Sunday, December 25, 2016

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 60 Bahasa Indonesia



Arc 8 : Negara Suci Ishen

Chapter 60 : Permata Keabadian dan Berdo’a


Setelah menghancurkan sihir penghalang yang ada pada jizou, aku mencari para prajurit demon pada layar peta smartphone. Baiklah, sepertinya itu bekerja, aku bisa mencari mereka sekarang. Kemudian, aku mengunci semua prajurit demon.

            “O-oi, apa itu.......!?”

Menutupi langit malam, ada lingkaran sihir kecil dari [Multiple], dan Yamagata-ossan terlihat kagum. Sambil melihat itu, Rin bertanya.

            “Kau akan melakukan itu?”

            “Aku pikir itu akan menjadi pilihan yang terbaik untuk menyingkirkan para pengganggu, bukan? Itu akan merepotkan, jika kita terkepung saat melakukan telportasi ke sana.”

Aku mengangkat tanganku ke langit dan mengkonsentrasikan sihir untuk mengaktifkan lingkaran sihir [Multiple]

[Keluarlah cahaya ~ Tombak suci yang bersinar; Shining Javelin!]

Hujan cahaya berjatuhan. Itu bersinar terang dengan indah pada kegelapan, itu seperti hujan meteor. Namun, aku tidak pernah berpikir bahwa itu akan menyebabkan dampak dan getaran menjadi seperti ini, di mana mereka semua terjatuh. Tombak cahaya terjatuh di sekitar rumah besar, dan para prajurit demon pun hancur. Apakah itu di dalam atau di luar, cahaya itu jatuh terlepas tanpa menghiraukannya. Ini gawat..... Aku tidak pernah menduga akan menjadi seperti itu. Tak lama setelah hujan cahaya mereda, ada sebuah teriakan “Serang, serang!” dari prajurit musuh yang bisa didengar, dan sama seperti sebelumnya, aku juga menargertkan [Prajurit musuh Takeda] dan menggunakan [Paralyze] pada mereka, dan dengan cepat mereka semua terjatuh.

            “Baiklah, ayo kita pergi”

            “Oi.... apakah semua yang terjadi tadi adalah perbuatanmu?”

Menggelengkan kepalanya secara perlahan, Baba-jiisan membuka dan menutup mulutnya. Kedua orang yang lainnya mulutnya terbuka , tapi tidak bisa mengatakan apa-apa, dan tidak lama kemudian, mereka akhirnya mulai mengerluarkan suara mereka.

            “Itu...... Benar-benar tak terduga.........”

            “Oi, Oi, apakah kau juga melakukannya kepada Kanjou?”

Karena aku telah menargetkan [Prajurit musuh Takeda], mungkin Kanjou juga termasuk dalam pencarian itu. Tapi, aku yakin bahwa dia mungkin masih selamat. Aku menggunakan [Paralyze] pada mereka, tapi tidak benar-benar bekerja pada orang-orang yang mempunyai kemampuan sihir yang tinggi.

            “Kanjou mungkin baik-baik saja. Sekarang, mari kita segera menyelesaikan ini”

Aku membuka [Gate] ke daerah bagian dalam, di mana Kanjou berada. Aku keluar dari cahaya gerbang dan muncul di sebuah taman yang luas di perkebunan, dan ada seseorang bermata satu sedang berdiri. Prajurit Takeda yang berada di sektarnya yang berada di atas tanah tidak bisa bergerak. Di sekitarnya ada api unggun, di mana bayangan bergerak di sekitar orang yang mengenakan penutup mata yang tiba-tiba muncul sambil menatap kami

            “Aku mengerti. Aku bertanya-tanya, siapa yang telah melakukan semua ini, dan ternyata itu adalah ke-4 raja, ‘kah? Yah, ini adalah sebuah kejutan. Hanya saja, bagaimana kalian melakukannya?”

            “Tidak ada yang perlu kami katakan kepada orang brengsek sepertimu, cepat mati saja sana!”

Menyiapkan large sword-nya, dan secara tiba-tiba Yamagata meneyerang Kanjou, bertujuan untuk menusuknya. Tung- dia cepat sekali! Itu terlihat seperti serangan Yamagata Masakage itu akan memotong kepala Kanjou. Namun, ada seorang prajurit yang mengenakan armor yang berada di dekatnya, yang datang untuk menangkis serangannya.

            “Na!?”

Itu adalah orang dengan rambut putih yang berantakan, yang terbungkus dengan helm dengan armor yang berwarna merah, yang telah menangkis serangan dengan seluruh kekuatannya. Itu adalah topeng demon. Tingginya sekitar 2 meter, dengan ototnya  yang besar. Orang ini...... mungkinkah dia......

            “Oyakata-sama”

Sebuah suara, berasal dari ketegangan Baba-jiisan, aku juga berpikir begitu, karena aku melihat kembali pada prajurit dengan armor merah. Itu adalah Takeda Shingen. Mantan pemimpin Takeda. Sekarang dia hanyalah boneka.

            “Kanjou, brengsek kau! Kau menggunakan Oyakata-sama sebagai perisaimu!?”

            “Perisai? Oyakata-sama hanya ingin melindungiku saja. Tapi, sepertinya persenjataannya masih kurang, jadi aku minta maaf. Mari kita panggil penggantinya.”

Kanjou mengumpulkan sihir di sekelilingnya, dan lingkaran sihir yang besar muncul di tengah taman. Ini...... sihir atribut kegelapan, summoning!?

[Kegelapan keluarlah, jadilah prajurit yang aku inginkan; Skeleton Warrior]

Dari lingkaran sihir, muncul skeleton yang dilengkapi dengan pedang yang melengkung di tangan kanannya, dan sebuah perisai yang bundar pada tangan kirinya. Dia benar-benar spesialisasi mayat hidup.

[Blade mode]

Aku mengeluarkan Brynhild dan menambakannya, kemudian aku mengubahnya menjadi long-sword. Sama seperti itu, aku menyerang dan memotong para skeleton. Namun, skeleton yang seharusnya telah terpotong, secara perlahan mulai bergerak lagi, tubuhnya bersatu kembali. Tulang belakang yang seharusnya sudah hancur, menyatu kembali, dan mereka berdiri untuk menyerang. Uo!?

[Cahaya keluarlah, duo cahaya yang bersinar; Light Arrow]

Dari suatu tempat, Rin melaflakan sihir cahaya untuk menyerang skeleton. Saat itu, skeleton menjadi hancur berantakan, dan tidak bergerak lagi. Itu tidak menyatu kembali.

            “Kau tahu, mayat hidup lemah terhadap atribut cahaya, bukan? Jika cuma memotongnya saja, hanya akan membuang-buang waktu”

Oh, itu benar. Aku merubah kembali Brynhild ke mode-pistol dan mengisikannya peluru, tentu saja, aku menggunakan peluru cahaya. Kemudian, cahaya yang menyilaukan keluar dari letusan pistol, dan kemudian kepala skeleton itu menjadi debu, dan berhenti bergerak. Aku melihat ke sekitar, dan Tsubaki-san, Baba-jiisan, dan Naitou-san telah memotong skeleton satu demi satu, tapi sepertinya tidak peduli berapa banyak mereka memotongnya, skeleton itu terus bangkit kembali.

            “Merepotkan. Aku akan menghabisi mereka semua sekaligus”

Rin melepaskan sihir, dan formasi sihir muncul di bawah kakinya. Itu memperluas sampai membungkus seluruh taman.

[Cahaya keluarlah, bersinar teranglah cahaya pengasingan; Banish]

Saat Rin selesai melafalkan mantra, skeleton yang berada di taman hancur ke dalam cahaya dan menghilang. Apa itu? seperti yang diharapkan dari Klan Fairy yang hebat dalam sihir.

            “Ku, sihir pemurnian, ‘kah? Kerja bagus, tapi....”

Prajurit dengan armor merah masih menghalangi dan melindungi Kanjou. Pedang Yamagata-ossan tertahan saat menghadapinya.

            “Oyakata-sama! Minggirlah!”

            “Fufufu, percuma saja. Oyakata-sama membelaku. Kau tidak akan bisa meletakan pedangmu padaku jika masih terus seperti itu pada Oyakata-sama. Jadi—”

Kata-kata Kanjou tersela *Bakin!* dan topeng Shingen retak. Itu sepertinya menyusahkan, jadi aku menembaknya dengan pistol.

            “Na!?”

Kanjou terkejut, dan dia melihat sekilas pada Shingen yang telah terjatuh oleh Brynhild ku.

            “Bocah, kau.....”

            “Aku tidak butuh bantuamu”

            “Yah, tapi..... pikirkan juga perasaan kami.....”

Baba-jiisan dan Natou-san menatapku dengan mata kagum, tapi meski kau berkata begitu, itu hanya akan membuatku susah.

            “Fu, fufufu, itu cukup bagus bukan? Tapi, aku masih punya ini!”

Kanjou melepaskan penutup mata kirinya. Di balik itu, ada mata merah yang terang, bukan, tapi sebuah bola yang terpasang pada matanya. Itu mengeluarkan cahaya yang menakutkan dan bersinar dengan seram seolah-olah itu berdenyut. Mungkinkah itu adalah [Harta Permata]?

            “Selama aku punya [Permata Keabadian] ini, aku tidak akan pernah mati! Bahkan jika aku memenggal kepalaku, itu akan meregenerasi kembali dalam waktu yang singkat!”

            “Jadi permata itu yang telah memberikan prajurit topeng demon kekuatan yang abadi?”

            “Benar sekali. Ini menyulitkan karena hanya dapat menerima perintah sederhana dari jarak jauh, tapi ini adalah [Artifact] yang menakjubkan karena memberikan pemiliknya penuh dengan sihir dan keabadiaan!”

Kanjou menjawab pertanyaa Rin dengan penuh kebanggan. Jadi semua itu adalah penyebabnya?

            “Araaaaaaaaaaaaaaaaaaa!”

Yamagata memotong tubuh Kanjou dengan pedangnya. Serangan itu menyerang melalui seluruh tubuh dan keluar dari lengan kanan orang itu, lengan yang jatuh berubah menjadi kabut abu-abu dan tersebar, lengan yang baru kemudian muncul pada bahu Kanjou.

            “Naaaaaa!”

            “Percuma saja! Tidak peduli berapa banyak kau memotongnya, itu akan meregenerasi lagi. Selama aku memiliki permata ini!”

[Aport]

Aku menarik benda bulat itu kepada diriku sendiri. Dengan kata lain, jika tidak ada permata, maka dia tidak akan bisa meregenerasi lagi. Itu terbang menjauh dari Kanjou seperti sebuah bola merah yang bersinar, dan terbang ke arahku, aku kemudian menangkapnya.

            “Na!?”

Kanjou menjatuhkan dirinya sendiri dan menyentuh  mata kirinya dengan tangannya. Tentu saja tidak ada permata di sana.

            “Brengsek, sejak kapan kau!?”

            “Perkataanmu tidak bagus kau tahu, itu bukan sihir atribut?”

            “Ah, ini adalah [Aport], sesuatu yang dapat menarik benda-bendar kecil ke arah dirimu sendiri. Ini benar-benar berguna di saat-saat seperti ini”

Rin tiba-tiba mengambilnya dan melihat permata yang ada di tanganku, matanya menyipit saat melihat itu. Dia melihatnya lagi dengan lebih teliti. Itu kotor, kau tahu?

            “Hmph, ini tidak bagus. Menyerap energi negatif dan kutukan pada hati pemiliknya yang membuatnya menjadi tidak murni. Ini mirip dengan menempatkan kutukan kepada dirimu. Ini adalah alasan dia menjadi sangat aneh. Hati yang bersih adalah gangguan untuk mengendalikan mayat hidup, jika kau memikirkannya itu cukup masuk akal.”

            “Kau sepertinya memahaminya dengan cukup baik”

            “Jangan meremehkan Klan Fairy”

Fufun, dan Rin kemudian membusungkan dadanya dengan bangga. Seperti yang diharapkan dari Kepala Klan Fairy. Aku terkadang lupa dengan itu.

            “ [Artifact] adalah barang sihir dari peradaban kuno. Itu adalah barang yang sangat berharga, tapi karena diberikan dari orang ke orang, itu kemudian menyerap kebencian dan menjadi sebuah malapetaka. Jadi akan lebih baik untuk menghancurkannya”

Setelah berkata begitu, Rin menggenggam permata pada tangan kanannya dan melakukan wind-up (posisi sebelum melempar bola) ke arah dinding.

            “Apa yang kau lakukan!? Hentikan itu!!”

            “Tidak mau”

Kanjou berteriak putus asa, dan Rin menanggapinya dengan senyuman jahatnya. Orang ini benar-benar suka untuk melakukan apa yang orang lain benci........ Dia melemparkannya ke dinding batu sekeras yang dia bisa, dan itu hancur berkeping-keping.

            “Ugaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!”

Kanjou berteriak saat dia memuntahkan darah, dan terjatuh. Meskipun dia menderita dan menggeliat kesakitan untuk sementara, tidak lama kemudian dia berhenti bergerak, dan mengering seperti mumi.

            “Te-rima..... kasih.....”

Dan paada akhirnya menjadi debu, tertiup ke langit, dan lenyap bersama dengan itu.

            “Ini..... apa yang terjadi?”

            “Yamamoto Kanjou mungkin sudah mati saat memulainya. Sihir energi, kekuatan fisik, semuanya telah dihisap oleh permata itu”

Kanjou lenyap dam Rin menjawab dengan ringan saat sisa-sisa dari pakaian Yamagata terlihat. Dengan kata lain, ketika permata itu hancur, maka mustahil untuk mempertahankan tubuhnya. Jadi, ketika itu dia sudah mejadi mayat hidup

            “Aa, Oyakata-sama........!”

Pada suara yang lemah dari Tsubaki-san, kami berbalik dan melihat Shingen dan prajurit demon lainnya berubah menjadi debu seperti Kanjou sebelumnya, kemudian saat angin bertiup, mereka lenyap pada langit malam. Akan lebih baik jika mereka bisa beristirahat dengan tenang.

Ke-4 Raja dan Tsubaki-san meletakkan tangan mereka secara bersamaan dan berdoa untuk orang mati. Apakah karena aku orang Jepang? Aku secara alami meletakan tanganku juga secara bersamaan dan melakukan hal yang sama



⟵Back         Main          Next⟶




Related Posts

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 60 Bahasa Indonesia
4/ 5
Oleh