Sunday, December 25, 2016

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 56 Bahasa Indonesia


Arc 8 : Negara Suci Ishen

Chapter 56 : Topeng Demon dan Menyempurnakan Sihir Recovery




Setelah keluar dari [Gate], itu jelas terlihat bahwa benteng sudah dalam keadaan kritis dengan munculnya asap hitam dari sana, sepertinya benteng itu telah diserang.

Aku menggunakan sihir non-atribut [Long sense] dan melihat ke arah orang-orang yang ada di dalam benteng. Semenjak benteng itu sedikit lebih tinggi dari sebuah gunung, entah bagaimana mereka berhasil untuk menahan musuh, namun banyak api yang membakar di mana-mana, itu benar-benar memberi perasaan seperti hampir telah dimusnahkan oleh prajurit musuh yang mendekat. Bahkan dalam menghadapi gelombang dari panah berapi, para prajurit musuh yang mendaki benteng terus mencari celah.

Aku mengambil smartphone yang ada di saku dadaku, dan mencari [Kakak Yae]. Aku pernah mencari dia sebelumnya, jadi aku harus bisa melakukannya....... Tidak lama kemudian, aku akhirnya menemukannya. Dia ada di dalam benteng. Untuk saat ini sepertinya dia baik-baik saja.

            “Kakakmu sepertinya baik-baik saja. Tapi aku tidak bisa menemukan ayahmu......”

            “! Kita harus segera menuju benteng......!”

            “Tunggu. Apakah kau benar-benar berpikir bahwa kau hanya akan pergi begitu saja dan kembali tanpa terluka?”

Rin menghentikan Yae yang telah siap untuk pergi ke benteng. Sebenarnya, dengan benteng yang sudah dikelilingi oleh musuh, sepertinya akan sulit untuk pergi ke sana. Namun, sepertinya sudah tidak ada cara lain lagi.

            “Aku bisa menggunakan [Long sense] dan memastikan keadaan dalam jarak 1 km, dan menggunakan [Gate] untuk pergi ke sana. Jika kita mengulangi itu, maka kita bisa keluar dari dalam benteng. Ini akan berbahaya jika kita pergi langsung bersama-sama, jadi aku akan pergi sendiri terlebih dahulu, kemudian aku akan membuka [Gate] di sini lagi, jadi aku ingin kalian semua untuk menunggu di sini.”

            “Aku mengerti. Sepertinya itu adalah pilihan yang terbaik”

Rin meletakan tangan ke dagunya dan berpikir. Are ? itu mengingatkanku.....

            “Umm... kau tahu, apakah sayap dari Klan Fairy itu bisa digunakan untuk terbang?”

            “Eh? Aa, itu tidak mungkin. Berbeda dengan sayap pada biasanya, kami tidak bisa terbang. Meskipun itu bisa sedikit mengapung. Tapi itu melelahkan.”

Sayang sekali. Aku pikir, aku bisa membuat Rin untuk membawaku terbang menuju benteng. Yah, itu juga sepertinya bukan ide yang bagus, karena musuh mungkin akan mengincarnya dengan mengarahkan panah kepadanya, jadi sebaiknya kita tidak menggunakan ide itu. Jadi sepertinya aku harus menggunakan cara yang sebelumnya, ‘kah?

            “Kohaku. Tolong jaga yang lainnya. Jika terjadi sesuatu, segera hubungi aku”

            “Dimengerti”

            “!? Anak itu bisa bicara!?”

Rin menatapku dengan mata lebar karena terkejut ketika Kohaku menjawab. Apakah aku belum memberitahunya? Apakah itu akan menjadi masalah jika dia tahu bahwa Kohaku adalah seseorang dari Misumido? Yah, dia bilang bahwa dia akan terus merahasiahkan tentang kekuatanku, jadi mungkin itu akan baik-baik saja.

Aku menggunakan [Long sense] dan memeriksa ke arah depan dalam jarak 1 km. Baiklah, sepertinya tempat ini cukup bagus. Aku membuka [Gate] di dalam hutan dekat benteng.

            “Kalau begitu, aku pergi”

Saat aku keluar dari [Gate], ada sorakan perang yang menderu dari medan perang, suasananya jelas tidak normal. Ada bau darah dan berbagai hal yang terbakar melayang di sekitar.

Aku melihat benteng yang ada di depanku, dan berpikir tentang yang terbaik untuk menuju ke sana. Jika aku melakukan transport 2 kali lebih banyak, mungkin aku bisa berada di dalam benteng, jika bisa aku ingin musuh tidak menyadariku.

Aku menggunakan [Long sense] untuk menemukan tempat yang tidak ada musuh. Tapi, tidak ada tempat yang tidak dipenuhi oleh musuh. Ini tidak dapat membantu, aku hanya harus menemukan tempat dengan musuh yang sedikit, kemudian menggunakan [Gate] untuk pergi ke sana.

Aku mengubah sudut pandangku untuk sementara, dan mencari tempat di mana musuh hanya ada sedikit. Setelah beberapa saat, aku menemukan tempat yang tepat di sisi benteng. Jika aku bisa mengalahkan kedua prajurit pemanah itu, maka itu akan memberikanku beberapa waktu.

[Reload]

Aku punya Remington model baru di sebelah kanan ku dengan peluru berlapis karet [Paralyze], dan peluru yang dimuat dalam [Brynhild] adalah peluru yang bekerja terhadap orang-orang yang mempunyai daya tahan terhadap sihir.

[Gate]

Aku mengeluarkan Remington model baruku dan mengarahkannya dari belakang pada titik buta dari kedua prajurit. Saat mereka terkena dengan tembakanku, mereka akan segera lumpuh. Uwaa, aku pikir caraku ini terlihat seperti seorang pengecut...... Pasangan yang aku pikir telah lumpuh ternyata masih berdiri dan mengeluarkan katana yang ada pada pinggang mereka!? Apa-apaan orang-orang itu!?

Aku terkejut karena peluru yang membuat lumpuh tidak memberikan efek apapun. Tapi aku juga terkejut setelah melihat penampilan mereka. Mereka mengenakan helm dan armor bergaya Jepang dengan katana yang ada pada tangan mereka. Tapi, mereka memiliki topeng aneh yang menutupi wajah mereka.

Topeng demon. Itu menutupi sampai bagian mulut, yang membuatnya terlihat seperti visor yang digunakan untuk melindungi wajahnya. Dan wajahnya terlihat seperti telah berubah menjadi demon, yang membuat itu seolah-olah adalah ogre merah.

Karena situasinya menjadi seperti ini, aku dengan segera menarik [Brynhild] dan menembak kaki mereka tanpa belas kasihan. Jika bisa, aku tidak ingin membunuh orang. Tapi, tanpa menghiraukan perasaanku, mereka yang seharusnya telah aku tembak pada kaki mereka, hanya berdiri dengan tegas dengan mengayunkan katananya ke bawah. Itu berbahya!

[Slip!]

Aku mengubah gesekan pada kaki mereka menjadi 0, dan mereka dengan segera terjatuh. Hebat! [Slip] memang yang terbaik!

Aku segera mengambil kesempatan itu, menginjak kaki kiri dan kemudian menendang wajah mereka sekeras yang aku bisa. Setelah topengnya rusak, mereka berhenti bergerak.

Mungkinkah.... Orang-orang ini sedang dimanipulasi oleh topeng itu!? Aku mengganti Remington model baruku yang ada pada tangan kananku dengan [Brynhild] yang ada pada tangan kiriku, memuat peluru dengan peluru berlapis karet, aku menembak prajurit bertopeng yang satunya lagi, yang telah mengangkat katananya.

Peluru melesat pada dahinya dan menghancurkan setengah topengnya. Sebagian dari potongan itu jatuh ke tanah, dan kemudian orang itu juga jatuh seperti tali yang telah dipotong.

            “Siapa sih sebenarnya orang-orang ini.......”

Aku mendekati prajurit yang telah jatuh itu. U, bau ini...... Hei, tunggu, ini..... Mereka sudah mati? Apakah topeng itu telah memanipulasi para prajurit yang telah mati? Mereka bisa melakukan itu!? Itu mengingatkanku, bahwa tidak ada darah dari prajurit itu ketika aku menembak kaki mereka saat itu. Mereka sudah mati, jadi jika jantung mereka sudah berhenti, maka itu masuk akal.

            “Memanipulasi orang yang telah mati...... Itu seperti Necromancy yang sering ada dalam game?”

Itu tidak terasa seperti seorang prajurit zombie. Mungkin karena gerakannya yang terlalu cepat. Jika orang-orang ini terus menyerang, maka benteng tidak akan dapat bertahan. Aku harus segera masuk ke dalam benteng dan segera membuat rencana.

Aku memperpanjang [Long sense] ke benteng. Aku tidak ingin tiba-tiba menemui musuh. Jadi pertama-tama aku memutuskan untuk mencari kakak Yae.

Um... Oh orang ini? Rambut hitam, mata hitam, bekas luka katana pada pipi kanannya. Dia mengenakan armor berwarna hitam juga, dan memiliki penampilan seperti bukan orang biasa, dan dia terlihat agak tenang.

[Gate]

Jika aku muncul secara tiba-tiba di depan mereka mungkin aku akan langsung ditebas, jadi aku membuka [Gate] secara perlahan-lahan untuk memeriksa situasinya, dan berjalan menuju kakaknya Yae.

            “! Siapa kau? Apakah kau seseorang dari pasukan Takeda!?”

Kakak Yae telah menyiapkan katananya. Para prajurit yang berada di sekitarnya juga telah mengambil katana mereka.

            “Tunggu sebentar. Aku bukan musuh kalian. Kau kakaknya Kokonoe Yae, Kokoneo Shigetaro-san, bukan?”

            “Memang benar, aku Shigetaro...... Kenapa kau tahu tentang Yae.....?”

Aku mengangkat kedua tanganku, dan mengatakan kepada mereka bahwa aku bukan musuh. Setelah mengatakan nama Yae, Shigetaro-san memandangku dengan penuh keraguan.

            “Aku adalah temannya Yae. Kami datang untuk membantu, karena bahaya sedang mendekatimu”

            “Yae!?”

            “Ya. Dia ada dekat sini. Aku akan menggunakan sihirku untuk membawanya ke sini, apakah itu tidak apa-apa?”

Para prajurit yang ada di dekatnya saling memandang dan bergumam “Yae-dono”  dengan keras. Mungkinkah mereka adalah para murid dari dojo? Setelah beberapa saat, Shigetaro-san menurunkan katananya, dan mengangguk pelan.

[Gate]

Dari gerbang yang baru saja aku buka, melompat keluar seorang gadis. Dia melihat ke sekitar sejenak, melihat Shigetaro-san, dan kemudian berlari dengan kecepatan penuh ke dadanya.

            “Kakak!”

            “Yae.......? Apakah itu benar kau, Yae?”

            “Ya!”

Elsie dan yang lainnya melihat pertemuan kembali antara kedua saudara saat melewati [Gate]

            “Siapa mereka?”

            “Mereka adalah teman-temanku. Mereka semua adalah orang yang dapat diandalkan ~ de gozaru”

Jika kau mengatakan seperti itu rasanya agak sedikit memalukan.

            “Daripada itu, di mana ayah? Apakah dia baik-baik saja?”

            “Jangan khawatir, ayah baik-baik saja. Ayah sedang menjaga Ieyasu-sama. Kau bisa bertemu dengannya nanti.”

Adik yang khawatir tentang ayahnya sedang berbicara deengan kakaknya. Begitu indahnya hubungan kedua orang ini. Tapi, tentu saja situasi saat ini benar-benar mengerikan. Ada beberapa luka yang begitu parah yang membuat mereka sama sekali tidak bisa bergerak. Jika tidak segera melakukan sesuatu, mungkin mereka tidak akan bisa bertahan hidup.

Baiklah, haruskah aku mencobanya sekarang?

Aku mengambil smartphone dan menyalakannya. Aku memberikan sihir [Multiple] pada aplikasi peta, dan sekarang tinggal memberikannya sihir [Program]

[Program dimulai

/Kondisi aktivasi : Ketika layar disentuh

/Objek yang ditargetkan : Aktifkan [Multiple] untuk semua target dengan tipe yang sama seperti yang telah ditentukan

/Program berakhir]

 Dengan ini memungkinkan untuk menargetkan semua orang sekaligus dan tidak perlu lagi menargetkan satu per satu. Dengan sebuah sentuhan bisa menargetkan semua orang.

Jika aku mencari [Seseorang yang terluka] maka akan mencakup semua prajurit musuh juga, jadi aku hanya mencari [Orang-orang dari pasukan Tokugawa yang terluka]. Kemudian pin mulai berjatuhan pada layar satu demi satu, ada cukup banyak dari mereka. Aku menyesuaikan jangkauan peta untuk mencakup seluruh benteng.

Ketika semua terget dari setiap individu sudah terkunci, itu terlihat jelas pada layar. Jika kau melihat para prajurit langsung, maka kau bisa melihat lingkaran sihir muncul tepat di atas mereka. [Multiple] formasi pertempuran. Persiapan sudah selesai.

[Keluarlah cahaya, pulihkan dengan lembut; Cure Heal]

Lingkaran sihir memancarkan cahaya yang lembut. Tidak lama kemudian, orang-orang yang terluka benar-benar telah diselimuti oleh cahaya, dan luka mereka pulih dengan segera. Setelah itu, teriakan kegembiraan muncul dari seluruh benteng, bahkan para prajurit yang sebelumnya terluka, telah berdiri lagi dan segera bergerak.

            “Tunggu.... Apa yang telah kau lakukan? Aku melihat kau menggunakan sihir pemulihan, tapi.....”

            “Semua orang yang telah terluka telah disembuhkan. Sepertinya itu berjalan dengan lancar”

Rin menunjukkan wajah kekagumannya pada kata-kataku itu. Yah, aku mengerti dengan apa yang ingin dia katakan.

            “Semua yang terluka...... Sebenarnya apa yang telah terjadi.......?”

            “Itu adalah sihir pemulihan Touya-dono ~ degozaru”

Kakak Yae melebarkan matanya, yang sedang melihat ke sekeliling, mendengar kata-kata Yae, kemudian melihat ke arahku.

            “Aku hampir segera menyembuhkan lukamu, jadi jangan memaksakan diri. Darah yang hilang tidak akan kembali lagi.”

            “Aa, aku mengerti. Aku juga pasti akan memberitahukan kepada yang lainnya.”

Shigetaro-san, yang masih kaget dengan sihirku, memberikan sebuah balasan. Untuk saat ini, aku sudah melakukan sesuatu kepada orang yang terluka. Yang tersisa adalah untuk mengurus musuh yang masih mengelilingi benteng. Ayo kita lakukan sesuatu yang mengesankan 




⟵Back         Main          Next⟶



Related Posts

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 56 Bahasa Indonesia
4/ 5
Oleh