Wednesday, February 15, 2017

Yuusha-sama no Oshishou-sama Chapter 22 Bahasa Indonesia



Chapter 22

Epilog - Yuusha-sama no Oshishou-sama /  The Master of the Brave




Itu adalah kediaman Cliffdorf yang berada di Ibukota Kekaisaran.

Banyak kereta kuda mewah yang berbaris di depan pintu gerbang, dan dari dalamnya, berisikan para bangsawan. Di aula, sebuah orkestra ditampilkan, sementara hidangan mewah dan makanan lezat disajikan di sebuah meja. Meja itu juga dihiasi dengan bunga-bunga segar, memberikan sebuah gambaran yang mewah.

Pria dan wanita yang berpakian mewah terlibat dalam pembicaraan kecil, dan menari pada musik orkestra, pelayan berjalan di antara mereka, menawarkan para tamu anggur dan jus.

Ada sebuah perjamuan di kediaman Cliffdorf.

Mereka merayakan pencegahan kudeta, dan Kapten Ordo Kesatria dan para Jenderal telah mengatur itu.

Di tengah-tengah ruang perjamuan. Di sana, Jade dikelilingi oleh para bangsawan yang merupakan bagian dari faksi Cliffdorf.

            “Jade-dono, kau dipromosikan karena telah menyelamatkan Tuan Putri?”

            “Seperti yang diharapkan dari anak Jenderal Cliffdorf. Keluarga yang tak ada taranya”

Dikerumuni oleh senyuman yang memujinya dan komentar dari para bangsawan di sekililingnya, Jade menatap segelas anggur di tangannya.

            “Tidak, tidak, aku bisa menyelamatkan Tuan Putri, tapi aku tidak membebaskan ibukota. Aku tahu bahwa aku tak berdaya”

            “Dalam situasi seperti itu, tidak ada cara bagimu untuk bisa melakukannya. Sebaliknya, kau bahkan menyelamatkan Tuan Putri, kau berhak untuk mendapatkan penghargaan yang cukup besar”

Jade menunjukkan ekspresi lega saat para bangsawan di sekitarnya menegaskan pernyataan itu dengan sepakat.

            “Karena semua orang mengatakan hal-hal seperti itu, aku merasa lega dari dalam lubuk hatiku. Karena aku masih belum berpengalaman, mulai sekarang, aku akan terus menghargai bimbingan semua orang.”

‘Dasar orang-orang bodoh!’

Bertentangan dengan kata-kata dan ekspresinya, Jade mencemooh para bangsawan dalam pikirannya.
‘Yah, orang-orang bodoh yang memberikan pujian ini masih bisa digunakan”

Pada sebagian besar, saat mereka berkeliling memuji Keluarga Cliffdorf, rumor yang baik juga akan menyebar.

Dalam acara ini, perayaan untuk Jade karena telah menyelamatkan dan melindungi Putri Cornelia Raul Cole Remulshil dari faksi kudeta.

...

            “Gawat, gawat”

            “Tenanglah. Ayah”

Jade mengerutkan dahinya saat ia melihat ayahnya, Marquis Welt van Cliffdorf, yang sedang mondar-mandir.

Mereka telah berhasil mengambil Cornelia dan menuju ke kediamannya. Saat mereka telah diperintahkan kesatria untuk mendapatkan Tuan Putri, mereka menerima kabar bahwa kudeta telah ditekan.

            “Kenapa!? Mereka telah mengambil alih benteng. Mereka mengaktifkan ‘Magic Selaing Barrier.’ Mereka akan mendapatkan kendali atas lembaga kekaisaran. Semuanya akan berhasil, tapi kenapa kudeta gagal?”

            “Sepertinya, sang Brave Mavis, ikut campur tangan”

            “Brave campur tangan dalam pertarungan antar manusia!? Seharusnya Brave hanya menonton, atau keadaannya tidak dekendalikan oleh formasi penghalang tujuh-lapis? Aku pikir mereka telah menggunakan iblis! Dasar tidak berguna Zaunas!”

Itu adalah Welt, meskipun bawahannya, yang telah memperkenalkan iblis berkerudung hitam pada Zaunas, yang takut akan campur tangan Brave. Percaya pada bawahannya, dan tak mengetahui bahwa Welt telah campur tangan, Zaunas dimanipulasi dalam menggunakan formasi penghalang tujuh-lapis sebagai tindakan balasan pada Brave yang sedang dia cari. Tentu saja, Zaunas membutuhkan tekad untuk meminjam kekuatan musuh abadinya, iblis. Setelah ragu-ragu untuk beberapa saat, ia akhirnya meminjam kekuatan iblis, untuk memastikan kekuatan Brave, Leticia van Mavis.

            “Kita mengetahui bahwa pemberontak tengah mengumpulkan prajurit! Dengan menggunakan Putri Cornelia, kita akan memiliki alasan untuk menyerang ibukota!”

