Friday, February 3, 2017

Yuusha-sama no Oshishou-sama Chapter 19 Bahasa Indonesia



Chapter 19

Pembukaan ③


Pada saat ledakan terdengar di hutan.

            “Hei, hei, hei.... lelucon macam apa ini!?”

Ke arah pria yang berdiri di depan matanya, Jade, Regin mengeluarkan suara kebingungan. Cornelia juga masih bingung dengan perubahan kejadian ini.

Sementara berbaris di hutan, banyak anak panah yang diarahkan pada kesatria, baik itu di depan dan di belakang barisan. Terkejut, mereka jatuh, tertutupi panah.

Tidak mampu menghadapi kejadian yang tiba-tiba ini, mereka tercengang, pasukan yang bersenjatakan panah dan tombak, dan  kesatria yang mengenakan armor lengkap muncul di antara pepohonan.

Di antara mereka kesatria, mereka melihat beberapa wajah yang dikenali. Mereka adalah kesatria yang memimpin kelompok pertama, yang seharusnya berbaris di sepanjang rute yang berbeda dari kelompok kedua. Namun, satu-satunya  satunya siswa adalah Jade.

Cornelia tidak yakin ada berapa banyak dari mereka, karena pepohonan menghalangi pandangan, tapi pasti ada banyak kesatria dibandingankan dengan mereka yang telah berangkat dari benteng.

Tentu saja, pada saat para prajurit berangkat, tidak ada operasi militer.

Mereka bersenjatakan panah dan tombak.

            “Apa yang kau rencanakan, Jade van Cliffdorf? Apakah kau memulai pemberontakan?”

            “Pemberontakan, ‘kah?......”

Jade megeluarkan tawa ejekan mendengar pertanyaan Regin.

            “Yang memulai kudeta, adalah para serangga yang mati di sana. Apakah kau tidak menerima laporan dari keluarga Reinhardt?”

            “Apa!?”

            “Berkat mereka, itu akan memudahkanku. Aku berterima kasih kepada orang-orang bodoh yang telah mengatur kudeta”

            “Apa maksudmu?”

            “Sepertinya aku bisa mendesak untuk menyalahkan itu semua kepada mereka”

Jade perlahan mengangkat pedangnya, dan prajurit yang dipimpin oleh Jade mengangkat tombak mereka.

Niat membunuh mereka meningkat.

            “Sebagai ganti mereka yang menyebabkan kudeta, aku akan menyingkirkanmu”

Tatapan Regin dengan cepat beralih ke sekelilingnya.

‘Para siswa yang berada di kelompok kedua masih terkejut dengan perubahan kejadian yang mendadak dan maksud dari pembunuhan ini. Mereka mungkin tidak akan bisa membantu’

‘Sementara mereka para bawahanku, sepertinya mereka tak akan berdaya dalam situasi saat ini’

‘Terlebih lagi, jika mereka bisa melawan, mereka tidak bisa mengatasi perbedaan dalam kekuatan.’

‘Aku tidak bisa melihat seluruh kelompok, jadi aku tidak bisa memahami kekuatan dari pasukan yang dipimpin oleh Jade, tapi setidaknya ada seratus orang’

Mereka kalah jumlah, setidaknya sekitar dua puluh kali.

‘Dan sepertinya hanya ada satu cara jalan keluar—‘

Regin memusatkan perhatiannya pada Jade.

Ada jarak sekitar sepuluh langkah di antara mereka.

Jika dia entah bagaimana berhasil membuat Jade menjadi sandera, maka ia bisa melarikan diri dari tempat ini

‘Namun, apa yang harus aku lakukan setelah aku melarikan diri dari tempat ini?’

Pandangannya jatuh pada tubuh kesataria.

‘Mereka kesatria yang ditugaskan dari benteng’

‘Jika kata-kata jade benar, maka benteng ini kemungkinan besar telah ditempati oleh pemberontak’

‘Kembali ke ibukota melalui hutan dan melaporkan informasi kepada petinggi di Ordo Kesatria terdengar seperti ide yang bagus’

Untungnya, Keluarga Reinhardt Marquis memiliki pengaruh besar dalam Ordo Kesatria.

‘Kau harus dapat  mengambil keputusan yang tepat’

‘Selain itu—‘

Tapatan Regin beralih ke Cornelia, yang berdiri di dekatnya.

