Saturday, February 3, 2018

The Forsaken Hero - Volume 01 - Chapter 01 Bahasa Indonesia


Chapter 01 – Dipanggil Dewa ke Dunia Lain ①



Akademi Swasta Oginomiya. Takkan ada salahnya untuk menyebut sekolah sebagai tempat eksekusi yang aku jalani.

Hampir setiap harinya aku menerima pukulan, begitu pun dengan caci makian.

Itu hanyalah sumber rasa sakit, sama sekali bukan kenikmatan.

Walau begitu, aku tak bisa melarikan diri dari rasa sakit itu.

Karena sekolah ini berasrama, aku hanya bisa pulang ke rumah saat liburan panjang saja.

Kalau aku mencoba mengurug diri di asramaku, salah seorang guru hanya akan menyeretku keluar dan memberiku kenangan buruk lagi.

Makanya, hari ini pun aku ditindas lagi.

            "Oi, berdirilah yang tegak babi sialan!"

            "Gah—!?"

Aku bisa mendengarnya sebelum merasakannya, sebuah tinju menyerang perutku dari bawah.

Aku berlutut dan hampir roboh.

            "Jangan sampai pingsan dulu, rasakan ini!"

            "Agah—!!"

Orang yang satunya lagi menendang punggung leherku dengan tumitnya. Aku merasakan rasa sakit yang cukup menyakitkan untuk membuatku bertanya-tanya apa dia sudah mematahkan sesuatu.

Kali ini, aku pasti akan mati.

            "Nah sekarang, pastikan kau mencium lantainya. Itu cocok buatmu!"

            "Geh......"

Dia menekankan kepalaku dengan kakinya. Inilah yang selalu terjadi, setiap kalinya.

Sialan, memangnya apa yang harus kukatakan?

Kenapa aku harus selalu mengalami penderitaan sialan ini?

            "Ew, menjijikkan sekali~"

            "Serius, aku bahkan tak ingin menghirup udara yang sama dengannya!"

            "Lebih baik bunuh diri saja!"

Aku bisa mendengar semua orang di kelas memakiku.

Kalian pikir memangnya aku ingin berada di sini, brengsek?

            "Jangan terlalu mengkhawatirkannya, Katsuragi. Lihat? Kami setidaknya membuatmu berguna, kau bisa membantu membersihkan lantai"

Si pemimpin penindasan kelas, Samejima Shinji, berkata begitu saat dia menggesekkan wajahku ke lantai.

Dia adalah seorang siswa kehormatan yang mempunyai nilai, tampang, dan atletik yang bagus. Selain itu, dia adalah cucunya ketua dewan, jadi pada dasarnya dia bisa melakukan apapun sesukanya tanpa mendapatkan hukuman. Mereka bahkan mengabaikanku saat dia menindasku.

Kepribadiannya Samejima sangatlah keji. Kalau dia tak menyukai sesuatu, dia akan menyingkirkannya. Kalau dia menyukai sesuatu, dia akan melakukan apa saja untuk mendapatkannya.

Dia adalah perwujudan dari bajingan itu sendiri.

Orang yang memukul barusan adalah Kijima Takeshi, sedangkan yang menendangku adalah Mahara Keito. Orang-orang semacam mereka berkumpul di sekitar Samejima layaknya suckerfish pada ikan hiu.

            "Harus kita apakan lagi si babi ini, hmm?"

Meminta permintaan dari penonton di belakangnya, Samejima melipatkan tangannya dan menatapku dengan sinis.

Tepat saat itulah itu tiba-tiba terjadi.

            "Ap—!"

            "Kyaaah!?"

            "Uwoooah!?"

Cahaya menyelimuti seluruh ruangan kelas, memenuhi penglihatan kami, disusul oleh gempa dan apa yang terdengar seperti semacam ledakan. Rasanya seolah-olah tubuhku terhenti di udara.

            "...... di mana......?"

Saat aku mengintip dari balik kelopak mataku, aku berada di tempat yang belum pernah kulihat sebelumnya.

Warnanya putih, semuanya berwarna putih.

Tak ada meja, papan tulis maupun kursi, tak ada apapun.

            "O—Oi! Di mana ini sialan!?"

            "Memangnya aku tahu!?"

Para murid mulai semakin berisik, tapi aku tak mengatakan apapun.

Walau sebentar, setidaknya ini sudah melepaskanku dari rasa sakit. Aku hanya akan menerima pukulan lagi kalau aku mengatakan sesuatu.

Beberapa dari mereka mulai menangis, ada yang memanggil keluarganya sendiri. Bahkan ada beberapa orang bodoh yang bersikeras kalau ini mimpi.

Tak mungkin ini mimpi. Bagaimana bisa kita bertiga mempunyai mimpi yang sama?

Walau begitu, memang benar kalau tak ada yang tahu apa yang terjadi saat ini.

Aku tak pernah mendengar ada tempat seperti ini di Bumi.

Dunia tanpa tanaman maupun binatang. Hanya kami.

—Hampir seperti pahlawan yang dipanggil ke dunia lain dalam buku fantasi.

Itu terjadi saat aku baru saja memikirkannya.

            "Para pahlawan, harap tenanglah"

Itu adalah suara yang jelas nan indah.

Pemilik suara itu tiba-tiba muncul di hadapan kami.

Rambut keperakan yang tergerai sampai pinggangnya. Mata merah tua yang akan memikat siapa pun yang melihatnya.

Ukuran payudaranya pun bisa dengan mudah dibayangkan lewat lekukan yang terlihat melalui pakaiannya, kakinya yang ramping serasi dengan pinggangnya yang langsing.

Pandangan semua lelaki terkunci pada perwujudan hasrat laki-laki itu.

Karenanya, para perempuan pun memandang dingin para lelaki.

Tunggu, bukan itu yang terpenting. Barusan dia bilang apa?

            "Namaku adalah Claria, dewi yang telah memanggil kalian semua ke sini"

Dewi. Pahlawan.

Dari persoalan dan potongan-potongan teka-teki yang berhubungan dengan semua ini membuatku sadar untuk memahami kebenaran dan keadaan berbahaya kami saat ini.

...... Tak salah lagi, ini—

            "Aku telah memanggil kalian semua ke dunia lain"

Lanjut sang dewi tepat seperti yang kuperkirakan

***

Setelah sempat kaget dengan apa yang dikatakan oleh Dewi Claria, semuanya akhirnya mulai tenang dan mendapatkan penjelasan darinya.

Pertama, saat ini kami berada di dataran suci yang hanya dperuntukkan bagi para dewa saja.

Lantas mengapa kami dipanggil ke tempat yang menakjubkan seperti ini? Itu karena kejahatan, keberadaan jahat yang disebut Raja Iblis yang bangkit kembali di dunia yang ia atur sebagai dewa, dan ia berharap agar kami bisa mengalahkannya..... sepertinya.

Sebagai orang yang mengalahkan Raja Iblis, itu membuat kami menjadi pahlawan..... sepertinya.

Ada begitu banyak dari kami karena semakin banyak pahlawan semakin bagus..... sepertinya.

Bagaimanapun juga, itulah yang dikatakan dewi, jadi mungkin benar.

Walau begitu, kami hanyalah seorang pelajar. Tak mungkin kami bisa pergi dan mengalahkan Raja Iblis begitu saja.

—Dia juga sepertinya memahaminya.

            "Aku akan memberikan masing-masing dari kalian sebagian dari kekuatanku. Setiap bagiannya sangatlah kuat, jadi tolong—kalahkanlah Raja Iblis"

Dia menundukkan kepalanya dalam-dalam.

Semuanya terlihat keberatan.

Jelas, karena bukan berarti kami akan mendapatkan apapun sebagai imbalannya.

Aku juga menentangnya. Kami pasti harus berjuang dengan mempertaruhkan nyawa kami.

            "Tentunya, aku tak bisa bilang kalau itu takkan setimpal dengan imbalannya"

—Tapi semuanya tampak sangat penasaran saat ia berkata begitu.

            "...... Imbalan? Seperti apa?"

Samejima, si pemimpin, berbicara.

            "Aku akan mengabulkan satu permintaan apapun"

            "———!!"

Mata teman sekelasku berubah, mereka semua mulai berpikir.

            "I—Itu berarti, kalau kami mengalahkan Raja Iblis ini.... kami semua akan mendapatkan keinginan?"

            "Ya, tentu saja"

            "Apapun?"

            "Apapun yang kau inginkan......."

Mood Samejima berubah begitu dia mendengarnya. Sebagai seseorang yang selalu ditindas olehnya, aku tahu—aku tahu kalau mata kejamnya saat ini sama seperti saat dia ingin mengambil sesuatu untuk dirinya sendiri.

            "...... Baiklah"

Samejima pun bergerak untuk berdiri di hadapan Claria dan berlutut layaknya seorang kesatria.

            "Kami akan bertarung melawan Raja Iblis. Kami akan membawa perdamaian pada duniamu"

            "Ap—"

            "Kalian semua, kalian juga setuju, ‘kan!?"

Saat ada seseorang yang terlihat keberatan, Samejima berbalik dan menatap semuanya.

Dia melotot pada seorang lelaki yang mulai berbicara dengan intimidasi yang kejam.

            ".... Tidak, bukan apa-apa, aku juga berpikir begitu"

Dia menyerah dengan begitu mudahnya karena dia tahu apa yang akan terjadi kalau dia menentangnya.

Yang lainnya juga mulai setuju.

Aku tak bilang kalau aku setuju, tapi kelihatannya mereka sama sekali tak memikirkan pendapatku.

Saat orang ke 29 menyuarakan persetujuannya, Samejima pun sekali lagi berbalik pada Claria.

            "Kami sudah meraih kesepakatan. Tolong berikan kami kekuatan untuk mengalahkan Raja Iblis"

Samejima pun menjanjikan kesetiannya dan mencium punggung tangannya Claria.

Itu adalah sebuah pernyataan besar.

Walau begitu, Claria terlihat sedikit puas dengan tindakannya itu. Pipinya pun bahkan tersipu.

Aku tak pernah menyangka.... ternyata dewi itu sederhana?

            "Sekarang aku akan menteleportasi kalian semua ke istana kerajaan di permukaan. Tolong pinjamkanlah kekuatan kalian pada raja dan bantulah dia. Aku sudah memberikan kekuatanku pada kalian semua. Tolong, pergunakanlah dengan baik......."

            "Serahkan saja pada kami. Kami akan mengalahkan Raja Iblis dengan kekuatan kami sendiri"

            "Kalau begitu, semuanya, tolong. Selamatkanlah Rostalgia—selamatkanlah dunia yang kucintai"

Saat Claria berkata begitu, cahaya yang sama seperti sebelumnya pun menyelimuti kami lagi.

Dan saat aku membuka mataku, kami berada di dalam sebuah bangunan megah.

Ada lampu gantung, yang hanya pernah kau lihat di televisi. Lukisan yang berjejer di tembok dengan karpet merah yang menyelimuti tangga.

Semuanya begitu terpesona hingga tak ada seorang pun yang berbicara.

Seorang wanita pun menghampiri kami.

Mengambil tangannya Samejima saat dia berada di depan kelompok, ia pun berbicara.

            "Pahlawan. Tolong, selamatkanlah Rostalgia"

Mulai dari sini, kami tak bisa lari lagi.

Begitulah kehidupan kami sebagai seorang pahlawan dimulai.


⟵Back         Main          Next⟶



Related Posts

The Forsaken Hero - Volume 01 - Chapter 01 Bahasa Indonesia
4/ 5
Oleh

9 komentar

February 4, 2018 at 6:14 AM delete

Min novel serei gensouki ama isekai smartphon kok masuk dalam list drop ya...!?

Reply
avatar
February 4, 2018 at 6:15 AM delete

Min novel serei gensouki ama isekai smartphon kok masuk dalam list drop ya...!?

Reply
avatar
February 24, 2018 at 6:26 AM delete

min sediain pdfny dong biar bisa download buat koleksi

Reply
avatar
February 25, 2018 at 7:45 AM delete

Mungkin baru dibuat kalo udah 1 volume beres :3

Reply
avatar
July 21, 2018 at 8:50 AM delete

Dewi ny bitch anjing moga2 mampus tuh lacur massa cuman MC ny aje yg GK dpt kekuatan, fuck you

Reply
avatar