Sunday, September 3, 2017

Yuusha-sama no Oshishou-sama Chapter 47 Bahasa Indonesia


Arc 2.5 (Selingan) 

Chapter 47

Guild Petualang




Guild Petualang.

Di manapun ada orang yang hidup, maka akan ada cabang Guild, di kota terdekat ataupun kota.

Guild Petualang berasal dari sebuah Guild Tentara Bayaran yang digunakan oleh Suaka Emeldia, sebuah kuil kompleks yang dipersembahkan untuk menyembah sang Dewi Pencipta, Anastasia, untuk menangkal pengaruh asing.

Emeldia akhirnya membentuk organisasinya sendiri, Kesatira Templar, yang mengambil alih peran Guild Tentara Bayaran. Tapi, permintaan untuk tentara bayaran itu sendiri berlanjut sepanjang sejarah umat manusia selama pertarungan berlanjut. Lalu, Guild Tentara Bayaran pun terus berjalan.

Perpecahan berkembang antara tentara bayaran yang hanya bertarung untuk mencari biaya hidup, dan hal lainnya, seperti orang-orang yang melakukan pekerjaan aneh atau memburu harta karun yang menjelajahi reruntuhan peradaban kuno.

Hasilnya, beberapa dari mereka berhenti dari Guild Tentara Bayaran untuk mendirikan sebuah organisasi baru.

Itulah kelahiran dari Guild Petualang.

Seiring dengan monster yang menyebabkan banyak kerusakan, Guild Petualang berkembang dengan cepat.

Karena anggotanya tidak hanya bertarung dalam peperangan, tapi juga memenuhi berbagai macam permintaan, itu menjadi lembaga yang berharga bagi negara-negara yang dibinasakan oleh monster.

Bagi orang biasa, Guild merupakan tempat di mana mereka bisa mempercayai bahwa setiap permintaan yang mereka ajukan akan dipenuhi oleh orang yang tepat.

Pada Bangsawan, Guild mengizinkan mereka untuk membebaskan kesatria mereka sebagai pertahanan untuk melawan monster, dan menerapkannya pada masalah yang lebih mendesak.

Terkadang, Guild juga akan menerima permintaan yang terkait dengan permasalahan utama dari negara itu sendiri.

Kumpulan berbagai macam talenta—Itulah Guild Petualang.

Simurg adalah Ibukota Kekaisaran Remulshil.

Guild mempunyai empat cabang di kota besar Simurgh. Satu di bagian utara kota, di bagian selatan, di bagian timur, dan satunya lagi bagian barat.

Dan di depan bangunan bertingkat tiga yang merupakan cabang dari bagian timur, ada dua orang anak kecil.

Seorang anak lelaki dan perempuan.

Dilihat dari tinggi mereka, anak lelaki itu sedikit lebih tua dibandingkan yang perempuan.

Tetapi, anak lelaki itu sepertinya belum berusia 10 tahun.

Anak kecil itu membuka pintu, dan masuk ke bangunan itu.

            “Jadi ini adalah Guild Petualang”

Saat dia masuk, dia melihat sebuah aula besar di hadapannya.

Tepat di depannya, dia melihat tiga resepsionis sedang berhadapan dengan kedua petualang dan klien mereka di konter.

Di sebelah kanannya, terdapat sepuluh meja bundar besar dengan enam kursi pada setiap masing-masingnya. Selanjutnya, dia melihat sebuah bar, dengan 10 kursi yang berbaris di sepanjang bar itu.

Di dinding, ada selembar kertas yang berisikan berbagai macam permintaan, ditempelkan pada sebuah papan buletin.

Di sebelah kirinya, semua yang bisa dilihatnya hanyalah tangga, dan pintu samping kecil.

Anak lelaki itu mendesak anak perempuan yang berpegangan pada tangan kirinya yang ketakutan saat mereka berjalan ke ujung antrian dari orang-orang yang berada di depan resepsionis.

Beberapa petualang duduk di meja, dan juga ada beberapa orang yang berdiri dalam antrian terlihat penasaran pada kedua anak kecil itu.

Guild Petualang memang mempunyai beberapa anak kecil sebagai anggotanya.

Beberapa di antaranya adalah anak-anak dari para petualang lainnya, sementara yang lainnya adalah anak-anak yang tinggal di daerah kumuh di sekitar kota.

Tidak seperti pencopet atau pencuri, menjadi seorang petualang itu legal.

Dengan bergabung dalam Guild Petualang, anak-anak bisa mendapatkan sedikit penghasilan dari mengambil pekerjaan aneh.

Kebanyakan, mereka akan kehilangan anggota badan mereka dari luka atau bahkan nyawa mereka saat melakukan pekerjaannya.

Tetapi, hanya sedikit dari mereka yang cukup beruntung bisa menghasilkan banyak uang.

‘Suatu hari nanti, aku mungkin akan menjadi petualang yang terkenal’

Mekipun hanya sebagian keeil petualang yang mendapatkan hasil yang baik, tidak ada anak-anak yang bisa mengimpikan keberhasilan tersebut.

Itu sebabnya, tidak aneh melihat anak-anak berada di Guild Petualang.

Tetapi, kedua anak itu masih sangat kecil.

Anak lelaki itu sama sekali tidak terlihat seperti salah satu anak yang bermimpi menjadi petualang.
Kemeja dan celana panjangnya ditutupi dengan tambalan.

Dia tak terlihat seperti anak-anak yang berasal dari daerah kumuh.

Di sisi lain, anak perempuan, yang sangat berusaha untuk menyembunyikan dirinya, terlihat mencolok.

Siapapun bisa melihat bahwa pakaiannya itu berkualitas tinggi, seakan-akan pakaian itu keluar dari buku gambar. Dia terlihat ketakutan melihat orang-orang yang menatapnya, tapi semua orang yang ada di sana hanya bisa membayangkan betapa cantiknya dia saat besar nanti.

Kedua anak itu akhirnya sampai di bagian depan.

            “Halo, dan selamat datang di Guild Petualang”

Seorang wanita yang berada di meja resepsionis tersenyum pada anak-anak yang terlihat gugup.

‘Aku ingin tahu, permintaan dari bangsawan atau perusahaan yang akan diajukan?’

Pikir sang resepsionis, Lilia, pada dirinya sendiri saat mengamati kedua anak itu.

Dia menduga bahwa gadis itu adalah anak perempuan dari seseorang yang hidup makmur, sementara anak lelaki itu adalah pelayannya.

            “Umm......  Nona, kami ingin menjadi petualang”

            “Eh? Kau datang untuk menjadi petualang!?”

Lilia mengeluarkan suara yang terkejut.

Dia menatap wajah mereka untuk memastikan apa yang dia dengar itu benar.

Bahu anak peremuan itu nyaris menyentuh bagian atas konter.

Bahkan untuk seorang petualang anak kecil, dia kelihatannya agak muda.

Orang termuda yang mendaftar sebagai petualang baru berusia sekitar anak itu.

            “Umm, berapa umur kalian beruda?”

            “Aku 9 tahun, dan dia 7 tahun”

Lilia merasa kesulitan.

Mereka masih sangat kecil.

Bahkan anak-anak dari dearah kumuh berumur sekitar 10 tahun saat mereka mulai bekerja sebagai petualang.

Dalam tiga tahun bekerja sebagai resepsionis, dia belum pernah melihat anak yang semuda itu mendaftar.

            “Umm..... Tidakkah kau tahu bahwa menjadi petualang itu sangat berbahaya? Masih terlalu cepat untukmu, apalagi gadis ini”

Tentu saja, tidak semua pekerjaan berbahaya, tapi dia tidak menganggap anak-anak seperti mereka, terutama gadis kecil itu, akan bisa melakukan pekerjaannya.

Guild Petualang menilai kepercayaan.

Jika gagal memenuhi permintaan, kepercayaan akan menurun.

Dan juga ada sesuatu lain yang menganggunya.

‘Tak peduli bagaimana kau memikirkannya, gadis itu berasal dari keluarga kaya. Apakah boleh membiarkan dia menjadi seorang petualang?’

Jika mereka berkeliaran di jalanan, dia mungkin akan diculik.

Gadis itu bersembunyi di belakang anak lelaki itu, jadi dia hanya bisa melihat wajahnya.

            “Tidak apa. Walau kami terlihat seperti ini, kami sudah melatih diri kami sendiri”

‘Tidak, tidak, tidak’

Dalam pikirannya, dia menggelengkan kepalanya.

‘Sudah menyerah saja, kumohon.......’

Pada saat itu, dia mendengar suara seorang Petualang muda dari pintu.

            “Ada apa, Lilia?”

            “Oh? Bukankah mereka dua anak nakal dari penginapan?”

            “Paul, kau tahu anak-anak ini?”

Paul yang berusia 18 tahun baru lulus sebagai Petualang pemula.

            “Ya, kurasa tidak ada orang yang tinggal di penginapan yang tidak tahu siapa mereka”

Paul memanggil Lilia, perempuan yang ditaksirnya, dengan ekspresi tenang.

Tapi dia segera mengerutkan dahinya.

            “Meskipun mereka cuma anak nakal, mereka cukup cepat”

Sesudah terbangun, Paul menempuh perjalanan dari ‘Penginapan Pengembara Bird’ ke Guild Petualang melalui gang belakang.

Dalam perjalanannya, dia melihat kedua anak di halaman belakang penginapan itu sedang mengayunkan pedang kayu seperti yang mereka lakukan setiap paginya.

Ketika pertama kali melihat mereka, dia berpikir : ‘Sungguh bagus, bagi mereka bisa begitu bersemangat sepagi ini’. Tapi setelah melihat lebih dekat, dia terkejut melihat betapa tangkasnya mereka bisa mengatasi pedang dan tubuh mereka.

‘Mungkinkah mereka bisa lebih cepat dari........ Tidak, tidak. Tidak mungkin!’

Paul menggelengkan kepalanya, mendapatkan tatapan bingung dari Lilia.

            “Ah, tidak apakah untuk membiarkan mereka mendaftar? Selain anak perempuan ini, anak lelaki itu bisa menangani beberapa pekerjaan”

Saran dia.

            “Baiklah. Bisakah kau menuliskan namamu sendiri”

            “Ya, aku bisa”

Sebagian besar anak-anak dari daerah kumuh tidak bisa menulis.

Tapi anak lelaki itu menuliskan namanya sendiri dengan rapi di atas dokumen yang dia berikan.
Yang harus dia isi hanyalah nama dan umurnya.

Karena banyak petualang tidak mempunyai tempat tinggal yang tetap, jadi itu tidak diperlukan.

            “Wynn Byrd. Jadi kau Wynn”

Saat Lilia memeriksa dokumen yang diserahkannya, dia merasakan tarikan pada lengan bajunya.

            “Leti juga ingin melakukannya!”

Seru gadis itu, sambil berdiri dengan ujung kakinya untuk mencapai sejauh yang dia bisa.

            “Umm.....  Masih sedikit terlalu cepat untukmu, nona muda”

            “Aku ingin mendaftar!”

Dia sebelumnya bersembunyi di belakang anak lelaki itu, di belakang punggung Wynn, tapi sekarang menarik lengan baju Lilia sekuat yang dia bisa.

            “Nona, Leti juga berlatih denganku, jadi tak apa”

Memaksakan diri, Lilia mengulurkan selembar pendaftaran lagi dan menyerahkannya pada gadis yang menyebut dirinya Leti.

            “Apakah kau juga bisa menulis?”

            “Aku mempelajarinya dari Onii-chan

Dengan gemetar, dia menulis huruf ‘L, E, T, I’ pada formulir.

            “Silahkan tunggu sebentar”

Dengan menghela napas, Lilia berdiri.

Dia mengeluarkan dua pelat dari kotak yang terkunci, dan menyerahkannya satu untuk masing-masing dari mereka.

            “Ini kartu pendaftaranmu. Kau sudah terdaftar di Guild Petualang cabang timur Simurgh. Kartu ini juga berfungsi sebagai identifikasimu, jadi berhati-hatilah agar kartunya tidak hilang”

Lilia melanjutkan untuk menjelaskan pekerjaan Guild Petualang dengan cara yang mudah untuk dipahami oleh kedua anak tersebut.

Sebagai pemula, mereka tidak bisa menerima permintaan dari papan buletin, dan sebaliknya, mereka harus mengambil pekerjaan yang ditugaskan oleh Guild tersebut.

Hanya ketika Guild mengakui bahwa seorang pemula sudah siap, mereka bisa menerima permintaan dari papan buletin tersebut.

Kartu Guild juga bisa berfungsi sebagai dokumen identifikasi.

Untuk Petualang yang tak memiliki tempat tinggal tetap, bukti identitas itu penting. Tetapi, jika ada Petualang yang menyusahkan Guild dengan melakukan kejahatan, maka Petualang tidak hanya harus membayar denda, tapi dalam kasus yang serius, Guild mungkin akan mengirim seorang pembunuh setelah mereka melakukan kejahatan.

            “Apakah anak-anak ini banar-benar mengerti?”

Wynn mengangguk dengan ekspresi merenung. Leti, sebaliknya, mempunyai ekspresi kosong di wajahnya. Kapanpun Wynn mengangguk, dia akan mengikutinya.

‘Anak-anak ini pasti tidak mengerti’

Dia yakin akan hal itu.

            “Mari kita mulai dengan beberapa pekerjaan sederhana”

Setelah menyelesaikan penjelasannya, Lilia mengeluarkan sebuah buku yang berisi daftar permintaan yang tersedia, dan membukanya di depan mereka.

***

\           “Halo!”

            “Hi!”

Dua petualang muda, Wynn dan Leti, menyapa Lilia dengan riang.

            “Ya, halo”

‘Anak-anak ini sangat bersemangat’

Anak-anak itu bahkan lebih baik dari yang Lilia perkirakan.

Wynn dan Leti hanya pergi ke Guild beberapa hari pada bulan lalu, tapi mereka menyelesaikan pekerjaannya dengan baik.

Terlepas dari kekhawatirannya, mereka hampir tidak pernah membuat kesalahan.

Pekerjaan mereka terutama terdiri dari tugas yang tidak dapat dibayangkan sebagai seorang ‘Petualang’.

Mereka melakukan pekerjaan seperti mencari barang yang hilang, atau menyiangi (mencabut rumput, semak, dan seagainya) rumah seorang pedagang kaya.

Kebanyakan petualang pemula akan mengatakan ‘Jangan membuatku melakukan hal semacam itu,’ atau ‘Suruh saja seorang pelayan untuk melakukan itu’.

Tetapi, pekerjaan semacam itu bukanlah tugas yang sepele.

Dengan menyelesaikan pekerjaan semacam itu dengan baik, seseorang bisa membuat hubungan dengan orang-orang berpengaruh yang meminta pekerjaan semacam itu.

Melalui hubungan tersebut, mereka mungkin bisa mendapatkan permintaan yang diajukan bangsawan atau pedagang lainnya, yang memberikan banyak manfaat.

Orang-orang yang berpengaruh bahkan bisa menjadi sponsor bagi Guild Petualang.

Karena itu Guild menugaskan pekerjaan semacam itu pada petualang pemula.

Pekerjaan lainnya termasuk membersihkan jalanan, membersihkan saluran air di pusat kota, dan bekerja di tempat pembangunan.

Dengan melakukan pekerjaan semacam itu, petualang pemula bisa meningkatkan ketangkasan dan stamina mereka, sambil mendapatkan hubungan dan meningkatkan kemampuan untuk mengumpulkan informasi mereka.

            “Apakah ada pekerjaaan untuk kami?”

            “Hmmm...... Biar ku lihat”

Leti berdiri di konter dengan ujung jari kakinya, hanya kepalanya yang mencuat di atas meja. Lilia membelai rambut Leti sambil membuka buku permintaan di depan Wynn.

            “,,,,,,,, Menjaga kandang ayam?”

            “Ya”

Lalu Lilia menyebarkan peta ibu kota.

Simurgh ditutupi oleh benteng yang kokoh.

Daerah kumuh berbatasan dengan dinding luar, jauh di luar itu adalah berbagai perkebunan, dan melewati perkebunan adalah padang rumput yang subur.

Lilia menujuk pada sebuah tempat di daerah itu.

            “Permintaannya berasal dari sebuah peternakan di dataran ini. sepertinya kandang ayam dan ladangnya sedikit rusak.”

            “Apa itu ulah binatang seperti serigala?”

            “Sepertinya masih belum diketahui, tapi.....”

Memperhatikan mata Wynn yang menyala, Lilia berhenti sejenak.

Dia melihat bahwa Wynn tidak sabar untuk segera pergi, dia berpikir dalam hatinya : ‘Oops!’.

            “..... Um, kau tahu tugasnya hanya untuk menjaganya ‘kan?”

            “Hah? Kami tidak boleh mengalahkan pelakunya?”

            “Yang harus kalian lakukan hanyalah mencari tahu apa yang menghancurkan ladang”

Sangat mahal untuk menyewa seorang petualang berpengalaman dalam jangka waktu yang lama.

Karena itu, lebih baik menyewa petualang pemula untuk menyelidiki situasinya terlebih dahulu.

Setelah itu, baru mereka akan menyewa petualang yang sesuai dengan permintaan lainnya.....

            “Tugas ini berbahaya, jadi kau tidak boleh melakukannya. Biarkan petualang lain untuk mengalahkan pelaku yang merusak ladang”

            “...... Tapi kami juga petualang”

            “Kalian cuma anak nakal yang mengambil permintaan seorang pemula, bukan? Bagaimana kalau akau juga ikut?”

            “Oh, Paul. Selamat pagi”

Mendengar percakapan antara Wynn dan Lilia, Paul memanggil mereka.

Selama dia masih menjadi petualang pemula, Paul sudah mengambil banyak permintaan pemula.

Sebagai pertanda bahwa dia sudah lulus dari pemula, Guild merekomendasikan Paul untuk permintaan yang ditunjuk.

            “Bagaiamana, Lilia? Jika aku ber-party dengan anak-anak ini, kurasa mereka tidak akan dalam bahaya?”

Sedikit memerah, Paul memberikan saran.

            “Apa ternak seperti sapi dan domba juga diserang?”

            “Tidak, hanya ayam dan kelinci saja”

            “Kalau begitu, kemungkinan besar seekor musang, rubah, atau semacam anjing liar. Jika hanya beberapa dari mereka, maka aku bisa mengatasinya sendiri”

            “Aku mengerti...... Apa kau tidak keberatan, Wynn?”

            “Aku tidak keberatan jika pergi dengan Paul”

            “Yah, dengan aku berada dalam party, bagian dari bayaran mereka menjadi lebih kecil. Tapi kalau kita mengusir pelakunya, seharusnya bonusnya bisa menutupinya”

            “Kalau begitu, aku serahkan mereka padamu, Paul”

            “Ah, baik! Serahkan semuanya padaku!”

Paul dengan percaya diri memukul dadanya.

Tanpa memperhatikan Paul, Lilia sekai lag melihat pada peta.

Tempat dari pertanian yang mengirimkan permintaan itu berada dekat dengan hutan di pinggiran ibuktota.

            “Kuharap itu hanya beberapa binatang saja, bukan.......”

Setelah memberi tahu Randell, pemilik ‘Penginapan Pengembara Bird,’ bahwa malam itu dia tidak akan pulang, ketiga petualang tersebut berangkat.

Mereka melewati gerbang luar kota dan sampai di tempat kumpulan dari gubuk sederhana yang bobrok—Daerah kumuh.

Daerah kumuh dihuni oleh orang-orang yang sangat miskin untuk membayar tiket masuk, dan pengungsi dari daerah lain.

Tak aneh jika tingkat kejahatannya tinggi.

Paul memperingatkan kedua anak itu untuk tidak pernah melepaskan diri dari pengawasannya.

Terutama, Leti sangat berisiko.

Dia jelas terlihat mengenakan pakaian kelas tinggi.

Dia adalah sasaran yang menarik untuk diculik.

Sepertinya tak sadar akan bahaya yang ditimbulkan di tempat itu, Leti berjalan melompat-lompat dengan senang.

Khawatir bahwa dia akan tersesat saat dia melepaskan pengawasannya darinya, Wynn memegangi Leti dengan erat.

Sambil mengawasi kedua anak itu, Paul mencoba mengintimidasi kelompok orang yang mengincar mereka.

Orang-orang itu membawa belati dan pisau berkarat.

Bahkan jika dia adalah seorang pemula, menyerang petualang terlatih akan berisiko bagi mereka.

Jika dia tetap waspada, dia seharusnya tidak akan diserang.

Akhirnya, gubuk sederhana yang bobrok digantikan oleh lahan terbuka saat mereka tiba di area perkebunan.

Paul dan Wynn secara bersamaan menghela napas, saling memandang, kemudian tertawa terbahak-bahak.

            “Ada apa?”

Letia mendongak, merasa aneh karena mereka berdua mulai tertawa.

            “Bukan apa-apa”

Jawab Wynn sambil menepuk kepalanya.

            “Sheesh, kita bahkan belum mulai melakukan permintaannya”

Paul meneguk botol air minum yang tergantung di pinggangnya, lalu menawarkannya pada Wynn.
Botol air minum itu berisikan jus buah.

Jus buahnya sedikit hangat, tapi rasanya masih terasa enak.

            “Leti juga mau!”

Wynn memberikan botol air minumnya.

            “Kalian berdua sebenarnya bukan saudara kandung ‘kan?”

            “Bukan. Leti adalah temanku”

            “Seorang teman, ya. Enaknya. Aku juga ingin berjalan seperti itu dengan Lilia”

Sambil berbicara pelan dan mengusap kepala Wynn, Paul melihat ke sekeliling mereka.

Lahan tak berujung meluas sampai ke cakrawala, dan dari kejauhan, dia bisa melihat hutan yang lebat.

Di bawah terik matahari, dia melihat bayangan pengembala yang menuntun dombanya.

            “Aku tidak menyangka kita akan bisa sampai sebelum matahari terbenam. Hei Wynn, suruh Leti agar terus bergerak!”

Leti berhenti untuk melihat beberapa bunga di pinggir jalan yang menarik perhatiannya.

Wynn menarik lengan Leti saat dia terus menatap bunga-bunga itu.

            “Sigh, Lilia yang merekomendasikan permintaan ini, jadi seharusnya aman, tapi kenapa aku merasa tidak nyaman?”

Pemikiran Paul tercermin di wajahnya saat dia melihat Leti yang penuh semangat memberitahu Wynn tentang buanga yang dia lihat.

‘Kalau dipikir-pikir, dia memberitahu keluarganya tentang ini, ‘kan?’

Leti jelas termasuk keluarga kelas atas.

            “Jika orang luar melihat ini, bukankah aku terlihat seperti menculik seorang gadis dari keluarga kaya”

Dia merasa gelisah saat dia berjalan di belakang kedua anak itu.

Lalu, kekhawatirannya segera menjadi kenyataan.

            “Eeeeek! Penculik!!”

            “Bukaaaaaannn!”

Mereka sampai di gubuk kecil yang mengajukan permintaan.

Gadis yang sedang menunggu mereka melihatnya. Senyumannya membeku, dan dia menjerit. Paul berteriak dengan tergesa-gesa untuk menanggapinya. 



⟵Back         Main          Next⟶




Related Posts

Yuusha-sama no Oshishou-sama Chapter 47 Bahasa Indonesia
4/ 5
Oleh

1 komentar: