Wednesday, August 16, 2017

Yuusha-sama no Oshishou-sama Chapter 46 Bahasa Indonesia


Chapter 46

Pergerakan Baru ② 




Sebuah pertemuan untuk membahas operasi militer baru-baru ini, dan keterlibatan Petersia, diadakan di sebuah ruangan istana.

Pangeran Alfred memimpin pertemuan tersebut. Yang hadir adalah para menteri yang menangani urusan dalam negeri, biokrat, perwira dari tingkat Jenderal dan di atasnya, dan juga bangsawan tertentu.

Mereka sedang mendiskusikan apakah akan melakukan perang melawan Petersia atau tidak.

Perdebatan terbuka diizinkan, jadi ada berbagai diskusi di seluruh ruangan.

Luas wilayah Petersia tidak lebih dari dua pertiga dari Kekaisaran, tapi tidak seperti Kekaisaran, Petersia tidak berbatasan dengan daratan yang diperintah oleh Raja Iblis.

Karena itu, kekuatan militernya tidak banyak berkurang dari akibat perang melawan prajurit Raja Iblis.

Selain itu, sebuah rumor telah menyebar di antara mereka.

            “Sudahkah kalian juga mendengar tentang rumor?”

            “Kudengar dia menumpaskan seribu orang tentara seorang diri”

            “Rumor bilang bahwa dia menumpaskan seratus orang dengan satu pedangnya, dan menghempaskan sebuah desa hanya dengan satu mantra. Kekuatannya pasti sangat hebat”

            “Tapi, kekuatan sang Brave sangat kuat. Dengan kekuatannya itu, bagaimana kita bisa santai? Sebaliknya, bukankah dia bisa mengatur seluruh benua?”

Para penghasut perang sedikit demi sedikit menyuarakan rumor tersebut dengan begitu keras.

Beberapa dari mereka berharap bahwa jika Brave berpartisipasi, maka mereka akan memenangkan perang melawan Petersia.

‘Dasar sampah’

Royce memaki mereka dalam pikirannya.

Royce menghadiri Dewan Kekaisaran sebagai penguasa feodal dari wilayah yang berbatasan dengan Petersia.

Mereka mencoba menggunakan kekuatan Brave.

Dia ingin tahu apakah ada penghasut perang yang menyadari maksud dari tindakan itu.

Rumor itu telah dibesar-besarkan sampai pada titik bahwa itu adalah seribu tentara, tapi dia mulai percaya bahwa itu sebenarnya mungkin terjadi.

Sebenarnya, saat dia kembali ke medan perang dengan kesatria sebagai bala bantuan, Royce telah melihat jejak dari eksistensi yang jauh melampaui akal sehat.

Jalan itu telah hangus hingga kering.

Kehangusan itu hasil dari mantra serangan area luas beratirbut api.

Royce telah melihat nyala api yang menaik hingga ke langit saat dia mundur.

Tapi meski menerima serangan seperti itu, Leticia kembali, dan tidak ada rambut sehelai pun di kepalanya yang tersentuh.

Meskipun begitu, mayat para kesatria bertebaran di sepanjang jalan.

Hanya sedikit orang yang berhasil bertahan hidup.

Seorang gadis lah yang telah menyebabkan ini.

Dia pernah mendengar tentang pencapaian Brave selama berada di garis depan, tapi dia tidak pernah menyaksikannya secara langsung.

Dia percayaa bahwa pastia ada beberapa pernyataan yang dilebih-lebihkan dalam rumor tersebut.

Tapi Royce tidak bisa berhenti gemetar mengingat menyaksikan kekuatan itu secara langsung.

Ketika Kelvin pergi bersama Wynn dan Locke untuk mengintai Desa Doria, Royce ditinggalkan sendirian bersama Leticia.

Leticia telah berubah.

Wajah gadis muda yang ditunjukannya selama bersama Wynn telah hilang, digantikan dengan ekspresi yang dingin. Dia memberikan sebuah aura kesucian yang tak dapat dihentikan  yang membuatnya terlihat tidak bisa didekati.

Rasanya persis seperti saat pertama kali dia bertemu Leticia.

Sebagai Count, Royce pernah menghadiri ke berbagai pesta dan perjamuan.

Dia telah mengenal para bangsawan dan keluarga kerajaan tidak hanya dari Kekaisaran saja, tapi juga dari negara lain.

