Monday, January 30, 2017

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 68 Bahasa Indonesia


Arc 9 : Warisan Babilon

Chapter 68 : Duel untuk Beberapa Alasan, dan Larangan Sihir




Tempat ke mana Elsie membawaku adalah ke lapang latihan Angkatan Darat Kerajaan. Di tempat ini, Elsie dan Jenderal Leon sering menggunakannya untuk latihan, dia, yang seharusnya menjadi orang luar, memiliki izin untuk memasukinya. Berkat itu, kami juga dapat masuk.

Karena masih pagi, tidak ada orang yang berlatih. Tidak ada yang bisa didengar selain kicauan dari burung, benar-benar hening di sini.

Dipimpin oleh Elsie, ketika kami menginjakan kaki di tempat pelatihan, seseorang terlihat sedang duduk di tengah-tengah tempat latihan.

            “Yae? Apa yang kau lakukan di tempat ini?”

            “... Aku sedang menunggu Touya-dono ~ degozatta”

Setelah menempatkan katana di depan dirinya, duduk dalam sikap seiza seakan sedang bermeditasi di tanah, Yae perlahan membuka matanya, mengambil katana di tangannya dan berdiri.

Entah bagaimana, suasananya terasa berbeda dari yang biasanya.

            “... Kau telah membuat Lindsey sebagai pengantinmu, bukan?”

            “Ah.... Hai, seperti itulah........”

Berbalik, tatapan Elsie menusukku. Ini lagi... Aku punya pengalaman serupa kemarin juga... Yah, karena itu adalah adiknya, itu tidak dapat membantu kalau dia menjadi serius.

            “Jadi, dengan kata lain kau akan menjadi adik iparku, ‘kan?”

            “Ah... mulai sekarang tolong perlakukan aku dengan baik”

Berbicara tentang itu, bukankah memang akan menjadi seperti itu. Elsie menjadi kakak iparku.....

            “Apa yang kau pikirkan tentang Lindsey? Apakah kau benar-benar menyukainya?”

            “... Terus terang saja, aku masih belum terlalu yakin. Aku tidak berpikir bahwa aku akan mengatakan sejauh ‘Aku mencintaimu’. Sama dengan Yumina. Namun, aku jelas menyukainya, dan sudah pasti menyayanginya.”

            “Apakah dia menerimanya?”

            “Aah”

Fuu, Elsie mendesah. Aku ingin tahu, apakah dia shock. Sementara menggaruk kepalanya dengan cepat, dia terus menendang tanah untuk mengeluarkan kejengkelannya. Begitu menakutkan!

           “Dari sejak dulu, gadis itu, ketika kejadian tersebut terjadi, kau tahu.......Biasanya, dia selalu gugup ketakutan, di saat-saat keadaan yang genting dia akan menjadi berani. Kami benar-benar berlawanan, kau tahu”

            “Aku juga sama ~ degozaru. Sebuah sifat, yang jika tidak ada kesempatan, maka tidak akan mempunyai kebulatan tekad ~ degozaru”

Maaf, apa sih yang kalian bicarakan?

Elsie yang dilengkapi dengan gauntlets yang tergantung pada pinggangnya, mulai membenturkan tinjunya dengan berisik. Yae juga memakai katananya yang disiapkan di tangannya pada sisi obi-nya dan mulai memeriksa posisinya.

            “Touya. Setelah ini, kami akan membuatmu bertarung dengan kami”

            “Haa!?”


“Jika kau menang, kami tidak akan mengatakan apapun tentang masalah dengan Lindsey. Tapi jika kami menang, kau harus mendengarkan satu hal yang ingin kami katakan”





Hei, apa maksudnya? Kenapa kita harus samapai sejauh ini? Tentu saja ini bukan semacam hukuman!? Sebelum aku memahaminya, Yae dengan lembut menarik katananya.

            “Katana ini dipinjam dari Viscount Soderick, tepi pedangnya telah dihilangkan ~ degozaru. Kau tidak akan mati jika terpotong ~ degozaru, tapi karena bisa mematahkan tulang, akan lebih baik jika kau berhati-hati?”

Terima kasih banyak untuk informasi yang sama sekali tidak membantu itu!

            “Tepi pedang pada Burnhild juga harus dihilangkan dengan [Modeling], ‘kan”

            “Tidak, sebelum itu! Mengapa aku harus bertarung melawan kalian berdua!?”

            “Yah, karena cara ini diperlukan ~ degozaru. Untuk kita”

Aku tidak tahu apa yang kalian bicarakan, tapi sepertinya kalian juga tidak seperti akan berhenti. Apa boleh buat, sepertinya aku hanya harus mengalah......

            “Jika kau tidak melakukannya dengan serius, aku tidak akan mengizinkannya sepanjang hidupku. Lindsey juga tidak akan mengakuinya. Aku tidak akan menyerahkan adikku yang sangat penting kepada seorang pria yang setengah hati”

U. Mereka mengetahuinya..... Sepertinya entah bagaimana pemikiran sederhana seperti itu dapat diperkirakan.

Dengan berat hati, sesuai dengan apa yang dikatakan, aku menghilangkan tepi pedang pada Burnhild dengan [Modeling].

Karena telah sampai sejauh ini, apa boleh buat, saat dimulai, dengan [Slip]....

            “Ah, kau juga tidak boleh menggunakan sihir. Karena aku juga tidak akan menggunakan [Boost]”

Sudah aku bilang, mengapa kau bisa membaca pikiranku!? Wanita benar-benar menakutkan!!

Pistol juga dimuat dengan peluru karet biasa. Dan hanya efek reload saja yang diperbolehkan.

            “Kalau begitu, apakah kau siap?”

Karena itu menakutkan untuk bertanya apakah mereka juga siap, aku hanya mengangguk kecil.

Pada saat berikutnya, Yae dan Elsie memisahkan diri ke kiri dan ke kanan, melihat sambil mengelilingiku dan datang ke arahku. Tiba-tiba itu menjadi serangan yang mengepung!

[Blade Mode!]

Aku memperpanjang pedang Burnhild dan ketika menjadi longsword, aku mulai berlari ke arah Yae. Jika itu adalah katana Yae, aku dapat mengatasinya, tapi aku tidak bisa melakukan itu pada tinju Elsie.

Menyilangkan pedang dengan Yae, dan tanpa mengubah momentumku, aku menyelinap ke sisinya. Berbalik dan menarik Remington model Baru dengan tangan kiriku, aku menembakan peluru secara beruntun.

Saat aku berpikir bahwa semua peluru telah mengenai Yae, Elsie melompat keluar di hadapannya dan menahan tangan kirinya yang merupakan gauntlets hijau emerald, yang bersinar di depan matanya.

Kemudian, semua peluru menyimpang jauh dari mereka, dan benar-benar telah dihempaskan ke arah yang salah.

            “Peluru apa saja, dengan pengecualian pada sihir, tidak akan mempan kepadaku, kau tahu”

Jadi begitu! Gauntlet hijdau emerald itu menghindarkan serangan jarak jauh dengan atribut sihir yang telah ditanamkan!

[Gun Mode! Reload!]

Tapi tetap saja, aku pikir itu akan menjadi kendala, aku menembakan pistol dengan kedua tanganku, serangan itu menyebar (meskipun hanya 12 tembakan) dan mundur ke belakang.

Namun, menghadapinya, Elsie maju terhadap hujan peluru itu, sementara menghindarinya dengan gauntlet di tangan kirinya, dan terus memperpendek jarak.

[Blade Mode!]

Sementara menghindar ke samping, Elsie malancarkan pukulan kanan lurusnya, aku menangkisnya ke samping dengan Burnhild, yang di mana sekali lagi aku membuatnya menjadi longsword. Kali ini Elsie menghindari itu, dan pada celah itu, aku mengambil beberapa jarak dan mencoba untuk mendapatkan kembali posturku.

“Kau naif ~ degozaru”

Dari belakang Elsie, tusukan tajam dilepaskan Yae. Tunggu sebentar! Bahkan jika kau bilang bahwa tepi pedangnya telah dihilangkan, itu masih akan menusuk, ‘kan!

Aku entah bagaimana menghindari pedang yang mendekati bahuku dan menyapu kaki Yae, yang melewatiku.

            “Kuu!?”

[Reload!]

Aku mengarahkan pistol yang ada di tangan kiriku, membidik Yae yang jatuh.

Namun, karena Elsie melemparkan tendangan sebelum aku bisa menarik pelatuknya, aku tidak punya pilihan selain untuk melompat kembali untuk menghindarinya.

Ya ampun, bukankah ini benar-benar kurang menguntungkan bagiku!? Dari sudut pandang yang normal, bukankah aneh bertarung dua lawan satu! Terlebih lagi, sihir juga dilarang!

Yae, setelah berdiri kembali, mengeluarkan wakizashi di pinggangnya dan mempersiapkan kedua katana. Apa?

Yae mulai berlari ke arahku dalam posisi rendah dan melakukan tebasan terbalik dengan katana di tangan kanannya. Aku entah bagaimana  bisa menghindarinya dengan melangkah ke belakakng, kali ini wakizashi di tangan kirinya datang terbang, yang diarahkan padaku.

Woooooah!? Apakah normal untuk melemparkannya!? Bukankah katana jiwa dari seorang samurai!? Atau karena itu adalah wakazashi, jadi tidak dihitung?

Memutar kembali, aku hampir saja tidak bisa menghindar, itu berbahaya! Sebenarnya, itu menyerempetku!

Sebelum Yae, yang melempar wakizashi-nya, mengatur kembali sikapnya, aku mengarahkan semua peluru dari kedua tanganku kepada dirinya. Pada jarak ini, kau tidak bisa menghindarinya!

            “Guu!!”

Yae terjatuh setelah menerima peluru karet. Dia masih membuat serangan horizontal dengan katananya, tapi aku menghindari itu, melompat ke belakang dengan ringan.

Namun, Elsie yang tergeletak di sana telah menunggu. Itu gawat, dia terlalu dekat! Mneyiapkan pistol, membidik, dan menembak, tapi tinjunya lebih cepat!

Sebuah pukulan tunggal dengan segenap kekuatannya datang dari tangan kanan Elsie. Kuu, jika itu yang terjadi, maka tenggelam atau berenang....!

Sementara menghindarkan tubuhku, menghindari tinju itu dengan perbedaan setipis kertas, dan melepaskan pistol di tangan kiriku, aku menangkap tangan kanan Elsie yang sebelumnya akan menghempaskanku. Dengan momentum ini, dengan tujuan untuk menjatuhkannya, aku berbalik ke tubuhnya, dan menempatkan siku kananku pada ketiaknya, aku melemparkannya dalam satu lemparan.

            “Naa!?”

Dengan terikan kecil yang aku dengar pada bahuku, aku melemparkan Elsie ke tanah. Seoi Nage atau sesuatu seperti itu, semenjak aku mempelajarinya di sekolah, tubuhku sepertinya mengingatnya.

TL Note : Salah satu teknik lemparan dari Judo

Sepertinya aku tidak dapat membuat luka yang cukup dengan lemparan bahuku yang tidak sempurana. Elsie dengan cepat mengangkat tubuhnya dan mencoba untuk berdiri.

Namun, aku sudah mengarahkan moncong dari Burnhild, setelah beralih ke [Gun mode], mengarahkannya lebih cepat dari dia yang sedang berusaha berdiri. Jika itu hanya pada jarak sejauh ini, kau juga tidak akan bisa menghindarinya, aku pikir. Angkat tangan.

            “Reload. Ini adalah kemenanganku”

            “... Kenapa kau tidak menembak?”

            “Jika kau mengakui kekalahanmu, aku ingin menghentikannya sampa sini”

Jujur saja, aku merasa ragu untuk menembak temanku. Aku harus minta maaf kepada Yae juga nanti.

            “Kau naif. Bagaimana bisa kau melindungi Lindsey dan yang lainnya jika seperti itu?”

            “... Karena aku seperti itu, jadi apa boleh buat”

            “Baiklah. Karena kau seperti itu, aku dan Yae juga telah menyukaimu”

            “............E?”

Apa yang kau katakan tadi? Untuk sesaat, pikiranku membeku.

Dengan itu, tangan kanan Elsie, yang salah satunya dengan gauntlet merah mulai mengeluarkan cahaya. Kemampuan gauntlet ini, kalau aku tidak salah, peningkatan kekuatan destruktif...!

Kuu, jika pihak lain tidak merasa ingin menyerah, maka apa boleh buat. Demi mengakhiri pertarungan, aku menarik pemicu pada Burnhild yang mengarah kepada Elsie....

            “Re!?”

Aku menariknya lagi. Tidak ada tembakan. Atau harus aku katakan, tidak ada peluru di dalamnya. Itu aneh. Aku yakin, aku telah mengaktifkan [Reload]....Ah.

Dari kantong peluru yang telah terpotong, tumpah keluar, dan sebelum aku menyadarinya, itu sudah kosong. Kecuali peluru dalam radius satu meter, [Reload] tidak akan berfungsi.... Aku kalah

Elsie melangkah ke dekat dadaku seperti kilat, dan mendorong tinjunya ke perutku. Karena aku kehilangan kesadaran pada titik ini, aku tidak ingat apa-apa.



⟵Back         Main          Next⟶


Related Posts

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 68 Bahasa Indonesia
4/ 5
Oleh

1 komentar: