Monday, September 2, 2019

Genocide Online Bahasa Indonesia Bab 09



Bab 09 – Penjelajahan Makam Bawah Tanah ⑤


            Kami menjelajah semakin dalam dan mendapati suatu ruangan tersembunyi. Eng … kelihatannya terkunci dari dalam.

            Aku tidak punya skill membuka kunci pula … bagaimana, nih? … haruskah aku mengambil skill-nya?

            [UuuU—]

            "Eh? Ada apa, Kageyama?"

            Kageyama seketika beranjak dari bayanganku dan menyelinap lewat celah pintu ruangan tersembunyi itu.  Tak lama berselang, aku pun mendengar suara *cekrek* dari dalam. Akan tetapi, memangnya boleh, nih …? Ya, mungkin tidak apa ….

            "Terima kasih banyak, Kageyama."

            [Uu!]

            Aku berterimakasih pada Kageyama yang masuk kembali ke bayanganku, dan kami pun memasuki ruangan tersembunyi itu. Di dalam tidak begitu luas dan hanya berisikan peti harta karun yang rada mewah.

            "Mencurigakan, ya …."

            Sungguh jelas ini merupakan jebakan. Akan tetapi, mari buka dulu saja karena kita tidak bisa lanjut tanpa memeriksanya dulu.

            "Nah, apa akan ada iblis atau malah ular yang keluar …."

            Aku mengulurkan tanganku pelan-pelan ke peti harta karun tersebut, lalu tiba-tiba itu bergerak dan menggigit tanganku.

            "Bahaya sekali …."

            Aku langsung menjauh saat melihat kepala yang menyembul.

================================================

Bangsa: [Mimic]                    | Level: [13]

Kondisi: [Normal]

=================================================

Monster peniru, ya?

Itu bukanlah monster yang kucari, tetapi aku juga masih bisa menjinakkannya karena masih ada tempat dalam party.

            "Baiklah, mari beri dia pengalaman menyakitkan."

            Level-nya rada tinggi dari kami. Jadi, mari jadikan ia samsak buat Yamada dan lainnya.

***

            "Mulai sekarang, namamu adalah Santa."

            [Gaaa?!]

            "Ah, tidak boleh protes, ya."

            "Gaa …."

            Mari periksa statusnya Santa yang baru kujinakan.

==================================================

Nama: [Santa]

Bangsa: [Mimic]                    | Level: [13]

Kondisi: [Normal]


[Halaman ∙ Skill]

            [Mimicry Lv. 3] [Night Vision Lv.3] [Concealment Lv.2] [Treasure Possession Lv. 4] [Light Magic Lv. 4] [Illusion Magic Lv. 2] [Magic Enhancement Lv. 2] [Mental Abnormality Resistance Lv. —]

[Halaman ∙ Titel]

[Pengikut Rena]
  •      Monster yang berhasil menjadi pengikut Rena
  •      Menambah efek buff yang diterima dari majikan <<efek kecil>>


==================================================

            Hoho, dia juga sangat … lo? Aku paham dengan skill mimicry-nya, tapi Treasure Possesion? Tak disangka sekali, tetapi memangnya aku punya semacam harta karun …?

            Ah, kurasa aku punya kalung mahal yang kuambil dari Uskup Kuil tempo hari.

            "Ini saja bisa?"

            [Gaa!]

            Oh, ia berhasil merasukinya.

            Aku kenakan itu di leher dan memasangkannya sebagai aksesoris.

            … Oh, kalung ini ternyata punya efek yang bagus, Uskup memang bisa diandalkan.

            Ia memang benar-benar teladan bagi setiap pendeta karena masih bisa memberikan kemurahan hati pada orang, sekali pun sudah mati.

            "Nah, masih ada sisa satu tempat lagi."

            Satu tempat lagi mesti diisi oleh yang langka. Jadi, mungkin memerlukan waktu untuk menemukannya … tetapi, mendingan membereskan wilayah ini dulu sebelum mencarinya. Jadi, mari lanjut lagi.

***

==================================================

Bangsa: [Living Armor]                   | Level: [17]

Kondisi: [Normal]

==================================================

            "Kurasa kita sudah hampir lawan bos, deh?"

            Itulah yang terlintas dalam benakku sebelum monster terakhir muncul.

            Karena ia merupakan monster humanoid berlevel tinggi, aku tidak bisa berbuat hal yang sama seperti pada keempat monster sebelumnya.

            "Mari pergi dari sini."

            Selagi musuh tidak bergerak, aku merendahkan sikapku dan langsung menerjang pinggangnya hingga benar-benar menjatuhkannya.

            Lalu, kumasukkan belatiku ke celah di antara siku dan bagian belakang lutut untuk mencopotinya. Aku juga membantingnya dengan hulu belati sewaktu ia baru saja dijadikan boneka daruma. Kageyama menjepitnya dari bayangan dan Azabu merusak keseimbangannya dengan sihir angin.

            [— — — —iiiIII! IIIiiiIII!]

            … ? Aku tak memahami sepatah kata pun darinya.

            Untuk sekarang, aku mencoba mengaktifkan Tame … tetapi gagal, ya?

            Lalu, aku pun mengikatnya dan menggantung zirah hidup itu dengan tali dan memukulinya sambil memanggangnya di atas obor. Lebih baik tunggu saja dulu sekitar tiga menit, deh?

***

            [— — — —iiII! — —IIiiIII!]

            Tiga menit pun berlalu dan aku mengaktifkan Tame lagi … kali ini, berhasil, baguslah.

            Kalau gagal, aku tinggal masukkan saja obor ke dalam zirah hidup itu dan menggusurnya sampai tiba di ruang bos.

            [….]

            Rasanya ada yang menatap jijiku, tetapi bodo amatlah.

            Mendingan aku periksa statusnya dulu.

==================================================

Nama: [Belum Ditentukan]

Bangsa: [Living Armor]                   | Level: [17]

Kondisi: [Normal]


[Halaman ∙ Skill]

            [Walking Lv. 3] [Night Vision Lv. 3] [Sword Art Lv. 2] [Armor Possession Lv. 4] [Physical Strengthening Lv. 4] [Endurance Strengthening Lv. 2] [Defense Strengthening Lv. 2] [Mental Abnormality Lv. —]

[Halaman ∙ Titel]

[Pengikut Rena]
  •      Monster yang berhasil menjadi pengikut Rena
  •      Menambah efek buff yang diterima dari majikan <efek kecil>


==================================================

            Ia lumayan kuat, jadi aku juga cukup puas.

            Selanjutnya, namanya ….

            "Mulai hari ini, namamu akan jadi Inoue."

            [… IIii]

            Kok dia terdengar sedih begitu, ya?

            "Yah, kesampingkan saja itu dulu, bisa kamu rasuki zirah ringan ini?"

            [iiII!]

            Ia pun berhasil merasukinya. Statusnya terlihat lebih baik dari yang kupunya sebelumnya. Hebat. Mari langsung serbu ruang bos saja.

            "Nah, mari pergi ke ruang bos sambil meningkatkan level kita selama pergi ke sana dengan menghajar para cecunguknya."

            Mereka pun menanggapi berbarengan. Punya motivasi itu memang bagus. Jadi, mari lanjutkan pembegalan ini.


⟵Back         Main          Next⟶



Related Posts

Genocide Online Bahasa Indonesia Bab 09
4/ 5
Oleh