Dia telah berubah menjadi Leticia van Mavis sang Brave, mengenakan pakaian berwibawa dari seorang wanita bangsawan yang memungkiri semangat yang hebat.

            “Kita harus membiarkan Mavis sang Brave memimpin tentara kita untuk melawan Petersia”

            “Tunggu! Brave memang bergerak untuk mendukung Kekaisaran selama kudeta dan selama pertempuran ini, namun belum dipastikan dia akan meminjamkan kekuatannya kepada kita”

            “Jika kita menyatakan perang dan Brave tidak meminjamkan kekuatannya pada kita, lantas bagaimana?”

            “Oh? Jadi kaupikir bahwa Kesatria Kekaisaran kita yang terhormat akan kalah dari Petersia tanpa bantuan Brave?”

            “Aku tidak bermaksud seperti itu. Tentu saja Kesatria Kekaisaran kita yang berani tidak akan pernah kalah dari tentara Petersia”

            “Kalau begitu tidak masalah untuk mendeklarasikan perang. Kau telah mengatakannya sendiri”

Pangeran Alfred mengangkat tangannya.

Orang-orang yang beradu mulut itu berhenti berbicara dan berbalik menghadap Alfred.

            “Kudengar ada rumor yang beredar bahwa Brave berada di medan perang. Namun, itu tidak mungkin. Dia berada di vilaku. Tidak mungkin dia berada di medan perang”

            “Tapi ada laporan bahwa itu benar-benar Brave Mavis. Beberapa rumor mengatakan bahwa dia terihat bertindak bersama dengan milisi Count Elstead”

            “Apakah itu bukan sekedar rumor belaka? Count Elstead. Apakah rumor itu benar?”

Royce berdiri saat Pangeran Alfred menatapnya.

Saat dia berdiri, Royce mendegar bisikan di sekitarnya.

            “Pengecut yang melarikan diri itu........”

            “Menggunakan kekuatan Brave dengan egois tidak mengubah fakta bahwa dia telah mencoba melarikan diri”

Royce merasakan tatapan tajam dari sekitarnya.

Bagi bangsawan yang lainnya, dia hanyalah seorang mantan Jenderal yang telah diturunkan jabatannya menjadi Letnan.

Sebagai Count, dia mempunyai pengaruh, tapi bagi mereka, penurunan pangkatnya adalah bukti bahwa dia berada di pihak yang kalah dalam perebutan kekuasaan.

Karena dia tidak dapat mengambil bagian dalam Dewan melalui pangkat militernya, dia ikut serta dengan kekuatannyaa sebagai penguasa dareah yang terkena masalah. Mereka hanya melihatnya sebagai seseorang yang dengan putus asa berusaha mendapatkan kembali kekuatannya dengan sia-sia.

Dia sendiri tidak menyangkal tuduhan tersebut.

Terlebih lagi, perutnya yang menonjol dan penampilan luarnya memberikan lebih banyak kepercayaan pada rumur tersebut.

Royce tidak membicarakan apapun tentang rumor di sekitarnya.

Jika dia dipecat dari Istana Kekaisaran karena rumor tersebut, dia akan menganggapnya sebagai berkah.

‘Aku harus mengurus para bawahanku. Aku tidak bisa hanya berdiam diri saja di wilayahku’
Royce mengeluh secara diam-diam.

            “Saya ditugaskan untuk melindungi rakyat jelata di garis belakang. Saya tidak mempunyai kehormatan untuk bekerja dengan sang Brave”

            “Kau bukan melindungi rakyat jelata, kau hanya melarikan diri bukan?”

Royce melirik pada sumber suara itu, dan melihat Welt van Cliffdorf.

            “Ada laporan yang mengatakan bahwa kau telah menggunakan milisimu untuk mengusir pasukan musuh yang ditempatkan di desa, tapi ada juga laporan yang mengatakan bahwa kau benar-benar telah mencuri pencapaian Brave”

            “Oh? Saya sangat tertarik dengan di mana Anda mendengar laporan tersebut, Marquis. Saya diperintahkan untuk mengawal rakyat jelata oleh mendiang Jenderal Feyl. Seseorang pasti telah benar-benar salah paham, jika mereka mengira saya melarikan diri. Sedangkan untuk musuh-musuh di desa itu, saya memanggil milisi saya untuk mengusir mereka sehingga saya bisa melindungi rakyat jelata. Karena bagaimanapun juga, saya hanyalah seorang pengecut. Saya siap untuk setiap kemungkinan hasilnya. Saya hanya diberkati dengan kenyataan bahwa saya menemukan kekuatan musuh saat mundur. Juga, tentang ‘desa’ yang Anda bicarakan, kebetulan itu adalah desa di wilayah anda, Desa Doria. Saya percaya ucapan terima kasih untuk mengusir kekuatan musuh yang meneror Anda merupakan persoalan yang berharga”

            “Tch....... Aku sangat berterima kasih”

Welt menjentikan lidahnya dengan jengkel.