Setelah pemberontak membahayakan keluarga kekaisaran, ia bisa mengatakan bahwa ia membuat prajurit dengan menggunakan bendera di bawah Putri Cornelia. Tapi hanya dengan sebuah alasan, Keluarga Cliffdorf akan kehilangan pengaruh. Namun, tidak seperti Welt yang tak sabar, Jade sedikit tersenyum.

            “Bukan itu, ayah. Aku telah membawa Putri Cornelia ke dalam perlindungan kita”

            “Apa kau bilang?”

           “Mereka tidak dapat membuktikan bahwa kita memiliki infornasi apapun tentang kudeta. Bagaimanapun juga, Pelakunya adalah pahlawan kekaisaran, Tuan Zaunas. Aku berada dalam kelompok yang sama dengan Tuan Putri, diam-diam menjaga tuan putri, dan melindunginya dari para pemberontak. Dan kemudian, membawa prajurit kita”

            “Namun, akankah Yang Mulia mempercayainya?”

            “Benar juga.... Kalau begitu kita harus mengadakan perjamuan”

            “Perjamuan?”

            “Benar. Atas saran ayah, Komandan Ordo Kesatria, kita akan mengundang mereka yang telah berjasa”

            “Maksudmu, Brave Mavis, juga?”

            “Kita telah melindungi Yang Mulia Cornelia, dan membawa prajurit untuk membebaskan ibukota, tapi Brave lah yang telah mengakhiri pemberontakan. Ketika kita mengundang Brave Mavis untuk perjamuan, ayah, akan memberi selamat pada dia bersama dengan Tuan Putri. Ini akan membuat para bangsawan lainnya, dan rakyat sebuah kesan kepada kita, Keluarga Cliffdorf, bekerjsa sama dengan sang Brave”

Pada akhirnya, Welt menyetujui rencana Jade dan mengadakan perjamuan. Berkat pengetahuan mereka tentang kudeta, para bangsawan dari faksi Marquis, dan mereka yang termasuk dalam militer tidak mengalami kerugian. Di sisi lain, saingan mereka, terutama Reindhardt Marquis, yang telah kehilangan putra sulung mereka, telah melemah.

Dalam kejadian ini, banyak orang yang berpengaruh kehilangan nyawa mereka. Meskipun itu bukan hasil terbaik untuk Cliffdorf Marquis, itu adalah hasil yang dapat diterima. Satu-satunya masalah adalah untuk menjelaskan mengapa Keluarga Cliffdorf satu-satunya faksi yang tak mengalami kerugian yang besar.

Meskipun begitu, tak akan ada orang-orang yang berpengaruh di faksi lemah lain yang bisa meneruskan masalah ini. Tapi mereka masih harus memperhatikan hal ini. Mengundang Brave dan anggota keluarga kerjaan untuk perjamuan akan mempererat anggapan Cliffdorf sebagai fondasi kekaisaran.

Karena itu para bawahan bangsawan, mereka telah terampil memanipulasi persepsi. Jade meneguk gelas anggur yang ia tatap, dan kemudian menyambut para bangsawan yang tiba dengan sebuah senyuman.

Bukan hanya para bangsawan utama, tapi para bangsawan dari negara-negara sekutu juga hadir—

            “Oh! Yang Mulia!”

Sebuah suara keras bergema di aula. Mata semua orang tertuju pada pintu masuk aula. Tersenyum saat ia masuk, itu adalah Kaisar generasi 11 Kekaisaran Remulshil, Alexei Raul Lute Remulshil. Putrinya, Cornelia menemaninya. Penyelenggara perjamuan, Welt, dengan cepat berlutut dan bersujud dihadapannya. Mengambil isyarat itu, seluruh orang yang berada di aula berlutut.

            “Sebuah kehormatan untuk bisa menerima Yang Mulia di kediaman kami”

            “Umu. Itu karena anakmu telah membantu putri kami. Ketika ayah dari pahlawan telah mengundang kami, kami tidak bisa tidak pergi”

            “Saya senang mendengarnya. Saya yakin bahwa Tuan Putri juga khawatir dengan kejadian ini”

            “Tidak... Berkat Tuan Marquis, aku tidak terluka”

Cornelia membungkuk.

Dia menggunakan tekadnya untuk mempertahankan senyumannya.

Itu jelas bagi Cornelia bahwa mereka telah mencoba untuk memperluas pengaruh mereka menggunakan kudeta, tapi Marquis Cliffdorf terus-menerus bersikeras bahwa ia hanya berniat untuk memberiikan perlindaungan pada Tuan Putri dan membawa prajurit untuk merebut kembali ibukota.

