Sunday, December 11, 2016

Yuusha-sama no Oshishou-sama Chapter 10 Bahasa Indonesia


Chapter 10


Pelajaran Pertama ①


“Pertama-tama, aku ingin mengucapkan selamat atas diterimanya kalian di sekolah ini”

Mereka semua berada di lapangan latihan Sekolah Kesatria. Karena pada awalnya, bekas istana kerajaan mempunyai tanah yang luas, sekolah merombak beberapa kebun untuk membuat area latihan. Sebuah dinding batu yang memisahkan area latihan dengan area yang ada di sekitarnya, dan ada banyak kayu latihan yang berjajar di sepanjang dinding. Pada beberapa titik, ada sebuah gubuk yang telah dibangun, yang di dalamnya berisi pedang latihan yang tersedia saat dibutuhkan.

Di sudut lapangan latihan.....

Berkumpul di sana, 20 siswa baru.

Mereka berdiri di sekitar orang yang sangat besar, yang mulai berbicara.

            “Pertama-tama, aku akan memperkenalkan diri. Aku adalah instruktur kalian untuk selama satu tahun ini, Aldo. Aku tidak peduli siapa kalian atau dari mana asal kalian. Jadi, bersiaplah untuk berlatih sampai kalian bisa berdiri dengan kedua kaki kalian sendiri.”

Aldo memandang siswa yang berada di sekelilingnya. Dia dikelilingi oleh 20 wajah siswa yang gugup, para siswa itu berusia dari 12 sampai 16 tahun.

Karena itu adalah pelajaran pertama untuk siswa baru, dan ia ingin melihat kemampuan mereka yang sebenarnya, jadi ia tidak akan langsung mengajar, dan semuanya telah tenggelam dalam suasana yang berbeda.

Dia menatap daftar kelas yang ada di tangan kirinya. Ada 20 nama siswa yang terdaftar, tapi bukan nama mereka, melainkan nama lengkap mereka.

Dalam Sekolah Kesatria, seseorang tidak diizinkan untuk menggunakan nama keluarga mereka, atau memakai nama panggilan mereka, sekolah tidak peduli tentang asal-usul dari siswa itu sendiri.

Namun, untuk para pengajar adalah pengecualian, dan daftar tersebut telah dipersiapkan.

Membaca sekilas pada daftar tersebut, Aldo melihat kepada dua nama dari daftar tersebut. Dan sekali lagi memandang para siswa.

            “Pertama-tama, aku ingin melihat kemampuan kalian. Buatlah masing-masing dari kalian menjadi dua kelompok”

Pada kata-katanya, para siswa mencari pasangan mereka masing-masing, dan dengan segera membentuk pasangan.

‘Seperti yang aku duga, pasti akan seperti itu’

Melihat jalannya kegiatan, Aldo menggangguk, seperti yang ia duga, kedua siswa yang ia perhatikan adalah orang terakhir yang tersisa, yang tidak mempunyai pasangan. Meskipun mereka berada dalam kerumunan kelompok, siswa yang lain hanya menghindari mereka, dan pada akhirnya tidak ada yang berpasangan dengan mereka.

Salah satu dari siswa itu adalah “Kesatria Kadet Wynn”. Yang telah mengulang untuk ke-empat kalinya, dan menjadi yang terendah, ia adalah seorang anak laki-laki dengan latar belakang yang tidak biasa.

Dan orang yang satunya lagi adalah seorang siswa perempuan “Kesatria Kadet Cornelia”, di antara siswa yang lainnya, mereka berdua adalah orang yang dijauhi. Alasannya adalah karena mereka berdua usianya dua tahun lebih tua dari siswa yang lainnya.

Pada usia 16 tahun, mereka hampir tidak memenuhi persyaratan usia pada pendaftaran. Karena sebagian besar para siswa berusia antara 12 sampai 14 tahun, usia mereka jelas sangat menonjol. Itu wajar bagi siswa yang lain untuk menghindari mereka berdua. Selain itu, reputasi Kesatria Kadet Wynn yang telah mengulang sebanyak empat-kali, mungkin telah mempengaruhi tindakan mereka.

Pada akhirnya, para siswa saling membuat pasangan seperti yang diperkirakan oleh Aldo.

            “Yosh, setiap pasangan menyebarlah, jadi aku bisa melihat kemampuan kalian masing-masing. Tunjukan seni bela diri dan sihir kalian. Setiap pasangan harus mengambil jarak yang cukup satu sama lain.”

Para siswa saling menyebar di lapangan latihan.

