Saturday, November 12, 2016

Yuusha-sama no Oshishou-sama Chapter 05 Bahasa Indonesia



Chapter 05

Penerimaan


Sekolah Kesatria Simurgh

Sekolah ini terletak di bagian selatan dari Ibukota Kekaisaran Simurgh, bekas istana, di mana Kaisar pernah tinggal. Sejak Kaisar membangun sebuah istana baru di timur, bekas istana itu sekarang digunakan sebagai sekolah.

Sebagai penerus dari konstruksi, sekolah bisa membanggakan luasnya di seluruh benua, yang kedua setelah istana kekaisaran.

Selain dari Sekolah Kesatria, Kantor Pelayanan Kesatria, dan Laboratorium istana kekaisaran juga berada di sana. Dengan begitu, para petugas ini adalah orang-orang yang mengajar para siswa di Sekolah Kesatria.

‘Akhirnya, aku telah tiba’

Wynn berhenti di depan gerbang bekas istana kerajaan dan menyipitkan mata saat melihat bangunan yang menjulang tinggi.

Selama ditutup saat masa perang, ia telah membulatkan tekadnya. Selama saat mulai dibuka saat masa damai, menyambut orang-orang yang berkedudukan tinggi, dan terlihat banyak orang dan kereta kuda datang dan pergi.

Karena hari ini adalah upacara masuk, ada banyak kereta kuda pergi dan keluar. Banyak dari kereta kuda yang mempunyai lambang keluarga. Banyak anak dari para bangsawan yang telah diakui oleh kekaisaran, berkumpul di sini pada hari itu.

Jika dilihat lebih dekat, selain dari semua petugas yang tidak naik kereta kuda, hanya ada satu orang yang berjalan kaki di sana, Wynn.

Wynn mengambil tas yang ia dapat dari Hannah dan terus maju. Dibahunya, Wynn membawa tas yang selalu dia pakai (Hannah yang telah memberikannya).

Sepertinya tidak mungkin bagi kereta kuda untuk memasuki pintu gerbang.

Sekolah Kesatria menerima siswa yang berusia antara 10 – 16 tahun.

Ada anak laki-laki dan perempuan turun dari kereta dan berjalan ke arah yang sama. Pembantu mereka membawakan barang bawaan mereka. Sementara itu, mereka membawa pedang yang bagus, yang mereka bawa dari rumah mereka. Mereka semua berjalan ke arah yang sama, menuju Katedral, di mana upacara masuk akan berlangsung. Beberapa tenda telah dibuat, di mana beberapa petugas yang panik mencoba untuk mengatur para siswa.

Cuaca yang panas, dan membuat beberapa orang mengeluarkan banyak keringat.

Anak-anak dari bangsawan dan pedagang kaya tidak terbiasa untuk menunggu, dan mendorong orang-orang yang berada di depan mereka, yang membuat kekacauan pada barisan.

Pada awalnya, karena banyak dari mereka yang tidak membawa barang bawaan mereka, mereka memiliki pembantu untuk membawakannya sebagai gantinya, sehingga alun-alun dipenuhi dengan orang-orang.

            “Hei, kau! Pelayan harus pergi menunggu di luar alun-alun untuk saat ini, tahu?”

Seorang petugas setengah baya memanggil Wynn, yang berdiri bingung di antara orang-orang yang tersisa.

            “Hah? Kau memiliki izin masuk?”

Wynn menunjukkan surat yang tersimpan di saku-dadanya. Ini membuktikan bahwa ia telah lulus ujian masuk. Hari saat di mana ia menerimanya, ia diam-diam menatapnya di tempat tidur selama tiga gari, tanpa tidur.

            “Ya, aku akan menghadiri sekolah mulai musim semi ini”

            “Oh, aku mengerti. Kau masuk sebagai pelayan dari tuanmu. Di mana tuanmu? Apakah dia telah menyelesaikan semua prosedur-nya?”

            “Tidak, aku sendirian. Prosedur ini belum selesai.”

Pejabat itu terkejut dengan kata-kata Wynn.

            “Ini mengejutkan. Dilihat dari penampilanmu, meskipun kau tampaknya bukan dari seorang anak bangsawan atau orang kaya, kau masih bisa masuk.”

            “Ya, begitulah....”

Pada suatu waktu, ia membeli beberapa pakaian baru di toko barang bekas, tapi tas-nya telah usang. Dengan pakaiannya dari toko barang bekas, dan pedang tua di pinggangnya, Wynn berdiri di antara orang-orang yang berada di alun-alun.

Bahkan, jika ia bercampur dengan para petugas, terlihat ada yang berbeda. Karena, pakaian petugas terlihat lebih baik darinya.

            “Fumu, kau Wynn Byrd? Ikut denganku.”

Petugas itu berjalan ke tenda, dan memberikan Wynn kunci dan seragam.

            “Ini adalah kunci untuk kamar asrama dan seragammu. Ada ruang ganti di sebelah Katedral. Kau harus segera mengganti pakaianmu di sana.”

