Sunday, December 25, 2016

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 59 Bahasa Indonesia


Arc 8 : Negara Suci Ishen

Chapter 59 : Ke-4 Raja dan Penyelamatan




Dari sebelah barat pada rumah yang besar, di dalam sebuah bangunan terdapat penjara. Bahkan dengan izin-nya, Tsubaki-san tidak akan diizinkan masuk, Rin kemudian membuatnya tidak terlihat juga dengan menggunakan [Invisible], dan kami bertiga menyelinap ke dalam. Di dalam, ada seorang penjaga yang sedang mengawas, dan juga ada tangga yang terbuat dari batu yang mengarah ke bawah tanah. Ada ruangan penjara yang terbuat dari kayu dan bata, dan di sana ada orang tua dengan mata tertutup yang sedang dalam sikap meditasi. Dia sudah tua dengan janggut abu-abu yang panjang dan besar, dan juga banyak kerutan pada wajahnya.

            “Siapa itu?”

Dia yang sedang dalam sikap meditasi zen, tiba-tiba mengeluarkan suaranya. Kami berhenti karena terkejut. Meskipun kami tidak terlihat, rupanya dia masih bisa merasakan hawa keberadaan kami.

            “Baba-sama, ini Tsubaki. Saya datang untuk menyelamatkan anda. Di mana Yamagata-sama dan Naitou-sama?”

            “Kousaka....? F~un, orang yang berpura-pura mematuhi perintah Kanjou”

Tepi mulutnya terangkat, dan salah satu dari ke-4 raja Takeda tertawa dengan senyum lebar.

            “Naitou dan Yamagata ada di ruangan yang lebih dalam lagi. Tapi selain itu, mengapa kau tidak segera menunjukkan penampilanmu?”

Rin melepaskan sihirnya dan orang tua itu mengangkat satu alisnya, itu mungkin karena kenyataannya bahwa kami juga mulai terlihat.

            “Siapa kedua orang itu? Aku belum pernah melihat mereka sebelumnya”

            “Dia adalah tamu dari Tokugawa-dono, Mochizuki Touya-dono dan Rin-dono. Mochizuki-dono adalah orang yang telah mengalahkan 15000 pasukan Tokugawa sendirian”

            “Apa kau bilang!?”

Orang tua itu menatapku dengan mata lebar. Maksudku, ada 15000 dari mereka? Tidak heran peta penuh dengan mereka.

Orang tua itu mengeluarkan perasaan tidak percaya padaku, tapi untuk saat ini, aku harus melakukan sesuatu pada sel penjara ini. Aku bisa menghempaskannya dengan sihir, tapi itu pasti akan membuat kita ketahuan, bukan? Jadi apa boleh buat.

[Modeling]

Aku mengubah kayu persegi panjang pada sel penjara itu dan membuatnya agar seseorang bisa keluar dari sana. Butuh waktu sekitar 1 menit untuk menyelesaikannya, dan Baba-jiisan berjalan keluar dari sel.

            “Kau bisa melakukan beberapa hal yang cukup aneh, bocah”

“Bocah” kau bilang. Yah, memang benar sih bahwa aku jauh lebih muda darimu. Aku tidak akan berani mengatakannya, tapi gadis peri yang berada di sampingku jauh lebih tua dari kita semua. Kemudian kami pergi lebih lanjut ke dalam, dan pindah ke ruangan yang lain dengan sel yang ada di sebelah kiri dan kanan.

Di sel penjara yang di sebelah kanan ada seseorang yang terlihat seperti pengusaha yang baik, yang sudah di ambang pensiun, dan di sebelah kiri sel ada seorang pria tua dengan tampilan yang jelas terlihat seperti pahwalan dengan beberapa bekas luka.

            “Oo, Baba-dono. Kau baik-baik saja”

Salah satu pria dari penjara itu berseru. (Aku rasa orang yang mengatakan itu adalah orang yang berada di sebelah kanan)

          “Sepertinya ini akan menjadi menarik bukan, Baba-dono? Jika kau akan menggila, maka biarkan aku juga ikut”

Orang yang memiliki bekas luka itu  melihat ke arah kami dengan senang hati dan berdiri ke dekat jeruji. Melihat kami berdua, Baba-jiisan mengeluarkan desahan kecil.

            “Naitou. Kau benar-benar harus merasakan sedikit ketegangan pada wajahmu itu. Kau selalu saja tersenyum longgar. Dan kau, Yamagata. Kau harus sedikit lebih berpikir lagi, jangan hanya memikirkan pertarungan saja”

Fuun. Orang yang terlihat seperti pengusaha itu adalah Naito Masatoyo, dan orang yang memiliki bekas luka itu adalah Yamagata Masakage?

            “Bocah, maaf, tapi bisakah kau mengeluarkan orang-orang ini juga?”

            “Aku tidak keberatan sih, tapi bisakah kau berhenti memanggilku bocah?”

Aku berkata padanya dengan wajah cemberut, Rin membuka mulutnya dan berbicara pada orang tua itu.

            “Anak ini adalah calon raja Belfast, jika aku jadi kau, aku akan lebih berhati-hati lagi saat berbicara padanya”

Mendengar kata-kata itu, tidak hanya Baba-jiisan, tapi kedua orang yang lainnya juga kehilangan kata-katanya. Yah, memang tidak ada yang salah dengan apa yang dikatakan oleh Rin, tapi cara dia mengatakannya itu terasa sedikit mengganguku. Itu masih belum disetujui.

            “Apakah begitu? U-mu, tapi untuk mengubahnya secara tiba-tiba, sepertinya terasa tidak pantas.... Bukankah begitu, bocah?”

Pada kata-katanya orang tua itu, Rin tertawa dan mengangkat bahunya. Percuma saja. Dia bukan tipe orang yang akan mendengarkan apa yang tidak dia ingin dengar.

            “Biarkan aku untuk memanggilmu Touya-dono”

            “Baiklah, kalau begitu, aku akan memanggilmu Touya”

Naitou-ossan dan Yamagata-ossan mengatakan sesuka hati mereka. Apakah Takeda penuh dengan orang bebas seperti itu? Serius, Aku jadi ingin bertemu dengan orang yang mengajarkan mereka aturan.

Dengan [Modeling], aku membebaskan kedua orang itu seperti sebelumnya. Setelah itu, Rin memberikan sihir [Invisible] kepada semuanya, semuanya kemudian pergi menaiki tangga, menyelinap melewati penjaga, dan melarikan diri dari penjara.

            “Lalu, apa yang ingin kau lakukan sekarang, calon raja selanjutnya?”

Naito-san memanggil sambil tersenyum geli. Aku mengatakan kepada mereka apa yang sementara ini ada dalam pikiranku.

            “Setelah kami membiarkan kalian keluar dari sini, kami berencana untuk menangkap Kanjou”

            “Oi, Oi, jangan pergi sendirian begitu. Bawa aku juga bersamamu, Touya. Aku harus memberikan rasa terima kasihku kepada bajingan itu setelah apa yang dia berikan kepada kami.”

Yamagata-ossan membunyikan jari-jari tangannya sambil menunjukkan senyuman yang tak kenal takut. Ketika ia mengatakan dengan senyuman yang tak kenal takut seperti itu, entah kenapa itu terlihat agak menakutkan.

            “Ada beberapa pasukan demon di sekitarnya Kanjou, dia juga berlatih sihir aneh. Orang itu bukan manusia biasa, bisakah kau mengalahkannya?”

Baba-jiisan mengatakan sesuatu yang aneh. Apa maksudmu? Saat aku akan bertanya, Naitou-san memberikan jawaban.

            “Semenjak Yamamoto Kanjou menjabat sebagai ahli strategi. Dia adalah orang yang pintar dan juga orang yang memiliki kedudukan tinggi, sebagai ahli strategi dia benar-benar hebat. Tapi suatu waktu, dia memperoleh sebuah permata yang disebut [Harta Permata] yang memiliki kekuatan demon, sejak saat itu ia mulai menjadi aneh. Dia akan membunuh kucing dan anjing untuk menguji sesuatu, dan tak lama kemudian dia mulai mencobanya pada manusia. Kemudian setelah mereka mati, dia akan memanipulasi mereka dengan [Topeng demon] dengan kekuatan yang telah diperolehnya. Kami tidak dapat menghentikannya. [Harta Permata] itu adalah sesuatu yang tidak bisa kami lawan....”

Yamamoto Kanjou menjadi aneh karena [Harta Permata] itu? Sebuah kekuatan demon telah terlahir...... Benar. Mungkin itu adalah [Artifact] yang mengendalikan orang yang telah mati?

            “Menurutmu bagiamana, Rin?”

            “Tidak salah lagi, sepertinya ada sesuatu yang aneh dari permata itu. Itu adalah sebuah [Artifact] yang sangat kuat, bisa jadi bahwa ada dendam yang melekat padanya juga. Penghasil dendam, sesuatu seperti itu mungkin tertinggal di dalamnya”

Dendam..... kalau begitu, itu mungkin seperti barang terkutuk, bukan? Tapi kalau sudah seperti itu, maka bisa dipahami dengan mudah. Kesadaran dari sang ahli strategi Yamamoto Kanjou mungkin telah diambil alih oleh kekuatan dari permata itu. Jika permata itu hancur, aku ingin tahu apa yang akan terjadi?

Aku bertanya kepada Tsubaki-san yang ada di sampingku.

            “Di mana Kanjou sekarang?”

            “Dia mungkin ada di daerah bagian dalam dari kediaman ini........”

