Sunday, December 25, 2016

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 58 Bahasa Indonesia


Arc 8 : Negara Suci Ishen


Chapter 58 : Keadaan Takeda dan Penyusupan



            “Apa anda bilang......!?"

Omohue-san kehilangan kata-katanya. Menurut rumor, sepertinya pasukan Takeda sudah dikendalikan oleh ahli strategi, Yamamoto Kanjou.

            “Jika Shingen-dono sudah mati, semua 4 raja Takeda, tanpa terkecuali Kousaka, bisa dipenjara. Kita harus melakukan sesuatu untuk menghentikan ahli strategi itu dan menyelamatkan Takeda.”

            “Kousaka berpura-pura mematuhi ahli strategi, sambil berpikir bagaimana cara untuk menyelamatkan Takeda”

Kunoichi itu sendiri bernama Tsubaki. Rupanya, sang ahli strategi itu menyembunyikan kematian Shingen-dono, dan oleh karena itu, sepertinya dia memanipulasi mayatnya untuk mengontrol seluruh pasukan Takeda dalam kendalinya. Ke-4 raja, yang menyadari ini semuanya telah dipenjara, hanya Kousaka yang mematuhi sang ahli strategi itu, meskipun begitu, dia masih bisa menggerakan bawahannya......

            “Jujur saja, Tokugawa tidak memiliki kewenangan untuk melakukan apapun kepada Takeda, tapi sekarang, Kanjou yang telah memanipulasi pasukan bertopeng pasti akan bisa menghancurkan Tokugawa. Ini benar-benar cerita yang menyedihkan, tapi nasib Tokugawa dan Takeda, semuanya ada pada tangan para tamu yang datang dari Belfast, kau tahu”

Uchitake-san, sambil berbicara begitu, melihat ke arah kami. Sepertinya itu adalah keputusan akhir untuk menyusup ke Tsutsujigasaki, untuk melakukan sesuatu kepada sang ahli strategi, Yamamoto.

            “Apa yang akan kita lakukan, Touya-san?”

Meskipun dia tahu jawabannya, Yumina masih bertanya kepadaku.

            “Aku akan melakukannya. Kami akan menyusup ke Tsutsujigasaki. Karena aku ingin pergi ke reruntuhan Niruya dengan pikiran yang tenang”

            “Saya benar-benar berterima kasih”

Kunoichi-san.... Tsubaki-san menunduk.

            “Jadi, karena kita tidak bisa menyusup dengan banyak orang, aku, Tsubaki-san dan Rin yang akan pergi.”

Dengan Tsubaki-san yang tahu dengan baik bagian dalam dari benteng Takeda, dan Rin yang merupakan bagian dari Klan Fairy yang mahir dengan sihir, aku rasa ini tidak begitu buruk.

Aku merasa tidak enak kepada Pola, tapi aku tidak akan membawanya. Saat aku mengatakan begitu kepada boneka beruang itu, dia menendang lantai, dan mengekspresikan kemarahan dengan seluruh tubuhnya. [Program] yang satu ini benar-benar menakjubkan.

            “Ok, kalau begitu ayo cepat.......”

            “Tunggu, tunggu! Kau ingin menyusup di tengah hari seperti ini? Bukankah lebih baik menunggu sampai malam tiba?”

Aku berdiri dengan penuh semangat, dan kemudian Elsie mengatakan sesuatu yang masuk akal. Oh, itu benar juga.

Pada malam hari, hanya akan ada beberapa orang, dan itu juga akan sulit untuk menemukan kami. Karena penyusupan ditunda sampai malam tiba, kami memutuskan untuk beristirahat.

Yah, aku akan menggunakan [Gate], kembali ke rumah Yae untuk memberitahukan tentang situasinya kepada Omohue-san dan Shigetaro-san, kemudian kembali ke rumah untuk memberitahukannya juga kepada Rime-san bahwa kita akan tinggal selama satu malam, dan ada banyak hal lainnya yang harus dilakukan.

Persediaan seperti alkohol dan makanan, panah dan minyak, yang aku terima dari Oedo, ditempatkan di [Storage], karena aku diminta untuk mengirim itu semua ke benteng. Yah, itu juga merupakan hal yang bagus, karena aku juga tidak terlalu lelah. Uchitake-san juga membayarku dengan uang. Aku menerimanya dengan baik. Mungkin aku harus benar-benar membuat perusahaan pengiriman..... Sementara aku melakukan semua hal itu, malam pun telah tiba.

            “Jadi, Tsubaki-san, tolong ingat kembali dengan benar tempat Tsutsujigasaki itu. Akan lebih bagus jika tempatnya itu hanya ada sedikit orangnya.”

