Monday, February 20, 2017

Yuusha-sama no Oshishou-sama Chapter 24 Bahasa Indonesia



Chapter 24

Teman Masa Kecil



            “Huh? Leti?”

Wynn menurunkan pedang latihan yang ia gunakan untuk duel, dan memanggil Leti.

            “Selamat pagi, Onii-chan

            “Selamat pagi. Kenapa kau datang ke sini pagi-pagi?”

            “Aku kebetelun baru bangun...”

Leticia melihat ke sekeliling halaman belakang “Wandering Bird’s Misteletoe” dengan rasa rindu pata matanya.

            “Di tempat ini, empat tahun yang lalu, aku mengalahkan Onii-chan untuk pertama kalinya... itu sudah lama”

Ada tong yang digunakan untuk menampung air. Setiap hari, ia akan mengisi tong itu bersama dengan Wynn, melakukannya secara bolak-balik. Ada ember dan keranjang yang digunakan untuk mengeringkan cucian, dan juga membawa kayu bakar dan arang untuk kompor dan perapian. Di samping itu, yang kecil itu, adalah gudang yang lusuh. Itu di mana Wynn tinggal sebelum ia masuk sekolah.

Mengatasi rasa rindunya, Leitica berjalan menuju gudang. Dia bisa melihat bahwa dinding gudang yang terbuat dari kayu telah menerima kerusakan yang amat besar. Leticia menyentuhnya dengan tangan kanannya. Saat ia menggerakan tangannya di sepanjang gudang kayu, kotoran di atasnya terjatuh. Dia bisa melihat bekas perbaikan diseluruh dinding.  Saat Wynn masih kecil, ia telah memperbaiki itu sendiri menggunakan potongan-potongan kayu. Gudang penyimpanan tidak akan bisa tahan terhadap angin dan hujan jika ia tidak memperbaikinya. Akan tetapi, perbaikannya tidak sepenuhnya mencegah air bocor ketika hujan.

Selama hari-hari itu, Leticia sering menyelinap keluar dari rumah, masuk ke gudang penyimpanan ini, dan menyelinap ke tempat tidur Wynn. Meskipun potongan-potongan kayu tidak benar-benar bisa menghalangi dinginnya angin, tapi itu tetap hangat di bawah selimut sederhana. Di bawah selembaran tipis adalah kasur (mungkin jerami) yang ia pinjam dari kandang kuda. Itu adalah tempat tidur yang Wynn buat untuk menghindari dari lantai kayu yang dingin.

Itu benar-benar tempat tidur yang lusuh.

Namun, Leticia merasa bahwa itu lebih hangat daripada tempat tidur di kamarnya sendiri. Ada tempat tidur yang lembut dan hangat di kamarnya, di kediaman Duke Mavis. Itu seharusnya jauh lebih baik, karena itu lebih lembut daripada tempat tidur Wynn. Akan tetapi, Leticia diperlakukan sebagai gangguan oleh keluarganya, dan diperlakukan kasar oleh para pelayan.

Di gudang penyimpanan ini, dia bisa tidur lebih nyenyak dibandingkan dengan di rumahnya. Itu merubah rasa kesepian Leticia menjadi sebuah kehangatan. Terkadang dia banyak bergerak ketika saat tidur yang membuat Wynn terbangun. Wynn akan merasa terganggu, tapi wajah senangnya itu begitu manis—

            “Umm...”

Wajah Leticia memerah selama memikirkan masa-masa itu, dan anak yang berada di sebelah Wynn memanggilnya.

            “Sudah lama tidak bertemu, bukan?”

Lebih dari wajah Leticia yang memerah, Abel, wajahnya sangat memerah, dan dengan penuh semangat berdiri di depannya.

            “Sudah berapa tahun, yah? Aku dengar kau pergi ke suatu tempat yang jauh, tapi kau datang kembali ke ibukota”

Leticia yang bingung, memiringkan kepalanya. Dia melirik Wynn dengan tampilan yang bermasalah.
            “Itu Abel. Dia adalah anak bungsu dari pemilik penginapan”

Setelah melihat Leticia yang menjadi bermasalah karena tidak dapat mengingat anak itu, Wynn membantunya.

            “Ah! Umm, ya, sudah cukup lama.....”

            “Apakah kau mengingatku?”

