Thursday, March 23, 2017

Yuusha-sama no Oshishou-sama Chapter 37 Bahasa Indonesia



Chapter 37

Hari Pertama




500 Pasukan Kesatria mulai berbaris dengan rapi menuju Ibukota Kekaisaran.

Armor perak yang berkilauan saat matahari pagi naik di atas bayangan hitam pegunungan. Pada pinggang mereka menggantung sebuah pedang yang terbuat dari baja dan di punggung mereka ada perisai yang juga terbuat dari baja.

Lambang Ordo Kesatria Kekaisaran, singa berkepala dua, tampak persis seperti yang Wynn lihat saat ia masih kecil.

Meskipun Wynn tidak mengenakan armor perak yang berkilau, ia memang memiliki lambang singa berkepala dua yang terukir pada bagian dada armor kulit, dan naik kuda, mengenakan mantel yang mewah, berangkat bersama dengan para kesatria.

Para penduduk ibukota, melihat sekilas sosok gagah berani mereka, yang berkerumun di pinggir jalan, yang membuat kegaduhan.

Wynn teringat dirinya yang masih kecil, yang antusias melihat kesatria dengan mulut yang terbuka lebar dari keramian, dan tidak bisa menahan senyumannya.

‘Aku rasa suatu hari, anak-anak akan datang ke Sekolah Kesatria, seperti aku’

Wynn sendiri pernah merasakan saat-saat itu.

Sejak hari itu, menjadi kesatria adalah mimpinya, ia memanfaatkan waktu luangnya untuk melihat kesatria pergi.

Pada awalnya, dia melihatnya sendirian, tapi akhirnya, Leticia juga ikut melihat dan berdiri di sampingnya.

Pasangan itu menyelinap dari pekerjaannya, yang membuat Hanna memarahi mereka.

‘Akankah anak-anak ini menjadi sedikit lebih dekat dengan kesatria yang mereka kagumi?’

Meskipun saat ini, ia tidak bisa menyebut dirinya sebagai seorang kesatria.

Sepanjang jalan, ia bisa melihat penginapan Wandering Bird’s. Ada kerumunan di depan penginapan itu, seperti di tempat lain.

Itu adalah tempat di mana Wynn telah memutuskan untuk menjadi kesatria dan mengambil langkah pertama untuk mencapai tujuannya.

Dia bisa melihat Randell dan Mark.

Mereka melihat dari jendela lantai dua.

Wynn tidak bisa melihat Hanna dan Abel, tapi ketika ia dengan ringan mengangkat tangan kanannya, Randell dan Mark melambaikan tangan kepadanya.

Dia bangga, tapi sedikit malu, dia dilihat oleh orang-orang yang dia kenal, tapi dia menegakkan punggungnya, membusungkan dadanya, dan memandang ke depan.

‘Aku juga ingin Leti melihat ini...’

Pada akhirnya, Leticia tidak terlihat, bahkan pada awal berbaris dari markas besar Ordo Kesatria.

Dia kecewa bahwa ia tidak bisa menunjukkan pada Leticia momen keberhasilannya, tapi Leticia percaya lebih dari orang lain bahwa ia bisa menjadi seorang kesatria. Dia mungkin mengalami beberapa situasi yang tidak dapat dihindari.

Dia memegang gelar Brave, sehingga ia mungkin memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

Bagaimanapun juga, Wynn bahkan tidak berangkat sebagai seorang kesatria.

Dalam hal ini, itu tidak akan terlambat untuk menunjukkan penampilan keberhasilannya dengan menjadi seorang kesatria dengan melakukan pencapaian dalam misi kali ini.

Dalam tujuan untuk melakukan itu, ia harus kembali hidup-hidup.

Dia tidak bisa berpuas diri selamanya.

Wynn dan yang lainnya, bawahan Royce, akan melakukan peninjauan.

Mereka akan mengintai musuh, satu kesalahan saja dapat menyebabkan risiko yang besar. Jika ia lengah, ia akan mati sebelum bisa melakukan apa-apa.

Wynn mengencangkan wajahnya, dan mempertajam tatapannya.

***

            “Selamat Onii-chan

Di sana, jika salah seorang mendengar dengan seksama, bisikan hampir tak terdengar.

Bahkan Cornelia, yang berdiri di sampingnya, hampir tidak bisa mendengarnya.

Mendengar itu, Cornelia merasa dadanya sedikit menegang.

Di sana berdiri Leticia, yang menunjukkan senyuman menawan yang bahkan membuat Cornelia yang sesama perempuan terpesona.

Kedua perempuan sedang melihat kesatria berbaris di jalan utama dari jendela di salah satu kamar dari istana.

Dari jauh, para kesatria sepertinya tidak lebih dari sekumpulan perak yang bersinar.

Namun, Wynn, pemuda yang bercita-cita untuk menjadi kesatria, dengan penuh keyakinan berada di antara mereka.

Dia masih tidak memiliki status sebagai seorang kesatria, tapi ia berpartisipasi dalam misi sebagai bagian dari Ordo Kesatria.

Tidak ada yang tahu berapa banyak darah dan keringat yang telah ia keluarkan sampai saat ini.

Terlepas dari hal-hal yang ia dengar dari Wynn, Leticia, dan juga Locke, ketiga teman yang dia buat di Sekolah Kesatria, Cornelia tidak bisa mengerti keadaan mereka.

Semenjak dia adalah seorang Tuan Putri, dia dibesarkan tanpa kekuarangan, sulit baginya untuk memahami keadaan Wynn.

Dia kehilangan orang tuanya. Dia juga tidak mempunyai uang.

Dia mungkin harus berjuang dengan sekuat tenaga untuk mendapatkan makanan setiap harinya.

Itu pasti adalah cobaan yang sangat berat.

Untuk mencapai mimpinya, ia bekerja dengan giat setiap harinya, menabung setiap upah kecil yang ia dapatkan, menolak diri dari keinginannya, menjadi hemat untuk menabung setiap koin yang dia dapatkan, dan akhirnya, ia berhasil mengatasi rintangan itu dan bisa masuk ke Sekolah Kesatria.

Namun, sebagai rakyat jelata yang lahir dengan kekuata sihir yang kecil, ia telah dikalahkan berkali-kali.

Sudah tak terhitung berapa kali dia mungkin berpikir untuk menyerah. Mungkin ada hari di mana dia tergoda untuk menyerah pada mimpinya dan kembali ke kehidupan sederhananya sebagai rakyat jelata.

Namun, setiap kali perasaan itu muncul, tekadnya tidak goyah. Dia tidak menyerah, ia tidak memilih untuk kembali, dia hanya bersungguh-sungguh untuk terus maju, terus bergerak maju tanpa mundur, dan sekarang, kesatria berada dalam jangkauannya.

Setetes air mata menetes di sisi wajah Leticia yang tersenyum.

Tida diragukan lagi bahwa Leticia telah menunggu dengan cemas untuk hari ini.

Dalam empat tahun mereka bersama-sama, Leticia adalah orang terdekat yang melihat Wynn yang selalu bekerja dengan rajin.

Ditakdirkan sebagai Brave, Leticia diberi tugas untuk mengalahkan Raja Iblis. Kemudian, mereka dipisahkan selama empat tahun, waktu yang sama dari waktu yang mereka habiskan bersama.

Selama waktu mereka dipisahkan, mereka mungkin merasa seolah-olah setengah dari diri mereka telah hancur.

Namun, bahkan setelah Leticia pergi ke negeri yang jauh, Wynn terus bertahan, percaya bahwa dia tidak akan menyerah.

Leticia bahkan pergi untuk mengalahkan Raja Iblis, suatu pencapaian yang manusia bahkan seorang pahlawan tidak bisa melakukannya.

Leticia juga percaya bahwa Wynn akan selalu terus bekerja keras untuk membuat mimpinya menjadi kenyataan.

Wynn juga, percaya bahwa Leticia yang sendirian di negeri yang jauh akan melakukan yang terbaik.
Keinginan untuk hidup sesuai dengan kepercayaan masing-massing, bahwa mereka terus berjalan, bahkan di saat kesusahan.

Sederhananya, itu karena mereka “Bekerja Keras

Namun, dinding yang memisahkan mereka bukanlah sesuatu yang bisa diatasi dengan hanya sebuah “Kerja Keras

Meskipun terkadang menangis, batuk darah, menggertakan gigi mereka, mereka berdua mengatasi rintangan-rintangan tersebut. Semua itu karena mereka percaya satu sama lain.

Itu adalah sebuah ikatan yang tak terlukiskan.

Namun, itu murni, perasaan yang luar biasa.

Pertama, Leticia mengalahkan Raja Iblis, dan sekarang, Wyyn bekerja keras untuk mencapai cita-citanya.

Cornelia marah karena Leticia tidak bisa berada di sana untuk menyaksikan Wynn saat momen keberhasilannya.

Leticia tidak bisa berada di sana untuk mengucapkan selamat pada Wynn saat keberhasilannya.

Namun Leticia tersenyum.

Cornelia menatap senyumannya, dan menyadari bahwa dia juga bisa tersenyum seperti itu untuk orang lain.

Leticia tidak mampu berada di sisinya, tapi sulit baginya untuk hanya melihat dari jauh.

Seorang pemuda itu, Wynn, maju selangkah demi selangkah.

Leticia merasakan senang untuknya dari dalam lubuk hatinya, seolah-olah itu untuknya sendiri.

Tapi mereka tidak bisa tetap seperti ini selamnya. Leticia telah datang ke tempat itu, meskipun mengganggu, itu adalah hari yang penting bagi mereka berdua.

            “Leticia-san, sudah waktunya...”

Cornelia membulatkan tekadnya, kemudian memanggil Leticia.

Leticia berbalik.

Dia menyesal karena hanya bisa melihat Ordo Kesatria dari kejauhan.

Kemudian ketika ia berbalik untuk melihat orang lain di ruangan itu, senyuman indahnya menghilang dari wajahnya.

Di sana berdiri dengan hati yang dingin Leticia van Mavis, sang Brave.

Dia melepaskan kehadiran yang kuat.

Orang lain yang berada di ruangan itu, seorang pemuda, mulai berbicara.

            “Leticia Brave-dono. Kami ingin kau untuk memaafkan ketidak berdayaan keluarga kekaisaran ini. Kami harus bergantung padamu, untuk terus melakukan hal-hal yang besar di masa depan.”

            “Tidak perlu, Yang Mulia. Berkat itu saya juga terbantu. Saya juga menggunakan pertemuan pernikahan ini dengan Yang Mulia untuk keuntungan saya sendiri.....”

            “Jika kau berkata begitu... Kalau begitu mari kita menikmati waktu kita sendiri. Aku telah mendegar dari adikku bahwa kau telah mengirimkan banyak proposal pernikahan”

            “Begitukah. Namun, semenjak saya menggunakan pembicaraan dengan anda sebagai pelindung, itu agak kurang jelas”

            “Ha ha ha. Kau menggunakanku sebagai pelindung, huh. Jumlah orang di Kekaisaran yang bisa melakukan sesuatu yang keterlaluan mungkin dapat dihitung dengan satu tangan.”

Pria muda yang terdengar ramah, yang merupakan putra mahkota dari Kekaisaran Remulshil, Alfred Raul Lute Remulshil, tersenyum.

            “Yah, Leticia-dono. Aku percaya kau telah mendengar sedikit dari Cornelia, tapi ada penghasut di negeri ini yang mencoba untuk membangkitkan pertarungan yang sia-sia. Kau akan membantu, bukan sebagai Brave, melainkan, sebagai bangsawan dari Kekaisaran, ‘kan?”

***

Dalam bulan kesembilan dari kalender kekaisaran 285, Ordo Kesatria berangkat menuju perbatasan Kekaisaran untuk menaklukan prajurit Petersia yang menyamar sebagai bandit.

Di antara lima ratus kesatria di bawah komando Jenderal Feyl, nama Wynn Byrd akan tercatat dalam sejarah.

Kehidupannya akan diturunkan secara turun-temurun, bersamaan dengan legenda Leticia sang Brave, sebagai Master sang Brave. Legendanya akan tercatat sebagai operasi militer pertama Wynn sang pahlawan.



⟵Back         Main          Next⟶

Related Posts

Yuusha-sama no Oshishou-sama Chapter 37 Bahasa Indonesia
4/ 5
Oleh

4 komentar

March 23, 2017 at 2:36 PM delete

waiting to the next chapter :v?

Reply
avatar
March 23, 2017 at 3:52 PM delete

gk akan terlalu lama kayaknya, karena sumber inggrisnya sendiri menargetkan untuk update 1 chapter per minggunya

Reply
avatar
March 23, 2017 at 5:42 PM delete

Ini udh nyusul englishnya ?

Semangat terus min

Reply
avatar
March 23, 2017 at 5:44 PM delete

iya udah nyusul, jadi untuk update selanjutnya tunggu aja yang sabar :v

Reply
avatar