Sunday, December 4, 2016

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 52 Bahasa Indonesia


Arc 7 : Kehidupan Sehari-hari 

Chapter 52 : Pekerja Baru dan Liontin



Setelah kau membersihkan wajahnya, Rene sebenarnya cukup imut.

            “Hei, hei, nii-chan. Makanan apa yang akan kau berikan?”

Untuk sementara waktu, mungkin akan bagus untuk memberikannya makanan yang berat, jadi aku membeli sup seafood untuknya. Rene menerimanya dengan malu-malu dan mulai memakannya. Dia sepertinya sensitif terhadap panas. Aku sangat khawatir jika dia memakannya sekaligus.

            “Tunggu di sini sebentar!”

Menyuruh Rene untuk menunggu di sana, aku pergi ke guild dengan dompetku yang telah kembali, dan menunjukkan kartu guild ku untuk mengambil uang. Aku berencana untuk pergi ke beberapa toko, tapi saat melihat tatapan Rene, aku memutuskan untuk tidak melakukannya. Pada akhirnya, kami makan beberapa kushiyaki (Sate khas Jepang) dari toko yang ada di alun-alun terdekat.

            “Tidak usah terburu-buru, makan lah pelan-pelan”

            “N”

Dia benar-benar lapar, ya? Dia mengunyah kushiyaki dengan rakus dan menelannya ke dalam perutnya. Dia terlihat mirip dengan Yae....

            “Rene, kau tinggal di mana?”

            “Di mana pun. Aku sudah tidur di taman maupun di dareah kumuh. Aku tinggal di suatu tempat bersama ayahku sebelumnya, tapi......”

            “Ayahmu?”

            “Satu tahun yang lalu, dia tidak datang kembali saat menaklukan demon beast. Dia adalah seorang adventure......”

Begitukah...... Dia mungkin telah mati oleh demon beast. Bukan hal yang aneh untuk para adventure tidak kembali lagi saat mengambil permintaan. Dan oleh karena itu,kebanyakan orang menganggapnya telah hilang.

            “Ibumu? Atau apakah kau memiliki kerabat yang lainnya?”

            “Ibuku meninggal tepat setelah aku lahir. Aku tidak tau tentang kerabat lainnya. Ayah tidak pernah membicarakannya”

Setelah dia selesai memakan kushiyaki, dia mengusap tangannya yang kotor pada celananya. Jadi karena ayahnya sudah tidak ada, sekarang dia tinggal sendirian. Benar-benar hebat bahwa dia bisa bertahan hidup sampai saat ini.

            “Setelah ayah tidak ada, aku berpergian dengan seorang wanita tua di kota, yang mengajariku bagaimana untuk mencuri. Aku tahu itu adalah perbuatan yang salah, tapi karena aku sangat lapar, jadi apa boleh buat......”

Kau mengajarinya terlalu berlebihan, wanita tua. Namun berkat itu, Rene mampu bertahan hidup.

Sekarang.... Apa yang harus aku lakukan dengan anak ini? Dia tidak memiliki orang tua atau kerabat lainnya. Bahkan jika aku harus membawanya ke panti asuhan, dia sudah melakukan tindakan kejahatan.... Ketika aku mendengar ceritanya, aku menyadari bahwa dia mencuri karena benar-benar sudah putus asa.......

Sepertinya ada beberapa anak-anak seperti itu di sini. Bahkan jika mereka tidak mencuri, mereka mungkin hanya akan mati seperti seekor anjing. Anak-anak putus asa untuk bertahan hidup, aku memahami itu. Tapi tetap saja mencuri itu adalah perbuatan yang salah..... Mungkin dia bisa mendapatkan pekerjaan...... Jika aku hanya pergi dari sini, maka dia hanya akan kembali mencuri lagi. Lalu dia mungkin akan tertangkap.... Jika aku dipanggil naif, maka itu tidak apa-apa, tapi apa boleh buat. Jika aku bisa membantunya, maka aku akan melakukannya.

            “..... Rene, maukah kau datang dan bekerja di rumahku?”

            “Eh?”

            “Kau tidak perlu lagi khawatir tentang tempat tinggal atau makanan. Tapi, kau harus bekerja dengan baik. Jika kau dapat melakukannya, maka aku akan membayarmu, bagaimana?”

            “Eh? Eh? Kau akan memberiku sebuah pekerjaan? Sungguh?”

Rene menatapku dengan ekspresinya yang kaget. Bahkan saat aku terkejut pada diriku sendiri untuk mengatakan begitu, dia menatapku dengan matanya yang berkilauan penuh dengan harapan.

            “Namun, kau tidak boleh mencuri lagi, jika kau melanggarnya maka aku tidak akan memberimu pekerjaan.”

            “Y-Ya! Aku tidak akan pernah mencuri lagi! Aku berjanji!”

Aku menepuk kepala Rene saat dia mengangguk. Aku ingin tahu apakah dia memiliki kemampuan yang sama seperti Yumina, tapi aku pikir dia anak yang baik.

Baiklah, sekarang ayo kita kembali pulang.

Aku bisa menggunakan [Gate] untuk kembali, tapi aku ingin dia belajar untuk berjalan kaki.

            “Huh, bukan ke arah sini”

            “Rumahku ke arah sini. Di distrik barat”

            “Distrik barat!?”

Rene yang telah berjalan ke arah distrik timur, berbalik dan menatapku dengan terkejut. Apakah itu benar-benar mengejutkan? Aku pergi bersama Rene menuju ke distrik barat. Perumahan di distrik ini secara bertahap mulai meluas sepanjang jalan dan menuju ke arah bukit.

            “Mungkinah..... Touya-nii-chan adalah seorang bangsawan?”

            “Aku bukan seorang bangsawan, tapi ada beberapa hal yang telah terjadi”

Karena merasa tidak nyaman, Rene bertanya kepadaku. Jika aku seorang bangswan, maka lebih baik tinggal di distrik luar daripada tinggal di distrik dalam. Terdapat bangsawan rendah, bangsawan miskin, serta pedagang kaya yang tinggal di sini.

Saat kita selesai mendaki lereng, terlihat atap merah rumahku. Setelah melihat itu, Rene kembali menatapku dengan ekspresinya yang tercengang pada wajahnya.

            “I-Ini rumah Touya-nii-chan!?”

            “Itu benar... Ah, Tom-san, kerja bagus.”

            “Oh, sungguh tidak biasa bagi master untuk datang melalui pintu depan, bukan?”

Tom-san berkata sambil tersenyum. Yah, aku biasanya pergi dengan menggunakan [Gate]. Aku masuk ke kediamanku melalui pintu masuk pelayanan di sebelah pintu gerbang. Kemudian berjalan di sepanjang jalan bebatuan ke arah kebun, lalu ketika aku membuka pintu, di kebun hanya ada Lapis-san dan Cecil-san yang sedang membersihkan aula pintu masuk.

            “Ara, master? Selamat datang kembali. Sungguh tidak biasa untuk kembali melalui pintu, bukan?”

            “Selamat datang kembali ~ Araa? Siapa ini ~?”

Cecil-san menatap dengan tajam kepada Rene. Mungkin karena dia pemalu, Rene bersembunyi di belakangku.

            “Dia adalah Rene. Dia akan bekerja di sini mulai hari ini. Hei, Rene, perkenalkan dirimu.”

            “Uu.... Rene. Senang bertemu denganmu......”

Apa itu, rasanya seperti aku telah mwmbawa kucing. Apakah dia gugup? Yah, jika aku tiba-tiba dibawa ke tempat yang aneh seperti ini, aku juga mungkin akan merasakan hal yang sama.

            “Dimana Lyme-san?”

            “Dia sedang membawakan teh untuk Yumina-sama di ruang tamu”

Aku membawa Rene dan pergi ke ruang tamu. Aku menyuruhnya untuk duduk di kursi dan menjelaskan situasinya kepada Lyme-san. Sambil mendengarkan dengan tenang, Yumina menatap Rene. Aku berani bertaruh bahwa dia sedang memeriksa sifatnya. Setelah beberapa saat, Yumina tersenyum. Lihat, dia bukan anak yang jahat, ‘kan? Setelah melihatnya, Lyme-san membuka mulutnya.

            “Saya mengerti. Namun, itu akan menimbulkan masalah jika dia melakukan pekerjaan hanya dengan setengah hati, Namamu Rene?”

            “Y-Ya!”

            “Apakah kau benar-benar ingin bekerja di sini? Membuat kesalahan, atau menyebabkan masalah, aku tidak terlalu mengkhawatirkannya, tapi bisakah kamu berjanji untuk berlajar dari itu dan tidak melarikan diri?”

Lyme-san memberikan Rene tatapan yang menusuk. Aku ingin tahu apakah itu terlalu berat untuk anak yang berusia sekitar 10 tahun. Tapi sepertinya aku tidak bisa ikut campur, jadi aku akan tetap diam saja.

            “..... Un. Aku ingin bekerja. Aku ingin berada di sini dengan Touya-nii-chan”

Rene memandang langsung ke mata Lyme-san sambil berkata begitu. Setelah itu, Lyme-san tiba-tiba mengendurkan ekspresinya dan tersenyum.

            “Cecil, bawa Rene ke kamar mandi. Segera bersihkan dia sampai bersih.”

            “Baik. Kemarilah Rene. Waktunya untuk mandi ~”

            “Eh? Eh?”

Cecil-san menyeret Rene dan pergi ke kamar mandi.

            “Lapis-san, pergilah untuk membeli beberapa pakaian yang pantas untuk anak itu.”

            “Baik, master. Kalau begitu saya meminjam sepedanya”

Lapis-san dengan cepat pergi. Ngomong-ngomong, dia dan Cecil-san hanya membutuhkan waktu beberapa jam untuk bisa menaiki sepeda. Seperti yang diharapkan dari para pelayan.

            “Ketika dia sudah mandi, berikan dia beberapa pakaianku. Mungkin agak besar, tapi itu hanya akan dia gunakan sampai Lapis-san kembali.”

Yumina berkata begitu dan berdiri. Aku ingin tahu apakah dia akan membawa beberapa pakaian ke ruang ganti. Yumina menginggalkan ruang tamu, dan aku berbaring di kursi tanpa melakukan apapun. Kemudian Lyme-san membawa beberapa teh dan meletakannya di atas meja.

            “Apakah seharusnya aku mengirim dia ke panti asuhan?”

            “Saya pikir itu adalah hal yang harus diputuskan oleh Rene. Sekarang saya percaya bahwa master telah menyelamatkan seorang gadis yang miskin.”

Un, itu benar. Itu seperti yang aku harapkan. Karena aku ingin membuatnya seperti itu. seperti yang diharapkan dari orang yang telah merawat Raja. Dia benar-benar baik.

Meski begitu, Rene telah melakukan tindakan kejahatan. Ini perlu untuk membayar ganti rugi. Haruskah aku pergi dan bertanya pada Raja.

.....N?

*Dotabata dotabata* suara langkah kaki yang datang dari koridor. *BAN~* dan pintu terbuka dengan keras, dan Rene yang hanya mengenakan handuk mandi untuk menutupi tubuhnya, datang dengan memegangi harimau.

            “To-Touya-nii-chan! Harimau! Ada harimau di sini!”

Kohaku memasang ekspresi yang membosankan sambil menatapnya. Ya, aku mengerti rasa sakit yang kau rasakan.

“Master.... Siapa gadis ini?”

            “!? Dia bisa bicara!?”

Sungguh berisik. Maksud ku cepatlah pakai pakaianmu. Rumah ini benar-benar telah menjadi lebih hidup... ya?

Ada sesuatu yang menggantung di leher Rene. Sebuah liontin?”

            “Rene, liontin itu?”

            “Ini? ini adalah sebuah kenang-kenangan dari ibuku, yang telah diberikan oleh ayahku. Aku selalu memakainya.”

            “Bolehkah aku melihatnya?”

Rene melepas liontin itu dan meletakannya ke tanganku, dan kemudian dibawa kembali ke kamar mandi oleh Cecil-san yang telah menggulungkan lengan bajunya. Dia benar-benar telah mengurusnya.

Aku melihat liontin itu. Ini, emas..... Aku pikir ini cukup berharga. Ini memiliki motif segitiga berbalik dengan permata di pusatnya. Emerald, tidak, mungin lebih tepatnya demon stone. Pada bagian belakang.... terdapat sebuah lambang?

            “Lyme-san... Lambang ini, apakah kau mengetahuinya?”

          “Sebuah griffon dan perisai, dan sepasang pedang dan pohon laurel (salam)..... Saya tidak mengetahuinya......”

            “Jika ini adalah kenang-kenangan, ini juga mungkin bisa menjadi bukti kelahiran Rene?”

            “Saya tidak bisa mengatakan apa-apa tentang itu. Ini mungkin milik orang tua Rene atau bahkan mungkin orang tuanya”

Aku mengerti, itu juga mungkin adalah sesuatu yang diwariskan dari generasi ke generasi, ya? tapi untuk mewariskan sesuatu yang mahal seperti ini..... Dengan sudah tidak adanya ayah Rene, kebenarannya mungkin akan tetap menjadi sebuah misteri.....

            “Setidaknya, itu tidak memiliki hubungan dengan bangsawan di Belfast. Meskipun lambang griffon sering terlihat di kekaisaran......”

Kekaisaran. Kekaisaran Regulus yang ada di sebelah Timur? Mereka tidak memiliki hubungan yang sangat baik dengan Belfast..... Bisa jadi, ayahnya Rene adalah seorang bangsawan dari Kekaisaran itu.


Pokoknya, itu mungkin akan lebih baik untuk tidak bertindak secara terbuka. Ketika aku berkenalan dengan seseorang dari sana, maka aku akan bertanya tentang hal itu





Kembali ke Chapter 51                                                Menuju Chapter 53

Related Posts

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 52 Bahasa Indonesia
4/ 5
Oleh

1 komentar: