Arc 2.5 (Selingan)
Chapter 48
Pekerjaan Dimulai
“Aku
minta maaf karena berteriak sangat keras”
Yang meminta maaf adalah seorang wanita yang berusia
pada pertengahan dua puluhan bernama Laura. Setelah menyadari bahwa Paul
bukanlah seorang penculik, Laura mengajak ketiga orang itu ke rumahnya.
Di dekat kakinya, seekor anjing gembala cokelat
mengamati ketiga petualang tersebut dengan waspada, telinganya berdiri tegak.
Tapi begitu Laura, sang pemiliknya, mengajak mereka
masuk, anjing itu berlari ke dalam ke tempat perapian, di mana api
berkelip-kelip, dan anjing itu pun berbaring.
Mereka tiba pada sekitar saat makan malam, dan Laura
menyiapkan makan malam.
Dia membuat rebusan ayam dengan sayuran yang
dipanennya di ladang.
Bau yang keluar dari panci yang mendidih di atas
perapian merangsang nafsu makan mereka.
Terkejut saat teriakan yang dikeluarkan Laura saat
pertama kali bertemu, Leti bersembunyi di belakang punggung Wynn sambil
memandangi potnya.
“Kalian
belum makam malam, ‘kan? Kenapa kalian tidak makan bersamaku? Lagipula kalian
membantu kami sebagai penjaga”
“Huh?
Apakah tidak apa? Kami juga mempunyai makanan sendiri, lo?”
“Tak
usah sungkan. Aku membuat rebusan sepanci penuh, tapi terlalu banyak bagi Bibi
untuk menghabiskannya sendirian.....”
“Wynn,
mari terima tawarannya”
Perut Wynn menggeram.
Roti keras dan daging kering tidak bisa dibandingkan
dengan rebusan sayuran ayam.
Wynn dan Leti duduk di samping perapian, dan mulai
makan pada mangkuk kecil dan sendok yang disiapkan Laura.
“Hati-hati,
makanannya panas”
“Baik!”
Meniupinya saat mereka makan,
“Ugh.........
Panas”
“Leti,
tunggu dulu sebentar agar seidikit dingin sebelum memakannya”
Untuk sesaat, Wynn dan Leti dengan asyik memakan
makanannya.
“Terima
kasih karena telah memberi kami makan”
“Tidak
apa. Aku pernah mempunyai anak seusia mereka. Karena mereka masih tumbuh,
secara tak sadar aku membuat sedikit terlalu banyak”
Laura tersenyum saat melihat Wynn, yang telah
mengosongkan mangkuknya, memegang mangkuknya untuk beberapa saat. Paul mengisi
mangkuknya dengan rebusan.
Karena itu adalah sup ayam, jadi rasanya enak
sekali.
Kalau saja ada minuman
keras di sini
“Aku
senang gadis cantik ini menyukainya. Bajunya terlihat sangat mewah, aku
khawatir tidak sesuai dengan seleranya”
“Tidak
juga, ini benar-benar enak!”
Ini merupakan makan besar dibandingkan sup dengan
jumlah banyak yang dibuat dengan menaruh tepung roti di dalamnya yang biasanya
dimilikinya.
Kesamping Wynn,
napsu makan Leti pun banyak, ya
Pikir paul
Dia adalah seorang gadis muda dari keluarga kaya
raya, tetapi, terlepas dari kenyataan bahwa ini bukanlah masakan haute, dia melahap makananan di depannya
tanpa henti.
*Masakan mewah baik dari pembuatan maupun
penyajiannya.
“Kau seharusnya tidak menempatkan
terlalu banyak makanan sekaligus pada mulutmu”
Wynn memberi Leticia, yang berusaha memasukkan
makanan sebanyak mungkin ke dalam mulutnya, sebuah peringatan. Dia lalu melihat
ke sekitar ruangan.
Selain Laura dan anjingnya, yang menggerogoti
sepotong daging yang diberikan oleh Laura, dia tidak melihat ada orang laing
yang tinggal di sini.
“Apa
Anda tinggal sendirian, Bibi?”
Sejenak, Laura terdiam, melamparkan pandangannya ke
bawah.
“Dulu
saat suami dan anaku masih hidup, semua keluarga kami tinggal di sini..... Tapi
sekarang, keluargaku yang tersisa tinggal di ibu kota”
Keluarga Laura tinggal di ibu kota. Dia hanya
mempunyai orang tuanya, suami, dan anaknya, tapi suami dan anaknya telah
meninggal karena sakit tahun lalu.