            “Terima kasih atas bantuannya”

            “Yah, barang bawaanmu, dan pakaian bisa kau simpan di sini, karena kau datang sendiri. Bawa pakaianmu setelah kau selesai menggantinya.”

            “Baik.”

Menunduk, Wynn berjalan menuju Katedral seperti yang diperintahkan. Wynn melihat ke atas bangunan, yang membuat lehernya sakit, karena itu sangat tinggi. Kemudian masuk ke dalam. Di sana adalah ruang ganti, seperti yang telah diberitahukan sebelumnya. Bahkan jika itu disebut ruangan, itu terlihat seperti aula.

Di dalam ruangan, banyak orang yang sudah mengganti pakaiannya, dan beberapa kelompok sedang mengobrol dengan bebas, mungkin karena mereka saling kenal.

Di sudut ruangan, Wynn menemukan tempat kosong, melemparkan tasnya, dan mulai mengganti pakaiannya.

            “Hei, kau! Rakyat jelata yang yang di sana!”

Sebuah suara dengan nada mengejek memanggilnya. Ketika dia berbalik, ada beberapa anak laki-laki berdiri di depannya.

Mereka sepertinya memiliki usia yang sama dengan Wynn.

Masing-masing dari mereka mengenakan pakaian sutra yang bagus,  dan membawa seragam baru yang diserahkan kepada mereka.

            “Siapa yang kau layani?”

            “Tidak, aku bukan pelayan”

            “Apakah begitu? Kalau begitu, kosongkan tempat itu. Kami akan mengganti pakaian di sana”

Anak laki-laki itu mendekat dan mendorong Wynn ke samping.

            “Kau menghalangi.”

Ia meludah, sambil menendang tas dan pedang Wynn ke sisi.

            “Apa yang kau lakukan?!”

Wynn meninggikan suaranya, sambil membenarkan posisinya.

            “Brengsek!”

            “Beraninya kau menunjukkan rasa tidak hormat kepada Jade-sama!!”

Pengikut anak itu marah, dan masing-masing dari mereka mengacungkan pedang-nya yang bagus.

Tapi—

            “Hei, kalian semua”

Anak laki-laki yang dipanggil Jade mengangkat tangannya dan menahan mereka.

            “Dia adalah rakyat jelata. Kami, yang merupakan bangsawan harus memperlakukan rakyat jelata yang tidak berpendidikan dengan sabar.”

Dan dia mengulurkan tangannya kepada Wynn.

            “Aku minta maaf. Aku tidak menyangka bahwa mereka akan melakukan hal seperti itu kepada barang-barangmu.”

Jade tersenyum sambil menjabat tangan Wynn. Wajahnya tersenyum, tapi matanya tidak. Mereka penuh dengan kesombongan, mata yang sudah terbiasa untuk memandang rendah orang lain.

            “Kenapa, ya? Aku merasa ada sampah di Sekolah Kesatria Simurgh. Ini bukan tempat untuk rakyat jelata sepertimu.”

Mengatakannya dalam bisikan, dia mengusap tangannya dengan saputangan setelah melepaskan tangan Wynn, dan mulai mengganti pakaiannya.

Wynn menggigit bibirnya, dan setelah beberapa saat, mulai mengganti pakaiannya lagi. Melihat ini, orang-orang di sekitar mereka mulai mengganti pakaian mereka lagi.

            “Seperti yang diharapkan dari anak Jenderal Cliffdorf. Untuk meminta maaf kepada rakyat jelata.”

            “Sebagai pewaris dari Keluarga Marquis, Jade van Cliffdorf-sama berbeda dari kami.”

Pada akhirnya, orang lain tampaknya tidak mendengar kata-kata yang Jade gumamkan dengan suara yang rendah. Dia terlihat seperti telah meminta maaf kepada Wynn, dan menjabat tangannya dengan damai. Tapi setidaknya, Wynn berhasil mengamankan tempatnya, namun ia tidak bisa menahah perasaan kecewanya itu.

‘Itu mengerikan’

Ketika upacara masuk berakhir, Wynn mulai menuju ke asrama, dan saat itu bahunya disentuh dari belakang. Seorang anak dengan rambut merah yang pendek berdiri di belakangnya.

            “Aku Locke, Locke Marine, senang bertemu denganmu”

TL Note : namanya entah Rock atau Locke, tapi di sini diputsukan untuk menggunakan Locke

            “Aku Wynn Byrd”

            “Jadi, setelah semuanya, itu memang kau”

            “Apa maksudmu dengan ‘setelah semuanya’ ?”

            “Aku dengar bahwa itu adalah teman sekamarku.”

            “Hah? Apakah kau tahu semua siswa di sini?

“Tidak, tentu saja aku tidak tahu semuanya.”

Kata Locke sambil tersenyum, dan berjalan di samping Wynn.

            “Aku berasal dari keluarga pedagang, jadi aku harus menghadiri berbagai jamuan, dan sebagai hasilnya, aku bagus dalam mengingat nama dan wajah. Ketika aku melihat namamu yang tidak aku kenali, aku langsung pergi mencarinya, dan ketka aku tahu bahwa aku belum pernah melihat wajahmu, aku langsung berpikir bahwa itu adalah kau.”

Wynn dan Locke mulai berjalan bersama menuju asrama mereka.

            “Aku mengerti”

            “Orang yang telah bertengkar dengan mu beberapa waktu yang lalu adalah anak dari Jenderal Cliffdorf. Dia adalah keturunan dari bangsawan yang sangat baik, dengan gelar Marquis. Apakah kau juga ingin menjadi kesatria? Kalau begitu, berhati-hatilah agar tidak mendapatkan ketidak senangan mereka.”

            “Terima kasih, aku akan berhati-hati.”

Namun, peringatan Locke sepertinya sia-sia.

Pada bagian pertama kelas, adalah latihan bertarung—

            “Sial... Sial!”

Pada kelas latihan bertarung, menggunakan pedang kesatria untuk latihan mulai dari hari pertama.

‘Melawan rakyat jelata, aku, yang membawa darah bangsawan dari Keluarga Marquis dan anak dari seorang Jendeal, aku tidak akan kalah!’

Dalam sejarah, sejarah militer dan matematika, bahkan sihir, nilai Wynn tidak bagus. Berbeda dengan siswa lainnya yang telah belajar dari guru pribadi mereka, Wynn hanya belajar seorang diri dengan buku-buku yang telah dibawakan oleh Leti.

Keterampilan dasar akademisnya berada di belakang jika dibandingkan dengan siswa yang lainnya. Selanjutnya, kekuatan sihirnya juga kecil.

Para bangsawan melakukan pernikahan untuk memperkuat garis keturunan mereka, dan meningkatkan kekuatan sihir mereka, sehingga kekuatan sihir-nya akan kuat jika dibandingkan dengan rakyat jelata. Anak-anak dari pemilik tanah dan pedagang juga kalah dengan kaum bangsawan dalam kekuatan sihir.

Namun, Wynn sangat memiliki jumlah kekuatan sihir yang rendah.

‘Oleh karena itu, aku akan menggertak dia, yang merupakan siswa miskin’

Dia mengisi pedangnya dengan sihir, memperkuat kekuatan dan ketajamannya.

‘Aku sudah memutuskan, bahwa aku akan membuatmu sadar akan tempatmu!’

Namun—

Kin!

Wynn mengalahkannya dalam sekejap.

Jade mengambil pedangnya lagi, berpikir bahwa ia hanya membiarkan penjagaanya lengah dan segera mengambil sikap-nya lagi.

Pada akhirnya, itu adalah kekalahan yang telak.

Selain itu, berada di depan para siswa yang lainnya, yang sedang menonton dari pinggir lapangan. Sebelum instruktur mengakhiri kelas, Jade telah dikalahkan sembilan kali.

‘Sialan! Sialan! Sialan! Dasar sampah!

Jade menunjukkan ekspresi kemarahannya, sehingga tidak ada pengikutnya yang mendekatinya. Sementara menatap bagian belakang Wynn yang sedang meletakan pedang latihan yang ia gunakan di dalam kelas.

‘Aku tidak menerimanya’

Ada sebuah cahaya gelap yang mengerikan di mata Jade.

‘Jangan berpikir bahwa kau bisa lolos dengan ini!’

Dan—

Acara tahunan pada akhir tahun, Tes pemilihan Kesatria Pemula. Para pemenang yang telah menampilkan kehebatan mereka akan dipromosikan menjadi Kesatria Pemula.

Artinya, meskipun menjadi siswa, mereka bisa melakukan sebauh misi. Sebaliknya, jika kalah mereka harus mengulang lagi tahun depan.

            “Pemenangnya adalah...........!!”

Wynn menutup matanya saat mendengar suara kegembiraan dari lawannya yang telah memenangkan pertandingan.

Ujian tiap tahunnya berbeda. Tahun lalu adalah pertandingan sihir, dan tahun ini adalah pertarungan dengan pedang.

Dan lawan Wynn adalah seseorang yang terampil dalam sihir, sedangkan kemampuan sihir Wynn sangat rendah.

Dan dengan sihir yang bisa digunakan oleh Wynn, tidak bisa dibandingkan dengan yang bisa digunakan oleh lawannya..... Sihir pelindung yang dia gunakan akan rusak dengan cepat. Dengan demikian, ujian Wynn di tahun pertama-nya telah berakhir.

Wynn yang telah jatuh ke tanah, dan napasnya yang mulai berat sedang diawasi dari jarak jauh oleh Jade yang menunjukkan ekspresinya yang gelap.


Balas dendan Jade baru saja akan dimulai.





Kembali ke Chapter 04                                                Menuju Chapter 06

Related Posts

Yuusha-sama no Oshishou-sama Chapter 05 Bahasa Indonesia
4/ 5
Oleh

2 komentar

November 12, 2016 at 11:30 AM delete This comment has been removed by the author.
avatar