga?”

            “Itu benar  ~ de gozaru na. Jika itu shougi, Dolan-san telah melatihku saat di [Silver Moon].”

Itu lebih seperti dipaksa untuk bermain melawannya, bukan dilatih.

Aku bertukar tempat dengan Yae, kemudian aku memberikan Yumina dan Alma penjelasan dari permainan baru saat mengocok kartu. Permainan yang agak sulit [Baba-nuki (old maid)] di mana taktik dan strategi merupakan kunci kemenangan.

            “Fuga......”

TL Note : Aku benar-benar tidak tahu permainan seperti apa itu [baba-nuki / old maid] :3

Kohaku tertidur dengan nyenyak di sudut kereta kuda.

Mereka berdua dengan cepat belajar permainan old maid, Yae dan Olga sepertinya seimbang dan dengan serius menatap papan. Selama terguncang di kereta kuda, kita terus menuju Misumido.


——

——

            “Dan puss in boots pun hidup bahagia selamanya.”

Semua orang yang sedang mengelilingi api unggun bertepuk tangan ketika aku selesai bercerita. Ini agak memalukan. Aku hanya bermaksud untuk menceritakan sebuah cerita pendek sebelum tidur, tapi aku sepertinya terlalu berlebihan.

            “Itu sangat menarik! Touya-san!”

Telinga Alma bergerak *piko piko* mengekspresikan kesenangannya. Ekornya yang agak besar juga bergetar karena bersemangat.

            “Itu adalah cerita yang bagus Touya-dono, dari mana cerita itu berasal?”

            “Ahh, seorang penyair membaritahuku di tempat tinggalku sebelumnya.”

Sepertinya itu menjadi populer untuk para prajurit Misumido yang juga berada di sekitar api unggun. Puss in boots memainkan peran yang hebat untuk menyelamatkan tuannya. Seseorang yang cerdas, yang juga merupakan ahli pedang. Di dunia ini, di mana demi-human di diskriminasi, mungkin tidak ada cerita di mana demi-human seperti ini memainkan peran yang aktif.

            “Touya-san juga tahu berbagai cerita yang lainnya!.”

            “Benarkah!? Kalau begitu, biarkan kita untuk mendegarkannya, Touya-san!”

Alma membungkuk ke depan dengan matanya yang berkilauan dari kata-kata yang diucapkan oleh Yumina yang berada di sampingku. Mereka berdua telah menjadi teman yang baik, kah? Usia mereka sepertinya sama, yang membuat mereka dapat dengan mudah berbicara?

            “Untuk hari ini, sepertinya sudah cukup. Mari kita lanjutkan besok.”

Aku menolak permintaan Alma sambil tertawa lembut. Lalu pada saat itu, salah satu prajurit Misumido yang berada di sekitar api unggun berdiri, menempatkan jari pada mulutnya agar semuanya diam. Telinga yang berada di atas kepalanya bergerak. Apakah itu..... Telinga kelinci? Dia, demi-human berjenis kelinci.

            “Ada beberapa orang yang sedang mendekat..... Mereka menghapus hawa keberadaan mereka sedikt demi sedikit... Sudah jelas bahwa mereka sedang mengincar kita.”

Dari kata-katanya, prajurit yang lainnya mulai menarik pedang mereka secara diam-diam dan mulai bergrak sambil mewaspadai keadaan di sekitarnya. Para penjaga mulai mengubah formasi dengan Olga-san dan Alma di tengah. Para prajurit Belfast yang berada di dekat kereta kuda mengeluarkan pedangnya dan memperkuat kewaspadaan mereka.

            “Aku ingin tahu, siapa mereka?”

            “Mereka mungkin sekelompok pencuri. Ini akan menjadi masalah jika jumlah mereka sangat banyak.”

Kapten Misumido yang merupakan prajurit yang mengawal kita ke Misumido menjawab pertanyaanku. Kapten merupakan pengguna dua pedang, demi-human berjenis serigala.

[Master, saya yakin bahwa mereka akan segera datang. Ini sangat tidak mungkin jika mereka adalah orang yang baik. Seperti yang dikatakan oleh prajurit, jumlahnya mungkin sekitar 18-19 pencuri.]

Kohaku yang berada di dekatku berbicara dengan suara yang hanya bisa didengar olehku. Para pencuri, kah? Haruskah aku memeriksanya.

Aku mengambil smartphone dan menjalankan aplikasi peta. Sebuah peta dengan aku yang sebagai pusatnya telah diproyeksikan. Err.... Untuk saat ini, saat aku mencari para pencuri, pin dijatuhkan pada peta satu demi satu. Oooh, ada banyak.

            “Di sebelah utara ada 8 orang, timur 5 orang, selatan 8 orang, barat 7 orang, semuanya ada 28 orang.”

            “Kau bisa mengetahuinya!?”

Kapten terkejut sambil melihat ke arahku. Jumlah mereka sangat banyak. Kita mungkin bisa menang, tapi tidak mungkin kita bisa lolos tanpa cedera.

            “...... Haruskah aku mencobanya.”

Aku memtuskan untuk mencoba sihir yang aku pelajari baru-baru ini. Aku pikir itu akan baik-baik saja, tapi......

[Enchant : Multiple]

Singkatnya, ini bisa melafalkan mantra secara berturut-turut, aku memberikan sihir non-atribut [Multiple] yang memungkinkan untuk mengirimkannya ke aplikasi peta. Aku menyentuh layar dengan jariku untuk mengunci para pencuri satu per satu. Untuk mengunci mereka semua sungguh merepotkan! Oke, selesai!

 Terakhir, aku melepaskan sihir kepada target yang ada di peta. Pada saat berikutnya, aku mendengar erangan dari hutan dan sekitarnya.

            “Uguu!”

            “Nuaa!”

            “Gyaa!”

            “Hau!”

            “Cough!”

Aku mendengar berbagai macam suara, yang diikuti dengan suara jatuh yang berisik. Entah bagaimana sepertinya aku telah berhasil?

            “A-Apa yang telah kau lakukan!?”

            “Aku menggunakan sihir [Paralyze], aku pikir mereka mungkin akan jatuh dan tidak bisa bergerak.”

            “Apakah itu semuanya!?”

            “Jika hanya ada 28 dari mereka.”

Target kali ini adalah orang-orang yang telah aku anggap sebagai pencuri. Sebaliknya, jika ada orang biasa di antara mereka, maka kemungkinan mereka juga akan terkena. Meskipun aku pikir tidak akan ada sesuatu seperti itu dalam situasi seperti ini. Oleh karena itu aku menggunakan [Paralyze] hanya dalam kasus ini.

Para prajurit masuk ke dalam hutan dan kembali dengan menyeret para pencuri. Totalnya 28 orang. Mereka semua memiliki tato kadal di belakang tangan mereka, yang mungkin merupakan tanda dari kelompok para pencuri. Tidak salah lagi bahwa mereka semua adalah pelakunya.

            “Itu tadi sangat hebat...! Semua dari mereka telah tertangkap dalam sekejap.....”

            “Tidak ada seorang pun yang memiliki talisman (jimat) atau menggunakan sihir pelindung, sehingga tidak membuatku kesulitan. Bahkan sihir pelindung yang kecil pun bisa menghalau [Paralyze].”

Olga-san bergumam dan berbicara dengan ekspresi yang tercengang. Sangat bagus bahwa para pencuri tidak memiliki talisman. Tapi cara ini juga mempunyai beberapa masalah. Untung mereka tidak bergerak dengan cepat, karena jika mereka bergerak dengan cepat, ada kemungkinan mereka bisa lolos dari penguncianku. Dan itu sulit untuk mengunci mereka satu per satu.

            “Tidak, kau telah menyelamatkan kita. Ya ampun, kau benar-benar mengejutkanku.”

            “Tidak, itu karena salah seorang prajurit telah menyadari mereka sejak awal.”

          “Aah, itu Rain. Itu karena dia adalah demi-human berjenis kelinci. Mereka memiliki pendengaran yang tajam.”

Laki-laki bertelinga kelinci tertawa saat kapten telah menyeret para pencuri. Dia memiliki tubuh yang agak kecil dengan rambut merah dan usianya mungkin sama denganku. Dia bernama Ran. Dan nama kapeten yang merupakan serigala adalah Garun-san.

            “Jika manusia, aku pikir kelumpuhan akan terus berlangsung selama setengah hari, apa yang akan kita lakukan pada orang-orang ini?”

            “Itu benar, jika ini adalah Misumido akan lebih baik untuk membunuh mereka, sehingga tidak akan merepotkan”

Garun-san memanggil kapten dari prajurit Belfast. Seorang pemuda dengan rambut pirang dengan armor yang lengkap. Seorang pria yang sangat tampan. Lyon Britts. Yang termasuk dalam kesatria pertama kerajaan. Nama ayahnya adalah Leon Britts..... dan sulit dipercaya bahwa orang ini adalah anak dari Jenderal Leon. Dia sepertinya adalah anak kedua, dan untuk Lyon-san dengan perasaannya yang serius ingin menjadi seperti ayahnya. Lyon-san yang mendengar keadaan dari Garun-san berpikir untuk sementara, sebelum akhirnya membuka mulutnya.

            “Untuk saat ini, mari kita ikat saja mereka dan mengirim mereka ke para penjaga yang bertanggung jawab menggunakan kuda ke kota berikutnya. Kami mungkin akan kembali dengan para pengawal di paga hari, mari kita pergi setelah kami menyerahkan para pencuri?”

Garun-san sepertinya tidak keberatan, jadi kami setuju dengan pendapatnya. Kami mengikat mereka pada bagian belakang punggung mereka. Aku menggali lubang dengan sihir dan mengubur mereka di tanah dengan hanya kepala mereka yang terlihat agar aman. kelumpuhan tampaknya masih bekerja.

            “Kami dan Misumido akan mengurus dan meenjaga mereka. Touya-dono, saya akan meninggalkan tuan putri pada anda.”

Lyon-san berbisik padaku.

Satu-satunya yang tahu bahwa Yumina adalah putri dari Belfast, selain kami, hanya Olga-san dan Lyon-san. Karena anggota yang lainnya sepertinya belum pernah bertemu dengan tuan putri. Kami tidak khwatir itu ketahuan. Selain itu, hanya Lyon-san yang tahu bahwa aku adalah tunangan Yumina (sementara). Meskipun aku belum diberitahu, mungkin para pengawal Yumina telah mengetahuinya.

            “Lyon-dono, aku akan mengambil masalah itu.”

Olga-san datang mendekat dan mengucapkan terima kasih dengan tersenyum. Kemudian, Lyon-san tiba-tiba mulai panik.

            “Ah, tidak, ini, ini adalah tugasku, oleh karena itu.... Tolong, jangan terlalu dipikirkan!”

Ketenangan yang dia tunjukan beberapa saat yang lalu telah hilang, pemuda berambut pirang ini wajahnya telah memerah, setelah mendengar kata-kata Olga-san. Rubah yang cantik itu tertawa dengan aneh sambil melihat dia yang tidak tenang.

Hahahaha. Jadi seperti itu?

Aku perlahan-lahan pergi dari tempat itu, agar mereka berdua tidak menyadarinya. Aku mengamati mereka berdua yang sedang berbicara satu sama lain sambil tertawa.

            “Jadi ini yang namanya masa mu—“

            “Masa muda ~ de gozaru na—“

            “.... Masa muda ~ desu”

            “Benar, masa muda.”

Kalian sejak kapan berada di sini..... Kedua saudara kembar, gadis samurai, dan Kohaku yang sedang dipeluk oleh Yumina juga sama-sama sedang melihat mereka berdua.

            “Aku ingin tahu apakah Olga-san menyadari perasaan Lyon-san ~ de gozaru kana ?”

            “Aku pikir dia menyadarinya. Dia tidak seperti orang bodoh yang ada di sini.”

Eh, mengapa semuanya melihatku? Aku bahkan tidak tahu apa yang mereka maksud.

            “.... Meskipun dia adalah orang yang bodoh, Touya-san terlalu baik untuk semua orang, terlepas dari situasinya.”

            “Ah, aku juga berpikir begitu.”

            “Aku pikir dia juga memiliki sikap yang tidak senonoh ~ de gozaru yo”

            “Mengapa kau tidak mencoba untuk sedikit memahaminya!? Duduk di sini dan dengarkan”

TL Note : Di sini Yae berkata Seiza = duduk dengan lutut pada lantai

            “Mengapa!?”

Aku tidak mengerti. Mengapa menjadi seperti ini?

Namun aku tidak bisa melawan gadis-gadis ini tanpa alasan dan situasi saat ini, aku dipaksa untuk duduk (seiza). Aku sedah dikuliahi. Mengapa?

Aku bahkan tidak mengerti apa yang mereka katakan, yang terus berlanjut sampai larut malam.






Kembali ke Chapter 37                                                Menuju Chapter 39

Related Posts

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 38 Bahasa Indonesia
4/ 5
Oleh

5 komentar

November 8, 2016 at 5:53 PM delete

Adik biasa nya langsung garap banyak nih

Reply
avatar
November 9, 2016 at 10:41 AM delete

Akhirnya keluarkeluar,
Lanjut min.... :)

Reply
avatar
May 31, 2017 at 10:58 AM delete

Main old maid itu asik btw, yg pegang joker terakhir dia yg kalah

Reply
avatar
July 8, 2017 at 3:14 PM delete

Gue sering maen old maid dan juga sering kalah gara gara suka lupa kocok ulang kartu nya

Reply
avatar