“Demi
melindungi tanah yang ditinggalkan suamiku, orang tuaku dan aku secara
bergantian bermalam di sini”
Wajah Laura serius saat memikirkan anggota
keluarganya yang sudah meninggal.
Paul berdeham, mencoba mengubah topik pembicaraan.
“Umm,
jadi secara khususnya apa yang dirusak?”
“Ayam,
telur, dan sawah semuanya dirusak”
“Apa
setiap ternak dilukai?”
“Tidak
semuanya”
“Begitukah”
Sepertinya bukan
serigala maupun binatang iblis. Kemungkinan besar seekor rubah atau musang,
tapi bisa juga Yoma
*Yoma, sejenis ras iblis
“Apakah
ada suara, seperti teriakan binatang?”
Wynn berhenti makan untuk bertanya pada Laura.
“Kupikir
tid—Ah!”
Laura, yang memikrikan pertanyaan itu, melebarkan
matanya.
“Kalau
tidak salah, terkadang jamur dan tumbuhan tertinggal di depan kandang ayam”
““Benarkah!?””
Paul dan Wynn saling melirik.
“Apa
selalu terjadi pada setiap malam kejadian terjadi?”
“Ya.
Persis pada waktu yang sama. Pada saat ada yang mencuri ayam dan terlur, jamur
dan tumbuhan tertinggal di sana”
“Sebenarnya,
rebusan hari ini juga terbuat dari jamur dan tumbuhan itu”
Ucap Laura dengan tak peduli.
Tak seperti Laura, Paul sangat memikirkannya.
“Mungkinkah
manusia yang melakukannya?”
Jika pelakunya meninggalkan hal seperti itu,
kemungkinannya bukanlah monster maupun binatang.
Itu seharusnya ulah dari makhluk yang cerdas.
“Apa
ada orang di sekitar sini yang tahu bahwa kami petualang akan datang hari ini?”
“Selain
orang tuaku, tidak ada”
Jika pelakunya
adalah seseorang yang tinggal di dekatnya, atau seseorang dari daerah kumuh,
maka akan lebih baik jika mereka tidak tahu kami ada di sini
“Wynn,
saat kau selesai makan, haruskah kita melihat kandang ayamnya?”
“Baik”
“Eh?
Leti juga ingin pergi dengan Onii-chan!”
Menelan sisa rebusan dari mangkuknya, Wynn berdiri
dengan penuh semangat.
Menanggapinya, Leti juga berdiri, tapi.
“Leti,
tidak sopan pada Laura untuk menyisakan makanannya”
Wynn memperingatinya.
“Tapi........”
“Dari
awal, Leti harus tetap di sini dan menjaga rumah”
Jika, kebetulan, pelakunya berasal dari daerah
kumuh........
Paul melihatnya saat Wynn mencoba membujuk Leti,
yang mengembungkan pipinya karena merasa tidak puas.
Siapapun bisa tahu bahwa dia berasal dari keluarga
yang kaya dari pakaiannya, yang akan membuatnya menjadi sasaran utama penculikan.
“Jika
dia diculik...... Aku akan mendapat masalah besar........”
“Tapi
Leti juga seorang petualang!”
“Oh,
jadi gadis ini juga seorang petualang?”
Setelah Wynn meninggalkan gubuk, Leti berteriak.
Laura menatapnya dengan kagum.
“Ya,
aku mungkin terlihat kecil, tapi aku masih bisa mengusir binatang, pasti”
“Hmm......
Anak nakal yang berlatih permainan pedang ini cukup berbahaya”
Mereka tidak hanya mengayunkan pedang kayu,
berpura-pura menjadi seorang kesatria.
Dari cara mereka mengayunkan pedang kayunya, bahkan
orang dewasa pun akan kehabisan napas setelah beberapa kali mengayunkannya.
Tapi kedua anak itu berputar-putar di sekitar,
dengan cepat saling bertukar serangan, seakan mereka sedang melakukan tarian
pedang.
Terlebih lagi, Guild
tidak akan memberikan mereka pekerjaan tanpa alasan.
“Jika
anakku masih hidup, dia mungkin akan seumuran dengan Leti, ya”
Mendengar gumaman Laura yang kesepian, Paul kembali
menatap Leti.
““Leti?””
“Ada
apa”
Mereka menyadari sesuatu yang aneh pada Leti.
***
Matahari telah terbenam saat dia makan malam.
Dengan menggunakan sepotong kayu bakar dari perapian
sebagai obor, Wynn berjalan di sekitar kandang ayam.
Tidak, aku tak
melihat petunjuk apapun
Dia memeriksa tanah di sekitar kandang ayam, tapi
tak menemukan petunjuk apapun.
Tanah di ladang
lembut, jadi mungkin ada jejak kaki di sana......
Wynn memerika dengan telitit ladangnya.
“Ketemu!”
Ada banyak jejak kaki yang tertinggal pada punggung
bukit di tanah.
Jejak kaki itu berasal dari beberapa orang yang
berbeda, tetapi beberapa di antaranya mungkin milik Laura dan orang tuanya.
Di antara jejak kaki itu, Wynn menemukan satu pasang
jejak kaki kecil yang tampaknya milik seorang anak kecil.
Mengingat bahwa anak Laura telah meninggal,
kemungkinan pemilik jejak kaki itu adalah pelakunya.
Tidak aneh, ketika dia mengikuti jejak kaki itu,
jejak kakinya mengarahkannya menuju anak sungai di dataran luar ladang.
Itu adalah salah satu anak sungai yang mengalir dari
bagian timur laut kota ke bagian tenggara kota.
Ke hulu, adalah hutan lebat, yang seakan diselimuti
dengan tinta gelap karena matahari terbenam.
Sangat berbahaya
pergi ke sana sendirian.........
Wynn memastikan lagi bahwa jejak kaki itu mengarah
jauh dari ladang ke anak sungai
“Paul!”
Dia membuka pintu, lalu berlari masuk.
Seketika, Paul dan Lara menyuruhnya diam.
Dia kemudian melihat Leti yang terkantuk di sudut
ruangan.
Wynn mengangguk memahaminya, lalu dengan pelan
berjalan mendekati Paul.
“Apa
Leti tertidur?”
“Ya,
meski dia sudah bangun smpai sekarang. Apa dia selalu seperti itu?”
“Apa
ada yang salah?”
Entah kenapa, Paul terlihat aneh.
“Yah,
tepat setelah kau pergi, dia menjadi aneh”
Ketika Wynn pergi, Leti menjadi benar-benar tanpa
ekspresi, seakan semua emosinya telah pergi.
Dia terlihat mirip seperti boneka.
Dia kemudian duduk di sudut ruangan, dan tak peduli
seberapa banyak Paul dan Laura berbicara padanya, dia tak menanggapinya.
Mereka bingung, tapi akhirnya, karena dia sudah
kenyang, Leti tertidur.
Itu tepat ketika Wynn kembali.
“Kau
juga mengejutkanku. Sebenarnya, siapa keluarganya Leti?”
“Umm.....
Yah, dia tidak seperti itu saat bersamaku. Aku juga tidak tahu siapa
keluarganya”
“Oke......
Meskipun dia terlihat seperti seorang gadis dari keluarga kaya, tidak ada
kehebohan tentang dia yang belum pulang. Dia sepertinya tidak diperlakukan
dengan baik.”
“Mungkinkah
dia anak haram?”
“Ada
yang harus kukatakan, ada beberapa jejak kaki aneh yang mengarah ke luar
ladang, jauh dar gubuk”
“Kerja
bagus, Wynn”
“Apa
yang akan kita lakukan dengan Leti?”
“Kita
harus menjaga rumah malam ini, jadi biarkan dia tidur di sini”
Paul melihat Laura untuk memastikan semuanya
baik-baik saja.
“Tak
apa. Aku penasaran apakah sesuatu terjadi pada gadis ini? Dia terlihat takut
padaku”
Leti meringkuk di tempat tidur.
Anjing gembala itu juga meringkuk di sebelahnya.
Laura mengeluarkan selimut agar Leti tidur nyenyak.
Wynn mengambil selimut dari Laura dan meletakannya
di atas tubuh kecilnya Leti.
Kemudian, untuk sesaat dia mengatur rambut pirang
Leti, yang telah kusut karena posisi tidurnya.
“Tanpamu,
Wynn, Leti sepertinya tidak berdaya. Kau harus melindunginya dengan baik, kau
dengar?”
Yuusha-sama no Oshishou-sama Chapter 48 Bahasa Indonesia
4/
5
Oleh
Lumia
2 komentar
masa-masa tenang sebelum badai..
ReplySaya tunggu kelanjutannya
Reply