Di antara para siswa itu, Aldo secara khusus mengamati Wynn dan Cornelia, sambil menyilangkan lengannya.

‘Sekarang, apakah mereka memiliki maksud yang baik atau buruk, akan lebih bagus jika mereka bisa mendorong para Kadet yang lainnya.'

Setelah memastikan bahwa ada sepuluh pasangan, Aldo mengeluarkan perintah dengan suaranya yang tegas.

            “Yosh, pertama-tama.....”

Dengan ini, pelajaran pertama di Sekolah Kesatria di mulai.

.......................

Di sebelah kiri kelompok yang telah menyebar di hadapan Aldo, di sana ada Wynn yang sedang berdiri. Dibandingkan dengan setiap siswa yang lainnya, dia mempunyai usia dua tahun lebih tua dari mereka.

            “Pertama-tama, aku ingin melihat kemampuan kalian. Buatlah masing-masing dari kalian menjadi dua kelompok”

Pada kata-katanya Aldo, para siswa mulai membuat pasangan, dan Wynn juga mencoba untuk memanggil beberapa orang. Namun.....

            “Umm.....”

Ketika ia memanggil salah ssatu dari mereka, para siswa melarikan diri dengan terburu-buru, dan segera membuat pasangan dengan orang lain. Terlepas dari perbedaan usia, para siswa yang sudah berpasangan berbisik-bisik di belakang punggungnya.

Karena tidak ada orang yang ingin berpasangan dengan dirinya, sepertinya mereka semua tahu latar belakang Wynn yang telah mengulang sebanyak empat-kali, dan juga merupakan rakyat jelata.

‘Gawat nih.......’

Karena ada 20 siswa, maka akan ada 10 pasangan. Oleh karena itu, tidak akan ada yang tidak mempunyai pasangan. Kalau begitu, maka ia akan menemukan seseorang yang tidak mempunyai pasangan, tapi meskipun ia membuat pasangan dengan cara seperti itu, ia tidak tahu apakah orang itu akan menerimanya atau tidak.

Karena dia tidak akan mendapatkan pasangan jika dia tidak berbicara, dia kemudian langsung mencari siswa yang ada di dekatnya.

‘Sepertinya orang itu seumuran dengan ku.....’

Wynn melihat seorang gadis yang dalam keadaan yang sama.

‘Akan lebih baik jika pasangan itu adalah laki-laki, tapi apa boleh buat’

            “Ano, maaf....”

Dia mendekatinya, dan memanggilnya.

            “Jika kau sendirian, maukah kau membuat pasangan dengan ku?”

            “Ah, iya. Dengan senang hati, tapi itu pun jika kau baik-baik saja dengan ku.”

Gadis itu tersenyum, merasa lega.

            “Baguslah kalau begitu. Namaku Wynn”

            “Aku Cornelia. Mohon bantuannya”

Sepertinya gadis yang bernama Cornelia itu tidak mengetahui tentang keadaan Wynn. Dan juga, sepertinya gadis itu di hindari oleh para siswa yang lainnya, sama seperti Wynn.

Dia bukanlah orang yang jelek ataupun kasar. Dengan rambut-sebahunya yang berwarna pirang agak kepucatan. Dibandingkan dengan seorang wanita yang cantik, dia terlihat seperti seseorang yang imut.

Untuk alasan tertentu. Wynn berpikir bahwa itu adalah hal yang aneh karena tidak ada yang memanggilnya. Mungkin, menurut Wynn, alasan dia dihindari adalah karena dia lebih tua daripada siswa yang lainnya.

Mengikuti instruksi yang diarahkan oleh instruktur, Wynn mengikutinya, bergerak dari tempat mereka, tapi, untuk beberapa alasan, dia melihat sosok Leticia pada gadis itu, dan dia berhenti memperhatikannya.

‘Leti’

Selama dia berjalan, dia teringat kejadian tadi pagi, ketika dia meninggalkan Leticia. Dia tiba-tiba kehilangan ketenangannya, dan dia menyesalinya.

Dia sadar bahwa dia telah bebuat kasar. Karena keegoisannya, dia menjauhkan diri, meskipun sikapnya setelah mengungkapkan bahwa dia adalah Brave, dia tetap tidak berubah.

Meski begitu.....

Dia berpikir tentang bagaimana tindakan yang harus dilakukan saat bertemu dengan Leticia, dia tidak bisa memikirkan apa yang terbaik untuknya.

Dia adalah seorang “Brave” dan juga “Puteri Ketiga dari Keluarga Mavis”

‘Pasti ada pasangan yang tepat, yang juga cocok dengan gelarnya’

‘Jadi, tidak akan bagus jika aku selalu berada di sektitarnya’

            “Umm......”

‘Kalau dipikir-pikir, aku juga telah meninggalkan Locke saat itu, sepertinya aku juga harus meminta maaf padanya.’

            “Ahem!”

            “Oops....”

Membalikan kepalanya, dia melihat Cornelia yang sedang menarik lengan kanan Wynn.

            “Mou, tidakkah kau pikir kita telah mengambil jarak yang cukup jauh?”

Selama ia tenggelam dalam pikirannya, mereka sudah cukup jauh dari pasangan yang lainnya untuk melakukan latihan tanding secara bebas.

Sepertinya, sekarang mereka adalah kelompok yang terjauh dari instruktur Aldo.

            “Ah, ya”

Mereka berhenti, menunggu arahan dari instruktur, dan tidak lama kemudian, Aldo mengangkat tangan kanannya.

            “Yosh, pertama-tama, aku akan mengawasi kalian yang akan melakukan pertarungan pura-pura ini”

Meskipun mereka begitu jauh, suara Aldo masih bisa mencapai Wynn dan Cornelia.

            “Hari ini, tidak ada larangan yang khusus. Bertarunglah secara bebas. Hanya saja, jangan sampai membuat lawan kalian mengalami cedera yang serius! Kalau begitu, Mulailah!”

Wynn menarik pedangnya ketika instruktur memberikan isyarat. Tapi pedang yang digunakan untuk latihan tersebut tumpul. Dia menggenggam pedangnya sambil mengamati Cornelia, yang telah menarik pedangnya juga, dan mulai melafalkan sihir.

[Perkuatlah aku!]

Dia secara langsung diselimuti oleh sebuah cahaya.

Itu adalah mantra sihir paling dasar, yaitu untuk meningkatkan kekuatan dengan sihir, “Sihir Penguatan”. Siswa yang lainnya juga diselumuti oleh cahaya.

Hanya Wynn yang tidak terselimuti oleh cahaya.

            “Apakah kau tidak akan menggunakan sihir?”

Cornelia meragukan Wynn, yang tidak memakai sihir. Menggunakan “Sihir Penguatan” untuk meningkatkan kecepatan dan kekuatan adalah dasar dari cara bertarung kesatria. Meskipun begitu, Wynn, yang mengundangnya untuk berpasangan dengannya, dengan tenang memegang pedangnya.

            “Kalau begitu.....!”

Dia berhenti untuk ragu-ragu. Sambil berkata begitu, Cornelia menendang tanah, dan melompat ke arah Wynn. Perbedaan kekuatan antara seseorang yang telah diperkuat dengan sihir, dan seseorang yang tidak diperkuat dengan sihir, seperti perbedaan antara orang dewasa dan anak kecil.

Untuk menutup jaraknya, dia menyodorkan pedangnya pada Wynn.

Namun—

Pada saat Cornelia maju, Wynn juga telah maju ke depan.

            “Tidak mungkin!? Cepatnya!”

Pada waktu yang sama—Tidak, Cornelia sudah cepat—tapi meskipun begitu, Wynn menutup jarak lebih cepat dibandingkan dengan dia.

Sebelum Cornelia berpikir, Wynn telah mengambil inisiatif. Dengan menebas secara horizontal, pedangnya telah membuat dia tidak bisa bergerak. Kemudian, Wynn secara perlahan mulai menarik kembali pedangnya. Cornelia berpikir bahwa sepertinya tidak mungkin jika Wynn telah menggunakan sihir untuk memperkuatnya.

Itu berarti bahwa kecepatannya itu adalah kemampuannya sendiri.

Memutuskan untuk melawan dengan kekuatannya, Wynn mengibaskan pedangnya ke samping dengan kuat. Pada saat Cornelia kehilangan keseimbangannya, Wynn melompat ke belakang. Cornelia segera memperbaiki sikapnya dan bersiap kembali untuk menyerang, tapi pada saat berikutnya, Wynn menutup jarak dan menyerang sekali lagi.

Tanpa bisa beraksi dengan kecepatannya—

            “Ah.....”

Pedangnya telah membuat dia jatuh ke tanah. Cornelia menatap Wynn dengan kagum. Wynn mengambil satu sampai dua langkah untuk mundur, dan dengan ringan menyarungkan pedang dengan tangan kanannya.

Itu terjadi dengan cepat, dia tidak bisa mempercayainya. Cornelia pikir bahwa dia tidak hebat dibandingkan dengan siswa yang lainnya. Tidak, mungkin dia percaya bahwa dibandingkan dengan yang lainnya, dia sedikit lebih lemah. Namun, dia tidak menyangka bahwa dia akan kalah dari orang yang tidak memperkuat dirinya dengan sihir. Terutama, tebasannya itu telah melucuti senjata Cornelia. Jangankan untuk bisa bereaksi pada gerakannya, dia tidak bisa melihat gerakan pedangnya.

‘Mengapa orang seperti dia masih berada di tingkatan kadet? Mungkinkah dia sebenarnya adalah seorang instruktur?’

Dia melihat Wynn dengan matanya yang curiga

            “Ah, etto... maaf. Sebenarnya aku hanya ingin mengincar pedangnya saja, apa kau tidak terluka?”

Salah mengerti dengan tatapannya, Wynn dengan cemas bertanya. Dengan kekuatan yang cukup untuk membuat kedua tangan Cornelia mati rasa, Cornelia tidak bisa menerima kekalahan yang seperti itu di dalam sekolah.

Tanpa menanggapi pertanyaan Wynn, Cornelia mengambil kembali pedangnya. Saat dia mengambilnya, dia melihat bahwa siswa yang lainnya masih sedang bertarung. Pada saat ini, hanya pasangan Cornelia dan Wynn yang telah selesai bertarung.

            “Umm, jika kau tidak keberatan, bisakah kita untuk bertarung lagi?”

Siswa yang lainnya masih belum selesai. Masih ada waktu yang tersisa.

‘Ada perbedaan besar di antara kemampuan kami.’

‘Kemampuan Wynn pasti bukan pada tingkatan kadet’

‘Kalau begitu, aku ingin mengujinya dengan seluruh kemampuanku’

            “Ya, boleh saja. Aku juga ingin bertarung ulang”

Wynn sekali lagi mempersiapkan pedanganya. Dari sana, dia berhenti bergerak, seakan menunggu Cornelia untuk melafalkan mantra sihirnya.

‘Kalau begitu.......’

[Perkuatlah aku!]

Dia sekali lagi melafalkan sihir untuk memperkuat tubuh dan kekuatannya. Tapi tidak hanya itu...

[Aku, yang memahami ajaran api dan pedang, maka tunjukanlah pedangku!]

Pedangnya diselimuti oleh api merah.

            “Sihir Penguatan, ‘Enchant’!?”

Wynn meninggikan suaranya, terkejut saat melihat sihir yang jarang digunakan di Sekolah Kesatria.

‘Itu masih belum semuanya’

[Aku, yang memahami jalan kemanusiaan, ikatlah dia]

            “Ugh!”

Sekarang, gerakan Wynn yang cepat menjadi terasa lebih berat.

“Enchant” adalah sihir untuk memperkuat tubuh dan kekuatan.

Sihir penguatan itu akan memperkuat tubuh orang yang menggunakannya, atau sihir itu juga bisa digunakan kepada orang lain.

Namun, beberapa kesatria lebih suka untuk menggunakannya kepada dirinya sendiri. Pertama, karena durasi dari sihir itu sangat pendek. Paling lama, hanya bisa berlangsung 10 menit.

Menerapkan sihir itu pada pedang, yang membuat pedang itu menjadi alat sihir yang permanen, tapi itu berlangsung lama untuk pertarungan yang singkat. Sihir penguatan juga bisa digunakan untuk memperkuat orang lain, tapi tetap saja masih memiliki kekurangan.

Dibandingkan dengan menggunakannya pada diri sendiri, efektivitas dari sihir penguatan itu hanya 3-5 kali lebih lama bila digunakan pada orang lain. Bahkan, jika orang yang ditargetkan itu bersedia, tubuh mereka tanpa disadari akan tetap melawan efeknya.

Karena para petualang di kota tidak memiliki cukup waktu untuk belajar sihir dan teknik pedang dengan baik, dan tidak banyak juga bangsawan dan orang kaya yang menyukai sihir penguatan, jadi hanya ada sedikit yang benar-benar bisa menguasainya.

Oleh karena itu—

Meskipun itu tidak kurang berguna saat di medan perang, itu sangat berguna ketika pertarungan satu lawas satu.

Menggenggam pedangnya yang berapi, Cornelia sekali lagi menyerang Wynn.





Kembali ke Chapter 09                                                Menuju Chapter 11

Related Posts

Yuusha-sama no Oshishou-sama Chapter 10 Bahasa Indonesia
4/ 5
Oleh

2 komentar