Friday, May 26, 2017

Yuusha-sama no Oshishou-sama Chapter 42 Bahasa Indonesia


Chapter 42


Desa Elf ②


TL Note : Untuk kalimat yang menggunkan bahasa elf, aku merubahnya menjadi kalimat yang miring (italic), dan untuk tanda '[]' mungkin akan digunakan untuk sihir!


            “Tolong.... Jangan bunuh aku..... Aku mohon.....”

Gadis kecil itu gemetar ketakutan saat terisak-isak dengan suara yang lemah.

Bingung, Wynn berbalik ke arah Kelvin dan Locke.

Tapi mereka juga sepertinya tercengang.

            “.... Sakit”

            “Ah, Ma-maaf”

Wynn menyadari bahwa dia telah mencengkram pergelangan tangan gadis itu dengan erat, jadi dia dengan terburu-buru melepaskannya.

Sambil mengusap pergelangan tangan kanannya, gadis itu meringkuk dengan lebih erat, seakan menyembunyikan tubuhnya.

            “Umm, aku minta maaf. Aku tidak bermaksud menyakitimu, uh, hei, aku tidak akan melakukan apa-apa”

Dengan tersenyum kaku, dia mengangkat kedua tangannya dan mundur selangkah untuk menunjukkan bahwa dia tidak mempunyai maksud jahat.

Tidak menduga bahwa itu adalah seroang permpuan, jantung Wynn menjadi berdebar dengan kencang.

            “Kata-katamu.... apa kau.... dari kekaisaran?”

Masih tetap meringkuk, dia menatap wajah Wynn. Wajahnya masih menunjukkan tanda-tanda ketakutan.

            “Umm.....”

Wynn sekali lagi melihat pada Kelvin.

Kelvin mengangguk untuk menegaskan, dan Wynn berlutut untuk melihat gadis kecil itu.

Gadis kecil itu mengenakan pakaian sederhana, dan yang terikat di kepalanya itu adalah kain kepala berwarna terang, yang digunakan layaknya seperti syal. Bajunya agak kotor, tapi tidak kusut.

Meski itu diselimuti dengan air mata, mata besar gadis itu begitu indah. Usianya sepertinya tidak berbeda jauh dengan Wynn. Matanya sedikit bengkak karena menangis, tapi wajahnya terlihat manis.

            “Kami berasal dari Orde Kesatria Kekaisaran. Aku adalah Kadet Wynn. Orang itu adalah yang bertanggung jawab atas pasukan kami, Letnan Kelvin. Dan yang satunya lagi adalah Kesatria Pemula Lokce. Siapa namamu?”

            “Sherry.... Sherry Torc”

            “Sherry, ya? Maaf karena telah membuatmu takut. Apakah pergelangan tanganmu baik-baik saja?”

Sherry mengangguk menanggapi pertanyaan Wynn. Kain kepalanya, bergeser saat selimut terlepas darinya, terlepas dan terjatuh saat dia mengangguk.

            “Ah...”

            “Telingamu....”

Telinganya lebih panjang dari telinga manusia.

            “Tidak! Jangan lihat!”

Sherry memejamkan matanya dengan rapat-rapat dan menutupi telinganya.

            “Half-elf, ya?”

Matanya berwarna coklat tua. Semua elf memiliki mata biru atau biru muda. Tidak ada elf dengan mata coklat gelap.

Sherry meringkuk dan mulai gemetar saat Wynn mengucapkan kata-kata “Half-elf”

            “Tidak apa-apa. Jangan khawatir”

Ketiga kesatria menunggu Sherry untuk tenang. Bagaimanapun juga, mereka tidak dapat melakukan hal lain, dan masih ada banyak waktu.

Setelah menunggu beberapa saat untuk membuatnya tenang, akhirnya dia berhenti gemetar.

            “Apakah kau dari Desa Torc? Bisakah kau ceritakan apa yang terjadi?”

Sherry dengan malu-malu mengangkat kepalanya. Air mata sekali lagi mulai turun dari matanya. Akan tetapi, dia lebih tenang dari sebelumnya.

Dia mulai menceritakan tentang bagaimana Desa Torc diserang, dan tragedi yang terjadi di hari itu.

            “Hei, Rosefeld. Hei!”

            “Ada apa?”

            “Apakah tidak apa-apa untuk mengurung Kesatria Kekaisaran di sana? Jika kita akhirnya bersetertu deengan Kekaisaran, apa yang akan kita lakukan?”

            “Mana aku tahu! Tanya saja pada para tetua!”

Rosefeld, si pemimpin elf, melontarkan kata-kata itu.

Dengan ekspresi muak, dia berjalan dengan cepat seolah ingin menjauh dari bangunan batu tempat manusia ditahan.

Perasaan Rosefeld semakin kuat saat melihat gadis yang telah ditahan di bangunan itu.

Meskipun telah disembunyikan oleh syal yang ada dikepalanya, tapi dia masih bisa mengetahui keberadaannya melalui kekuatan sihirnya yang khusus.

Seorang Half-elf—atau seperti yang dikatakan oleh para tetua, orang berdarah kotor.

Para elf tinggal di hutan, tapi itu bukan berarti bahwa mereka menghabiskan seluruh hidup mereka di komunitas mereka. Ketika mereka pergi berburu atau mencari makanan, mereka kadang-kadang sampai ke dekat pemukiman manusia.

Beberapa dari mereka bahkan ada yang meninggalkan kelompok elf, karena penasaran dengan kota-kota manusia.

Berita tentang dunia manusia yang mereka bawa kembali itu penting.

Tapi beberapa orang menculik para elf yang berkeliaran di dunia luar.

Banyak elf yang sangat cantik.

Itu karena elf lebih istimewa daripada manusia. Suku elf yang berkuasa adalah High Elf.

Kecantikan itu merangsang nafsu manusia, sehingga elf terkadang diperlakukan sebagai alat seksual. Akibatnya, beberapa elf perempuan yang ditangkap akan melahirkan anak-anak yang tidak diinginkan.

Hasil persatuan antara manusia dan elf akan menjadi Half-elf.

Para elf tidak dapat mentelolir keberadaan mereka, karena mereka merupakan aib.

Sialan! Aku tidak bisa menerimanya.....”

Elf akan selalu membalas kebaikan. Tapi akan selalu memberikan hukuman yang setimpal pada orang-orang yang telah menyakitinya

Itulah hukum elf.

Karena itulah Rosefeld tidak bisa menahan kejengkelannya.

Karena pemikiran kuno para tetua, mereka akan membalas kebaikan dengan permusuhan.

Rosefeld berjalan langsung ke bangunan besar di desa tersebut, tempat dimana para tetua berada, saat mengingat hari dimana dia bertemu dengan para tetua. Dia memikirkan saudara seperjuangannya—

***

            “Sialan! Bertahanlah! Jika kita kalah di sini, bagian depan ini akan hancur. Kebanggaan kita sebagai elf dipertaruhkan!”

Rosefeld menebas monster laba-laba yang melompat ke arahnya.

Mereka terlalu banyak

Dia terengah-engah saat melihat ke sekelilingnya.

Teman-temanya hampir berjumlah ratusan, tapi hanya sepertiga dari mereka yang tersisa. Dan juga, tidak ada satu pun dari mereka, termasuk Rosefeld, tidak terluka.

Itu adalah situasi yang suram.

Sudah lama berlalu sejak pertempuran dimulai. Elf memiliki kekuatan sihir yang lebih banyak daripada ras lainnya, tapi meski begitu, tentu saja memiliki batas.

Kekuatan sihir dan stamina Rosefeld sendiri sudah sangat lemah.

Semua elf lainnya juga sangat kelelahan.

Musuh mereka, monster berbentuk laba-laba seukuran seekor sapi, perlahan-lahan memojokkan elf yang sekarang terluka dengan lompatan mereka yang secara acak, dan menyerangnya.

Dia mengabaikan semua kelelahannya saat panasnya pertempuran menerjangnya ketika dia beristirahat.

Kelelahan yang dirasakannya membuat lengan dan kakinya terasa terbuat dari timah

Monster laba-laba perlahan memperketat pengepungan mereka, taring mereka bergemertak. Ketakutan mereka perlahan semakin menguat, seperti kain yang berada di sekitar leher menjerat mereka.

Penyebabnya—

Tidak, aku harus mengkhawatirkan itu nanti! Kita sudah beruntung bahwa monster itu sudah pergi, karena kita tidak memiliki kesempatan untuk menang melawannya. Sebagai gantinya, aku harus fokus pada kekacauan yang ada di depan kita

Dia menggelengkan kepalanya. Makhluk yang memimpin segerombolan monster sudah tidak ada lagi di medan perang. Monster yang ada di sini sudah tidak ada hubungannya dengan makhluk itu lagi.

Mereka tidak bisa mengharapkan bala bantuan.

Seluruh medan perang menghadapi krisis yang serupa. Sejak Raja Iblis muncul di medan perang, sekutu mereka dikalahkan satu demi satu.

Itu adalah peperangan tanpa harapan, perang melawan keputusasaan.

Ditambah lagi, tidak ada seorang pun di dekat kelompok Rosefeld yang memberikan dukungan. Meskipun ada, mereka tidak akan bisa membantu.

            “Sialan! Jadi hanya sampai sini. Aku harus mengalahkan sebanyak mungkin!

Rosefeld mencengkram pedangnya yang compang-camping, dan memasukkan sisa kekuatan sihirnya ke dalamnya. Memperkuat tubuhnya, dia menatap tajam pada monster laba-laba yang akan segera melompat kapan saja.

            “Datanglah! Tunjukkan pada mereka tekad para elf! Kalahkan mereka sebanyak yang kalian bisa!

            “““Baik”””

Para elf lainnya menanggapi Rosefeld dengan berteriak. Mereka menyalurkan sisa kekuatan sihir mereka ke dalam pedang mereka, berniat untuk bertarung sampai akhir.

Monster laba-laba melompat dari tanah, taring mereka membuat suara yang menakutkan.

Mereka akan berjuang sampai mati. Darah dan daging tersebar di udara.

Rosefeld dan rekan-rekannya bertarung dengan putus asa.

Benar-benar kewalahan, jumlah elf yang masih berdiri perlahan menurun.

Waktu menjadi tidak berarti bagi mereka. Rasanya seperti telah bertarung untuk selamanya.

Rosefeld kehilangan jejak beberapa monster yang telah ditebasnya.

Ujung pedangnya sudah membengkok, tapi dia masih menusukannya pada monster dengan kekuatannya yang tersisa.

            “Di belakangmu, Rosefeld!

            “Tch

Dia memaksa dirinya untuk berbalik pada peringatan rekannya—dan kakinya tergelincir.

Sial!

Dia tidak tahu apakah dia tergelincir karena darah rekan-rekannya atau cairan monster.

Dia kehilangan keseimbangan.

Dia mencoba mendapatkan kembali pijakan, tapi semua kekuatan pada kakinya telah hilang karena kelelahan, dan dia didorong ke bawah oleh monster.

 ‘Hanya sampai sini, ‘kah

Taring monster itu mendekat.

Elf yang telah memperingatkannya sedang kerepotan melawan monster lain, dan tidak akan bisa menolongnya.

Rosefeld telah bersiap untuk mati.

Lalu tiba-tiba—

[Split!]

Kepala monster laba-laba itu tiba-tiba terpotong terbang saat kilatan pedang menyala.

Apa?

Merayap keluar dari bawah monster yang ambruk, yang dilihat oleh Rosefeld adalah—

            “Kau elf! Masuklah ke dalam dinding yang aku buat! Petugas medis akan segera menyembuhkanmu dengan sihir penyembuhan! Cepatlah!”

Yang telah menyalamatkannya adalah seorang pemuda dengan rambut pirang panjang yang diikat di belakangnya, dan mata birunya yang sipit. Di antara manusia, seorang kesatria memberikan perintah satu per satu kepada bawahannya dengan suara yang begitu jelas.

            “Manusia? Kalian manusia..... menyelamatkan kami?

            “Kau bisa berdiri?”

Rosefeld menayadari bahwa kesatria itu mengulurkan tangannya untuk membantunya.

            “Ah, ya. Terima kasih

Mengucapkan terima kasih, dia meraih tangannya.

Orang yang membunuh monster yang telah menjepitnya itu tersenyum lembut.

Rosefeld ingin tahu apakah ini mimpi atau bukan.

            “Kau mungkin tidak bisa percaya bahwa manusia baru saja membantumu, tapi akan berbahaya jika kau mati dan kami diserang dari belakang. Itulah sebabnya Jenderal Zaunas memerintahkan kami untuk membantumu

Dia menilai bahwa Rosefeld adalah komandan elf dan berbicara kepadanya dalam bahasa elf.

            “Tapi, kami hanya bisa menyelamatkan dua ratus orang

            “Terima kasih. Itu sudah cukup banyak. Kau telah menyelamatkan kami

Rosefeld yang berterima kasih menundukkan kepalanya. Dia mengira tidak akan ada bala bantuan apapun.

Dia percanya bahwa perkelahian di samping manusia akan menahan mereka, karena manusia akan berseteru di antara mereka sendiri bahkan dalam pertempuran.

Bagi manusia yang telah menyelamatkannya—

            “Hei, Kelvin, berapa lama lagi kau akan bermain-main? Kau tidak bisa berbuat apa-apa selain bertarung, jadi cepatlah bereskan semua ini!”

Kesatria yang memberi perintah kemudian berlajan mendekatinya. Bagi seorang elf seperti Rosefeld, dia terlihat tampan.

            “Jangan mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal seperti itu, Tuan Royce. Saya memang suka bertarung, tapi bahkan saya tidak bisa mengalahkan semua monster itu sendirian”

            “Jika kau punya waktu untuk mengeluh, cepat pergilah!”

            “Baik, baik”

Meskipun dia merasa keberatan, seorang pemuda yang dipanggil Kelvin itu menunjukkan ekspresi gembira saat ia melompat ke segerombolan monster.

Dia pasti menggunakan sihir yang unik. Setiap kali dia mengayunkan pedangnya, bagian dari monster yang ditebas pedangnya terbang.

Dia kuat.

Bahkan Rosefeld bisa mengatakan bahwa Kelvin adalah seorang ahli pedang yang lebih baik darinya.
Cairan dari tubuh monster itu disemprotkan pada Kelvin. Dia tidak repot-repot untuk menyekanya dan malah melompat menuju mangsa berikutnya dengan senang.

            “Sheeesh, dasar maniak bertarung......”

Royce melihat Kelvin sejenak, lalu berbalik menghadap Rosefeld, yang masih agak bingung.

            “Apa kau adalah Komandan elf? Aku adalah prajurit dari Kekaisaran Remulshil, Kolonel Royce. Aku datang untuk membantumu atas perintah Komandan Zaunas. Kami dibertahu untuk datang di bawah perintahmu. Saat ini, kami telah merawat orang yang terluka dan membiarkan mereka untuk memulihkan stamina mereka, tapi kami akan mematuhi perintahmu

            .... Kau kesatria manusia berada di bawah perintahku?

Dia tidak bisa mempercayainya.

Semua ras yang bekerja sama satu sama lain untuk mengalahkan monster adalah hal yang biasa, tapi untuk satu ras yang mengambil perintah dari ras lain benar-benar bukan hal yang biasa.

Namun, Royce tersenyum dengan berani sambil menutup salah satu matanya.

            “Dengan begitu, tidak akan ada kebingungan. Jika ada dua komandan di medan perang kecil ini, itu hanya akan menimbulkan kebingungan. Karena kau memiliki keuntungan posisi, dan tidak ada waktu untuk memulihkan kekuatan sihirmu, kau sebagai elf akan tetap tinggal, memberi kami perintah dan memberikan dukungan. Itu adalah pilihan yang paling efisien

Para elf merawat luka mereka dan memulihkan stamina dan kekuatan sihir mereka agar bisa ikut kembali bertarung dan membantu dari belakang saat kesatria manusia bertarung dengan Royce dan Kelvin sebagai pusat mereka.

Dari bagian medan perang, prajurit yang teridiri dari manusia dan elf, bertarung melawan monster yang sudah melemah sampai fajar dan mampu mencegah jatuhnya garis pertahanan.

***

            “Kami selalu membayar hutang kami. Terutama hutang untuk sudara-saudara kami

Kembali ke saat ini, dimana Rosefeld tersenyum saat dia tiba di depan bangunan tempat para tetua berada.

Sebuah cahaya terang datang dari akar Pohon Dunia

‘Maafkau aku, Kelvin. Aku akan mengeluarkanmu dari sana secepat mungkin. Gadis kecil itu juga. Apa itu orang berdarah kotor? Tidak ada hal semacam itu. Gadis itu tidak bersalah. Aku akan mengeluarkanmu dari sana secepat mungkin, dan kemudian memperlakukanmu dengan baik!’

Dia tersenyum karena akhirnya bisa membalas kebaikan teman lamanya

***

Pada akar Pohon Dunia, banyak lapisan pola yang rumit dari formasi sihir yang muncul di udara. Formasi berputar dan bersinar dalam cahaya yang terang.

Saat cahaya memudar, ada dua orang yang berada di sana.

            “Terima kasih telah membawaku ke sini, Tiara”

            “Tidak masalah. Yang lebih penting lagi, aku harap bisa bertemu dengan orang yang kau cintai, Leti”

            “Onii-chan mungkin belum sampai. Ini benar-benar hebat. Apakah kita benar-benar bisa pegi ke mana saja pada akar yang dicapai Pohon Dunia?”

            “Yah, kurang lebih”

            “Aku harus berterima kasih pada Pangeran Alfred karena telah mengizinkanku untuk bertemu dengan Onii-chan

            “Aku tidak bisa memahami dunia manusia. Aneh sekali kalau kau tidak bisa bergerak dengan bebas meski kau adalah seorang Brave”

            “Bukankah terasa sedikit dingin?”

            “Sihir transfer membutuhkan waktu. Pasti sudah malam”

Leticia sedikit menggigil.

            “Yah, matahari bahkan tidak bersinar di siang hari, jadi malam terasa dingin. Haruskah aku membawakanmu sesuatu untuk dipakai?”

            “Tidak, tidak apa-apa”

Saat mereka berbicara, Leticia dan Tiara berjalan menuju pusat komunitas.

Melihat cahaya dari sihir transfer, segelintir elf berkumpul.

            “Tidak mungkin..... Tuan Putri!?

            “Kenapa dia datang ke tempat terpencil seperti ini?

Orang-orang menyambut Great Sage Tiara, yang merupakan anggota keluarga kerajaan elf yang terkenal, dan Leticia sang Brave. Tiara mengangkat tangannya sebagai tanggapan.

            “Aku minta maaf karena telah datang selarut malam ini. Aku pikir tamu dari Kekaisaran telah tiba, tapi....

Para elf saling memandang.

Keempat elf melangkah keluar dari kerumunan.

            “Ah, Tuan Putri. Anda pasti telah menempuh perjalanan yang jauh. Kami sangat menyambut anda dengan tulus. Ada keperluan apa sehingga anda datang ke sini hari ini?

            “Seharusnya ada kesatria dari kekaisaran datang ke sini. Apakah mereka belum sampai?

            “Ke..... kesatria? Jika itu adalah kesatria yang telah menyerang wilayah kita, maka mereka telah dimasukkan ke penjara

            “Penjara!

            “Apa yang kau maksud dengan penjara?

            “Tuan Putri, siapa dia?

            “Brave Mavis

Darah langsung terkuras dari wajah para tetua.

            “Onii-chan!”

Pintu sel tahanan yang menyegel sihir terbuka dengan suara keras.

            “L-Leti?”

            “Huh? Leticia-sama?”

Di sana berdiri Leticia, yang seharusnya berada di Kekaisaran Remulshil, terengah-engah di depan pintu sel.

Kaget, Wynn melemparkan selimut dan segera berdiri dari lantai secepat mungkin.

            “K-Kenapa kau ada di sini?”

            “Apakah kau baik-baik saja, Onii-chan?Apa mereka melakukan sesuatu padamu?”

            “Tidak ada yang terjadi padaku. Yah, meski aku dikurung di sini, tapi....”

            “Syukurlah.....”

Leticia memeluk Wynn dengan ekspresi lega.

Jantung Wynn mulai berdetak dengan kencang saat dipeluk.

            “K-Kenapa kau ada di sini, Leti?”

            “Tentu saja, aku akan menolongmu, Onii-chan!”

            “Eh? Leticia-sama akan terlibat!?”

Locke juga terkejut.

            “Dengan Leticia-sama berada di pihak kita, tidak mungkin kita akan kalah! Benarkan, Wynn?”

Leticia menatap Wynn sambil tersenyum lebar.

Jika Leticia, orang yang telah mengalahkan Raja Iblis dan segerombolan monster,  ada di pihak mereka, maka tidak peduli berapa banyak orang yang menjadi bagian dari prajurit Petersia, mereka tidak akan bisa menandinginya.

            “Mungkinkah itu salah satu ‘trik’ Kapten Royce!?”

Locke bersorak gembira ketika melihat Wynn.

Wynn meletakkan tangannya pada bahu Leticia, dan dengan lembut memisahkan diri dari pelukannya.

            “Kau tidak boleh, Leti. Kau tidak boleh datang ke sini. Kembalilah ke Ibukota”

Leticia melebarkan matanya, dan Locke menjadi terdiam.

Di ruangan itu agak redup, dan Wynn melihat ke bawah, jadi Leticia tidak bisa melihat ekspresi apa yang Wynn buat.

            “Kenapa.....? Kenapa aku tidak boleh pergi bersamamu?”

Tapi Wynn tidak menanggapinya, dan beralih pada Kelvin.

            “Wakil Kapten Kelvin. Apakah ‘trik’ Kapten Royce itu menggunakan saya untuk melibatkan Leti—tidak, Brave Leticia van Mavis—dalam kejadian ini?”

Kelvin tidak menjawab. Kediamannya itu seakan menegaskan bahwa itu memang benar.

            “Kau ingin menggunakan Leti melalu diriku sendiri—melaluiku? Leti itu kuat. Jika Leticia bertarung dengan kita, bagaimana dengan Petersia? Bahkan jika semua Orde Kesatria Petersia menyerang, Leti bisa mengalahkan mereka. Itulah sebabnya Kekaisaran sangat menginginkannya! Tapi ini bukan seperti keinginan Leti. Ini hanya menyeret Leti dengan menggunakanku. DIMANA RASA HORMATMU!?”

Wynn mengepalkan tinjunya, menjadi sangat marah, dan menggigit bibirnya dengan cukup keras sehingga membuatnya berdarah.

Wynn menyadari hal itu. Dia tahu bahwa dia adalah titik kelemahan Leticia.

Sebagai Brave, dan sebagai putri Duke, dia tidak bisa pergi ke medan perang demi Wynn.

Masyarakat—tidak akan mengizinkannya.

Kekaisaran ingin menggunakan kekuatan Leticia. Akan tetapi, tidak ada yang bisa melawan keinginan Leticia.

Kalau saja Wynn tidak terlibat.

Karena Wynn terlibat, Leticia memprioritaskan dirinya.

Dia bahkan mungkin dikurung untuk tujuan itu.

Leticia tidak bisa bebas.

Di sisi lain, jika ada yang ingin mengendalikannya, satu-satunya orang yang benar-benar bisa melakukannya adalah Wynn.

Royce mengambil keuntungan itu.

Wynn telah digunakan untuk memanggil Leticia.

            “Leti, kembali ke ibukota. Kau tidak boleh terlibat”

Melirik pada Kelvin, Wynn berajalan melewati Leticia.

            “Saya  minta maaf, Wakil Kapten. Memang benar bahwa jika Leti—tidak, Brave Mavis terlibat, kemenangan kita akan pasti. Itu sebabnya saya tidak bisa melakukan cara ini”

Kelvin mendesah.

            “Leti, kemari sebentar”

Wynn memberi hormat kepada Kelvin, memegang tangan Leticia yang kaku dan membawanya keluar sel



⟵Back         Main          Next⟶

Related Posts

Yuusha-sama no Oshishou-sama Chapter 42 Bahasa Indonesia
4/ 5
Oleh

1 komentar:

May 26, 2017 at 10:33 PM delete

Flas back x heroik banget... jd gak sabar nunggu chapter selanjutnya...
Terima Kasih TL x...

Reply
avatar