‘Meskipun terkena bahaya yang bisa mengancam nyawanya, dia harus mengambil kemauan yang kuat untuk tidak berteriak atau menangis’

Tidak seperti bawahan Regin, yang telah mengeluarkan suara gemetar, ia bahkan tidak membiarkan keluar suara tegukan.

Regin sekali lagi menatap Jade.

‘Meskipun ini adalah keadaan darurat, ini juga merupakan sebuah kesempatan’

‘Jika aku bisa bebas dari sini, aku akan mencapai suatu prestasi yang luar biasa’

‘Melebihi seorang kesatria, aku bahkan mungkin menjadi salah satu petinggi dari Ordo Kesatria’

‘Tentu saja, bahkan jalan untuk menjadi seorang kaisar adalah......’

Regin memikirkan rencananya.

‘Apa boleh buat, sepertinya aku tidak akan menang jika aku mencoba untuk melawan. Aku menyerah’

‘Itu lebih mudah daripada yang aku pikrikan...... bahkan jika menyerah, aku akan memanfaatkanmu, tapi.....’

            “Aku anak tertua dari Keluarga Reindhart. Jika kita bergabung, bisa kau bayangkan hal-hal yang bisa kita lakukan?”

Dia berjalan menuju Jade dengan kedua tangan di udara.

‘Satu langkah, dua langkah, tiga langkah.... Jika aku bisa sedikit lebih dekat....’

Regin yakin dengan kemampuan bertarungnya.

Dia tidak menjadi pemimpin pada kelas tahun sebelumnya secara kebetulan.

Pada kenyataannya, ia bisa membanggakan kekuatannya yang sebanding atau bahkan melebihi kapten  ordo kesatria.

‘Jika aku bisa membuat Jade sebagai sandera sampai aku sampai di ibukota, dan melamporkan keadaannya, aku akan menjadi pahlawan secara langsung.’

Sementara merasa sombong dalam hatinya, dia maju. Empat langkah, lima langkah......

‘Kemudian, aku akan melompat pada orang ini.....’

‘Semua orang dari ibukota akan mendengar namaku.’

‘Kemudian di sisiku, Cornelia akan memakai pakaian yang indah—‘

Membayangkan kebahagian masa depannya, langkah keenam adalah ujungnya.

Panah terbenam pada dahinya—

Menusuk melalui tengkoraknya, panah keluar dari belakang kepalanya. Regin terjatuh ke belakang, dengan mata terbuka lebar.

Dia tewas seketika.

Para siswa tidak mengeluarkan suara.

Mereka hanya melihat kejadian itu, kaki mereka bergetar tanpa suara.

            “Itu mengesankan!”

Memegang busur, seorang kesatria setengah baya yang berada di samping Jade melangkah maju, dan memanggil Jade.

Kesatria itu memukul dadanya, dan memberi hormat pada Jade.

            “Saya sungguh minta maaf. Sampai membuat Jade-sama harus bertindak sebagai umpan”

            “Tidak masalah. Aku memiliki kepercayaan pada kemampuanmu”

            “Saya tidak pantas untuk menerima kata-kata itu. Namun, ada kesempatan bahwa itu akan meleset dan hasilnya tidak bagus”

            “Kau pikir, kau berbicara dengan siapa, bahkan jika aku menjadi sandera, aku akan membuat rencana untuk melarikan diri. Selain itu, dijadikan sandera mungkin akan cukup menghibur”

            “Sejujurnya itu akan membuat kami bermasalah. Saya dengan rendah hati memohon maaf”

Menyeringai, kesatria itu melontarkan senyum pada Jade.

            “Jadi, suara ledakan apa tadi itu?”

            “Dilihat dengan kompas. Itu dari arah kelompok keempat”

            “Tch......”

Pada laporan itu, Jade menjentikan lidahnya.

‘Sepertinya orang-orang bodoh yang memulai kudeta bergerak duluan’

‘Kelompok keempat ada salah seorang rakyat jelata yang merusak pemandangan’

‘Aku pikri bahwa aku bisa menggunakannya yang dekat dengan Brave untuk mendapatkannya, tapi......’

Ketika ia menerima informasi tentang rencananya, Jade segera menyingkirkan bawahannya dari daftar orang-orang yang berpartisipasi.

Selanjutnya, ia kemudian meningkatkan jumlah orang di benteng yang melayani Keluarga Cliffdorf Marquis.

Jade sendiri yang membuatnya begitu, bahwa mereka kesatria ditugaskan untuk kelompok pertama bersama dengan dia.

Kemudian, Jade mengatur mereka yang menjadi saingan dari Keluarga Cliffdorf untuk berpartisipasi pada misi ini, jadi ia bisa menangani mereka.

Menggunakan kesempatan ini, setelah membasmi mereka, semua kesalahan akan diarahkan pada orang bodoh yang telah merencanakan kudeta.

Untuk bangsawan, kehilangan ahli waris merupakan pukulan besar untuk kedudukan mereka.
Ini sering menyebabkan kepunahan dari garis keturunan.

Tentu saja, selain putra tertua, ada anak kedua dan ketiga, tapi tetap saja akan memberikan dampak yang besar pada Keluarganya.

Ini akan sangat mengungtungkan bagi Keluarga Cliffdorf.

Dia sekarang dapat mengabaikan rakyat jelata yang dekat dengan Brave.

Seseorang yang ingin berada dipihak Jade, dan mencoba mencari muka.

            “Fumu, semuanya tidak akan seperti yang direncanakan.....”

            “Itu bagus bahwa kita telah mengurus Reinhardt di sini”

Mendengar kata-kata bawahannya, dia mengangguk dengan tenang.

Regin van Reinhardt adalah anak tertua dari Keluarga Marquis Reinhardt.

Sejak Jade adalah anak tertua dari Keluarga Cliffdorf, dan dia juga di angkatan yang sama dengan Regin, mereka sudah sering saling bersaing.

Tentunya, dia adalah saingan untuk posisi generasi selanjutnya Kapten Ordo Kesatria, tapi Jade tidak akan terganggu oleh ketidakhadirannya.

Meskipun ia tidak mampu mendapatkan Brave sebagai miliknya, dia masih menginginkan posisi itu.
‘Jika itu yang terjadi, mari kita mengubah rencana awalnya’

Jade mengalihkan perhatiannya pada para siswa, yang masih berdiri, menggigil ketakutan.

‘Kalian tidak akan percaya bahwa orang-orang yang tak sedap dipandang ini adalah bangsawan. Aku juga harus menyingkirkan mereka.’

‘Aku hanya ingin menyingkirkan sampah secapat mungkin’

            “Bagaimana dengan Ayah dan yang lainnya?”

            “Mereka telah meninggalkan ibukota, dan menuju ke wilah kita”

            “Baiklah, kalau begitu. Mari kita lanjutkan rencana kita!”

            ““ Ya!!””

Pada perintah Jade, mengangkat senjata mereka ke langit, seratus kesatria  yang berada di depannya berteriak.

Kemudian, mereka segera bergerak untuk membasmi orang-orang yang terisolasi di sana.

            “Tolong kami!”

            “Aku mohon, jangan bunuh kami......”

Berpura-pura tidak melihat pembasmian siswa oleh bawahannya, Jade perlahan berjalan menuju Cornelia.

Tak bergerak, dia hanya menatap lurus pada Jade.

            “Kalau begitu, jika kau tidak melawan, kami tidak akan melukaimu. Kau akan berguna sebagai boneka kami”

Pada awalnya, ia akan membuat kematian gadis itu disalahkan pada pemberontak, tapi situasi telah berubah.

Setelah bawahan Jade selesai membantai para siswa, mereka berkumpul di belakangnya, pemimpin mereka.

Dengan sombong, Jade perlahan berlutut dengan satu latutunya dan membungkuk pada Cornelia.

            “Jika kebetulan anda ingin bergabung dengan kami, kami Keluarga Cliffdorf akan menerimamu di wilayah kami. Itu bisa dibicarakan. Apakah anda ingin ikut bersama dengan kami? Yang Mulia?”

Cornelia Raul Lute Remulshil.

Puteri pertama dari Kekaisaran, orang kedua sebagai pewaris takhta. Sementara memberikan penghormatan kepadanya, Jade tersenyum dingin.



⟵Back         Main          Next⟶

Related Posts

Yuusha-sama no Oshishou-sama Chapter 19 Bahasa Indonesia
4/ 5
Oleh