            “Kita kesampingkan saja dulu itu, Count Elstead, Marquis Cliffdorf. Memang benar ada perintah yang ditandatangani oleh Jenderal Feyl yang memerintahkan Count Elstead untuk mundur. Dia tidak melarikan diri. Selain itu, Brave berada di Vila Kerajaan”

Alfred memandang ke arah para bangsawan yang telah mengklaim bahwa Brave berada di medan perang.

            “Apa ada yang perlu ditambahkan? Apakah kalian pikir kalau aku berbohong?”

            “Tidak, saya tidak mengira begitu.......”

            “Dengan segala hormat, Yang Mulia. Bahkan jika dia seorang Brave, dia masih merupakan bangsawan Kekaisaran, dengan darah bangsawan yang mengalir pada tubuhnya. Jika Yang Mulia memerintahkannya, apakah dia mempunyai pilihan selain mematuhinya?”

            “Seharusnya begitu. Tapi, dia telah diberkati oleh Dewi Anastasia. Kita tidak bisa memaksanya untuk melakukan apapun. Duke Mavis, apakah aku benar?”

Alfred lalu berbaik menghadap ayah Leticia, Duke Lecter van Mavis. Duke Mavis berekspresi masam.

            “Saya rasa begitu. Yang Mulia tidak mempunyai berkat yang lebih tinggi daripadanya”

            “Seperti yang kupikirkan”

            “Jika bisa, Yang Mulia”

Welt sekali lagi angkat bicara.

            “Bahkan jika Brave tidak akan meminjamkan kekuatan kita secara proaktif, tidak masuk akal jika tidak menganggapnya sebagai bagian dari kekuatan militer kita. Jika negaranya sedang dalam bahaya, dia akan tetap bergerak untuk menyelematkannya. Kemungkinan itu masih bisa berbuat sebagai hambatan untuk negara lain”

            “Saya juga masih mempunyai satu hal lagi untuk dikatakan. Tentara juga mempunyai Kesatria Kadet yang dikenal sebagai Master sang Brave. Dia tidak bisa membantah perintah dari pemimpin Orde Kesatria. Kita selalu bisa mempertimbangkan kemungkinan memerintahkan dia untuk meminta Brave meminjamkan kekuatannya pada kita”

            “Ah, itu benar”

            “Saya mengerti. Memang benar dia tidak bisa melawan perintah. Dan sebagai muridnya, dia tidak bisa untuk tidak mematuhi perintah Master-nya”

Beberapa bangsawan bergumam setuju.

            “Atas perintah Yang Mulia, saya akan segera memerintahkan Kesatria Kadet untuk meminta Brave agar meminjamkan kita kekuatannya untuk melawan Petersia. Kita akan menunjukkan pada anjing-anjing Petersia itu. Bagaimana?”

Welt menatap Royce saat mengatakan itu.

Sebagai seorang bangsawan, dia juga bisa mengungkapkan pendapatnya, meski peringkat Welt lebih tinggi.

Namun, menurut jajaran militer, dia hanyalah seorang Letnan, sementara Welt adalah seorang Komandan.

Dia tidak bisa untuk keberatan maupun berbicara. Dia hanya bisa menurutinya.

            “Hanya Marquis Cliffdorf yang bisa memikirkan tindakan itu”

            “Saya sudah bisa membayangkan orang-orang Petersia itu saling melarikan diri saat melihat Brave memimpin Orde Kesatria Kekaisaran kita!”

Welt mengangguk puas mendengar seruan itu, mengangkat tangannya ke udara.

            “Yang Mulia, atas perintah Anda, saya akan memimpin tentara dengan Brave, dan bendera Kekaisaran akan berkibar di atas Istana Petersia. Itu harus, harus dilakukan!”

            “Ah, tentang itu, Marquis Cliffdorf”

Percaya bahwa semuanya telah diputuskan, Welt tersenyum pada Alfred.

            “Aku minta maaf, tapi Kesatria Kadet Wynn Byrd telah ditugaskan kembali”

            “Huh?”