Aku mengambil smartphone dan mencari Yamamoto Kanjou untuk memeriksanya. Nn? Dia tidak ada di sini? Tunggu, tidak ada. Aku kemudian mencoba untuk memastikannya dengan mencoba untuk mencari Rin, tapi tidak ada pin yang muncul. Apakah itu karena penghalang? Itu juga mencegah [Search]. Itu benar-benar menyedihkan.

            “Tsubaki-san, di mana daerah bagian dalam itu?”

            “Etto..... di sebelah sana”

Aku menggunakan [Long sense] ke arah yang ditunjukan. Aku berpikir bahwa ini akan terpengaruh juga, tapi ternyata tidak. Aku ingin tahu apakah itu karena sihirnya digunakan langsung kepadaku?
Di sana ada sebuah taman yang luas, dan pada saat aku akan melihat-lihat bagian dalam dari kediaman itu, seseorang datang ke taman dari kediaman itu. Dia mengenakan kimono dan hakama hitam, dia memiliki kulit coklat-gelap dengan penutup mata pada mata kirinya. Apakah orang itu adalah Kanjou?

Aku mengembalikan pandanganku, dan bertanya kepada Rin tentang bagaimana untuk menghancurkan penghalang. Kami sudah menyelamatkan ke-4 raja, jadi saat sudah menemukannya, kita bisa mengirim mereka langsung ke tempat Kanjou, jadi tidak ada masalah.

            “Mungkin ada beberapa sihir pada masing-masing dari ke-empat sudut kediaman ini. Kau hanya perlu untuk menghancurkan salah satunya.”

            “Aku tahu di mana sihir penghalang itu. lewat sini”

Yamagata-ossan memimpin kami. Karena kita semua masih dalam keadaan tidak terlihat, kami bisa sampai menuju ke sana tanpa diketahui. Di sudut dinding ada sebuah ruangan kecil, ada sebuah batu jizo kecil. Tingginya sekitar tinggi Pola?

TL Note : Jizo adalah sejenis patung Budha

            “Tidak salah lagi. Jizo itu sendiri adalah salah satu dari sihir penghalangnya”

Aku pikir sihir penghalangnya itu adalah sebuah kertas, tapi ternyata aku salah. Patung ini memiliki arti perlindungan, pada kenyataannya ternyata bentuk tidak terlalu penting.

            “Kalau begitu, setelah menghancurkan ini kita bisa langsung teleportasi ke tempat Kanjou?”

            “Tidak, tunggu bocah. Meski begitu, kami masih tidak memiliki senjata apapun. Apakah kau tidak memiliki senjata?”

Kau masih saja berbicara seperti itu. Apa yang dikatakan Baba-jiisan memang benar, satu-satunya senjata yang aku miliki adalah Byrnhild dan Remington model baru. Tapi aku tidak bisa meminjamkan salah satunya........

            “Apa boleh buat. Aku akan membuat beberapa”

            “””Membuatnya??”””

Aku mengabaikan apa yang mereka katakan, dan aku mengeluarkan seikat baja yang terbungkus, sisa dari membuat sepeda.

            “Apakah tombak saja tidak apa-apa? Atau kalian ada sebuah permintaan?”

            “A? Aa, tombak saja tidak apa-apa untukku, Naitou menggunakan 2 daggers dan Yamagata menggunakan large sword.......”

            “Aiyo”

Menggunakan [Modeling], aku merubah baja. Petama-tama, aku membuat dua buah dagger yang sama dengan mudah, berikutnya adalah large sword, dan yang terakhir adalah tombak. Kemudian aku menyerahkan masing-masing dari senjata itu kepada mereka.

            “Ini semua dibuat dalam waktu yang singkat...... itu sungguh hebat, Touya-san”

            “Karena terbuat dari baja, aku pikir ini akan menjadi berat.... Tapi ternyata tombak ini lebih ringan dari yang aku duga. Meskipun keseimbangannya masih sedikit kurang.”

Untuk membuatnya sedikit lebih ringan, aku membuat sebuah celah pada tengah-tengah pegangannya. Itu sesuatu seperti pipa baja. Karena di buat dari potongan baja, aku pikir itu akan tahan cukup lama, tapi aku tidak bisa menjamin dengan pisaunya.

            “Kalau begitu, apakah kalian semua sudah siap?”


Semuanya mengangguk untuk memastikan. Aku mengeluarkan Remington model baru dari saku pinggangku, dan memuat peluru dengan daya ledakan yang kecil. Aku mengarahkan pistolku pada Jizo. Aku tidak tahu apakah ini akan memberikanku hukaman karena telah melakukan ini, tapi aku harap aku bisa terhindar dari itu. Sementara berpikir begitu, kemudian aku menarik pelatuknya, dan pecahan dari batu itu pun tersebar menjadi debu.



⟵Back         Main          Next⟶




Related Posts

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 59 Bahasa Indonesia
4/ 5
Oleh