Sunday, December 4, 2016

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 54 Bahasa Indonesia


Arc 7 : Kehidupan Sehari-hari 


Chapter 54 : Fraze dan ke Ishen


            “Sehari sebelum kalian pulang, di tepi barat Misuimido, seorang kurir dari kota Lairesse telah datang dan melapor. Mereka melaporkan fenomena aneh yang telah terjadi selama beberapa hari.”

            “Fenomena yang aneh?”

Rin berkata sambil duduk di kursi ruang tamu dan mengambil secangkir teh. Yumina dan aku berhadapan langsung di depannya, Lindsey dan Yae duduk di sebelah kanan dan kiriku. Pola duduk dengan tenang di sebelah Rin.

            “Salah seorang yang benar-benar melihatnya adalah anak-anak dari Lairesse. Di tengah-tengah hutan, ada sebuah celah yang mengapung di udara. Itu tidak bisa disentuh, tapi ruang itu benar-benar ada”

Sebuah celah dalam ruang....? Apa itu? Apakah itu semacam sihir?

            “Tidak lama kemudian, anak-anak melihat bahwa celah itu sedikit demi sedikit semakin membesar setiap harinya. Mereka dengan cepat mengatakannya kepada orang dewasa yang ada di desa, dan mengirim pesan ke ibukota.”

Rin meletakkan kembali cangkir teh kepiringnya. Jadi pesan itu telah sampai di ibukota sehari sebelum kami kembali ke Belfast?

            “Aku mendengarkan cerita itu dan tertarik, jadi aku pergi bersama dengan prajurit yang dikirim ke desa. Tapi apa yang mereka temukan adalah sebuah desa yang sudah dimusnahkan. Crystal demon telah membunuh para penduduk desa, dan telah memusnahkan daerah itu. Aku berjuang keras bersama dengan para prajurit, tapi kami tidak bisa melakukan apa-apa. Pedang tidak mempan, sihir bisa diserap, bahkan saat kami berhasil melukainya, itu akan meregenerasi lagi dengan sendirinya..... Itu benar-benar sebuah mimpi buruk.”

            “Itu sama seperti saat kami melawannya.... Jadi, apakah kau berhasil mengalahkannya?”

            “Entah bagaimana kami berhasil. Kami tahu bahwa kerusakan fisik yang disebabkan oleh sihir bekerja, jadi kami melemparkan beberapa batu yang besar pada kepalanya. ketika kepalanya hancur, itu tidak meregenerasi lagi.”

Itu mungkin bola merah yang berada di kepalanya juga telah hancur.... Karena itu telah hancur, maka itu berhenti bergerak. Jadi apakah itu sama dengan demon yang telah kita lawan?

            “Kami memutuskan untuk menyelidiki monster ini, ketika kami meminta kerjasama kepada Charlotte, aku diberitahu bahwa ada monster yang sama di Belfast. Aku terkejut bahwa itu telah dikalahkan oleh kalian.”

Rin menatapku dengan senyuman jahatnya. Apa itu, perasaan ini seperti sedang di tatap oleh ular? Itu membuatku mengeluarkan keringat dingin.

            “Aku telah mendengarnya, kau tahu? Kau bisa menggunakan setiap sihir non-atribut? Jadi tak heran bahwa kau juga bisa menggunakan [Program] “

            “Aa—....... etto, ya. Aku harap kau tidak menyebarluaskannya.”

Charlotte-san yang telah membertahukannya, ya? Yah, bagaimanapun juga sepertinya dia akan memberitahukannya, karena dia pasti telah dipaksa oleh master demon (Rin).

Dari sebuah celah ruang...? itu tidak dihidupkan kembali seperti saat di dalam reruntuhan? Rin mengambil selembar kertas dari sakunya, dan meletakannya di atas meja. Demon yang memiliki bentuk berbeda dari yang telah kami kalahkan. Demon yang kita temui, memiliki enam kaki yang panjang dan ramping, bagian kepala dan tubuhnya berbentuk seperti almond, layaknya seperti jangkrik. Dan salah satu yang telah digambar oleh Rin, itu hampir memiliki bentuk yang sama, tapi tidak berbentuk jangkrik, itu panjang dan seperti tidak memiliki kaki. Jika apa yang telah kami lawan adalah yang seperti jangkrik, maka yang itu terlihat seperti ular. Itu memiliki tubuh dengan bentuk yang melengkung seperti katana Jepang, Crystal snake.

            “Salah satu yang kami lawan memiliki bentuk yang berbeda. Memiliki bentuk tubuh seperti jangkrik, dan menyerang dengan kakinya yang panjang.”

            “Yang satu ini memiliki bagian yang bisa memanjang pada ekornya, yang digunakan untuk membunuh orang dengan menusuknya. Seperti pedang yang tajam.”

Memiliki bentuk yang berbeda. Namun, aku yakin bahwa itu adalah monster dengan jenis yang sama. jika kau membandingkannya, kupu-kupu dan belalang sama sekali berbeda, tapi.... Itu sama-sama “Serangga”. Mungkin itu juga sama seperti itu.

            “...... Saat dahulu, ketika aku masih kecil, aku pernah mendengar dari para tetua tentang cerita ini. Mereka disebut [Fraze], itu adalah demon dengan tubuh yang tembus cahaya, dan demon itu datang untuk menghancurkan dunia.... Dan demon itu tak dapat dikalahkan. Setelah beberapa saat, mereka menghilang, dan kemudian setelah tidak terjadi apa-apa dengan dunia ini, mereka akan kembali......”

            “Apakah demon crytal itu adalah [Fraze] ?”

            “Aku tidak tahu. Para tetua sudah meninggal, setelah semuanya itu merupakan cerita yang aku dengar ketika aku masih kecil. Bahkan sebelum Klan Fairy berhubungan dengan  Klan yang lainnya, itu adalah ribuan tahun yang lalu.”

Mungkinkah monster yang telah muncul itu adalah [Fraze], dari mana mereka berasal? Apakah itu telah dipanggil oleh seseorang seperti binatang panggilan? Mengapa itu menyerang orang-orang? Aku tidak mempunyai jawaban untuk pertanyaan ini.

Meskipun itu adalah ancaman, itu rasanya tidak mungkin untuk mengalahkannya. Kau harus mengalahkannya lagi jika itu muncul.

            “Yah, bahkan jika kita memikirkan tentang itu hanya dengan diri kita sendiri sepertinya tidak akan ada gunanya, bukan? Jika bisa, aku tidak ingin bertemu dengan salah satu dari mereka. Jika kita bertemu, maka kita hanya harus mengalahkannya.”

            “Aku mengerti. Ngomong-ngomong, aku akan tinggal di sini sebagai duta Misumido mengggantikan Olga-san.”

Eh? Apakah itu benar? Kasian Charlotte-san...

            “Aku akan datang lagi kemari untuk bermain. Dan Touya, apakah kau bisa menggunakan [Gate] ?”

Aa, ini gawat. Dia mengetahuinya. Aku bahkan harus membutuhkan waktu untuk merahasiahkannya, mungkin Misumido telah berhati-hati. Bahkan mungkin akan menyebabkan ketidakpercayaan.

Seperti bisa membaca hatiku, Rin tersenyum.

            “Kau tidak perlu membuat wajah semacam itu. Aku tidak akan mengatakan apa-apa kepada Beast King atau yang lainnya, jadi tenanglah. Aku baik kepada keluargaku.”

            “Keluarga?”

            “Kau akan menjadi muridku, bukan?”

Rin tersenyum lebar sambil menatapku. *Gununu* bukankah ini apa yang kau sebut ancaman?

            “Fufu, aku hanya bercanda. Aku tidak ingin memaksa siapapun untuk melakukan apapun yang mereka tidak inginkan.”

Bercanda. Kau sebenarnya setengah serius, bukan? Sementara aku menatap Rin, pintu ruang tamu terbuka, Cecil-san dan Rene-san kemudian masuk dengan membawakan teko teh dan makanan ringan.

            “Saya telah membawakan tehnya lagi”

Rene berbicara sambil melihat ke sekitar dengan gugup. Dia dengan canggung menempatkan piring dan makanan ringan di atas meja, dan menuangkan teh ke dalam cangkir teh yang kosong. Cecil-san mengawasinya sambil tersenyum.

            “Permishi”

Dia menggigit lidahnya. Mereka berdua kemudian membungkuk dan meninggalkan ruangan. Aku rasa dia baik-baik saja, meskipun ini adalah pertamakalinya dia mencoba.

          “Kau mempekerjakan anak yang masih muda. Dia sepertinya tidak terbiasa melayani, apakah dia orang baru?”

            “Aku mempekerjakannya baru-baru ini. Meskipun terdapat beberapa kekurangan, tapi akua akan menghargai jika kau lebih memperhatikannya.”

Sambil berkata begitu, aku mengambil cangkir teh . *Mu* itu sedikit panas, dan rasanya sedikit kuat. Ini seperti bukan yang dibuat oleh Cecil-san atau Lapis-san. Tapi tidak ada sesuatu yang perlu dikhawatirkan.

            “Ngomong-ngomong, kembali kepertanyaanku yang sebelumnya. Apakah kau bisa menggunakan [Gate] ?”

            “Aku bisa menggunakannya. Satu-satunya bagian yang sulit adalah aku tidak bisa pergi ke suatu tempat yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya.”

            “Kau tahu sihir [Recall], bukan? Ini adalah sihir yang dapat digunakan untuk membaca ingatan orang lain. Jika kau bersama-sama dengan mereka, maka kau seharusnya dapat pergi ke manapun yang telah dikunjungi mereka.”

Apakah ada sihir jenis seperti itu....? Tapi kau benar-benar mengetahui tentang itu. Hampir semua orang dari Klan Fairy bisa menggunakan sihir non-atribut, jadi aku rasa itu wajar?

            “Jika kau bisa menggunakan sihir itu dengan [Gate], Aku ingin kau membawaku ke suatu tempat. Di reruntuhan kuno, ada sesuatu yang ingin aku dapatkan.”

            “Aku tidak benar-benar mengerti..... tapi di mana tempat itu?”

            “Jauh di sebelah timur, di ujung timur. Negara para dewa, Ishen”

            “Ishen?”

Aku secara refleks menatap Yae. Dan Yae pun terkejut saat aku menatapnya. Sebuah negara yang mirip dengan Jepang dari dunia asliku, Ishen. Sejak aku datang ke dunia ini, aku telah sangat tertarik pada negara itu. Aku bisa pergi ke sana?

            “Gadis ini berasal dari Ishen, bukan? Jika kau membaca pikiran gadis ini, maka kau bisa menggunakan [Gate] untuk pergi ke Ishen”

            “Tunggu ~ degozaru! Membaca pikiran, pikiran ~ degozaru!?”

            “Jangan khawatir. [Recall] hanya dapat digunakan untuk melihat apa yang diperbolehkan, jika tidak diizinkan maka tidak dapat dibaca.”

Yae terdiam saat dia menampilkan kekhawatiran pada wajahnya. Yah, ada sesuatu yang setiap orang miliki yang tidak ingin untuk ditunjukkan. Aku tidak bisa mengatakan itu tidak akan apa-apa, aku juga khawatir. Aku juga berpikir bagaimana jika aku dalam posisinya.

            “Sihir non-atribut [Recall] digunakan untuk menyentuh pikiran orang lain, dan dari sana pikiran orang tersebut akan bertukar. Untuk melakukan hubungannya adalah dengan mulut ke mulut.”

            “”””Ueee!!!!?””””

            “Aku hanya bercanda”

Mendengar kata-kata Rin, semuanya terjatuh. Jangan tersenyum seperti itu, dasar kau gadis goth-loli “S”! Dia hanya mempermainkan kami!

            “Baiklah, baiklah. Kalian berdua beridiri dan saling berhadapan. Lalu pegang kedua tangan masing-masing.”

Ditarik oleh Rin, aku berdiri berhadapan dengan Yae. Kemudian kita menggenggam tangan masing-masing. Itu lembut.... Dia selalu memegang pedang, tapi tetap saja lengannya lembut. Ini gawat, itu membuatku gugup!?”

Aku menatap yae, dan mata kami saling bertemu. Aku melihat bahwa dia memiliki wajah yang mempesona saat dia menatapku. Jangan melihatku dengan wajah seperti itu! Itu akan membuatku tambah malu!

            “Baiklah, tutup mata kalian berdua. Yae, dalam pikiranmu pikirankanlah pemandangan tentang Ishen. Pikrikan tempatnya dengan jelas. Dengan begitu [Gate] akan terbuka di tempat yang terlihat sama. Lalu sentuh dahi lawan kalian secara bersamaan dan gunakan [Recall] “

Seperti yang Rin isntruksikan, aku mengkonsentrasikan sihir dan menyentuhkan dahiku kepada Yae. Ada bau yang wangi, itu membuatku sedikit sulit untuk berkonsentrasi, tapi entah bagaimana aku berhasil mempertahankan konsentrasiku dan mengaktifkan sihir.

[Recall]

Sebuah gambaran mengalir ke kepalaku. Sebuah pohon besar.... Pohon Camphor (kapur)? Ada sesuatu di sana...... Itu adalah kuil? Aku bisa melihat sebuah kuil kecil. Itu adalah kuil kecil yang berada di hutan? Apakah ini adalah ingatan Yae tentang Ishen?

            “Aku melihatnya.”

Dengan membuka mata, Yae dan aku melihat satu sama lain. Aku merasa sedikit aneh, rasanya seperti ingatan itu adalah ingatanku juga. Itu seolah-olah adalah tempat yang sering aku datangi.

            “Nn!”

            “To!”

Yumina batuk dengan tak wajar, dan aku melepaskan tangan Yae. Diawasi dengan baik membuatku merasa malu saat berpegangan tangan. Kami berpaling satu sama lain karena malu.

            “Jika kau telah melihat Ishen, sekarang coba gunakanlah [Gate]?”

Aku membayangkan tempat yang baru saja aku lihat sekali lagi.... Dan membuka [Gate]. Setelah melewati gerbang, melewati sebuah cahaya, kami tiba di sebuah hutan. Di bawah pohon kapur yang besar, ada sebuah torii dan kuil kecil, sama seperti apa yang ada di dalam ingatan Yae.

            “Tidak salah lagi, ini adalah tempat lahirku, Ishen ~ degozaru. Kita berada di hutan yang berada dekat dengan rumah orang tuaku, di dalam hutan yang dilindungi.”

Setelah Yae keluar dari gerbang, dia melihat ke sekeliling dan menyatakan begitu. Di wilayah sebelah timur yang jauh, negara yang berada jauh di sebelah timur, negara para dewa, Ishen. Kami telah berada di sana.








Kembali ke Chapter 53                                                Menuju Chapter 55

Related Posts

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 54 Bahasa Indonesia
4/ 5
Oleh

1 komentar:

December 4, 2016 at 11:46 AM delete

makasih min,,, lanjut terus,,,,

Reply
avatar