            “Ada alasan bagus di balik ini”

Setelah menjadi terdiam, ruang konferensi menjadi gempar.

***

            “Ahaha, itu lucu”

            “Itu bukan bahan tertawaan, Yang Mulia. Kecaman terhadap Kadet Byrd akan semakin kuat”
Pertemuan pun berakhir.

Hanya Alfred dan Royce yang tetap tinggal di aula.

            “Aku ingin tahu, bisakah kita melakukan sesuatu untuk mencegah para penghasut perang tersebut agar tetap diperiksa?”

            “Setidaknya, mereka tidak bisa lagi melakukan apa yang mereka inginkan dengan Wynn Byrd”

            “Dia masih satu-satunya kelemahan sang Brave. Kita harus mengambil tindakan pencegahan. Selain itu, kau tidak keberatan, ‘kan?”

            “Saya pribadi ingin melakukannya dengan lebih hati-hati”

Keluh Royce.

            “Juga, apakah pemilihan personel itu benar-benar tidak apa?

            “Ah, tidak akan ada masalah, kupikir”

            “Saya akan mengatakan bahwa akan ada banyak masalah. Seorang rakyat jelata, dan yang lebih penting, seorang kesatria pria, mendampingi tuan putri?”

            “Semakin jauh adik perempuanku dari perebutan kekuasaan aristokratik, maka semakin baik. Apalagi, sulit juga untuk memanfaatkan Kadet Byrd dengan cara ini. Dari awal, aku ingin tahu apakah orang-orang penghasut perang itu mengerti arti ‘pencegahan’”

— ‘Kekaisaran telah siap untuk menggunakan kekuatan Brave untuk Kekaisaran sendiri.....’

Itu akan menjadi kebalikan dari pencegahan.

Kekuatan Leticia akan memungkinkan mereka mengalahkan negara manapun.

Namun, itu jika musuh hanya satu negara.

Tak peduli ke arah mana mereka berbalik, mereka akan dikelilingi oleh musuh.

Jika mereka bahkan muncul untuk mencoba menggunakan kekuatannya.......

            “Sejal awal Kekaisaran akan hancur”

Alfred menemapatkan kedua tangannya secara bersamaan, dengan wajahnya yang tenang.

            “Sebagai kakaknya, bukankah menurutmu aku harus memberi adikku setiap kesempatan yang bisa dia dapatkan?”

***

Markas utama Orde Kesatria berada di tempat yang sama dengan Sekolah Kesatria.

Wynn berjalan melewati gerbang depan sambil menghela napas besar.

Tiara telah menyuruh agar dia mengenakan seragamnya.

Itu berarti bahwa yang menunggunya adalah sesuatu yang harus dia hadiri dengan mengenakan seragam. Hatinya tenggelam dalam kesadaran itu.

‘Aku ingin tahu kenapa aku dipanggil. Mungkin ini semacam hadiah dari pertarungan beberapa hari yang lalu, tapi itu tidak ada hubungannya dengan Putri Tiara. Pertama-tama, aku hanyalah seorang Kesatria Kadet. Mereka seharusnya tidak perlu memanggilku ke markas utama Orde Kesatria dengan seragam seperti ini’

Apalagi, jika dia menerima medali kehormatan, maka dia seharusnya tidak menjadi satu-satunya yang dipanggil.

Kekaisaran telah menderita kerugian yang cukup besar karena pasukan depan dikalahkan oleh tentara Petersia.

Kemungkinan dia benar-benar dipromosikan atau diberikan kehormatan atas pencapaiannya, tidak masalah jika memberi tahu dia melalui Letnan Royce.

Sudah dua bulan sejak Akademi Kesatria ditutup karena kekurangan kesatria.

Lingkungan Wynn benar-benar berubah sejak sekolah ditutup.

Sebaliknya, semua siswa mengalami perubahan.

Di seberang perbatasan utara Kekaisaran Remulshil adalah wilayah luas yang pernah dikuasi oleh Raja Iblis.

Sampai akhirnya Brave membunuh Raja Iblis, manusia dan monster bertempur tanpa henti di dareah tersebut, seperti mimpi buruk yang tak pernah berakhir.

Kebanyakan monster, dan tentu saja, semua iblis, secara fisik lebih unggul dari manusia. Selain itu, monster dengan peringkat lebih rendah memperbanyak dengan cepat. Kekaisaran membuat pengorbanan berat untuk mengatasi para iblis itu.

Bahkan setelah Raja Iblis dikalahkan, perbatasan utara masih terus mengalami kerusakan yang cukup bersar dari serangan monster.

Karena itu, mereka tidak bisa menugaskan kembali salah satu kesatria elit yang menjaga perbatasan utara. Akibatnya, bagian selatan Kekaisaran akhirnya kekurangan tenaga.

Karena itu, Kekaisaran harus merekrut para siswa.

Dia melakukan check-in di meja resepsionis, di mana resepsionis membawanya ke sebuah ruangan di lantai atas.

Meskipun Akademi Kesatria adalah bagian dari markas utama, Wynn belum pernah ke lantai atas.

Paling jauh, dia hanya sampai di lantai pertama untuk menyerahkan dokumen.

Bekas istana itu dihiasi dengan hiasan pada tiang dan lukisan pada dindingnya, tapi tidak seperti di Akademi Kesatria, banyak perlengkapan yang telah disingkarkan.

Dia dibawa ke sebuah ruangan terpisah di lantai itu.

Pintu besar itu terbuat dari kayu pohon ek. Wynn belum pernah melihat pintu yang begitu mengesankan.

Ada kata-kata ‘Tamu Aristokratik’ tertulis di seberang pintu.

            “Umm...... apakah ini ruangan yang tepat?”

            “Ya. Saya diberitahu untuk membawa Anda ke ruangan ini”

Wynn berbalik untuk menghadap wanita yang telah mengantarnya, tapi dia hanya tersenyum, lalu melangkah pergi.

Sendirian, Wynn berdiri di sana, terintimidasi oleh pintu yang mengesankan.

‘Apa yang harus kulakukan? Mereka tidak akan marah jika aku membukanya, ‘kan?’

Wynn membeku di depan pintu, tapi takut membuat menunggu orang penting yang memanggilnya, dia mengumpulkan tekadnya dan mengetuk pintu.

            “Masuklah”

Setelah mendapat izin untuk masuk, Wynn membuka pintu dengan ‘Permisi’

Saat memasuki ruangan yang dimaksudkan untuk menyambut tamu Orde Kesatria, dia melihat sebuah lukisan seorang kesatria yang perkasa menaiki kuda. Pedang kesatria, perisai dan armor kesatria, semuanya terbuat dari emas dan disisipkan dengan permata yang berharga. Lukisan itu jelas merupakan barang yang sangat kelas tinggi.

 Di tengah ruangan, dia melihat empat orang di sekitar meja besar, sedang menunggunya.

Dari keempatnya, tiga di antaranya duduk.

‘Hm? Letnan? Kenapa Cornelia dan Putri Tiara juga ada di sini?’

Satu-satunya yang berdiri adalah Letnan Royce, Komandan Wynn.

Tiara mengangguk padanya, sementara Cornelia membuat lambaian kecil dan tersenyum.

Saat melihat wajah-wajah yang dikenalinya, Wynn merasa sedikit lega.

            “Kesatria Kadet Wynn Byrd, melapor”

‘Hm? Siapa yang duduk di tengah? Aku merasa sudah pernah menemuinya sebelumnya......’

Pemuda yang duduk di antara Cornelia dan Tiara mengangguk serius menanggapi sapaan Wynn.

Bajunya terlihat mirip dengan seragam Orde Kesatria, tapi terbuat dari kain putih tebal. Kain putih itu disulam dengan benang emas.

Hanya seorang Imperial Guards yang diizinkan mengenakan seragam putih, dan hanya beberapa orang terpilih yang dihiaasi dengan emas.

Pria itu duduk di kursi kehormatan. Itu berarti bahwa dia lebih penting daripada teman sekelas Wynn, putri pertama dan pewaris takhta kedua, Cornelia, dan sang Great Sage Tiara, Putri Elven Tiara.

Itu berarti—

“Ah, tenanglah. Ini bukan pertemuan formal. Hari ini, sebagai Pangeran Remulshil, aku ingin bertemu denganmu, Master sang Brave, Wynn Byrd.”

Itu berarti pria ini adalah Alfred van Remulshil.

Dengan bingung, Wynn membungkuk ke arah sang Pangeran.


            “Aku ingin menjadikanmu sebagai bawahan adikku”


⟵Back         Main          Next⟶




Related Posts

Yuusha-sama no Oshishou-sama Chapter 46 Bahasa Indonesia
4/ 5
Oleh

1 komentar: