Sunday, December 4, 2016

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 51 Bahasa Indonesia


Arc 7 : Kehidupan Sehari-hari 


Chapter 51 : Sihir Penyimpanan, dan Pencurian


[Storage : In]

Aku mengembangkan sihiri non-atribut yang aku ingat. Lingkaran sihir muncul di lantai dan kursi tenggelam ke dalamnya dan menghilang. Yap, penyimpanan sukses.

[Storage : Out]

Kali ini aku membayangkan kursi dan mengaktifkan sihir. Lingkaran sihir muncul dan kursi muncul keluar dari lantai.

            “Otto”

Aku menangkap kursi yang telah melayang jatuh keluar. Ini adalah bagian paling sulit yang harus aku kendalikan.

[Storage] adalah sihir di mana kau bisa menyimpan sebuah objek. Ini tidak bisa menyimpan makhluk hidup seperti hewan, tetapi dapat menyimpan tanaman. Jumlah sihir tergantung pada ukuran objek, dalam kasusku, aku berpikir bahwa aku bisa menyimpan seluruh isi rumah, atau mungkin bisa lebih dari itu.

Sepertinya itu juga memiliki efek waktu pembekuan, aku mencobanya dengan menyimpan beberapa sup hangat, dan kemudian mengeluarkannya pada hari berikutnya dan menemukan bahwa itu tidak menjadi dingin sama sekali. Ini benar-benar sangat berguna. Hal yang paling menjengkelkan ketika saat melakukan perjalanan, harus mengangkut barang bawaan. Hal-hal seperti cermin panjang yang kami ambil untuk dibawa ke Misumido, atau tanduk naga yang aku peroleh, itu semua benar-benar amat berat. Bahkan baru-baru ini dengan adanya sepeda, aku memiliki waktu yang mengerikan karena harus membeli dan membawa beberapa bahan-bahan.  Dengan adanya sihir ini, aku bisa mengucapkan selamat tinggal kepada hal-hal yang merepotkan itu. Baiklah, mari kita pergi berbelanja hari ini. Dengan sihir ini, tidak peduli berapa barang yang aku beli, itu tidak akan lagi merepotkan.

Aku meninggalkan kamarku dengan membawa dompet dalam suasana hati yang baik, dan pergi menuruni tangga ke lantai pertama. Kohaku sedang berbaring di sofa ruang tamu. Dia menjadi terlihat seperti kucing. Aku langsung keluar menuju teras taman, di sana Julio-san dan Claire-san sedang merawat sayuran di kebun sayur.

            “Apakah mereka tumbuh dengan baik?”

            “Aa, master”

            “Ya, mereka tumbuh dengan baik. Kami menanam mentimun dan toman untuk saat ini, mereka akan segera bisa dipanen.”

Julio-san berbicara dengan senang. Itu bagus, makan salad yang dibuat dari sayuran yang baru dipanen. Aku tiba-tiba memiliki keinginan untuk menanam bebearap buah. Bisakah kita menanam beberapa tanaman kastanye dan kesemek? Huh, apakah kastanye itu adalah buah....?

            “Master, apakah ada yang anda inginkan untuk makan siang nanti?”

            “Hmmm.... Untuk hari ini sepertinya aku ingin sesuatu yang menyegarkan... Aku ingin makan Hiyashicuuka (Mie China)”

            “Hiyashicuuka ? Saya tidak pernah mendengarnya. Apakah itu adalah salah satu makanan kesukaan master?”

Mata Claire-san bersinar terang. Makanan yang ingin aku makan, Claire-san sepertinya belum pernah mendengarnya, dan pada akhirnya aku memberikan resepnya, dan kemudian dia membuatnya. Setiap kali dia mendengar masakan yang tidak biasa, dia selalu menjadi tertarik.

            “Ini adalah masakan berjenis mie, disajikan dengan sup dingin dengan sayuran, daging, dan telur di atasnya. Aku akan memberikan resepnya, jadi tolong untuk membuatnya.”

            “Ya. Saya sangat menantikannya”

Meski begitu, ini adalah dunia yang berbeda. Tidak semua bahannya bisa sama. Sungguh hebat bagaimana Claire-san dapat membuat makanan yang lezat. Aku melihat resep untuk masakan mie China, dan menuliskannya dengan [Drawing], dan menyerahkannya kepada Claire-san. Aku sangat menantikan makan siangnya.

Sekarang saatnya untuk pergi.

Aku menggunakan [Gate] dan pergi ke distrik luar ibukota. Di distrik perdagangan ini ada berbagai toko yang didirikan berdampingan. Ada toko armor dengan level-tinggi  di daerah yang dekat dengan distrik barat [Belkto], dan dekat distrik timur ada teater dan bar. Rumah kami berada di distrik barat, adalah tempat tinggal yang baik, di sisi lain, orang-orang biasa hidup di distrik timur. Namun sepertinya kemanan publik jauh lebih buruk di distrik timur dibandingkan dengan distrik barat. Orang yang telah kehilangan pekerjaan atau tempat tinggal mereka, sekelompok para anak yatim, dan para pencuri berlimpah. Dari sebagian besar ibukota, apakah sisi buruknya lebih banyak?

Aku pergi ke gang belakang yang ada di distrik selatan dan keluar dari kerumunan. Pertama, aku harus pergi ke guild dan mengambil beberapa uang.

Sepanjang jalan terlihat penjual keliling dan pertunjukan jalanan. Oo, aku tahu tentang sulap pisau itu. Dulu nenekku mengajarkanku tentang sulap pisau itu, meskipun pada akhirnya aku tidak bisa melakukannya sama sekali. Sambil berpikir tentang hal-hal itu, seseorang berlari menghampiriku. Itu adalah anak laki-laki yang mengenakan jaket dan celana panjang yang kotor.

            “Maaf, aku tidak melihatmu ada di sana”

            “Hati-hati saat kau berjalan, nii-chan”

Ketika anak itu berkata begitu, dan saat aku berbalik dan mencoba untuk menjawabnya, dia menghilang ke dalam kerumunan. Dia bahkan terlihat lebih muda dari Sue, dia terlihat seperti anak yang nakal.... Aku ingin melihat wajah orang tuanya.

Ketika aku sampai di guild, itu ramai seperti biasanya. Berbagai orang yang ada di sana sedang memandangi papan permintaan. Aku mengabaikan itu, dan langsung pergi ke meja kasir untuk mengambil uang.

            “Tolong tunjukkan kartu guild anda?”

Ya, ya.... Huh?

Saku dada, saku pinggang, saku.... huh? Apa? Dompet ku hillang. Huh? Aku tahu bahwa aku membawanya ketika aku meninggalkan kamarku? Apakah aku menjatuhkannya? Tidak... Ah! Anak itu.... Mungkin anak yang waktu itu. Dia mungkin telah mencuri dompetku.

Padahal tidak ada sesuatu yang benar-benar berharga di dalamnya... Tapi aku harus membuat dia untuk mengembalikan kartu guild ku.

Aku bergegas keluar dari guild dan mengeluarkan smartphone ku (Aku senang bahwa dia tidak mencuri ini), dan kemudian aku melakukan pencarian “Dompet ku”. Baiklah, sepertinya itu masih ada di sekitar distrik ini.

Apa ini? Dompetku bergerak dengan kecepatan yang luar biasa. Dari suatu gang menuju gang yang lainnya, dan itu berhenti di sebuah daerah yang jarang penduduknya. Apakah dia akan melepaskan semua isinya dan membuang dompetnya? Yah, jika dia melakukan itu, aku hanya akan mencari “Kartu guild ku”.

Untuk sementara, aku bergegas menuju tempat di mana anak itu tadi berada. Ketika aku tiba di tempat itu, terlihat ada dua orang pria yang sedang menendang seorang anak laki-laki, yang meringkuk di tanah, lagi dan lagi.

          “Lagi-lagi kau mengganggu wilayah kami, bocah sialan! Berkat kau, kami mendapatkan masalah besar, tahu?”

          “Selalu berbuat seenaknya, itu membuat masalah bagi kami. Sebaiknya kau bersiap untuk menerima akibatnya”

Salah satu dari mereka mengeluarkan pisau, dan memegangi lengan anak itu. Anak itu melihatnya dan mulai ketakutan.

            “Hentikan! Hentikan! Maafkan aku! Aku bilang maafkan aku!”

Melihat anak yang sedang memohon dan menangis, kedua pria itu hanya tertawa dan tidak melepaskan tangan mereka.

