Wednesday, October 26, 2016

Yuusha-sama no Oshishou-sama Chapter 02 Bahasa Indonesia



Chapter 02

Leticia van Mavis


Di dalam istana.

Di sebuah singgasana. Ada Kaisar generasi ke-11, Alexei Root Remulshil yang sedang duduk. Di sebelah kanannya, adalah Kesatria Kerajaan Corps. Dan pada sebelah kirinya berdiri seorang Menteri utama negara. Di anatara mereka, ada sekelompok empat orang yang sedang berjalan secara perlahan di karpet merah yang menuju singgasana. Di bagian kanan yang sedang berjalan adalah pangeran dari negara tetangga, Raul Holt Leon, yang dikenal sebagai Sword Saint. Di tengah berjalan seorang putri elf, yang mempunyai gelar Great Sage, Tiara Belfa. Di sebelah kiri adalah Holy Woman yang melayani Dewi Dawn Anastasia yang menciptakan dunia, Liara Sayn.

Di depan ketiga orang itu, berjalan seorang gadis. Dia berhenti berjalan menuju singgasana. Sementara Sword saint, Putri Elf, dan Holy Woman, semuanya menundukkan kepalanya, hanya seorang gadis saja yang santai menghadap ke Kaisar. Namun, di antara kesatria dan para menteri, tidak ada yang mengkritik tindakan tidak sopan yang dilakukannya. Karena gadis itu, adalah sang Brave yang telah diberkati oleh Dewi Dawn Anastasia, “Divine Sword Princess” Leticia Mavis. Gelar yang dia milikinya sebanding dengan apa yang Kaisar dan para penguasa lainnya miliki.

Dia memiliki rambut emas yang tampak memikat cahaya, dan mata hijaunya yang seperti batu emerald. Penampilan yang indah dari teman-temannya terbayangi oleh wajah canitknya. Semua orang yang berkumpul, yang tidak memiliki wajah cantik sepertinya telah terpesona. Kehadirannya memberikan sebuah kesan yang mengesankan.

Berdiri di depan Kaisar, mengeluarkan suasana yang anggun yang sama sekali tidak kalah dengannya.

Karena alasan ini, mereka ingin

            “Kau telah mendapatkan imbalan yang kau inginkan. Jadi, Brave, maukah kau menikahi anakku dan menjadi permaisurinya?”

Tanya Kaisar, sembari menundukkan kepalanya.

Sang Divine Sword Princess telah mengalahkan pasukan Raja Iblis yang telah menghancurkan banyak negara di seluruh benua, dan mengalahkan Raja Iblis.

Dia awalnya adalah putri termuda dari keluarga Mavis Ducal, namun jika ia menjadi permaisuri, dia akan memiliki pengaruh di dalam negeri dari keluarga kerajaan, dan ketika digabungkan dengan martabatnya di luar negeri karena prestasinya dalam militer, dia bisa melakukan apapun yang dia mau.

Bahkan, dia sudah memiliki kekuatan yang cukup untuk mengalahkan Raja Iblis, yang memiliki kekuatan untuk menghancurkan satu negara sendirian.

Kekuatan yang dimiliki tentara manusia tidak akan bisa menandinginya.

Bahkan, terlepas dari ras atau kebangsaan, semua orang di benua telah memuja Brave.

Seluruh bangsa mulai tertarik untuk mendapatkan kekuatannya.

Pangeran Alfred berusia 23 tahun. Meskipun berusia 14 tahun, Leticia 9 tahun lebih muda, perbedaan usia seperti itu sudah biasa di antara kaum bangsawan.

Selain itu, tidak akan ada yang keberatan, selama dia memiliki kecantikan yang luar biasa di antara keluarga kerjaan dan bangsawan.

Namun —

            “Saya sungguh minta maaf, Yang Mulia.”

Kata-kata yang diucapkan oleh mulutnya adalah sebuah penolakan.

Hanya gadis yang telah diberkati oleh dewi yang bisa menyangkal Kaisar.

            “Letti, apakah ada sesuatu yang tidak membuatmu puas tentang pernikahan dengan pangeran?”

Di anatara para menteri yang ada di ruangan, suara seorang pria yang berumur menengah, berseru.

Itu adalah ayah dari Leticia, Duke Mavis.

            “Untuk saat ini, saya baru saja kembali setelah mengalahkan Raja Iblis. Saya tidak bisa memikirkan hal seperti itu saat ini.”

            “Tapi

            “Tidak apa-apa, Duke Mavis!”

Kaisar memotong perkataan Duke Mavis, yang hendak memberikan bantahan.

            “Aku sepertinya terlalu terburu-buru. Oleh karena itu, silahkan tinggal di istana untuk sementara waktu, sampai kau telah pulih kembali dari kelelahanmu.”

Namun, Leticia masih menggelengkan kepalanya saat mendengar kata-kata Raja

            “Saya harus meminta maaf sekali lagi, Yang Mulia. Saya harus melaporkan keberhasilan dalam mengalahkan Raja Iblis kepada master saya dengan segera.”

            “Hou? Master dari Leticia sang Brave ?”

Kaisar membungkukkan badannya ke depan.

Brave memiliki keterampilan dan kemampuan yang tinggi dalam pedang dan sihir dari seluruh umat manusia.

Itu tidak mengherankan bahwa Kaisar membungkukkan badannya ke depan.

Seseorang membusungkan dadanya dengan bangga setelah mendegar kata-kata itu.

Dia adalah orang yang beridiri di samping Duke Mavis, yang bekerja sebagai guru pribadi Keluarga Duke.

Dia telah mendengar dari muridnya Leticia sang Brave yang telah membuat kembali kemenangan. Sebagai guru, dia mementingkan dirinya sendiri dan mengharapkan hadiah, dan meminta Duke membiarkan dia untuk menghadiri pembicaraan Kaisar.

Meskipun pangkatnya rendah, ia juga berpangkat Baron, dan dengan demikian tidak masalah untuk memasuki istana.

(Akhirnya namaku akan diperkenalkan oleh sang Brave )

(Ketika aku pertama kali mengajarnya, aku pikir dia hanyalah seorang gadis bodoh. Aku dengan sabar mengajarkan dia sihir, dan keterampilan berpedangnya juga semakin membaik. Aku pernah bertengkar dengannya karena dia sebelumnya ingin belajar bagaimana caranya untuk menggunakan pedang, jika dipikirkan lagi, itu adalah kenangan yang menjengkelkan, tapi itu juga mungkin adalah salah satu alasan yang telah membuatnya menjadi sang Brave. )

Ketika aku mengajarkannya cara memainkan pedang, Leticia tidak boleh mengalami luka, dan itu membuatku stress.

(Saat aku berpikir tentang itu, meskipun aku hanya mengajarinya sedikit, tapi mungkin karena ketegasanku lah yang membuatnya menjadi Brave. Ya,Brave yang sedang berdiri di sini sekarang adalah hasil dari pelatihanku)

Dalam pikirannya, ia sedang mengkhayalkan sebuah adegan di mana dia memperkenalkan dirinya kepada Yang Mulia Kaisar.

TL Note : Yang memakai tanda {} adalah khayalan dari si guru pribadi

{Pria di sana adalah guru saya}

{Hou, jadi orang itu, ya?}

{Ya, dia telah membimbing saya dengan keras sejak saya masih muda}

{Aku mengerti. Jadi rahasia kekuatanmu adalah dari gurumu?}

{Ya, Yang Mulia. Guru telah mengajari saya cara menggunakan sihir dan berpedang, dan saya sangat menghormatinya}

{Untuk Mavis sang Brave sampai berbicara begitu padanya, dia pasti adalah orang yang begitu hebat. Siapa namanya?}

Saat Yang Mulia Kaisar mengizinkan aku untuk berbicara, aku akan mengangkat kepalaku dan menghadapnya

            “A-“

Saat guru pribadi menenggelamkan dirinya dalam khyalan, Kaisar dan Leticia melanjutkan percakapannya.

            “Mengapa kau begitu ingin segera melaporkannya pada master-mu?”

            “Aku berterimakasih atas pertimbangan Yang Mulia

            “Fumu, aku ingin bertemu dengannya, yang merupakan Master dari sang Brave.”

‘Jika itu yang terjadi, maka aku ada di sini!’ guru pribadi hampir bertertiak.

Namun, sebelum dia melakukannya, Duke Mavis telah berseru, yang menarik semua perhatian kepadanya.

            “Letti, mastermu ada di sini. Bukankah kau ingin melaporkan kepadanya?”

Di dalam hatinya, guru pribadi itu serasa sedang menari, karena khayalannya akan menjadi kenyataan, ia melangkah maju dan menghadap ke arah Leticia.

Dan di sana Leticia sedang berdiri sambil tersenyum di pikirannya.

            “Siapa dia?”

Kata Leticia yang menatap pria itu dengan ekspresi bingung.

          “Mungkinkah kau lupa dengan Baron-dono yang merupakan guru pribadimu karena kau saat itu masih kecil?”

            “Ah, sudah lama tidak bertemu, yah?”

Setelah membungkuk sedikit, Leticia mengabaikannya.

            “Letti, bukankah Master-mu adalah Baron itu?”

Karena Leticia tidak menunjukkan sedikit pun minatnya pada Baron, Duke bertanya. Guru pribadi yang berada di samping Duke terkejut.

            “Apakah kau belajar dari orang lain saat selama perjalanan?”

            “Saya tidak pernah bertemu dengan orang seperti itu”

Putri elf Tiara, menjawabnya

            “Saya telah melakukan perjalanan bersama Leticia dari awal, dan belum pernah melihat orang kuat sepertinya selama perjalanan itu.”

            “Jika itu bnear, maka di mana Master-mu?”

Master yang telah mengajarkan sihir dan berpedang padanya. Semua orang tertarik kepada orang itu.

Dia tersenyum mendengar pertanyaan Kaisar. Itu adalah senyuman yang bahkan Tiara saja yang sudah menemaninya dari awal perjalanan, baru sekarang dia melihatnya, senyum yang ditunjukkan dari wajahnya sangat indah.

            “Dia berada di Ibukota Kekaisaran”

            “Apa!?”

‘Orang seperti itu berada di Ibukota Kekaisaran ini?’ gumam para bangsawan.

            “Karena itu, saya harus minta maaf karena tidak dapat tinggal di istana lebih lama lagi. Saya akan kembali kepada Master saya, Wynn Byrd”

Dari sana, sang Brave, Divine Sword Princess, Leticia van Mavis pergi.

Saat itu ditandai di mana saat Master-nya Wynn Byrd tercatat dalam sejarah.

Namanya disampaikan oleh duta besar dari segala bangsa di benua.

Ia disebut sebagai “The Master of the Brave” (seperti nama judulnya Yuusha no Oshishou-sama!)





Kembali ke Chapter 01                                                Menuju Chapter 03


Related Posts

Yuusha-sama no Oshishou-sama Chapter 02 Bahasa Indonesia
4/ 5
Oleh

3 komentar

October 26, 2016 at 5:17 PM delete

Gue penasaran ama sifatnya wynn byrd masih sama apa ga, karena gagal jadi ksatria.

Reply
avatar
November 20, 2016 at 3:01 AM delete

mending pake kata pahlawan dari pada pemberani . kata pahawan lebih familiar .

Reply
avatar