Kenyataannya bahwa semua bangsawan dari faksi Marquis Cliffdorf telah kembali ke wilayah mereka selama pemberontakan, sementara para bangsawan dari faksi saingan mereka dicelakai, jelas tidak wajar, tapi tak seorang pun mampu meneruskan masalah ini.

            “Malam ini, orang-orang berkumpul di sini telah memberikan rasa hormat. Silahkan untuk menyampaikan rasa terima kasih anda kepada mereka, Yang Mulia”

            “Begitukah...”

Mempertahankan senyumannya, Cornelia ingin segera mengalihkan matanya dari orang ini.

            “Benar. Mari kita tinggalkan dulu masalah ini. Kalian semua dapat berdiri. Kalian terlah berusaha keras dalam mempersiapkan perjamuan ini, jadi nikmatilah.”

Membungkuk sekali lagi pada kata-kata Alexei, mereka semua berdiri.

Aula menjadi penuh dengan suara.

Welt mengangkat tangannya, dan orkestra yang telah berhenti bermain ketika Alexei masuk, kini mulai bermain lagi, mengisi aula dengan musik. Welt mengangguk, puas, dan berpaling ke arah Alexei dan Cornelia.

Mengabaikan Welt yang lamban, yang terus menyapa orang, Cornelia dengan cepat melihat ke sekeliling ruangan. Dia telah diberitahu bahwa Wynn dan Locke selamat, tapi semenjak itu, Cornelia, yang telah dikurung dalam benteng, tak dapat bertemu dengan mereka.

Di perjamuan, ia telah mendengar bahwa banyak dari orang-orang yang telah memainkan peran besar diundang.

Itulah sebabnya, sepuluh atau lebih siswa yang selamat pada misi penaklukan diundang, atau seperti itulah yang dia dengar. Dalam kelompoknya, terdapat empat siswa yang selamat.

Meskipun mereka seharusnya ada di aula, tapi ia tak bisa melihat sosok dari Wynn dan Locke. Sebelum dia menyadarinya, Cornelia telah dikelilingi oleh bangsawan yang datang untuk menyapanya satu per satu. Mereka ingin membuat hubungan dengan orang yang berada dalam garis kedua pewaris takhta.

Ada juga bangsawan yang memperkenalkan anak-anak mereka padanya. Mendengarkan kata-kata berbunga mereka, di mana niat mereka dengan jelas terlihat, ia berjuang untuk mempertahankan dirinya untuk tersenyum dengan semua keinginannya, sementara mencari secara seklias kedua orang itu melalui celah-celah kerumunan.

            “Hei, kenapa kita ada di tempat seperti ini?”

            “Bukankah karena kita selamat? Setidaknya kau terlihat baik-baik saja, Locke. Tapi ini menjadi yang pertama kalinya bagiku, apa yang harus aku lakukan?”

            “Bodoh. Jiika kau ingin menjadi seorang kesatria, merasakan tempat semacam ini adalah suatu keharusan, bukan?  Yah, apakah kau pikir hanya belajar dengan giat saja itu sudah cukup?”

Termasuk Wynn dan Locke, empat orang dari kelompok mereka selamat, akan tetapi beberapa siswa dari kelompok yang dikerahkan di benteng juga selamat. Karena itulah mereka diundang untuk perjamuan. Meskipun mereka masih siswa, mereka juga bangsawan.

Hanya dengan mendapatkan pakaian yang sesuai, Locke membuat kenalan dengan para bangsawan. Juga, Locke adalah anak dari keluarga yang kaya. Semenjak ia memiliki pengalaman dengan masyarakat kalangan atas, ia tidak merasa aneh.

Wynn merasa aneh, menjadi satu-satunya yang mengenakan seragam Sekolah Kesatria. Tentu saja, seragam yang dikenakan untuk keperluan acara, sehingga tak terlihat aneh di tempat ini, tapi ia berdiri sebagai satu-satunya yang memakainya. Tak mampu membiarkan itu, Locke telah mengatur pakaian untuknya, tapi Wynn menolaknya, mengatakan bahwa seragam saja tidak apa-apa.

Sekarang, ia sedikit menyesal.

Pada awal perjamuan, Locke juga berbicara dengan bangsawan yang ia kenal, dan pedagang terkemuka yang merupakan partner bisnisnya yang potensial, yang Lokce tak bisa abaikan, dan saling menyapa dengan mereka. Ditinggalkan sendiri, Wynn tak ada teman bicara.

Pada akhirnya, tak ada hal lain yang bisa Wynn lakukan selain meraih makanan di atas meja. Akan tetapi, semenjak itu adalah meja perjamuan, ia memakan makanan yang biasanya ia tak makan
Dia mendecakkan bibir saat makan.

            “Para rakyat jelata juga memiliki sopan satun makan yang buruk. Sungguh tak dapat dipercaya bahwa kau berada di sini”

Selama ia makan, seseorang memanggil Wynn, yang sedang menatap para bangsawan yang berpakaian mewah.

            “Jade...”

            “Di luar sekolah, panggil aku Tuan Cliffdorf. Yah, karena kau rakyat jelata, aku bisa mengabaikan sedikit ketidaksopananmu”

Memimpin para pengikutnya, Jade membuat senyuman tak ramah.

            “Bagaimanapun juga, sepertinya kau juga selamat, huh”

            “Kecoa yang keras kepala....”

            “Jika hanya untuk ketahanan hidup, mereka pantas menerima rasa hormat”

Mereka menunjukan tatapan yang menghinakan padanya.

Akan tetapi, di tempat itu, mereka adalah bangsawan.

Wynn berdiri tegak tanpa bergerak, dan tanpa kata menerima perkataan mereka.

            “Kelompok yang menyebabkan kudeta, adalah sekelompok kesatria kampungan sepertimu. Rakyat jelata yang membela Yang Mulia Kaisar, adalah beban”

            “Itu adalah yang Jade-sama katakan”

            “Seperti yang diharapkan, pekerjaan yang terhormat seperti kesatria harus diberikan kepada kami bangsawan tinggi”

Jade mengangguk setuju pada kata-kata pengikutanya.

            “Itu benar. Seperti yang telah ayah sarankan padaku, aku telah melaporkan ini kepada Yang Mulia. Tanggung jawab kesatria terlalu berat untuk seorang rakyat jelata.”

Dengan senyuman menyeringai, Jade dan pengikutnya berpaling dari Wynn.

Wynn tetap berdiri tegak, memandang punggung mereka.

Wajahnya tak menunjukkan kemarahan, namun mengepalkan kedua tinjunya dengan erat.

Tentu saja, instruktur Aldo dan yang lain tak menggunakan tindakan kekerasan untuk mengubah keberadaan negara. Namun, siapa sebenarnya penyebab masalah semua ini?

Meskipun hanya menggagalkan kudeta, mereka mengadakan perjamuan ini tanpa memperhatikan sama sekali penyebabnya. Dia mengerti perasaan Aldo dan Zaunas.

            “Hmmm? Itu...”

Saat pergi, Jade menghentikan langkahnya. Sebelum mereka menyadarinya, orkestra telah berhenti bermain, dan mata semua orang tertuju pada pintu masuk.

Mengenakan gaun rapi sederhana yang sama sekali tak mencolok, seorang gadis telah memasuki ruangan. Meskipun usianya belum benar-benar dewasa, dengan rambut pirangnya yang teratur, semua orang menghela napas saat melihat kecantikannya.

Bahkan Alexei, Kaisar dari negara mereka sendiri, yang telah menarik perhatian semua orang sebelumnya, dan bahkan Putri Cornelia yang memiliki kehadiran yang kuat, kehadirannya seakan memudar.

Itu adalah Leticia van Mavis, sang Brave.

Dia telah masuk bersama dengan ayahnya, Duke Mavis, dan juga saudara-saudaranya. Keluarga Duke bergerak menuju Alexei, dan berlutut di dihadapannya. Di antara mereka, hanya Leticia yang tetap berdiri, menggenggam gaunnya dengan sedikit membungkuk. Diberkati oleh Dewi Anastasia, dia berada di atas kekuasaan umat manusia, jadi dia tak perlu tunduk pada setiap raja negara.

            “Kami sangat menyesal karena terlambat. Apa kabar, Yang Mulia”

            “Ini perjamuan. Janga terlalu formal, Duke Mavis”

Alexei mengambil tangan Duke Mavis, dan membantunya berdiri.

            “Lama tak bertemu, Brave-dono

            “Anda juga tak berubah, Yang Mulia”

Leticia tersenyum.

Leticia kemudian memandang ke arah Cornelia dan menyapanya.

Cornelia juga menyapanya kembali.

            “Paduka Duke Mavis, dan Brave-sama. Selamat datang di kediaman saya”

Tanpa malu-malu mengganggu percakapan antara Kaisar, Kelurga Ducal, dan Brave tanpa memikirkan situasinya, Welt mendekat dengan tangan terlentang lebar-lebar.

            “Berkat upaya Brave-sama, kami mampu menghentikan skema pemberontak yang hina, kami juga membawa prajurit untuk melindungi Yang Mulia dan ibukota, akan tetapi berkat tindakan cepat Brave-sama, kami mampu menyelamatkan Putri Cornelia. Seperti yang diharapkan dari Brave-sama

            “Itu akan menjadi cerita lain dalam sejarah legenda sang Brave, Leticia van Mavis.”

            “Terlepas sebagai Brave yang membunuh Raja Iblis, anda sekarang juga menjadi pahlawan patriotik yang menyelamatkan negara”

Para bangsawan yang lainnya yang melihat mereka, menambahkan kata-kata pujian. membenarkan kata-kata mereka, Alexei sekali lagi menatap Leticia.

            “Brave-dono. Mengapresiasi tindakanmu, aku ingin memberikanmu penghargaan, tapi kau sudah memiliki status, jadi kami tak bisa memikirkan apapun yang dapat kami berikan padamu. Apakah kau tak berubah pikiran tentang menikahi Pangeran Alfred?”

            “Saya senang bahwa anda sangat menghargai saya, tapi...”

Leticia dengan lembut menolak tawarannya dengan sedikit membungkuk. Duke Mavis sedikit menyeringai, sementara Welt tersenyum. Jika Putra Mahkota dan Brave terlibat, maka keluarga kerajaan akan berkembang.

Itu berlawanan dengan rencana Welt. Dalam insiden kudeta, fraksi Cliffdorf mampu mengendalikan bagian pusat Ordo Kesatria. Keluarga Kekaisaran juga berusaha untuk memenuhi kewajiban mereka dalam insiden ini, akan tetapi para bangsawan dari faksi anti-Cliffdorf telah kehilangan pengaruh mereka.

Setelah ini, bahkan Keluarga Kekaisaran dan Duke tidak bisa dengan mudah menentang kekuatan Cliffdorf. Saat Welt menghilangkan senyuman menyeringainya, Leticia dan Alexei melanjutkan percakapan mereka.

            “Selain itu, orang yang berkontribusi besar pada insiden kali ini bukan saya. Ada seseorang yang telah benar-benar berjasa”

            “Hou... Jika Brave-dono sampai berkata sejauh itu, maka kami ingin menyapa orang itu”

            “Itu benar. Saya percaya ini adalah waktu yang tepat bagi saya untuk memperkenalkan dia pada Yang Mulia”

Leticia berbalik. Berjalan di depan Alexei.

‘Hmm? Seseorang yang lebih terhormat? Siapa itu?

Welt yang tak bisa menyembunyikan senyuman yang memperoleh kekuasaan, merasa memancarkan cahaya keraguan pada kata-kata Leticia. Siapa orang yang telah melakukan sesuatu yang lebih dari sang Brave, yang telah mengalahkan Zaunas dan menghentikan pertempuran antara Orde Kesatria dan Pemberontak? Jika ini menjadi kacau, pengaruh faksi Cliffdorf akan berkurang, dan hambatan lain mungkin akan muncul.

Jika itu terjadi, maka dia akan perlu untuk mengambil tindakan terhadap orang itu. Welt, yang membuntuti di belakang Leticia dan Alexei, tenggalam dalam pikirannya. Para bangsawan yang berada di hadapan Leticia menyingkir, mebuat jalan. Para bangsawan yang telah melangkah ke samping mengikuti tatapan sang Brave dan Kaisar.

Di antara beberapa bangsawan muda yang gembira, ada seorang pemuda yang terlihat biasa mengenakan seragam sekolah berdiri di sana dengan ekspresi bingung di wajahnya.

Mengenakan pakaian yang indah, Leticia, diikuti oleh Kaisar, perlahan-lahan berjalan menuju Wynn.
‘Eh? Eh? Apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku berlutut?”

Dia telah melihat Leticia ketika dia memasuki aula, tapi teman masa kecilnya itu langsung dikelilingi oleh para bangsawan. Rasanya seperti dia dan Kaisar yang telah berbicara berada dalam dunia yang terpissah dari dia, yang merupakan seorang rakyat jelata.

Baru-baru ini, ia telah menghindarinya, tapi dia bahkan tak bisa mendekati dia selama perjamuan ini. Orang-orang di sekitar mereka, tatapan mereka pindah ke tempat yang Kaisar dan Brave tuju, tapi secara langsung, kerumunan yang berada di jalan mereka berpindah ke samping, memperlihatkan Wynn, dan juga Jade dan pengikutnya, yang berdiri di depannya.

Leticia memandu Kaisar ke arah ini.

‘Apa yang harus aku lakukan!?’

Dia secara refleks berteriak. Mengikuti arus, mungkin Wynn juga harus menyingkir. Akan tetapi, karena ia awalnya berada di ujung ruangan, di belakangnya tak ada apapun selain dinding.

Leticia dan Yang Mulia tak punya urusan dengan dinding, dan terlebih lagi, tatapan Leticia tetap lurus kepadanya. Locke, yang biasanya ia andalkan untuk saat-saat seperti ini, tak berada didekatnya.

Wynn dengan gugup melihat ke belakang, dan melihat Jade dan yang lain berlutut dengan baik. Bingung dengan tindakan mereka, Wynn juga berlutut.

Jantungnya berdetak sangat kencang.

Wajahnya, di sisi lain, pucat karena darah terkuras dari wajahnya.

Kaisar, yang mempunyai kekuasaan, mendekat.

Seluruh tubuhnya bergemetar.

Dia tak bisa membawa dirinya untuk melihat ke depan.

Terlepas dari Kaisar, para bangsawan terkemuka mengikuti di belakangnya.

Wynn mendengar percakapan para bangsawan itu.

            “Oh, apakah orang yang dimaksud Brave-sama adalah anak saya, Jade? Jadi begitu. dia telah menyelamatkan Tuan Putri dari tangan orang-orang pengkhianat”

            “Jadi anak Marquis Cliffdorf. Saya telah mendengar bahwa ia menyelamatkan Tuan Putri kami, sehingga kami juga berencana memberikan rasa terima kasih kami”

Wynn hanya bisa melihat dari kehadiran yang ia rasakan, tapi kaki Leticia telah berhenti.

Di depannya adalah Jade, yang sedang berlutut.

            “Jade. Ini Brave Mavis-sama. Kau harus menyapanya”

            “Senang bertemu dengan anda. Saya Jade van Cliffdorf. Suatu kehormatan untuk bisa menghadiri sekolah yang sama seperti anda”

            “Senang bertemu denganmu juga. Tuan Cliffdorf”

            “Mungkin ini hanya sekedar prasangka saya sebagai orang tua, tapi anak saya berbakat, setelah mendengar pemberontakan, dengan segera bergerak untuk menyelamatkan Tuan Putri. Sebagai seorang ayah, saya bangga punya anak seperti itu”

          “Saya harap bahwa kita akan memperlakukan satu sama lain dengan hormat mulai dari sekarang, Brave-sama

Sampai saat itu, Jade hanya memandang Leticia dari jauh, tapi nafasnya menjadi terasa sesak saat melihat sosok kecantikannya dari dekat. Meskipun dia hanya berumur empat belas tahun, tak bisa dibayangkan betapa cantiknya dia saat menjadi dewasa. Tubuh langsingnya ditutupi oleh gaun sederhana. Sulit untuk percaya bahwa tubuhnya memiliki kekuatan untuk mengalahkan seluruh pasukan.

Jade terlihat senang.

Ia bisa menjadi kenalannya. Setelah sedikit lebih besar, dia akan mendapatkan dirinya.

Jade menunjukkan senyuman lembut, dan menatap Leticia.

Akan tetapi—

            “Kalau begitu, Tuan Cliffdorf, bisakah kau membiarkanku lewat”

Leticia tersenyum sesaat pada Jade, kemudian langsung mengalihkan pandangannya dari dia. Pandangannya menuju—

            “... Brave-sama?”

Welt angkat bicara, bingung.

Orang yang ingin ia perkenalkan bukan anaknya?

Welt memandang lagi Leticia.

Bingung, Jade dan pengikutnya bergegas untuk memberikan jalan.

Saat Brave dan Kaisar berjalan, kerumunan yang telah menahan napas mereka menjadi heboh.

Leticia perlahan-lahan berjalan ke depan menuju soerang pemuda yang sedang berlutut—dan berhenti di depan Wynn, kemudian memegang tangannya.

            “Siapa itu? Siapa dia?”

            “Itu adalah seragam Sekolah Kesatria. Salah satu yang selamat?”

            “Namun, sepertinya ia bukan bangsawan. Apakah dia seorang rakyat jelata?”

Suara keraguan terdengar.

            “Berdirilah”

Atas desakan Leticia, Wynn berdiri.

Darahnya telah benar-benar terkuras dari wajahnya, dan ia tampak pucat. Selain Leticia yang beridiri di depannya, ia juga tak mampu menghadap Alexei, dan hanya bisa membiarkan tatapannya berkeliaran di sekitar.

Seolah-olah menghadapi serangan pamungkas, Wynn menjadi panik, seluruh aula menjadi gempar. Leticia, tanpa mempedulikan terhadap kerutan gaunnya, berlutut.

Brave, yang dipanggil “The existence closest to god,” tidak tunduk pada pemimpin negara, ataupun seorang priest yang mewakili dewa.

Sang Brave telah berlutut terhadap seorang siswa biasa.

Alexei, Duke Mavis, dan Welt melebarkan mata mereka, terdiam.

Jade juga yang melihatnya, tercengang.

Brave telah mengabaikannya, dan berlutut dengan hormat dihadapan seorang rakyat jelata yang ia pandang rendah.

‘Apa yang terjadi? Orang seperti apa dia!?’

            “Kukuku...”

Sebuah tawa kecil keluar dari belakangnya.

Berbalik, ia melihat Locke Marine, yang  dekat dengan rakyat jelata itu, berdiri di sana.

            “Jade, rakyat jelata yang kau pandang rendah itu adalah Master dari sang Brave, Wynn Byrd”
Locke berbisik pada Jade, dan kemudian tertawa kecil.

‘Master sang Brave.... ? Rakyat jelata itu? Siswa yang gagal itu?

Di hadapan mata Jade, seorang rakyat jelata dengan ekspresi menyedihkan, di ambang air mata, tak dapat mengikuti jalannya kejadian, melihat sekilas keadaan sekitar.

Orang itu menunjukkan pemandangan yang menyedihkan—

Sementara pikran Jade terdiam dari ketidakpercayaannya, Leticia perlahan menatap Wynn. Keributan perlahan mulai tenang, aula menjadi hening, dan hanya suara Leticia yang terdengar.

            “Selama kejadian ini, berkat kekuatan yang dipinjamkan kepada saya oleh Master, saya mengucapkan terima kasih sebagai murid. Pedang dan perjalanan saya telah dipandu oleh anda, Master. Mulai sekarang, tolong bimbing murid yang tak layak ini”

            “Eh, tidak, umm...”

Tak dapat bereaksi terhadap situasi, Wynn hanya bisa terbata-bata, sementara Leticia menatapnya, tersenyum.

Dan kemudian, Leticia berbalik sambil berlutut.

            “Yang Mulia. Orang terhormat ini adalah Master saya, Wynn Byrd”

            “... Pemuda ini?”

            “Selama insiden itu, Master adalah orang yang dengan cepat menghancurkan prangkat sihir, menyelamatkan saya dari keadaan saya. Dia adalah orang terhormat yang paling berjasa dalam masalah ini”

            “Jadi begitu. Jika itu yang terjadi, kami ingin memberikan rasa terimakasih. Terima kasih. Jadi ini adalah Master sang Brave yang telah membunuh Raja Iblis. Apa yang kau inginkan?”

Wynn bahkan lebih bingung dengan kata-kata Alexei ini. Dengan refleks, ia sekali lagi melihat dengan sekilas keadaan di sekitar mencari cara untuk melarikan diri. Keumdian, ia melihat Cornelia, yang berdiri di belakang Kaisar, dan Locke, yang berdiri di antara kerumunan di sekitar Jade.

Cornelia tersenyum, dang mengangguk.

Locke mengacungkan jempol, tersenyum lebar.

Wynn segera tenang.

Wynn mengedipkan matanya, wajahnya menjadi dipenuhi dengan tekad dan ekspresinya benar-benar tidak seperti sebelumnya, dan menatap langsung pada Alexei.

            “Maaf jika saya begitu lancang, bagi yang Mulia, dalam kejadian ini, tuan Zaunas dan yang lainnya sedih atas keadaan kekaisaran. Dalam penderitaan mereka, alasan tindakan mereka tidak jelas, jadi tolong untuk menyelidiki penyebab insiden itu”

Meskipun ia seorang rakyat jelata, sebagai Kesatria Kadet, ia berbicara tanpa menyangkut status sosial.

Dia mulai menyesal.

            “B-, B-, Begitu kasar pernyataannya!”

Wajahnya memerah, Welt meninggikan suaranya.

            “Begitu kurang ajar, untuk seorang rakyat jelata! Yang Mulia! Kata-kata dari seorang rendahan—”

            “Apakah kau menghina Masterku?”

Menyela Welt, yang mulai memberi saran pada Alexei, Leticia berdiri dan menatap tajam pada Welt.
Welt, kewalahan oleh kilauan pada matanya, melangkah mundur.

            “Yang Mulia. Seperti yang Master saya katakan, akar permasalahan ini begitu dalam. Kita harus membuat jelas siapa yang memikul tanggung jawab untuk kejadian ini dengan melakukan penyelidikan secara menyeluruh”

Welt merasakan tatapan yang menghina dari Leticia.

Semua orang kewalahan oleh kehadiran yang dia pancarkan.

Bahkan Alexei juga kewalahan.

            “Ja-, Jadi Brave-dono setuju dengan kata-kata Master-mu”

            “Juga, Tuan Marquis, kau seharusnya tak melakukan hal itu, suasana sekarang menjadi hancur. Tolong, biarkanlah perjamuan terus berlanjut, semuanya”

Pada kata-kata Leticia, aula yang sebelumya terasa canggung kembali menjadi biasa. Orkestra juga mulai memainkan beberapa musik yang lamban. Welt masih tercengang, tapi akhirnya bergegas pergi. Dia mungkin menyusun rencana untuk masa depan. Menyuruhnya pergi dengan menatapnya secara tajam, Leticia berbalik kembali pada Wynn.

            “Terima kasih atas kerja kerasmu, Onii-chan

            “Leti... A-, apa yang kau....”

Pada protes lemah Wynn, Leticia menjulurkan lidahnya dengan senyuman nakal.