Meskipun dia tersenyum picik pada kenyataan tak terduga bahwa ia lupa, Abel berusaha mempertahankan senyumannya. Sementara itu, Leticia menatapnya dengan berhati-hati. Dalam ingatannya, dua anak laki-laki dari “Wandering Bird’s Mistletoe” adalah orang yang selalu mengganggu dia untuk bermain dengan Wynn, menyembunyikan buku-buku dan mengolok-oloknya sampai akan menangis.

Dia secara alami menaikan kewaspadaannya.

Abel, senang bahwa dia bisa bertemu kembali dengan cinta pertamanya setelah empat tahun, tidak melihat lagi Leticia. Saat anak-anak, kecantikannya saja sudah tak tertandingi. Setelah empat tahun, ia menjadi sebanding dengan seorang dewi. Terutama mata hijau emerald-nya. Dia menatap Leticia—yang sedang waspada—dan semangatnya melambung tinggi.

            “Setelah kau pergi, aku menjadi seorang petualang,”

Kata Abel dengan penuh semangat.

            “Berbicara tentang itu, Leti juga bekerja sebagai seorang petualang, ‘kan? Dengan Wynn.”

            “Ya”

            “Apakah kau juga melakukannya hari ini?”

            “Kami tidak berencana melakukannya hari ini... tapi kami mungkin....”

Dia melihat Wynn dengan ekspresi bertanya-tanya. Jika Wynn masih melakukan permintaan sebagai seorang petualang, maka Leticia pasti akan mengikutinya.

            “Kalau begitu, kali ini, maukah kau pergi bersamaku?”

Menyilaukan ekspresi Leticia, dia sekali lagi menarik pedangnya untuk menunjukkan padanya. Pedang baru berkilauan di bawah sinar matahari saat ia mengangkatnya.

            “Apakah itu mengawal seorang pedagang, atau membasmi para bandit, itu akan baik-baik saja. Aku belajar bagaimana cara menggunakan pedang dari seorang petualang senior di guild, jadi akan baik-baik saja, bahkan jika kita diserang. Itu tidak seperti teknik pedang yang mereka ajarkan di sekolah kesatria. Itu adalah teknik pedang menusuk untuk membunuh”

Abel mengayunkan pedangnya yang ia pelahari dari Guild Petualang.

            “Ini akan memungkinkankyu untuk menebas banyak monster sebanyak yang aku bisa, jadi kau tidak perlu khawatir. Aku akan menunjukkan kepadamu bahwa aku bisa melindungimu”

            “... Sebelumnya, bukankah kau bilang bahwa itu bisa menebas tiga monster?”

Wynn secara refleks menyelanya dengan suara kecil. Abel menatap Wynn, yang berdiri diam di belakangnya.

            “Ya, aku juga akan mengajakmu Wynn. Kau membutuhkan uang, ‘kan? Lihatkah saat aku bertarung melawan monster. Ketika mereka menyerang, aku hanya akan menghindar, kemudian menebas mereka. Aku sudah benar-benar tidak tahan”

Mengabaikan seruan Wynn, Abel sekali lagi mengayunkan pedangnya dengan pergerakan yang lebar.
Kali ini, ia menggenggam perisai.

Bingung dengan Abel yang dengan senang meniru-niru gerakan untuk mengalahkan monster, Leticia melihat ke arah Wynn, meminta bantuan. Di sisi lain, Wynn berpikir tentang apa yang harus dilakukan. Mereka seharusnya melakukan pertarungan pura-pura, tapi setelah melihat Leticia, Wynn lupa, dan sekarang, Abel sedang bersemangat meniru-niru pergerakan saat bertarung melawan monster.

Tidak ada apa-apa selain kebingungan.

Tatapan kedua orang yang bingung itu saling bertemu. Tiba-tiba, tatapan Leticia tertuju pada salah satu bagian tubuhnya.

            “Onii-chan, apakah  yang dirambutmu itu lumpur?”

Itu patsti menempel saat ia berbaring di tanah.

Leticia melangkah menuju Wynn, sementara melirik sekilas pada Abel, yang terus melakukan sandiwara lucunya.

            “—dan kemudian, aku menebasnya seperti ini! Sikap pertempuranku pasti sangat bagus. Aku mempunyai permintaan kelas tinggi di guild petualang. Jadi tolong, bisakah kau datang bersamaku karena aku telah bergabung dengan par...ty...”

Setelah selesai menebas para monster dalam khayalannya, Abel perlahan mengembalikan pedang ke sarungnya. Kemudian, ia dengan bangga berbalik ke arah Leticia, dan—kehilangan kata-katanya.

            “Onii-chan, biarkan aku melakukannya”

            “Tidak apa-apa, aku bisa melakukannya”

            “Sudahlah. Jangan bergerak.”

Wynn sedang mundur dan Leticia mendekatinya, akan tetapi, Leticia melangkah lebih dekat saat tangannya meraih kepalanya. Angin dengan cepat menghembuskan rambut panjang Leticia, menggelitik lengan kanan Wynn.

Baunya agak manis.

Semenjak Leticia mengusap kotoran pada bagian belakang kepalanya dari depan, Wynn meraskan sebuah tonjolan lembut dari Leticia pada tubuhnya. Leticia entah tidak menyadarinya, atau tidak keberatan, karena dia tetap mengusap kotoran pada kepalanya.

            “Ya, sudah hilang”

            ‘T-Terima kasih”

Wynn menggaruk pipinya dengan jari telunjuk kanannya untuk membunyikan rasa malunya.

Leticia tersenyum, menatap Wynn.

Wynn sedikit tersipu dan mengalihkan matanya dari Leticia saat senyumannya diterangi oleh matahari yang terbit.

            “Hei, Wynn”

Abel kembali sadar setelah adegan penuh semangatnya telah diabaikan, dan berteriak pada Wynn.

            “Kau. Aku. Ayo kita duel”

            “Tunggu sebentar, Abel, matamu menakutkan!? Bukankah kau bilang bukan duel sebelumnya?”

            “Berisik! Diamlah!”

Teriak Abel yang marah.

Wynn secara refleks mundur ke belakang.

Abel saat itu menjadi sombong.

Bahkan Leticia, sang Brave, secara refleks menempel pada lengan kanan Wynn.

            “Tidak apa-apa, cabutlah pedangmu! Duel denganku!”

Bahkan sejak dia masih kecil, Leti selalu menempel pada Wynn. Bahkan Ayahnya, Randell, dan para petualang di guild, akan selalu lebih mendukung Wynn.

Bahkan sekarang, dia akan mendengar Guild-master dan para petualang senior mengatakan:

—“Apakah anak itu sudah menjadi kesatria? Oh, belum? Tapi kalau itu Wynn, ia pasti bisa melakukannya”

Bahkan petualang kelas-atas tidak memiliki keraguan sedikit pun bahwa Wynn pasti akan menjadi kesatria. Meskipun ia lebih muda dari Abel, ia bekerja sebagai petualang, beberapa tahun yang lalu. Dengan yakin, Abel seharusnya lebih dihargai dari dia sekarang.

Itu membuatnya frustasi!

Gadis yang dicintainya, para petualang yang dia kagumi, semua orang mengakui Wynn. mengapa Wynn, yang belum menjadi kesatria, lebih diakaui daripada dia?

‘Kalau begitu, aku akan menunjukkan padanya kehebatanku’

“Apa boleh buat”

Wynn dengan lembut mendorong bahu Leticia ke belakang. dia perlahan-lahan memegang pedang latihannya.

            “Aku datang, brengsek!”

Abel, dengan perisai di tangannya, melompat pada Wynn

Pada akhirnya, ia dengan cepat menuju Wynn, dan ketika ia menyadarinya, ujung pedang Wynn sudah menunjuk pada hidungnya.

Tanpa ragu-ragu, Abel, benar-benar telah dikalahkan.



⟵Back         Main          Next⟶

Related Posts

Yuusha-sama no Oshishou-sama Chapter 24 Bahasa Indonesia
4/ 5
Oleh

4 komentar

February 21, 2017 at 6:51 PM delete

aku bantu share ajah dah :v

semangat dah nge TLnya

Reply
avatar
February 21, 2017 at 7:28 PM delete

awoakwowkko bisa diabetes ini baca Leticia

Reply
avatar
February 23, 2017 at 8:14 PM delete

yg ditunggu2 akhirnya update juga \\(^-^)//

Reply
avatar