            “Saya mengerti”

Aku menggenggam kedua tangan Tsubaki-san, sementara dia menutup matanya. Waktu dengan Yae, aku juga sedikit tegang, dan untuk melakukan hal semacam ini dengan wanita, benar-benar membuatku tegang..... maksudku, tanpa menghiraukan dirinya memiliki hubungan atau tidak, hanya saja, fakta bahwa aku memegang tangan seorang wanita, tubuhku menjadi tegang, dan entah bagaimana pandangan mata dari para gadis-gadis yang lainnya terlihat menakutkan!

Aku tidak mengerti, tapi aku harus melakukannya dengan cepat. Demi tubuhku.

[Recall]

Aku mengkonsentrasikan sihir dan menyentuh dahi Tsubaki-san. Tsubaki-san tinggi, dan tinggi kami hampir sama, dibandingkan dengan saat dengan Yae,  jadi tidak perlu agak membungkuk. Tidak lama kemudian, muncul gambaran dengan rumah yang agak besar, dikelilingi oleh beberapa parit pada benteng yang sedikit berkabut. Itu adalah benteng pertahanan dari pasukan takeda, Tsutsujigasaki.

[Gate]

Setelah itu, muncul sebuah pintu cahaya, yang mengarah ke bagian dalam menara benteng.

            “Kalau begitu, kami akan pergi. Kohaku, jika terjadi sesuatu, aku akan menghubungimu.”

            “Saya mengerti”

Kohaku dan aku meski berpisah dalam jarak yang cukup jauh, masih bisa bebricara satu sama lain. Jika terjadi sesuatu di sini, aku pikir, aku bisa segera kembali dengan cepat.

Melewati [Gate] yang telah terbuka, yang pertama pergi adalah Rin, kemudian Tsubaki-san, dan terkahir adalah aku.

Saat keluar dari [Gate], di atas langit malam tanpa rembulan, hanya ada bintang-bintang yang bersinar. Di sisi hutan lebat, dari kejauhan terlihat ada sebuah cahaya obor. Mungkin itu adalah kediaman Tsutsujigaki.

Kami akan menyelinap ke sana.......

Pertama-tama, untuk melihat keadaannya, aku menggunakan [Long sense] untuk memperluas indera penglihatanku. Pada parit, di sekitarnya ada beberapa jembatan, dan gerbangnya tentu saja tertutup.
Di depan pintu gerbang, ada beberapa orang yang mengenakan helm dan armor, lengan yang berotot, memegang tombak, yang merupakan penjaga pintu gerbang.

Melanjtukannya, melewati gerbang, ketika aku memperluas pandangannya, ada dinding putih yang membentang seperti sebuah labirin, di samping air terjun.

[Gate]

Aku mengeluarkan [Gate] untuk pergi langsung ke sana. Namun, aku tidak melihat munculnya sebuah pintu cahaya, hanya ada langkah di depan pintu gerbang.

            “Arere?”

Aku mencoba untuk melewati gerbang sekali lagi, seperti yang aku duga, aku tidak bisa melewatinya.

            “Apa yang terjadi?”

Tidak bisa memahaminya, aku memiringkan kepalaku. Sesuatu yang seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya.

            “Ada sebuah sihir penghalang. Ini mungkin untuk menangkal terhadap sihir teleportasi, seperti [Gate]”

            “Penghalang?”

Rin mengatakannya sambil melihat ke arahku. Itu mengingatkanku, tentang apa yang dikatakan oleh Duke Orutorinde. Penyusupan dari [Gate] bisa dicegah dengan sebuah penghalang. Mungkin inilah yang dimaksudnya.

            “Itu mungkin telah dibuat oleh Kanjou. Jika hanya saya, mungkin saya bisa masuk sendirian, berpura-pura menjadi petugas Kousaka dan menghancurkan penghalangnya.”

Tsubaki-san berkata begitu, dan mulai menuju ke sana, tapi Rin menghentikannya.

            “Jangan lakukan itu. jika penghalang hancur, maka kemungkinan orang tersebut akan menyadarinya. Bahkan jika dia tidak tahu siapa orang yang telah menghancurkannya, itu akan membuat dia menjadi sangat berhati-hati.”

            “Benar juga, terus apa yang harus kita lakukan?”

Tsubaki-san bertanya kepada Rin. Setelah semuanya, mungkin kita hanya bisa melakukan itu.

            “Rin, mari kita gunakan sihir yang dapat membuat sayapmu menjadi tidak terlihat, dan menyusup dengan cara itu. Dengan tubuhku dan Rin yang tidak terlihat, kita akan mengikuti Tsubaki-san dan pergi melalui pintu gerbang. Dengan begitu mungkin akan baik-baik saja?”

            “Membuat agar tidak terlihat dengan sihir cahaya....... yah, mungkin itu adalah ide yang bagus.”

Saat dia berkata begitu, aku berdiri di depan Rin. Dia memegang tanganku, dan menciptakan lingkaran sihir di bawah kaki kami dan mulai melafalkan mantranya.

[Cahaya yang disalahartikan, membelokan cahaya; Invisible]

Rin melafalkan mantranya, dan dari kaki kami, muncul lingkaran sihir, melewati tubuh kami, dan pada saat di bagian atas kepala kami, lingkaran sihir itu kemudian menghilang.

            “Menghilang........”

Tsubaki-san berkata begitu dengan suaranya yang terkejut. Eh, kami sudah menghilang? tapi aku masih bisa melihat lengan dan tubuhku sendiri, dan aku juga bisa melihat Rin, kau tahu?

            “Rin, apakah sihir ini tidak bekerja?”

            “Bukankah itu sudah jelas? Jika kau tidak bisa melihat tubuhmu sendiri, itu akan merepotkan?”

            “Aa, saya bisa mendengar suara kalian”

Tsubaki-san tedengar agak lega. Sepertinya dia memang tidak bisa melihat kami. Tersenyum dari telinga ke telinga, Rin muncul dari belakang Tsubaki-san, dan tiba-tiba meraba payudara Tsubaki-san dengan kedua tangannya.

            “Fuhiyaaaaaaaa ~ !?”




“Hei, Touya ~, jangan lakukan itu karena dia tidak bisa melihatmu ~”

            “To-Touya-san !?”

            “Bukan, itu Rin! Aku dari tadi sedang berdiri di depanmu!”

Aku mengguncang salah satu pohon yang ada di dekatku untuk membuktikan kehadiranku, tapi meski Tsubaki-san tidak bisa melihat kami, seharusnya dia masih bisa mengetahui bahwa yang berada di belakangnya itu bukan aku!?

            “Ya..... aa, tu-itu.... annn!”

            “Mumuu, lebih besar dari yang aku duga..... Apakah kau adalah tipe yang kurus? Tapi tipe yang ini.....”

            “Sudah, hentikahlah!”

            “Aita!?”

Aku memberikan sebuah chop pada kepala Rin, yang tidak berhenti meraba-raba payudara Tsubaki-san. Apa itu adalah kelakuan dari seseorang yang sudah berumur 612 tahun? pikirkanlah situasinya!
Rin membungkuk di tanah sambil memegangi kepalanya, Tsubaki-san yang memerah mundur sambil memegangi dadanya, lihat? Dia mulai menjadi lebih berhati-hati. Aku berbicara untu menenangkan Tsubaki-san.

            “Sekarang sudah tidak apa-apa, jadi tenanglah”

            “Di bokong?”

            “Sudah hentikanlah!”

Untuk lelucon Rin, Tsubaki-san mulai menjauh darinya. Apakah kita akan bisa menyusup, jika terus seperti ini? Sudah lupakankah, sekarang aku merasa tidak nyaman.

            “Saya petugas dari Kousaka-sama. Saya ingin masuk”

            “Tentu saja. Tolong tunggu sebentar”

Tsubaki-san berkata begitu, dan kedua penjaga perlahan-lahan mulai membuka pintu gerbang. Saat pintu gerbang terbuka, Rin dan aku degan cepat masuk ke dalam. Setelah beberapa saat, Tsubaki-san juga masuk ke dalam, dan pintu gerbang mulai tertutup. Fuu, akhirnya kita berhasil menyusup.

            “Ngomong-ngomong, Rin. Sihir ini, apakah tidak akan terpengaruh oleh penghalang?”

            “Penghalang memang memiliki gangguan kecil pada semua sihir, tapi [Invisible] secara langsung digunakan kepada kita, jadi tidak akan terpengaruh sama sekali.”

Aku mengerti. Kalau begitu, kita harus segera pergi ke penjera untuk menyelamatkan ke-3 raja Takeda yang tersisa dengan menggunakan [Gate], karena jika nantinya harus bertarung, maka mereka akan menjadi sekutu yang meyakinkan. Aku mengusulkan pendapatku kepada Tsubaki-san, dan dia dengan segera menyetujuinya.

            “Penjaranya adala di sebalah sini”

Kami mulai mengikuti Tsubaki-san dan berlari melalui kegelapan tanpa rembulan



⟵Back         Main          Next⟶




Related Posts

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 58 Bahasa Indonesia
4/ 5
Oleh

1 komentar: