Thursday, January 5, 2017

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 63 Bahasa Indonesia


Arc 9 : Warisan Babilon


Chapter 63 : Genbu dan Pengulangan Tak Terbatas


            “Sekarang, apa yang harus aku lakukan”

Karena kemarin kita terlalu banyak bermain, maka sekarang kita akan menyelidiki reruntuhan..... itulah apa yang ingin aku katakan, tapi aku benar-benar tidak memiliki ide sedikit pun tentang apa yang harus dilakukan.

            “Sesuatu yang bisa membuatku bernapas di bawah air.... atau menggunakan semacam sihir yang bisa membuat air menjauh”

            “Di sekitar reruntuhan di kelilingi oleh batu yang tinggi, jadi bagaimana kalau menghisap semua air.... atau sesuatu semacam itu”

Elsie yang mengusulkan ide tersebut, tapi berapa banyak air yang harus dihisap jika menggunakan cara itu.

            “Ano..... Aku punya ide, tapi......”

Gugup, Lindsey mengangkat tangan dan berbicara. Oh, tidak biasanya. Lindsey yang biasanya agak pendiam, mencoba untuk berbicara. Tidak ada yang salah, jadi lebih baik kita mendengarkan pendapatnya.

            “Apa? Apa? Jika kau memiliki ide yang bagus, katakanlah”

            “Tidak, itu bukan sesuatu seperti ide, tapi.... Dengan menggunakan [Long sense] Touya-san, bagaimana kalau kita mencoba untuk memperluas indra penglihatan dan......”

..... Benar juga. Kuu, mengapa aku tidak kepikiran cara itu? Itu benar-benar bukan ide yang bodoh. Setelah memberikan Lindsey sebuah ‘acungan jempol’ aku segera memakai [Long sense]. Indra penglihatan diperluas ke arah laut, dari pintu masuk reruntuhan maju lebih dalam.

            “Apa kau melihat sesuatu?”

            “.... Ini sangat gelap, aku tidak bisa melihat apa-apa....”

            “Apa yang kau lakukan!”

Elsie memberikan keluhan, aku kemudian segera menggunakan [Light]. Aku pikir bahwa jika bola cahaya melewat di bawah air, itu akan menghilang, tapi ternyata itu tidak terjadi. Yah, karena setelah semuanya itu memang bukan atribut api.

Tidak lama kemudian, mulai menjadi terang. Menggerakan indra penglihatan bersamaan dengan bola cahaya, maju menuju tangga.

Setelah turun untuk bebera saat, aula besar muncul. Di tengah ada sebuah tempat dengan formasi sihir yang tergambar di sana, itu dikelilingi dengan apa yang terlihat seperti enam barisan yang berjajar. Pada masing-masing tingkatan, di sana terpasang batu sihir, merah, biru, coklat, hijau, kuning, dan ungu. Enam atribut, tanpa terkecuali non-atribut, yang bersinar.

Selain itu, tidak ada apa-apa lagi di tempat ini. Tidak ada harta karun atau sejenisnya. Tanda seperti prasasti juga tidak ada yang seperti itu. Jadi, hanya ini saja?

Mengembalikan indra penglihatanku, aku menyampaikan apa yang aku lihat kepada Rin. Kepala Klan Fairy melipat tangannya, berpikir, tak lama kemudian, dia membuka mulutnya.

            “Kemungkinan besar itu adalah formasi transfer”

            “Formasi transfer?”

           “Mungkin, dengan mengaktifkan enam atribut, pusat dari formasi sihir akan menghubungkan ke suatu tempat. Kurang lebih mungkin seperti [Gate] yang kau gunakan”

Fumu. Jadi itu adalah alat untuk melakukan transfer. Mungkin, di masa lalu, ketika tingkatan air belum sampai ke sini, mungkin telah digunakan cukup sering. Ketika itu telah tenggelam ke dalam lautan, maka tidak bisa lagi digunakan, itulah apa yang aku pikirkan.

            “Entah kenapa sepertinya aku ingin mengaktifkan itu, tapi...... Jika tidak ada cara untuk mencapainya, maka sepertinya tidak mungkin. Terlebih lagi, aku tidak punya sihir yang bisa membantuku bernapas di bawah air”

“Master”

Meski begitu, Rin telah berhenti mempertimbangkannya, sementara dipeluk oleh tangan Yumina, Kohaku memanggilku.

            “Ada apa, Kohaku?”

“Memanipulasi semua air, hanya satu orang yang ada dalam pikiran saya yang dapat mengatasi masalah master”

Meninggalkan pantai, Rin menggunakan sihir untuk menggambar formasi sihir besar di tanah, dekat daerah bebatuan.

            “Kau tahu, biasanya dalam sihir pemanggilan, kau tidak akan bisa memanggil rekan yang secara khusus?”

“Aku akan mencampurkan kekuatan spiritual ku dengan kekuatan sihir master. Dengan begitu, seharusnya mereka pasti akan bereaksi, dan aku pikir itu akan menanggapi pemanggilannya”

Kohaku menyangkal kata-kata Rin. Rupanya, kau juga bisa memanggil dengan cara seperti itu. Bukankah itu terlihat curang.

            “Meski begitu, untuk memanggil [Genbu]..... bahkan jika itu adalah [Byakko], tetap saja masih tidak dapat dipercaya. Apalagi memanggilnya untuk dijadikan sebagai rekan yang lainnya”

            “Sudah, sudah. Jika kau mengkhawatirkan hal semacam ini pada Touya-dono, itu hanya akan sia-sia saja ~ degozaru”

Yae menenangkan Rin yang terus mengomel, dan mereka menjauh dari formasi sihir.

“Saya pikir kita bisa melakukan pemanggilan, tapi saya tidak tahu seperti apa kontrak yang akan diberikan oleh mereka. Kepribadian mereka tidak liar, tapi karena mereka sedikit aneh......”

            “Untuk sekarang, kita harus tetap memanggilnya terlebih dahulu. Akan tetapi, bukankah hanya satu binatang?”

“Apa yang anda katakan, mereka ada dua [Genbu]. Maa, jika anda mencoba untuk memanggil mereka, anda pasti akan mengerti”

Maa, jadi seperti itu. Untuk saat ini, aku akan mencobanya. Berdiri di depan formasi sihir, aku mulai mengkonsentrasikan kekuatan sihir untuk menggunakan sihir atribut kegelapan. Di tengah formasi sihir, kabut tebal mulai melayang, dan dengan segera menjadi lebih gelap. Kohaku yang berdiri di dekatnya mulai mencampur kekuatan sihirku dengan kabut itu. lebih tepatnya, sepertinya itu adalah kekuatan spiritual Kohaku, tapi aku tidak terlalu mengkhawatirkan tentang rincian kecil itu.

            “Salah satu yang memerintah musim dingin dan air, dan pegunungan tinggi di utara. Jawablah seruanku. Tanngapi permintaanku, tunjukanlah sosokmu”

Dari kabut itu, tiba-tiba, sebuah kekuatan sihir yang sangat besar muncul. Tidak, itu juga adalah kekuatan spiritual yang mirip saat dengan Kohaku. Aku merasakan gelombang kekuatan sihir seperti listrik.

Setelah kabut menghilang, ada kura-kura raksaksa. Ukurannya sekitar 4 meter. Itu adalah kura-kura darat. Memiliki empat kaki. Namun, meskipun aku menyebutnya kura-kura, itu lebih terlihat seperti monster kura-kura. Menyerupai sebuah monster, seperti yang aku lihat di bioskop, dengan tempurung yang terbang di udara.

Dan kemudian, selain monster itu, ada ular hitam yang melilit di sekitarnya. Dan itu juga besar. Terlihat seperti anaconda raksaksa dengan sisik yang bersinar seperti mutiara hitam dan pupilnya yang berwarna emas. Pandangannya mulai berubah ke arahku dan Kohaku.

            “Aara? Bukankah kau Byakko. Lama tidak bertemu. Bagaiamana kabarmu?”

            “Lama tidak bertemu, Genbu”

            “N, Mo.... Ayolah. Panggil saja aku ‘Gen-chan’. Jangan bersikap dingin begitu”

Betapa riangnya. Ada apa dengan ular ini? Orang ini secara mengejutkan berbicara begitu akrabnya. Namun, entah bagaimana suaranya begitu lancang. Seperti-transeksual.....

            “Jadi, Onii-chan yang ada di sana itu siapa.....?”

             “Masterku, Mochizuki Touya”

            “Master kau bilang?”

Mereka terlihat seperti terkejut, melihat dan menilaiku secara teliti. Aku membayangkan suara suram dari ossan atau ojii-san karena penampilannya, tapi mengejutkan, apa yang aku dengar adalah suara yang lebih feminim.

            “Manusia ini..... Master...... Kau terlihat menyedihkan, Byakko”

            “Katakanlah sesukamu. Tidak lama kemudian, pria ini juga akan menjadi mastermu”

            “Omong kosong!”

Kohaku terus bersikap dingin dan memprovokasinya. Kura-kura itu menatapku dengan marah, dan ular itu menatapku dengan penuh penasaran. Ini benar-benar merepotkan.

            “Baiklah, kau yang bernama Touya. Untuk melihat apakah kau layak untuk membuat kontrak dengan kami, kami akan memberikanmu tes”

            “Kalau begitu, apa yang harus aku lakukan?”

            “Bertarung dengan kami. Jika sampai matahari terbenam kau masih tetap bisa berdiri, kami akan membuat kontrak dan mengakui kekuatanmu. Tapi, jika kau keluar dai formasi sihir, menyerah, atau kehilangan kesadaran, maka kami tidak akan membuat kontrak.”

Berarti aku akan menang jika berhasil menjatuhkanmu. Apakah kau pikir bahwa kau tidak akan kalah? Menurut Kohaku, kepercayaan diri mereka yang besar berasal dari skill pertahanan mereka yang tinggi.

            “Jadi, aku hanya harus bisa bertahan sampai matahari terbenam, ‘kan?”

            “Benar. kua juga bisa menghindar. Aku harap kau bisa menghindar sampai matahari terbenam”

Kura-kura menjawab sambil tertawa, yang terdengar seperti mengejekku. Ah, sekarang aku merasa sedikit tersinggung. Formasi sihir ini memiliki diameter sekitar 20 meter. Tidak ada banyak ruang untuk terus menghindar. Sekarang masih belum tengah hari, jadi sampai matahari terbenam sekitar 6-7 jam, bukan? Ada batasan sampai berapa lama kau bisa terus menghindar. Maa, aku rasa, tujuan mereka adalah itu. Tapi maaf, aku tidak akan membiarkannya.

            “Aku mengerti. Kalau begitu, ayo kita lakukan.”

            “To-Toya-san, apa kau tidak apa-apa?”

Aku ingin tahu apakah Yumina mengkhawatirkanku. Sambil melihat ke arahku, suara yang terlihat cemas keluar. Betapa baiknya dia. Aku mengusap kepalanya agar merasa nyaman. Jadi jangan khawatir.

            “Tidak apa-apa. Maa, aku pikir, aku pasti akan bisa mengatasinya”

Kemudian, aku melangkah ke dalam formasi sihir. Kura-kura masih tertawa, tapi lakukanlah itu selagi kau bisa.

            “Kau secara mengejutkan benar-benar tenang, yah?”

            “Untuk keberaniamu itu, aku rasa, aku akan memberimu pujian. Kalau begitu, ayo mulai!”

Goaaaaa! Kura-kura mengaum untuk menandai dimulainya pertarungan.

Maa, untuk mengincar kemenangan, salah satunya adalah dengan membuat langkah pertama.

[Slip]

            “”Fugyaa!?””

Dengan bunyi gedebuk, Ular dan Kura-kura terjatuh dan membuat tanah berguncang. Dengan tubuh besarnya, tidak ada kerusakan yang signifikan.

Saat efek dari [Slip] berpengaruh, aku mengambil peluru di kantong pinggangku dan mulai menerapkan sihir.

[Enchant : Slip]

Sekarang, aku akan mengaktifkan sihir yang lain, dan membuat mekanisme pada peluru.

[Program dimulai

/Kondisi aktivasi : Efek [Slip] berakhir

/Aktivasi sihir : [Slip]

/Kondisi berhenti : Dibatalkan oleh pengguna

Program berakhir]

Baiklah. Dengan ini, pengaturan telah dilakukan.

            “Kuu!”

Aku mengarahkan peluru ke tanah, di bawah kaki kura-kura, yang mencoba untuk berdiri.

            “”Ugyaaa!?”

Swish! Kura-kura terjatuh lagi dan menggetarkan tanah. Setiap kali dia mencoba untuk berdiri, dia tergelincir dan suara getaran yang keras bergema yang membuat tanah bergetar.

            “Kau..... apakah kau iblis?”

Rin merubah pandangannya ke arahku, dan mencemoohku, terlihat kaget. Di sebelah kakinya, Kohaku berguling di tanah seperti orang gila sambil tertawa. Bahkan Pola memegang kedua sisi badannya sambil berguling-guling. Sungguh, berapa banyak hal yang bisa dilakukan oleh [Program] ?

            “Ketika efek dari [Slip] berakhir, [Slip] yang lainnya mulai diaktifkan. Dan saat [Slip] itu berakhir, maka [Slip] yang lainnya mulai diaktifkan lagi. Ini adalah pengulangan yang tak terbatas, bukan? Jika kekuatan sihir dihentikan, maka pengulangan itu akan berakhir.”

Sebenarnya, kemarin, ketika aku melihat Pola melakukan pengulangan seperti itu, itu memberikanku sebuah ide, dan ternyata bekerja dengan baik. Dan karena tingkat pemulihan sihir melebihi tingkat penggunaannya, maka tidak ada masalah.

            “Sekarang, semua yang tersisa adalah untuk menunggu di sini sampai matahari terbenam. Kalau tidak salah, kita membawa bekal bukan, Lindsey?”

            “Ah, ya. Kami membawanya, tapi.....”

Apakah Lindsey baik-baik saja? Membuat wajah seperti itu, dia melihat [Genbu], yang terus terjatuh. Aku tidak melanggar aturan apapun, kau tahu?

            “Bagaimana aku harus mangatakannya, ya? Aku merasa kasihan ~ degozaru”

            “Touya, berada bersamamu untuk beberapa saat, aku sekang bisa memahamimu, tapi kau benar-benar perlu belajar lagi bagaimana.... cara membaca suasana”

Entah bagaimana, pembicaraan ini menjadi terasa berat. Tapi pertandingan adalah pertandingan, tidak ada aturan yang dilanggar, dan jika kau bisa menang dengan aman, maka itu adalah yang terbaik, itulah apa yang aku pikirkan.

            “”Uguu!””

Setelah membuka bekal, aku memakan makanan yang dibuat oleh Claire-san. Enak. Ham dan keju adalah yang terbaik.

            “”Fugyaa!””

Saladnya juga enak.

            “”Fugyuru!””

            “Mo.....  aku harap tanahnya akan berhenti bergetar”

            “”””” Kau mengerikan! “””””

Aku?



⟵Back         Main          Next⟶



Related Posts

Isekai wa Smartphone to Tomoni Chapter 63 Bahasa Indonesia
4/ 5
Oleh