Wednesday, September 19, 2018

Hoshizora ni Shita, Kimi no Koe dake wo Dakishimeru Selingan 2 Bahasa Indonesia




Selingan 2 – Persiapan Menuju Pesta Dansa

            Bisa menjadi bagian dari drama saja rasanya sudah seperti mimpi.
            Dan aku bisa berakting bersama Shuu…
            Memang sih bukan aku sendiri yang berakting, tapi bisa menembus jarak lima tahun di antara kami kurasa merupakan hal yang penting. Untungnya, di hari Sabtu semuanya sedang keluar. Mereka baru pulang besoknya, tapi saat itu Ketua kelihatannya sudah sembuh.

Hoshizora ni Shita, Kimi no Koe dake wo Dakishimeru Chapter 2 Bahasa Indonesia




Chapter 2 – Festival Budaya Bersama Eina

            "Ada saran lain?"
            Seru perwakilan kelas dari depan meja guru.
            Berbagai saran seperti kafe, drama, rumah hantu, dan arkade sudah tercatat di papan tulis.
            Festival budaya sudah hampir tiba, namun ada kemungkinan bahwa kelas kami belum mengambil keputusan tepat pada waktunya, sehingga perundingan yang kurang niat ini pun diadakan seusai jam Wali Kelas.

Monday, August 20, 2018

Hajimari no Mahoutsukai - Volume 01 - Chapter 21 Bahasa Indonesia







Chapter 21 – Pelepasan


Ini bertolak belakang dari dongeng-dongeng itu.

Dikarenakan, gender dan bahkan urutan keseluruhannya.



            "Kenapa?!"

Teriakku yang geram pada diri sendiri.

            "Kenapa... kenapa esnya tidak meleleh?!"

Biarpun kami sudah membunuh Jack Frost, Ai masih tetap membeku.

            "Si Jack Frost itu seharusnya sudah tiada sekarang....."

Bahkan Nina pun mengerutkan dahinya dengan nada suara yang tegang.

            "Memang, dia harusnya sudah tiada."

Sunday, August 19, 2018

Chiyu Mahou no Machigatta Tsukaikata Volume 01 Chapter 12 Bahasa Indonesia



Chapter 12


Akhirnya, aku berhasil kembali ke Kerajaan Lyngle dari rimba neraka.

Biarpun aku sebelumnya terluka dan diracuni oleh ular, Rose mampu menyembuhkan semua lukanya.

Saat ini, aku enggak bisa melakukannya sendiri.

Kalau dipikir-pikir.... sihir penyembuhan Rose hebatnya bukan main.

Mungkin karena selama ini aku diasingkan, rasanya sudah lama sekali, padahal sebenarnya baru 10 hari.

Tuesday, August 14, 2018

Hoshizora ni Shita, Kimi no Koe dake wo Dakishimeru Selingan 1 Bahasa Indonesia



Selingan 1 -  Kamar Eina

           Sepupuku membukakan pintu, dan berteriak padaku.
            "Berisik!"
            Aku menutup panggilan Shuu-san, dan menyembunyikan ponselku di bawah futon.
            "Aku lagi baca buku dengan suara yang keras, ini PR-ku."
            "Bacanya yang pelan saja. Kau pikir kau ini siapa? Kau ini penumpang! Nanti mama marah!"
            Dia menutup pintu dengan membantingkannya hingga membentur dengan amat keras. Aku menghela napas dan mengeluarkan ponselku kembali, memuji diri sendiri karena bisa menyembunyikannya seketika itu juga. Aku tak ingin membuatnya marah, tapi aku senang bisa menjaga rahasiaku.
            Seandainya dia tahu aku barusan mengambil smartphone yang sudah dibuangnya, dia akan sangat marah dan mengambilnya.
            Aku berbaring di futon sambil membuai ponselku, saling menatap dengan langit-langit rendah.
            Ini adalah lemari di bawah tangga, dan kurang lebih, merupakan kamarku.
            Tak ada kamar untuk seorang penumpang sepertiku ini, jadi sebagai gantinya, aku diberikan tempat ini. Mengingat penampilannya, anehnya kamar ini terasa nyaman. Kamarnya berada jauh dari sinar matahari sehingga tidak panas saat musim panas, dan saat musim dingin juga masih tetap hangat karena kamarnya kecil.
            Ada kabel sambungan dari kamar sebelah untuk daya-nya, jadi tak ada masalah.
            Dan yang tepenting, bagiku, ini adalah kastilku. Tempat di mana tak ada seorang pun yang menggangguku, dunia yang hanya untukku sendiri.
            Di sini aku membaca buku-buku, menulis novel, dan mengobrol dengan Shuu-san.
            Aku memakai bekas-bekas dari sepupuku. Aku belajar dengan buku pelajaran bekas dan membaca buku yang kupinjam dari perpustakaan sekolah. Aku ingin meminjam buku dari perpusatakaan kota juga, tapi kau takkan bisa mendapatkan kartu perpustakaan tanpa walimu, jadi sulit untuk meminjamnya.
            Tapi itu bukan masalah, karena membaca semua buku di sekolah akan membutuhkan waktu yang agak lama. Aku bisa menggunakan ponselku juga untuk membaca buku di internet.
Tentunya, ponselnya tidak mempunyai kontrak, tapi aku masih bisa menggunakannya karena ada Wi-Fi di rumah, dan di luar pun masih ada jaringan Wif-Fi gratis.
            Atau aku bisa menggunakan hotspot portable sehingga tak ada masalah juga. Begitulah caraku menggunakan ponsel saat aku ingin bertemu Shuu-san.
            Aku akan senang andai bisa mendapatkan kontrak, tapi kalau aku mengatakannya, aku bahkan takkan diizinkan masuk ke rumah untuk sementara waktu.
            Sangat menyedihkan untuk memikirkan situasi yang kuhadapi.
            Aku harus memikirkan sesuatu yang menyenangkan.
            Seperi buku-buku.
            Atau Shuu-san.
            Benar juga, aku harus meneleponnya. Aku tiba-tiba menutupnya tadi, jadi dia pasti curiga.