            “Sudah terlambat. Sebagai peringatan, kita akan memotong salah satu jarimu. Jangan pernah datang ke wilayah kami lagi atau selanjutnya kami akan membunuhmu. Mengerti?”

            “Tidak.... Tidaaaaaakkk!!”

            “Bisakah kalian untuk melepaskannya?”

Kedua pria itu membalikan kepalanya ke arahku, dan menatapku. Dengan berlinangkan air mata, anak itu menatapku dengan mata lebar.

            “Siapa kau brengsek? Jangan ikut campur atau kami akan membunuhmu?”

            “Ketika aku melihat seorang anak sedang disiksa, tentu saja aku akan ikut campur. Dari percakapan yang aku dengar sepertinya kalian juga pencuri, bukan?”

            “Terus, memangnya mau apa kau?”

            “Tidak juga, hanya saja aku pikir aku akan menembakmu tanpa ragu-ragu”

Sambil berkata begitu, aku menarik keluar Remington model baruku dan menembak kedua pria itu *Bang Bang*

            “Gou!?”

            “Gaha!?”

Aku menembak mereka dengan peluru berlapis karet [Paralyze], dan kedua pria itu kemudian terjatuh. Aku kemudian meletakan pistol pada sarungnya dan berlari ke anak itu.

            “Apa kau tidak apa-apa?”

Anak itu mengangguk dengan wajahnya yang berlinangkan air mata. Ada beberapa luka memar pada tubuhnya.

[Keluarlah cahaya, pulihkan dengan lembut; Cure Heal]

Aku menggunakan sihir pemulihan, luka gores kecil dan memar hilang dengan segera. Anak itu melihat tubuhnya dan terkejut.

Setelah memastikan keadaannya, aku menggunakan [Modeling] pada sepasang dadu baja dan membuat sebuah kawat baja, lalu mengikat kedua pria itu sehingga mereka tidak akan bisa bergerak. Yah, meskpiun dengan [Paralyze] mereka tidak akan bisa bergerak selama setengah hari, tapi aku harus memanggil penjaga untuk kejadian ini.

            “Dompetku, bisakah kau mengembalikannya?”

            “Aa.......”

Saat berkata begitu, anak itu mengambil keluar dompet dengan tangannya yang bergemetar. Aku melihat isinya dan melihat bahwa tidak ada yang hilang.

            “Aku telah mendapatkan kembali dompetku, jadi untuk kali ini aku tidak akan memberitahukannya kepada penjaga, sampai jumpa”

            “Aa, um!”

Anak itu memanggilku dan mencoba untuk menghentikanku yang akan pergi.

            “Terima kasih karena telah menyelamatkanku....”

            “Jika kau benar-benar berpikir begitu, maka berhentilah mencuri. Selanjutnya mungkin kau akan tertangkap, kau tahu?”

Guuuuuuuu.......

Saat aku berkata begitu, terdengar suara perut yang bergemuruh.

            “..... Apa kau lapar?”

            “Aku belum makan selama 3 hari ini.....”

Sementara berkata begitu, dia mengalihkan pandangannya ke bawah.  Ha.... Apa boleh buat. Lagian aku juga tida memiliki “Itu bukan masalahku” atau “Siapa yang peduli” sifat seperti itu.

            “Kemarilah, aku akan membelikan makanan untukmu”

            “Benarkah!?”

Tanpa merasakan keraguan sedikitpun, dia berlari ke arahku. Dan saat berlari , dia menggeser topinya, dan dari dalam topi itu meluap keluar sebuah rambut yang panjang. Ketika anak itu menyadari bahwa dia telah melepas topinya, dia langsung menjadi seorang “Anak perempuan” dari yang asalnya “Anak laki-laki”. Eh?

Rambut yang berwarna kuning muda, bersinar terang ketika jatuh dari bahunya. Penampilannya benar-benar telah berubah dari beberapa waktu yang lalu.

            “P-Perempuan!?”

            “..... Ya?”

Dia menatapku dengan sepasang mata hijaunya, seperti berkata “Kau baru menyadarinya?” ini adalah pertemuan pertamaku antara seorang gadis pencuri, Rene, dan aku.







Kembali ke Chapter 50                                                Menuju Chapter 52

Related Posts

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 51 Bahasa Indonesia
4/ 5
Oleh

3 komentar