            “Kau sampai memimpin Yang Mulia, dan dengan pernyataan mereka sekarang. Aku pikir jantungku berhenti”

            “Itu adalah balas dendam, Onii-chan. Bukankah kau sudah menghindariku baru-baru ini?”

            “Tidak... itu... yah, Leti adalah sang Brave, dan seorang Putri Duke, sementara aku hanyalah seorang rakyat jelata”

            “Mou, masalah itu tidak terlalu dipikirkan juga tidak apa-apa bukan?”

Locke datang melalui kerumunan dan menghampiri mereka.

            “Sekarang kau tahu, bahwa kau juga memiliki gelar ‘The Master of the Brave.’ Kau tidak harus menahan diri lagi, ‘kan?”

            “Itu benar”

Cornelia juga memanggil dari belakang ayahnya, Alexei, dan berjalan menuju Wynn.

            “Wynn, Locke, syukurlah kalian baik-baik saja”

            “Yang Mulia....”

            “Berhentilah memanggi ‘Yang Mulia.’ Panggil saja aku Cornelia”

Cornelia tersenyum kecut pada Wynn dan Locke, yang hendak berlutut.

            “Apa, kau tidak percaya bahwa aku adalah Tuan Putri?!”

            “Yah, aku pikir kau seorang putri dari seorang bangsawan, tapi aku tak pernah berpikir bahwa kau adalah seorang Tuan Putri. Kenapa kau berada di Sekolah Kesatria?”

            “Aku akan memberitahumu tentang itu nanti. Sekarang giliran Brave Mavis. Berkatmu, aku telah diselamatkan. Aku benar-benar berterima kasih dari dalam lubuk hatiku”

            “Tidak, aku hanya melakukan apa yang ingin aku lakukan”

Leticia tersenyum pada Cornelia.

            “Kita benar-benar menarik perhatian... Aku hanya tambahan di sini”

Master dari sang Brave juga berhubungan baik dengan Tuan Putri. Itu tidak seperti perhatian hebat seperti sebelumnya, tapi tatapan semua orang ditujukan ke sana.

Sebelum mereka menyadarinya, Leticia telah mengambil lengan Wynn, dan mendekati meja makanan.. Lokce tersenyum kecut, melihat keributan yang meledak sekali lagi, saat Sang Brave menyuapi Wynn.

Dengan santai, ia berbicara kepada Cornelia yang berada di sampingnya. Meskipun dia memiliki senyum yang menyenangkan di wajahnya, jika dilihat lebih dekat, rasa cemburu bisa dilihat di matanya.

‘Aku mengerti, akan ada masalah besar nanti, temanku’

Locke sedikit mendesah.

Sebelum nama Wynn diberitahukan, tak banyak orang yang mengenalnya. Menjadi infromasi yang sangat rahasia, keberadaan Master dari sang Brave hanyalah sebuah rumor di kalangan masyarakat umum. Tapi sekarang, di depan banyak orang, Leticia, sang Brave, secara pribadi berlutut pada Wynn, mengumumkan keberadaan Master-nya.

Sejak saat itu, keadaan di sekitar menjadi ramai.

Dia memiliki banyak pengaruh—melaui sang Brave—dan mereka pasti akan mendekatinya.

Berapa banyak kesulitan yang akan dihadapi Wynn saat ia melaju di jalannya?

‘Dirinya sendiri yang hanya ingin menjadi seorang kesatria’

Tapi mulai dari sekarang, semua orang akan melihat dia sebagai ‘The Master of the Brave.’

Kepada teman-temannya, dan orang lain, bagaimana kekuatannya akan membantu mereka.

Kemudian. Saat dia berjalan di jalannya, apa yang bisa kita harapkan dari masa depan?

‘Bagaiamanapun juga, sepertinya itu akan menjadi menarik!’

Leticia memandu Wynn ke sekeliling, saat kerumunan yang bingung memandang dengan senyuman yang ramah, sambil memikirkan masa depan yang menyenangkan.

Locke akan bisa melihatnya dari dekat.


Kisah kegagalan dari Kesatria Kadet yang berjalan di jalannya sebagai “The Master of the Brave”



⟵Back         Main          Next⟶

Related Posts

Yuusha-sama no Oshishou-sama Chapter 22 Bahasa Indonesia
4/ 5
Oleh

4 komentar

February 15, 2017 at 4:44 PM delete

Inggrisnya baru sampe chapter 34
Raw-nya baru sampe arc 6

Reply
avatar
February 15, 2017 at 9:20 PM delete

ah iyah, barusan dah lihat inggrisnya :v tapi ga jadi baca takut ketagihan :v jadi nunggu yg indo ajah

di tunggu kelanjutannya deh
semangat dah buat yg nge TL

Reply
avatar
February 17, 2017 at 10:57 AM delete

Tetap semangat untuk TL. Nya
Huuu. Benar-benar berbeda dari LN yang selama ini saya baca......

Reply
avatar